BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab Covid-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Penyakit Covid-19 paling berisiko bagi yang pernah menderita penyakit sebelumnya (dalam istilah medis disebut komorbid). Penyakit penyerta (Komorbid) terbanyak adalah hipertensi. Dengan jumlah presentase penyakit hipertensi sebanyak 50,5%, lalu diikuti diabetes melitus 34,5%. (Kemenkes, 2020). Di masa pandemi saat ini terkait terapi pengobatan untuk pasien Covid-19, sangat diperlukan. Namun, belum ada pengobatan atau terapi khusus untuk Covid-19 saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui presentase rata-rata kesesuaian pola pengobatan pasien Covid-19 yang memiliki komorbid dengan Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 3 tahun 2020 di Rumah Sakit “X” periode Juni 2021 – November 2021. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang menggunakan data retrospektif. Pengambilan data di ambil dengan penggunaan data sekunder dari rekam medis Pasien Covid-19 yang dirawat dengan komorbid Hipertensi dan atau Diabetes di RS “X” periode Juni 2021 - November 2021. Hasil dari penelitian didapatkan pasien perempuan 50% dan laki-laki 50%. Klasifikasi Komorbid terbanyak hipertensi sebanyak 44,4% di ikuti dengan diabetes sebanyak 27,8% dan yang memiliki komorbid keduanya sebanyak 27,8%. Pola kesesuaian pengobatan pasien kormorbid dengan Pedoman Tatalaksana Covid Edisi 3 tahun 2020 didapat nilai rata-rata sebesar 85%. Dimana hasil tersebut menunjukkan bahwa banyak pasien Covid-19 dengan komorbid di Rumah Sakit “X” yang pemberian obatnya sudah sesuai dengan rekomendasi pedoman tatalaksana Covid-19 edisi 3 2020.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Lansia di era pandemic ini sangat rentan terinfeksi Covid-19. Dikarenakan fungsi kerja tubuh lansia menurun dan
berbagai faktor lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi lamanya lansia di rawat dengan terkonfirmasi Covid19
yaitu usia, jenis kelamin dan komorbid (Hipertensi dan DM). Desain penelitian ini bersifat deskriptif
kuantitatif. Populasi dan Sample yang digunakan 50 orang lansia yaitu menggunakan teknik Total Sampling.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey cross sectional. Analisa yang digunakan Uji-Chi Square.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari catatan rekam medik rumah sakit X dengan menggunakan
instrumen tabel data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan lamanya
perawatan lansia dengan hasil P Value 0,048, terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan lamanya perawatan
lansia dengan hasil P Value 0,046 dan terdapat hubungan antara komorbid (hipertensi dan DM) dengan lamanya
perawatan lansia dengan hasil P Value 0,026. Maka dari itu dapat disimpulkan dari hasil penelitian sebagian besar
dari Pasien Lansia dengan Terkonfirmasi Covid-19 memiliki Lama perawatan dikarenakan adanya hubungan
dengan Usia, Jenis Kelamin dan komorbid (hipertensi dan DM).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Covid-19 merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di berbagai negara. Case Fertality Rate Covid-19
di Indonesia mencapai 4,68%. Kematian tertinggi pasien Covid-19 di RSUD bayu Asih terdapat di ruang ICU yaitu
82,4%. Usia tua, jenis kelamin dan penyakit komorbid merupakan faktor resiko yang menyebabkan kematian. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komorbid dengan kematian covid-19 di Ruang ICU RSUD Bayu
Asih Purwakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik observasional dengan desain studi
retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Covid-19 terkonfirmasi di ruang ICU RSUD Bayu Asih
Purwakarta periode bulan Oktober 2020 - Januari 2021 sebanyak 64 orang pasien, sampel yang digunakan yaitu total
sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi checklist. Analisis data menggunakan Uji Chi
Square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 64 pasien terinfeksi Covid-19 di ruang ICU, 41 pasien
meninggal, 80,6% berusia >60 (p=0,016, OR 4,427), 72,2% berjenis kelamin laki-laki (p=0,201, OR 2,253) dan 74,1%
memiliki penyakit penyerta (p=0,000, OR 25,714). Kesimpulannya adalah usia tua dan penyakit komorbid merupakan
faktor resiko kematian pada Covid-19.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acut Respiratory
Syndrome Coronavirus-2. Komobid merupakan penyakit atau kondisi yang muncul bersamaa pada individu, atau
disebut juga penyakit penyerta. Tujuan penelitian Mengetahui hubungan komorbid diabetes melitus, hipertensi dan
penyakit jantung terhadap perburukan klinis pada pasien Covid-19
Metode dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Sampel
dari penelitian ini adalah seluruh pasien terdiagnosa Covid-19 dengan satu komorbid (diabetes melitus, hipertensi dan
penyakit jantung )yang dirawat di ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta pada periode Oktober 2020 hingga Januari
2021 dengan menggunakan teknik pengmbilan sampling Total Sampling yang berjumlah 48 orang.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 48 pasien yang memiliki komorbid terinfeksi Covid-19 di ruang
ICU, 30 pasien mengalami perburukan klinis, 58,3% yang memiliki penyakit komorbid Diabetus Melitus (p=0,016, OR
5,500), 29,2% yang memiliki penyakit komorbid Hipertensi (p=0,140, OR 0,313) dan 12,5% memiliki penyakit
komorbid Jantung (p=0,179, OR 0,250). Kesimpulan bahwa diabetes melitus merupakan salah satu penyakit komorbid
yang dapat memperburuk kondisi klinis pada pasien covid-19.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
SKRIPSI, April 2021
Nama : Lilis Pad’liah
NPM : 020319720
ANALISIS HUBUNGAN KOMORBID TERHADAP PERBURUKAN KLINIS PASIEN COVID-19 DI RUANG ICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAYU ASIH KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2021
vii (jumlah Halaman sebelum BAB I) + ....Halaman+....Tabel+....Lampiran
ABSTRAK
Pendahuluan: Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acut Respiratory Syndrome Coronavirus-2. Komobid merupakan penyakit atau kondisi yang muncul bersamaa pada individu, atau disebut juga penyakit penyerta. Tujuan : Mengetahui hubungan komorbid diabetes melitus, hipertensi dan penyakit jantung terhadap perburukan klinis pada pasien Covid-19 Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh pasien terdiagnosa Covid-19 dengan satu komorbid (diabetes melitus, hipertensi dan penyakit jantung )yang dirawat di ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta pada periode Oktober 2020 hingga Januari 2021 dengan menggunakan teknik pengmbilan sampling Total Sampling yang berjumlah 48 orang.Hasil: Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 48 pasien yang memiliki komorbid terinfeksi Covid-19 di ruang ICU, 30 pasien mengalami perburukan klinis, 58,3% yang memiliki penyakit komorbid Diabetus Melitus (p=0,016, OR 5,500), 29,2% yang memiliki penyakit komorbid Hipertensi (p=0,140, OR 0,313) dan 12,5% memiliki penyakit komorbid Jantung (p=0,179, OR 0,250). Kesimpulan: diabetes melitus merupakan salah satu penyakit komorbid yang dapat memperburuk kondisi klinis pada pasien covid-19.