Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Aromaterapi Peppermint
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Chemotherapy Induced Nausea And Vomiting (CINV) pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering dialami pasien kanker dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Pengelolaan CINV dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Aromaterapi Peppermint merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Tingkat CINV diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor CINV sebelum intervensi sebesar 12,47 dan setelah intervensi sebesar 11,89, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,58 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,449 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor CINV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian aromaterapi Peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat CINV pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi Peppermint sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi CINV dan meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani kemoterapi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Mual dan muntah merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil terutama pada trimester I. Kondisi mual muntah yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu aktivitas ibu dan memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi mual muntah adalah aromaterapi peppermint. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dengan jumlah 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengukuran mual muntah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint selama tiga hari menggunakan kuesioner Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi peppermint, sebanyak 17 responden (53,1%) mengalami mual muntah kategori sedang dan 15 responden (46,9%) kategori ringan. Setelah diberikan aromaterapi peppermint seluruh responden 30 responden (100%) mengalami mual muntah kategori ringan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Efektivitas Jahe Hangat Dengan Aromaterapi Peppermint Terhadap Frekuensi Morning Sickness Pada Ibu Hamil Trimester I di Klinik Cahaya Medika Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Morning sickness merupakan gejala umum yang dialami ibu hamil trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah, dan dapat mengganggu aktivitas serta asupan nutrisi. Salah satu bentuk penanganan non-farmakologis yang umum digunakan adalah pemberian jahe hangat dan aromaterapi peppermint. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pemberian jahe hangat dengan aromaterapi peppermint terhadap frekuensi morning sickness pada ibu hamil trimester I di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest one group. Sampel berjumlah 32 ibu hamil trimester I yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi SOP intervensi dan lembar observasi PUQE-24. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan jahe hangat, sebagian besar responden mengalami morning sickness kategori sedang (90,6%) dan berat (9,4%), sedangkan setelah intervensi menjadi ringan (68,8%) dan sedang (31,3%). Pada kelompok aromaterapi peppermint, sebelum intervensi sebagian besar mengalami kategori sedang (84,4%) dan berat (15,6%), setelah intervensi masih didominasi kategori sedang (96,9%) dan hanya 3,1% yang ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 pada kedua intervensi, dengan hasil Mann-Whitney menunjukkan jahe hangat lebih efektif dalam menurunkan frekuensi morning sickness. Simpulan: Jahe hangat terbukti lebih efektif dibandingkan aromaterapi peppermint dalam mengurangi frekuensi morning sickness. Saran: Jahe hangat dapat direkomendasikan sebagai pilihan intervensi non-farmakologis bagi ibu hamil trimester I.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Aroma Terapi Peppermint dan Lemon Untuk Mengurangi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Muall adallalh sualtu kecendrungan memuntalhkan sesuatu atau sensasi yang muncul pada daeralh kerongkongan atau epigastrik tanpa diikuti dengan muntalh. Sedangkan muntalh iallalh pengeluaran isi lambung melallui mulut, dan umumnya disertali dengan dorongan yang kualt yang terjadi pada kehamilan. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetalhui pengaruh Efektivitas Aromaterapi Peppermint Dan Lemon Untuk Mengurangi Muall Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Subyek: penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Sukatenang. Metode: Desain penelitian ini adalah metode qualsy experimentall, lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Populasi dalam penelitian ini adalah semual ibu halmil yalng berkunjung di Puskesmas Sukatenang sebalnyalk 38 oralng. Teknik penelitian ini menggunakan Alccidentall salmpling dan ukuran pengambilan sampel data primer dan sekunder. Variabel dependen menguralngi muall muntalh paldal ibu halmil trimester I. dan variabel independent Alromalteralpi peppermint daln lemon. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yaitu pertanyaan tertulis yang diajukan kepada 38 responden untuk mengukur frekunsi muall muntalh paldal ibu halmil dengaln PUQE-24., serta metode analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 < 0,005 yang artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah Pada Ibu Hamil Trimester I, terlihat bahwa nilai p = 0, 001 < 0,005 yang artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap frekuensi mual muntah Pada Ibu Hamil Trimester I, terlihat hasil uji Mann Whitney bahwa nilai p = 0, 038 < 0,05 yang artinya ada perbedaan efektifitas aromaterapi peppermint dan lemon terhadap frekuensi muall muntalh Pada Ibu Hamil Trimester I. Kesimpulan: Variabel independent aromaterapi peppermint lebih efektif untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester I dibandingkan aromaterapi lemon.Saran diharapkan Bagi ibu hamil yang mengalami mual muntah diharapkan dapat menggunakan aromaterapi peppermint dan lemon sebagai pengobatan pertama sebelum menggunakan obat-obatan untuk mengurangi kejadian mual muntah sehingga dapat mengurangi pengobatan farmakologi.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Skor Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) Pasca Pemberian Aromaterapi Peppermint Inhalasi Pada Pasien Post Operasi dengan General Anestesi di Ruang Pacu RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta

2024•Koleksi Perpustakaan

Salah satu komplikasi dari general anestesi adalah Post Operative Nausea and Vomiting (PONV). Insiden PONV mencapai 30% dari 100 juta lebih pasien bedah dunia mengalami kejadian mual muntah. Penanganan PONV dapat menggunakan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmalkologi yaitu pemberian aromaterapi peppermint secara inhalasi. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan skor Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode: menggunakan analisis kuantitatif. Desain penelitian adalah Pra-eksperimen dengan pendekatan one grup pretest postest design. Sampel dalam peneltian ini adalah 36 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test < 0,05. Hasil penelitian: didapatkan nilai p-value 0,001 < 0,05 yang artinya ada perbedaan skor PONV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi. Kesimpulan: terdapat perbedaan skor PONV pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Mual muntah merupakan keluhan umum pada kehamilan muda. Di Indonesia terdapat 50-75% kasus mual muntah oleh ibu hamil trimester pertama sedangkan ibu hamil yang mengalami mual muntah di Jawa Barat sebanyak 13%. Penatalaksanaan dengan menggunakan terapi komplementer salah satunya dengan pemberian aromaterapi peppermint. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Desain penelitian menggunakan pra eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 35 responden ibu hamil dengan mual muntah. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Variabel dependen yaitu frekuensi mual muntah ibu hamil trimester I. Variabel independen yaitu pemberian aromaterapi peppermint. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian diketahui dari analisis uji Wilcoxon menunjukkan nilai Sig (2-tailed) nilai signifikasi p value 0,000 (p < 0,05) artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Saran penelitian ini untuk ibu hamil agar dapat menggunakan aromaterapi peppermint sebagai alternatif pengobatan dalam kasus mual muntah sebelum dengan obat-obatan.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN SKOR POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PASCA PEMBERIAN AROMATERAPI PEPPERMINT INHALASI PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUANG PACU RSUD BAYU ASIH KABUPATEN PURWAKARTA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komplikasi dari general anestesi adalah Post Operative Nausea and Vomiting (PONV). Insiden PONV mencapai 30% dari 100 juta lebih pasien bedah dunia mengalami kejadian mual muntah. Penanganan PONV dapat menggunakan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmalkologi yaitu pemberian aromaterapi peppermint secara inhalasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan skor Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis kuantitatif. Desain penelitian adalah Pra-eksperimen dengan pendekatan one grup pretest postest design. Sampel dalam peneltian ini adalah 36 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test 0,05. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,001 0,05 yang artinya ada perbedaan skor PONV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan skor PONV pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail