Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

73 hasil
Subjek: Obat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Dengan Tingkat Pengetahuan Terhadap Obat Generik Pada Masyarakat Rw 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat generik merupakan obat yang diproduksi oleh perusahaan tanpa melalui uji praklinis dan klinis dan dipasarkan dengan mudah dengan harga yang cukup murah, obat generik tidak mampu untuk menciptakan pengobatan yang efektif dibandingkan dengan obat paten. Ketidaktahuan masyarakat terhadap obat generik yang menjadi penyebab munculnya anggapan buruk tentang obat generik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar dan mengetahui hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan obat generik pada masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Metode dalam penelitian ini menggunakan medote analisis kualitatif kuantitatif dengan analisis data univariat dan bivariat (chi-square test) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan terhadap obat generik. Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 883 dengan sampel sebesar 90 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin sehingga, dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini didapatkan dari 90 responden di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori baik sebanyak 62,2%, dengan kategori cukup sebanyak 22,2, dan tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori kurang sebanyak 15,6% sehingga dapat disimpulkan masyarakat di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan nilai persentase 62,2% dan tidak adanya hubungan antara karakteristik responden (jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan perbulan) dengan tingkat pengetahuan tentang obat generik.

23 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di poli penyakit dalam Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit utama yang menyebabkan angka morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Dukungan keluarga dan pengetahuan yang baik dapat memberikan dampak positif terhadap perawatan pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2023. Jenis penelitian dengan pendekatan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan dengan hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak bulan Maret-April 2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini 65 orang. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Chi Square Test. Hasil penelitian diperoleh nilai P = 0,000 (P0,05) ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan, sedangkan nilai P = 0,035 (P0,05) ada hubungan antara pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Kesimpulan ada hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien terhadap kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak tahun 2023. Saran diharapkan kepada pihak Rumah Sakit agar selalu memberikan pendidikan kesehatan untuk menambah pengetahuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan hipertensi.

27 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik di desa mekarmukti cikarang utara tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seperti diketahui obat merupakan campuran bahan kimia yang dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit obat juga meruapakan hasil produk biologis obat terbagi menjadi obat bermerek dan obat paten. Adapaun obat yang dikenal dengan obat generik dimana obat yang disubsidikan dalam program pemerintah. Pengetahuan dan persepsi merupakan suatu yang pernah didapatkan dari pengalaman. Faktor pengetahuan dan persepsi bisa dilihat dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik didesa mekar mukti kecamatan cikarang utara dari beberapa faktor berikut dalam pemilihan obat antara lain: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan medote analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (chi-square ters) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik. Lalu Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 31.975 dengan sampel sebesar 100 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin dari 31.975. sehingga dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini mengenai pengetahuan dan persepsi masyarakat didesa mekar mukti cikarang utara dikategorikan baik, kemudian untuk hubungan antara umur memiliki nilai 0,604, jenis kelamin memiliki nilai 0,622, tingkat Pendidikan memiliki nilai 0,250 dan pekerjaan memiliki nilai 0,226. >0.05. Kesimpulan dan Saran, kesimpulan menunjukan bahwa dari segi jenis, kelamin, tingkat Pendidikan dan pekerjaan menunjukan tidak ada hubungan dan keterkaitan dalam persepsi masyarakat dengan obat generik. Saran bisa di tambahkan uji normalitas untuk penelitian selanjutnya.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antidiabetes dengan Hasil Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes Melitus di Ruang Tulip RS Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Non-compliance in carrying out treatment in DM patients is a problem that is often found in hospital. The patient is no longer in control of the health service, the patient does not take medication because his feels that his blood sugar is normal. The sufferers of DM in the city of Depok issued by the West Java Provincial Health Office in 2020 was 50631 people. Whereas according to medical record data at the Sentra Medika Cisalak Hospital, the prevalence of DM sufferers from September-October was 187 sufferers. This study aim to determine the relationship between adherence to taking medication in DM sufferers and stable blood sugar values while in the Tulip Room of Sentra Medika Cisalak Hospital. The results of this study can be used as a source of information and education for patients with DM. The type of research is quantitative research, with a cross sectional consisted of independent variable compliance with taking medication in patients with DM and the stability of the GDS value as the dependent variable. Data obtained through distributing questionnaires. The population in the study were 187 patients who were diagnosed, and the sample in this study was 65 patients. The data has been done is processed and then analyzed in stages according to research objectives using computer software. The results showed that the results of the chi square test (p = 0,014), it can be concluded that there is a significant relationship between the level of adherence to taking medication in patients with DM with the stability value of GDS.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN OBAT TERHADAP TINGKAT KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS JATISAMPURNA KOTA BEKASI TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pengelolaan Obat di Gudang Farmasi Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI GUDANG FARMASI PUSKESMAS MEKARMUKTI KABUPATEN BEKASI ABSTRAK Latar Belakang: Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang mengelola program kesehatan masyarakat dan perorangan tingkat pertama dengan penekanan yang lebih besar pada tindakan preventif dan promotif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Penyimpanan obat adalah komponen penting dalam pengelolaan obat di puskesmas. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian persyaratan gudang penyimpanan, untuk mengetahui sistem penyimpanan obat, untuk mengetahui sistem penerimaan obat dan untuk mengetahui sistem pengeluaran obat. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi pustaka dan dokumentasi. Hasil: Penelitian di gudang farmasi Puskesmas Mekarmukti, kesesuaian persyaratan gudang belum memenuhi persyaratan menurut Dirjen Bina Farmasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan terkait dengan pencatatan suhu kelembaban. Penyimpanan obat menerapkan FIFO dan FEFO. Penyusunan sesuai alfabet dan berdasarkan bentuk sediaan. Penerimaan obat dilakukan dengan memeriksa dokumen lembar permintaan dan lembar pelaporan (LPLPO). Pengeluaran obat di gudang farmasi Puskesmas Mekarmukti dilakukan setelah ada permintaan dari unit yang membutuhkan dan jumlah pengeluaran sama dengan yang tercantum di surat bukti barang keluar. Kesimpulan: Pengelolaan obat yang memenuhi dengan standar pelayanan kefarmasian yaitu penyusunan obat, penerimaan obat, pengeluaran obat, sedangkan pengelolaan obat yang tidak sesuai yaitu penyimpanan obat di puskesmas.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYERTA DISLIPIDEMIA DI PUSKESMAS MEKARMUKTI KABUPATEN BEKASI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi dengan dislipidemia dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh. Selain itu dapat menyebabkan kematian yang dimana kepatuhan akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang dalam menjalani kehidupan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan tingkat kepatuhan konsumsi obat dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi yang disertai dengan adanya dislipidemia. Metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 50 responden di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREF diuji menggunakan SPSS analisis univariat dan bivariat dengan jenis uji chi-square kuadrat. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan nilai (p = 0,000 0,05). Dari 50 responden, 10 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup yang rendah, 6 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup sedang, 10 orang dengan kepatuhan sedang memiliki kualitas hidup sedang, 24 orang dengan kepatuhan tinggi memiliki kualitas hidup yang tinggi. Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan. Semakin tinggi tingkat kepatuhan konsumsi obat maka semakin baik kualitas hidup yang dimiliki seseorang.

46 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Terapi farmakologi dan non farmakologi Diabetes Mellitus harus dilakukan dengan seimbang dan teratur, jika tidak maka dapat mengakibatkan muncul komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antidiabetik oral pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Jenis metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang menerapkan pendekatan kuantitatif untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik. Sampel penelitian berdasarkan Rumus Slovin adalah sebanyak 107 responden. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan dari 107 responden berusia antara 40-70 tahun berjenis kelamin laki-laki 62 orang dan perempuan 45 orang. Responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 67 orang dan tingkat pengetahuan kurang baik 40 responden. Responden berdasarkan tingkat kepatuhan sebanyak 66 responden (61,7%) patuh dan 41 responden (38,3%) tidak patuh. Analisis bivariat menunjukkan kelompok tingkat pengetahuan baik sebanyak 66 responden patuh dan 1 responden tidak patuh. Responden yang memiliki pengetahuan yang kurang baik sejumlah 40 (37,4%) semuanya tidak patuh dalam menggunakan antidiabetik oral. Hasil uji chi square dihasilkan nilai p value 0,0000,05 yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan antidiabetik oral, dengan nilai OR 67,000 (9,557-468,706) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini adalah responden dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki pengaruh 67 kali lebih besar untuk mematuhi penggunaan antidiabetik oral dibandingkan responden yang memiliki pengetahuan rendah. Perlu dilakukan edukasi pada pasien diabetes untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat. Bahan Baca: 3 buku (2020-2022) dan 10 jurnal kesehatan (2017-2022)

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Pukesmas Sukajaya 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi 24 September 2023 Putri Sarah 020319636 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sukajaya ABSTRAK Diabetes melitus (DM) atau diabetes merupakan penyakit kelainan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia (kadar glukosa yang tinggi dalam darah) karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau keduanya. Dukungan keluarga adalah bantuan yang diberikan anggota keluarga yang meliputi dukungan penilaian, instrumental, informasional dan emosional. Kepatuhan minum adalah perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh profesional kesehatan.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien DM. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross sectional.Populasi berjumlah 251 orang dan sampel sebanyak 154 orang . Hasil penelitian dukungan keluarga yang kurang baik memiliki kepatuhan minum obat tidak patuh sebanyak 65 ( 98.4%) dan yang patuh sebanyak 1 ( 1.6%).Sedangkan responden dengan dukungan yag baik memilii kepatuhan minum obat sebanyak 89 (96.7%) dan yang tidak patuh sebanyak 3 (3.3%). Dalam penelitian ini menggunakan uji chi-Square didapatkan hasil ada hubungan antara dukungan kelurga dengan kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukajaya,P value 138.072 > 0.000. Berdasarkan penelitian ini diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan promosi Kesehatan dan konseling,serta Pendidikan Kesehatan khususnya mengenai dukungan keluarga serta kepatuhan minum obat bagi penderitapenyakit diabetes melitus Kata Kunci : Dukungan Keluarga,Kepatuhan Minum Obat,Diabetes Melitus Tipe 2

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RS HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Cikarang, Maret 2023 Desi Wijayanti Hubungan Antara Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 VII BAB + 54 Halaman, 10 Tabel, 2 Skema, 6 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit diabetes yang tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan hiperglikemia yang dari waktu ke waktu dapat mengakibatkan komplikasi. Keberhasilan pengelolaan DM untuk mencegah komplikasi dapat dicapai salah satunya melalui kepatuhan dalam terapi farmakologi. Tujuan Penelitian : Mengetahui adakah hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Hasil Penelitian : Pasien di RS Harapan Bunda Jakarta dengan diabetes mellitus di poli penyakit dalam lebih banyak pasien yang patuh dalam mimum obat sebanyak 45 orang (75%). Responden memiliki kadar gula darah yang normal yaitu sebanyak 41 orang (68.3%). Kesimpulan dan Saran : Penelitian ini dapat menjadi refrensi tambahan atau dasar untuk melanjutkan penelitian tambahan mengenai beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah pasien seperti pola makan, tingkat aktivtas, dan tingkat stress serta dapat melakukan penelitian menggunakan uji multivariat. Disimpulkan : Ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah sewaktu pasien di RS Harapan Bunda Jakarta dengan diabetes mellitus di poli penyakit dalam Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0.000 < α = 0.005.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Poliklinik RS Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN Skripsi, 01 Juni 2023 Nama : Enik Retnoningsih NIM : 221070081 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI DIABETES PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK RS SENTRA MEDIKA CIAKARANG KABUPATEN BEKASI TAHUN 2023 67 Halaman + 13 Tabel + 10 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin. Hal ini ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam darah. Diabetes melitus terjadi peningkatan signifikan di Rumah Sakit Sentra Mendika Cikarang tahun 2023 sebanyak 225 kasus. Peningkatan penyakit diabetes melitus disebabkan karena pasien tidak patuh minum obat antidiabetes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2023. Metode: Penelitian ini kuantitatif bersifat analitik dengan metode cross Sectional. Populasi dalam penelitian 35 orang. Menggunakan teknik total sampling. Hasil bivariat jika ada hubungan pvalue<0,05. Sampel penelitian 35 orang. Hasil: Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus di poliklinik Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini disarankan untuk penyuluhan kesehatan tentang pentingnya patuh minum obat antidiabetes. Kata Kunci: Diabetes melitus, Kepatuhan minum obat Daftar Pustaka: 9 buku (2017-2019), 14 Jurnal (2015-2020) SUHERMAN MEDICAL UNIVERSITY NURSING STUDY PROGRAM Thesis, 01 Juni 2023 Name : Enik Retnoningsih NIM : 221070081 THE FACTORS ASSOCIATED WITH OBEDIENCE TO TAKING ANTI-DIABETIC DRUGS IN DIABETES MELITUS TYPE II AT SENTRA MEDIKA CIKARANG HOSPITAL, CIKARANG DISTRICT, 2023 67 Pages + 13 Tables + 10 Appendices ABSTRACT Background: Diabetes mellitus is a chronic disease caused by the inability of the body to produce hormone insulin. It is characterized by high levels of blood glucose. Significant increase in diabetes mellitus at sentra medika cikarang hospital year 2023 as many as 225 cases.The increase in diabetes mellitus is caused by patients who do not comply with antidiabetes medication. Purpose: The study aims to identify factors related to compliance with taking antidiabetic drugs in patients with diabetes mellitus at Sentra Medika Cikarang Hosptal, Cikarang Regency in 2023 Metdhods: This research is quantitative analytic method cross sectional. Population in the study 35 people. Using total sampling techniques. The pvalue <0,05 bivariat if there was a correlation. A research sample of 35 people. Results: There is a relationship between knowledge, The motivation, Family support and the role of health forces with compliance with taking anti-diabetes medications in diabetes patients with diabetes mellitus at Sentra Medika Cikarang Hospital. This study is recommended for health publication about the importance of obedience to taking antidiabetes drugs. Keywords : Diabetes Mellitus, Compliance with Drugs Bibliography : 9 books ((2017-2019), 14 Journals (2015-2020)

