Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RAHMAWATI

14 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 12024: 32023: 22022: 12021: 12020: 12019: 2

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Terapi farmakologi dan non farmakologi Diabetes Mellitus harus dilakukan dengan seimbang dan teratur, jika tidak maka dapat mengakibatkan muncul komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antidiabetik oral pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Jenis metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang menerapkan pendekatan kuantitatif untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik. Sampel penelitian berdasarkan Rumus Slovin adalah sebanyak 107 responden. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan dari 107 responden berusia antara 40-70 tahun berjenis kelamin laki-laki 62 orang dan perempuan 45 orang. Responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 67 orang dan tingkat pengetahuan kurang baik 40 responden. Responden berdasarkan tingkat kepatuhan sebanyak 66 responden (61,7%) patuh dan 41 responden (38,3%) tidak patuh. Analisis bivariat menunjukkan kelompok tingkat pengetahuan baik sebanyak 66 responden patuh dan 1 responden tidak patuh. Responden yang memiliki pengetahuan yang kurang baik sejumlah 40 (37,4%) semuanya tidak patuh dalam menggunakan antidiabetik oral. Hasil uji chi square dihasilkan nilai p value 0,0000,05 yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan antidiabetik oral, dengan nilai OR 67,000 (9,557-468,706) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini adalah responden dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki pengaruh 67 kali lebih besar untuk mematuhi penggunaan antidiabetik oral dibandingkan responden yang memiliki pengetahuan rendah. Perlu dilakukan edukasi pada pasien diabetes untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat. Bahan Baca: 3 buku (2020-2022) dan 10 jurnal kesehatan (2017-2022)

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Chemotherapy Induced Nausea And Vomiting (CINV) pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering dialami pasien kanker dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Pengelolaan CINV dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Aromaterapi Peppermint merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Tingkat CINV diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor CINV sebelum intervensi sebesar 12,47 dan setelah intervensi sebesar 11,89, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,58 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,449 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor CINV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian aromaterapi Peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat CINV pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi Peppermint sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi CINV dan meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani kemoterapi.

Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan di Doremi Mom & Baby Spa Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Menurut Data tahun 2022 di Indonesia masih banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari. Namun lebih dari 72% orang tua menganggap gangguan tidur pada bayi bukan suatu masalah atau hanya masalah kecil. Bayi yang mengalami gangguan tidur akan mengalami gangguan pada masa pertumbuhannya, sehingga tidak pertumbuhannya optimal. Selain peningkatan berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur pertumbuhan bayi.(Nurseha & Lintang, 2022). Pijat bayi dapat menurunkan angka morbiditas, pemijatan pada bayi bermanfaat untuk meningkatkan berat badan bayi, meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan produksi ASI, memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan serta meningatkan kualitas tidur. Pijat bayi juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkermbangan bayi.(Nurseha Lintang, 2022). Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Doremi Mom & Baby SPA Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dengan pendekatan One Group Pretest dan Post Test Design. Populasi: Dalam penelitian ini seluruh bayi usia 3-6 bulan yang dalam kondisi sehat di Doremi Mom & Baby SPA pada bulan Juli-Agustus 2024 dengan jumlah populasi 30 bayi. Sampel: Dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen: Yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar Kuesioner. Analisis Data: Data analisis dengan analisis univariat dan bivariat dan sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro Wilk dan dilakukan Uji Statistic Non Parametric yaitu Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa Ada Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan dengan Asymp. Sig mempunyai nilai <0,001 P<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Dalam penelitian ini bahwa Ada Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan mengenai Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan.

Hubungan Level Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Low Back Pain Pada Tenaga Kependidikan di Perguruan Tinggi Sekolah Ilmu Kesehatan Cirebon Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034) Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).

HUBUNGAN LEVEL AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI SEKOLAH ILMU KESEHATAN CIREBON TAHUN 2024

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034) Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Antidiabetik Oral Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Terapi farmakologi dan non farmakologi Diabetes Mellitus harus dilakukan dengan seimbang dan teratur, jika tidak maka dapat mengakibatkan muncul komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antidiabetik oral pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Jenis metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang menerapkan pendekatan kuantitatif untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik. Sampel penelitian berdasarkan Rumus Slovin adalah sebanyak 107 responden. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan dari 107 responden berusia antara 40-70 tahun berjenis kelamin laki-laki 62 orang dan perempuan 45 orang. Responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 67 orang dan tingkat pengetahuan kurang baik 40 responden. Responden berdasarkan tingkat kepatuhan sebanyak 66 responden (61,7%) patuh dan 41 responden (38,3%) tidak patuh. Analisis bivariat menunjukkan kelompok tingkat pengetahuan baik sebanyak 66 responden patuh dan 1 responden tidak patuh. Responden yang memiliki pengetahuan yang kurang baik sejumlah 40 (37,4%) semuanya tidak patuh dalam menggunakan antidiabetik oral. Hasil uji chi square dihasilkan nilai p value 0,000<0,05 yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan antidiabetik oral, dengan nilai OR 67,000 (9,557-468,706) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini adalah responden dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki pengaruh 67 kali lebih besar untuk mematuhi penggunaan antidiabetik oral dibandingkan responden yang memiliki pengetahuan rendah. Perlu dilakukan edukasi pada pasien diabetes untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat.

