Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Abdul Rozak

3 karya publik ditemukan.

2026: 3

Pengaruh Kualitas Sarana Prasarana dan Pelayanan Kefarmasian Terhadap Loyalitas Pelanggan di Apotek Sehati Jababeka

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam menjaga loyalitas pelanggan melalui kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian yang diberikan. Persaingan antarapotek yang semakin ketat menuntut pengelola apotek untuk memperhatikan kedua aspek tersebut secara bersamaan agar mampu mempertahankan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian, baik secara parsial maupun simultan, terhadap loyalitas pelanggan di Apotek Sehati Jababeka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji asumsi klasik berupa normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sarana prasarana secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,090), sedangkan pelayanan kefarmasian berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,000). Secara simultan, kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,000) dengan kontribusi sebesar 36,7% (R² = 0,367), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan sarana prasarana dalam membentuk loyalitas pelanggan di Apotek Sehati Jababeka. Apotek disarankan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian sebagai strategi utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan, tanpa mengabaikan pemeliharaan sarana prasarana sebagai faktor pendukung.

Hubungan Pemberian Informasi Obat Terhadap Tingkat Pemahaman dan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukatani

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang, sehingga kepatuhan penggunaan obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Pemberian informasi obat oleh tenaga kefarmasian berperan dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap pengobatan yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian informasi obat dengan tingkat pemahaman dan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukatani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional pada 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman untuk pemberian informasi obat dan pemahaman, serta MMAS-8 untuk kepatuhan, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact Test (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 71,2% responden menerima pemberian informasi obat dalam kategori baik, 84,6% memiliki tingkat pemahaman yang baik, sedangkan 55,8% memiliki tingkat kepatuhan yang rendah. Terdapat hubungan bermakna antara pemberian informasi obat dengan tingkat pemahaman (p = 0,011), tetapi tidak dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat (p = 0,682). Pemberian informasi obat efektif meningkatkan pemahaman pasien, namun belum mampu meningkatkan kepatuhan secara signifikan.