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertiroid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jakarta, Maret 2023 Fitrianingsih Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertiroid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 VII BAB + 61 Halaman, 11 Tabel, 2 Skema, 6 Lampiran ABSTRAK Hipertiroid atau hipertiroid primer adalah kadar hormon tiroid yang tinggi ditandai dengan penyerapan iodium yang normal atau tinggi. Penggunaan obat yang tidak tepat, tidak efektif, tidak aman dan tidak ekonomis telah menjadi masalah tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Kepatuhan penggunaan obat telah terbukti meningkatkan ketercapaian target dan menurunkan biaya medis secara keseluruhan. Tingkat pengetahuan, dukungan keluarga merupakan salah satu faktor dari kepatuhan minum obat pasien. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertiorid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi 120 responden dan jumlah sampel 40 responden. Hasil Penelitian distribusi frekuensi karakteristik responden sebagian besar yaitu Usia 20 – 40 tahun yaitu sebanyak 22 orang (55.0%), Akademi/Perguruan Tinggi 18 orang (45%), responden yang bekerja yaitu sebanyak 24 orang (60%), responden dengan tingkat pengetahuan kurang 28 orang(70%),dukungan keluarga 30 orang (75%) serta di temui sebanyak 35 orang (87.5%) responen yang tidak patuh minum obat.Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertiorid di RS Harapan Bumda Jakarta Tahun 2023. Hasil uji statistik diperoleh nilai P Value 0.001 (P Value < 0.05) dengan OR: 0,58 untuk tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan P Value 0.000 dengan OR: 0,5 untuk dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat.Dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat seseorang.Disarankan untuk pasien dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga guna tercapainya kepatuhan minum obat dalam memaksimalkan pengobatan terapi pada pasien penderita hipertiroid.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Obat Tanpa Resep Di Apotek Khanza Medika Periode 15-24 Juli Tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI Skripsi, Agustus 2022 Nama : Baiq Laela Zaeni NIM : 010718005 TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN OBAT TANPA RESEP DI APOTEK KHANZA MEDIKA PERIODE 15-24 JULI 2022 xvi 16+Halaman 58+Tabel 14+Lampiran 13. ABSTRAK Apotek merupakan salah satu tempat dilakukannya pelayanan kefarmasian berupa pelayanan informasi obat yang diberikan secara langsung kepada konsumen yang datang untuk membeli obat tanpa resep untuk mengetahui kepuasan konsumen dalam menerima pelayanan kefarmasian. Kepuasan konsumen yang diterima dilihat dengan metode service quality, yang membagi kualitas layanan ke dalam 5 dimensi, yaitu; bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan obat tanpa resep di Apotek Khanza Medika periode 15-24 juli tahun 2022. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu dekriptif, Penelitian ini dilakukan di Apotek Khanza Medika, dengan jumlah sampel 78 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan menggunakan kuesioner. Analisis data yang diterapkan pada penelitian ini yaitu CSI,analisis servqual GAP, Importance Performance Analysis(IPA). Hasil dari perhitungan CSI total keseluruhan dimensi untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen yaitu 86,54 % di kategorikan (sangat puas), analisis servqual GAP ke lima dimensi yaitu; bukti langsung -0,29, kehandalan -0,45, daya tanggap -0,32, jaminan - 0,45, dan empati -0,19. ke lima dimensi menunjukan angka negatif dapat di kategorikan bahwa konsumen tidak puas terhadap kualitas pelayanan yang diberikan dan total rata-rata keseluruhan dimensi diperoleh GAP -0,34 dengan kategori (sedang). Sedangkan hasil IPA terbagi 4 kuadran yaitu; kuadran I dengan prioritas pertama apotek, kuadran II untuk mempertahankan prestasi apotek, kuadran III prioritas rendah, kuadran IV berlebihan. Adapun saran sebagai berikut; bagi Apotek Khanza Medika, diharapkan dapat menjadi bahan masukkan terkait kekurangan dalam fasilitas dan pelayanan agar dapat menjadi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik lagi. Kata Kunci: Apotek, Kepuasan konsumen, Pelayanan obat tanpa resep, Service quality