Asuhan Keperawatan Hipertermi Pada Ny. S Dengan Demam Tifoid di Ruang Jasmine RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Demam tifoid adalah penyakit infeksi dari bakteri salmonella thypi bakteri ini menempel pada makanan, kemudian memakan pada saat kondisi imunitas/ kekebalan/daya tahan tubuh menurun atau sedang lemah maka akan mudah tertular, penyakit ini menyerang anak-anak maupun orang dewasa melalui makanan, fases, urine, maupun air yang terinfeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan hipertermi. Metode penelitian studi kasus dengan menggunakan metode pendeketan penelitian deskriptif. Data yang diperoleh yaitu pemeriksaan fisik pada pasien, keluarga, perawat ruangan, observasi secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien demam tifoid dengan masalah keperawatan hipertermi ditemukan adanya klien tampak lemas, kulit tampak kemerahan, akral teraba hangat, suhu 38,3C, trombosit 16 10ul, tes widal (+). Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan suhu tubuh klien kembali normal yaitu 36-37,5C. Tindakan keperawatan yang efektif pada penelitian ini adalah water tepid sponge dan tindakan kolaborasi pemberian obat paracetamol. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan hipertermi teratasi ditandai dengan akral teraba dingin, kulit tampak tidak kemerahan, 99/67 mmHg, N = 78x/menit, RR = 20x/menit, S = 36,5C.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Dalam Memenuhi Komitmen SPP-IRTP Terhadap Penyuluhan Keamanan Pangan di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sertifikat Produk Pangan – Industri Rumah Tangga sebagai salah satu nomor izin yang dikeluarkan melalui aplikasi Online Singel, masih ada pelaku usaha di wilayah kabupaten bekasi tidak memenuhi komitmen salah satunya penyuluhan keamanan pangan. Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Dalam Memenuhi Komitmen SPP-IRTP Terhadap Penyuluhan Keamanan Pangan di wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Jenis peniitian ini kuantitatif dengan pendeketan cross-sectional, populasi penelitian ini 40 responden, menggunakan total sampling, instrumen yang digunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan terdapat sebagian besar responden bersikap kurang setuju sebanyak 21 orang (52,5%), Sedangkan bersikap setuju sebanyak 19 orang (47,5%), berpengetahuan kurang sebanyak 24 orang (60%). Sedangkan berpengetahuan cukup sebanyak 16 orang (40%), kepercayaan kategori kurang percaya sebanyak 22 orang (55%), Sedangkan sebagian kecil memiliki kepercayaan kategori percaya sebanyak 18 orang (45%). Kesimpulan ada pengaruh sikap, pengetahuan, kepercayaan terhadap tingkat kepatuhan terhadap penyuluhan keamanan pangan.

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Menjalani Terapi Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat dari ketidak mampuan kerja fungsi insulin. Di jawa barat angka kejadian diabetes melitus 4,2%. Berdasarkan RISKESDAS Tahun 2013 kasus diabetes melitus di Kota Bekasi diketahui sebesar 69,6%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus tipe 2 yang berobat di puskesmas wanasari tahun 2020 sebanyak 34 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sigifikan antara Pengetahuan (p = 0,011 < α = 0,05), Sikap (p = 0,002 < α = 0,05), Dukungan Keluarga (p = 0,045 < α = 0,05), dan tidak adanya hubungan antara Motivasi (p = 0,539 > α = 0,05), dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas desa wanasari kecamatan cibitung kabupaten bekasi tahun 2020. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas desa wanasari kecamatan cibitung kabupaten bekasi tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah pengetahuan, sikap, dukungan keluarga sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah motivasi. Saran : Di harapkan untuk para penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dapat mematuhi pola makan yang benar menurut 3j, agar gula darah dapat terkontrol sehingga tubuh tetap sehat serta mencegah terjadinya komplikasi.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan di RB Rhaudatunnadya Tahuun 2018

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang termasuk negara Indonesia. Pemerintah memalui BKKBN menganjurkan alat kontrasepsi yang baik digunakan untuk menjarangkan kehamilan dan untuk mewujudkan NKKBS adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), tetapi pada kenyataanya di masyarakat alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah kontrasepsi suntik. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Depoprogestrin di RB Rhaudatunndya Tahun 2018. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini seluruh akseptor KB sebanyak 1108 responden dengan besar sampel sebanyak 285 responden. Penelitin ini dilakukan pada bulan maret dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisi data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus chi-square. Hasil univariat menunjukan faktor yang berhubungan pemilihan KB suntik 3 bulan depoprogestrin adalah pengetahuan (p-value = 0,000) < p=0,05) dan OR 3,048, usia ibu (p –value = 0,003) < p=0,05 dan OR 5,071, sumber informasi (p-value=0,043) <P=0,05 dan OR 2,612, status ekonomi (p-value = 0,022) < P=0,05 dan OR 2,217, dukungan suami (p-value = 0,035) dan OR 2,489, dan pengalaman (p-value = 0,002) < p=0,005 dan OR 17,829, dan pendidikan (p-value = 0, 039) < p= 0,05 dan OR 2,051. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan,usia,pendidikan, sumber informasi, status ekonomi, dukungan suami, dan pengalaman dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik 3 bulan depoprogestrin. Saran dari peneliti diharapkan bagi petugas kesehatan di RB Rhaudatunnadya untuk memberikan informasi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan terhadap pasang suami istri yang ingin ber-KB melalui sosialisasi tentang program KB dan pemberian paket edukasi tentang KB