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Anak Usia 9-15 Tahun dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Epilepsi di Poli Neurologi Anak RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang membutuhkan pengobatan antiepilepsi dalam jangka panjang. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh kepatuhan, pengetahuan dan motivasi anak dalam mengonsumsi obat sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi anak usia 9–15 tahun dengan kepatuhan minum obat antiepilepsi di Poli Neurologi Anak RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 54 responden anak usia 9–15 tahun yang menjalani terapi obat antiepilepsi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan 24 responden (44,4%) memiliki pengetahuan baik, 26 responden (48,1%) memiliki motivasi sedang, dan 23 responden (42,6%) berada dalam kategori patuh. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dengan nilai p=0,007 dan rho=0,365, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah. Terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan dengan nilai p<0,001 dan rho=0,476, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulannya, pengetahuan dan motivasi berhubungan dengan kepatuhan minum obat antiepilepsi pada anak usia 9–15 tahun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Lanjut Usia di Puskesmas Sukaraya

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi kedua sebagai penyebab kematian di Indonesia, dan kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam pengendalian tekanan darah, terutama pada pasien lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, tekanan darah pasien setelah pengobatan, serta hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 104 pasien lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 140 pasien hipertensi lansia yang berobat di Puskesmas Sukaraya Cikarang. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (60,0%), berusia 60–63 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai wiraswasta, dan telah menderita hipertensi selama 3–5 tahun. Sebagian besar responden memiliki tekanan darah tidak terkontrol (55,0%) dan tingkat kepatuhan minum obat yang rendah (80,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, lama menderita hipertensi, dan status pengendalian tekanan darah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan minum obat (p > 0,05). Simpulan penelitian ini adalah tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya masih tergolong rendah, serta tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor-faktor karakteristik responden dengan tingkat kepatuhan tersebut. Diperlukan upaya edukasi dan konseling berkelanjutan dari fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan dan Drug Related Problem (DRP) Terhadap Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Sukaraya

2026•Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dan keberhasilan pengobatannya sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antituberkulosis (OAT). Tingkat pengetahuan pasien dan kejadian Drug Related Problem (DRP) diduga menjadi faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kejadian Drug Related Problem (DRP) terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Sukaraya. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 68 pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan, kuesioner DRP, dan kuesioner kepatuhan, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (61,8%), tidak mengalami DRP (86,8%), dan memiliki kepatuhan pengobatan rendah (80,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan (p = 0,000), sedangkan kejadian DRP tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pengobatan (p = 0,759). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis, sedangkan kejadian Drug Related Problem (DRP) tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pelayanan kefarmasian melalui edukasi, konseling, dan pemantauan terapi secara berkala untuk meningkatkan kepatuhan pasien serta mendukung keberhasilan pengobatan tuberkulosis.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Pasien dengan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Keberhasilan pengobatan hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antihipertensi secara teratur. Namun, tingkat kepatuhan pasien masih menjadi tantangan karena dipengaruhi oleh berbagai karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 149 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan diperoleh melalui kuesioner karakteristik responden, sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, memiliki rata-rata usia n52,47 tahun, berpendidikan Sekolah Dasar (SD), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p = 0,006) dan tingkat pendidikan (p = 0,000) berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin (p = 0,529) dan pekerjaan (p = 0,584) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa usia dan tingkat pendidikan merupakan karakteristik pasien yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin dan pekerjaan tidak berhubungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi edukasi dan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di pelayanan kesehatan primer.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analsisi Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Terhadap Persepsi dan Preferensi Pemilihan Obat Generik dan Obat Generik Bermerek di Apotek Altha Farma

2026•Koleksi Perpustakaan

Obat generik sering dianggap kurang berkualitas dibandingkan obat generik bermerek meskipun keduanya memiliki kandungan zat aktif yang sama, sehingga pengetahuan pasien turut memengaruhi persepsi dan preferensi dalam pemilihan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan pasien terhadap persepsi dan preferensi pemilihan obat generik dan obat generik bermerek di Apotek Altha Farma. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (46%) memiliki tingkat pengetahuan kurang, sedangkan sebagian besar responden (74%) memiliki persepsi positif terhadap obat generik. Preferensi responden relatif seimbang antara obat generik (42%) dan obat generik bermerek (41%), dengan 17% memilih kombinasi keduanya. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan persepsi (p=0,181) maupun antara tingkat pengetahuan dengan preferensi pemilihan obat (p=0,130). Dapat disimpulkan bahwa persepsi dan preferensi pasien terhadap obat generik lebih banyak dipengaruhi oleh pengalaman, harga, dan peran tenaga kefarmasian dibandingkan tingkat pengetahuan semata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pemberian Informasi Obat Terhadap Tingkat Pemahaman dan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukatani

2026•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang, sehingga kepatuhan penggunaan obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Pemberian informasi obat oleh tenaga kefarmasian berperan dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap pengobatan yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian informasi obat dengan tingkat pemahaman dan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukatani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional pada 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman untuk pemberian informasi obat dan pemahaman, serta MMAS-8 untuk kepatuhan, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact Test (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 71,2% responden menerima pemberian informasi obat dalam kategori baik, 84,6% memiliki tingkat pemahaman yang baik, sedangkan 55,8% memiliki tingkat kepatuhan yang rendah. Terdapat hubungan bermakna antara pemberian informasi obat dengan tingkat pemahaman (p = 0,011), tetapi tidak dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat (p = 0,682). Pemberian informasi obat efektif meningkatkan pemahaman pasien, namun belum mampu meningkatkan kepatuhan secara signifikan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan dan Ketersediaan Obat dengan Kepuasan Pasien Hipertensi dan Diabetes Melitus di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit

2026•Koleksi Perpustakaan

Mutu pelayanan kefarmasian di rumah sakit dapat dinilai melalui waktu tunggu pelayanan obat dan ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan waktu tunggu pelayanan obat dan ketersediaan obat terhadap kepuasan pasien penyakit degeneratif di poli penyakit dalam Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 74 responden menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,83% responden memperoleh waktu tunggu pelayanan obat sesuai standar dan 95,95% memperoleh obat yang tersedia. Tingkat kepuasan pasien terdiri atas 39,2% sangat puas, 36,5% puas, dan 24,3% tidak puas. Uji Statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara waktu tunggu pelayanan obat dengan tingkat kepuasan pasien (p-value= 0,004), sedangkan ketersediaan obat tidak berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien (p-value= 0,130). Dapat disimpulkan bahwa waktu tunggu pelayanan obat berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan, sedangkan ketersediaan obat tidak terdapat hubungan dengan kepuasan pasien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail