Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

214 hasil
Subjek: diabetes
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Perawatan Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Harapan Bunda Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang memiliki tingkat komplikasi cukup tinggi. Perawatan yang dilakukan oleh pasien mempunyai peranan yang sangat penting, guna mencegah terjadinya komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh diabetes mellitus. Edukasi atau pendidikan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan memegang peranan penting dalam meningkatkan pengetahuan pasien diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan pasien tentang perawatan diabetes mellitus di Rumah Sakit Harapan Bunda tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperiment dengan pre dan post test, menggunakan 48 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 s.d. 31 Maret 2023 di Poliklinik Rumah Sakit Harapan Bunda. Alat penelitian ini menggunakan lembar kuisioner pengetahuan pasien tentang perawatan Diabetes Mellitus. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan responden meningkat setelah dilakukan pendidikan kesehatan, nilai mean pretest adalah 45,31 dan posttest adalah 76,98. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan p value: 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan. Peneliti menyarankan untuk perawat hendaknya meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan pada pasien dengan diabetes mellitus di Rumah Sakit Harapan Bunda, dengan harapan pengetahuan pasien tentang perawatan diabetes mellitus dapat meningkat.

54 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Sukamahi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stres (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.

86 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.

66 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Efektivitas Biaya Obat Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Peserta BPJS Rawat Inap di RS Marzoeki Mahdi Periode Juli-Desember 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Tingginya jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 menimbulkan beban biaya yang begitu besar. Berdasarkan data laporan tahunan, diabetes melitus tipe 2 masuk ke dalam 10 besar penyakit terbanyak. Tujuan: Menganalisis efektivitas biaya dan terapi pasien diabetes tipe 2 di rumah sakit marzoeki mahdi pada periode Juli-Desember 2022. Metode: Menghitung nilai ACER dan ICER berdasarkan kelompok terapi obat antidiabetik oral yaitu kelompok A terapi tunggal, kelompok B terapi kombinasi 2 obat, kelompok C terapi kombinasi 3 obat. Hasil: Nilai ACER atau nilai biaya terendah pada kelompok A sebesar Rp 15.115 terapi obat glimepiride, kelompok B sebesar Rp 28.561 terapi kombinasi obat metformin dan glimepiride, kelompok C sebesar Rp 9.233 terapi kombinasi obat metformin, glimepird, dan piglitazon. Nilai ICER atau biaya yang dibutuhkan untuk mengganti terapi obat yang lebih baik pada kelompok A sebesar Rp 4.173 terapi obat gliquidon, kelompok B sebesar Rp 27.488 terapi kombinasi obat metformin dan pioglitazone, kelompok C sebesar Rp 16.662 terapi kombinasi obat metformin, gliquidon, dan pioglitazone. Kesimpulan: Nilai ACER terendah yaitu pada kelompok C sebesar Rp 9.233 dengan kombinasi obat metformin, glimepird, dan pioglitazone. Nilai ICER terendah pada kelompok A dengan terapi obat gliquidon.

42 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan self care dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di puskesmas Wanakerta Karawang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan. Data milik Kementerian Kesehatan yang diperoleh dari Sample Registration Survey 2014 menunjukkan diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%), dan penyakit jantung koroner (12,9%). Di Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari 5,7% pada 2007 menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta jiwa pada 2013. Data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi sebanyak 10,3 juta jiwa. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan self care dan dukungan keluarga pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta Karawang. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta karawang. Sampel penelitian ini berjumlah 56 lansia. Hasil Penelitian : Hasil penelitian uji statistik ChiSquare didapatkan ada hubungan self care dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 dengan P-value 0,000. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 denga P-value 0,000. Kesimpulan : Adanya hubungan antara self care dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta Karawang.

40 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Lama Menderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Kejadian Retinopati Diabetikum Di Poli Mata (Eye Center) Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Retinopati diabetik merupakan suatu mikroangiopati progresif yang ditandai dengan kerusakan dan sumbatan pembuluh darah kecil, diperkirakan 25 kali lebih banyak diderita pada pasien diabetes mellitus dibandingkan pasien yang tidak menderita diabetes mellitus Tujuan penelitian : Mengetahui Hubungan antara lama menderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kejadian retinopati diabetik di Poli mata (Eye Center) Rs Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 Metode Penelitian : Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif. Dengan jumlah populasi 186 responden dan jumlah sampel 65 responden Hasil penelitian : usia 56th-65th (40%), jenis kelamin perempuan (53,8%), pendidikan SMA (81,5%), Lama menderita (73,8%), kejadian retinopati diabetikum (83,1%). Disimpulkan : Ada hubungan antara lama menderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kejadian retinopati diabetik di Poli mata (Eye Center) Rs Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P-Value 0,001 0,05 Kesimpulan dan Saran : diabetes melitus dapata mengakibatkan retinopai diabetikum, disarankan pasien dan kelurga bisa lebih menjaga pola makan dan pola hidup untuk kesehatan

48 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN COMORBID DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK GRADE V YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG,2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN ( UMS ) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN SKRIPSI, MEI 2023 NAMA : IRWAN FIRMANSYAH NIM : 221070008 PERBANDINGAN COMORBID DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK GRADE V YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2023 Xii+77 Halaman+6 Tabel+6 Lampiran ABSTRAK Penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dengan beban ekonomi yang tinggi. Pada tahun 2018 terdapat 91 % pasien yang dibiayai oleh JKN baik PBI maupun non PBI. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi akan mengalami penurunan kualitas hidup. Angka kejadian gagal ginjal kronis di Indonesia berdasarkan data dari Riskesdas, (2018) yaitu sebesar 0,38% dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 713.783 jiwa yang menderita gagal ginjal kronis di Indonesia (Riskesdas, 2018). Prevalensi gagal ginjal kronik berdasarkan diagnosis dokter Indonesia sebesar 0,2%. Prevalansi di Provinsi Jawa Barat menempati urutan kedelapan sebesar 3,8% (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi di RS Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini bersifat observasional-analitik dengan design penelitian cross section. Analisa hasil penelitian dilakukan dalam 2 tahap yaitu analisa univariat dan analisa bivariat , lokasi penelitian secara umum dilakukan diruang hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 5 – 25 maret tahun 2023. Jumlah populasi ada 64 pasien hemodialysis. Analisis perbandingan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialysis menggunakan metode uji analisis Independent T-Test. Kesimpulan dari penelitian ini comorbid diabetes mellitus memiliki kualitas hidup yang lebih buruk dibandingkan dengan pasien hemodialisis dengan hipertensi Saran agar responden selalu mendapatkan dukungan dari keluarga untuk selalu menjalani hemodialisis dan terus menjaga kualitas hidupnya. Bahan Bacaan : 2018 – 2023 Kata Kunci : Comorbid Diabetes Melitus, Hipertensi, Kualitas Hidup

45 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PASIEN DALAM MENERAPKAN 5 PILAR PADA PASIEN DM

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Bekasi, Maret 2023 Faozah Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan BundaTahun 2023 VII BAB + 40 Halaman, 6 Tabel, 2 Skema, 8 lampiran ABSTRAK Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023. Metode penelitian deskriptif statistik jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi 204 responden dan sampel 67 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Hasil penelitian usia 56th – 65th, jenis kelamin perempuan, pendidikan SMA, dukungan keluarga tidak mendukung, motivasi tinggi, dan penerapan 5 pilar baik. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dengan penerapan 5 pilar pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,026, dan Ada Hubungan Motivasi dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,000. Kesimpulan Dukungan Keluarga dan Motivasi sangat mempengaruhi penerapan 5 pilar pasien DM. Disarankan pasien sering kontrol dan menjaga pola hidupnya.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Diabetes dikenal sebagai penyakit yang erat kaitannya dengan makanan. Mengonsumsi makanan seperti konsumsi karbohidrat yang berlebihan dapat menjadi faktor risiko diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Manfaat penelitian ini dapat memperluas pengetahuan, bukti dan pengalaman tentang hubungan pola makan dan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara. Jenis penelitian ini adalah pendekatan analisis korelasional cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari pasien rawat jalan dengan diabetes tipe 2 dan sebanyak 46 responden diidentifikasi dalam total sampel. Pengumpulan data dengan kuesioner. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,9% responden memiliki kadar gula yang tidak terkontrol. Jumlah makanan, jenis makanan dan jenis makanan khas memiliki hubungan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RS Sentra Medika Minahasa Utara (p value 0,05), sedangkan tidak ada hubungan antara frekuensi makan dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara dengan hasil (p value = 0,162 > 0,05). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melihat faktor lain seperti stres, aktivitas fisik dan obesitas. Kata Kunci : Pola Makan, Diabetes Mellitus Tipe 2 Daftar Pustaka : 9 buku (2011-2022), 14 jurnal (2017-2022)

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan dengan Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada Pasien DM yang Melakukan perawatan dirumah diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat terjadi pada semua orang termasuk pada lanjut usia, karena sistem metabolisme pada lanjut usia sudah mengalami penurunan, kurang menjaga pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu tindakan pencegahan komplikasi kaki pada pasien diabetes mellitus adalah senam kaki. Senam kaki diabetes adalah suatu kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya kaki diabetik. Menurut penelitian perilaku perawatan kaki merupakan komponen yang penting dalam pencegahan kaki diabetik. Namun banyak pasien Diabetes Melitus (DM) yang tidak menjalankannya akibat rendahnya pengetahuan dan self-efficacy pasien maupun motivasi melakukan senam kaki diabetes. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. sample dalam penelitian ini menggunakan total keseluruhan Populasi yaitu 30 pasien prolanis DM yang melakukan kontrol di Puskesmas DTP Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan pasien dan kuesioner Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM, dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta, uji statistic diperoleh nilai (p=0.020). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 7.249 yang artinya responden dengan pengetahuan kurang mempunyai peluang 7,24 kali untuk memiliki motivasi melakukan senam kaki diabetes dibanding responden dengan penegetahuan yang cukup.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS DI RS SENTRA MEDIKA CISALAK TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes Melitus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan pada pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Di RS Sentra Medika Cisalak dari 1 bulan terakhir pasien diabetes melitus berjumlah 200 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan gula darah setelah diberikan relaksasi pada penderita Diabetes Melitus. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dimana sample diambil secara acak dengan populasi 42 responden. Intrumen yang digunakan adalah alat glucometer. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji wilcoxon. Hasil : Hasil pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon menunjukan bahwa p value 0.000 <0,05. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa ada hubungan antara relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik terhadap penurunan kadar gula darah yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Terdapat perbedaan bermakna rata-rata kadar glukosa darah sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi. Diharapkan relaksasi dilakukan sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam menurunkan kadar glukosa darah serta dapat menjadi edukasi terhadap pasien agar kemudian tindakan relaksasi bisa dilakukan dirumah. Bahan baca : : 3 buku (2020-2022) dan 10 jurnal kesehatan (2017-2022) Kata kunci : Diabetes, Relaksasi, Gula Darah

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Fakto - Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketepatan Perawatan Luka Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Pasca Rawat Inap di RS Sentra Medika Cibinong Dan RS Sentra

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular dengan gangguan metabolisme tubuh dalam waktu lama yang ditandai dengan kadar gula di dalam darah yang tinggi. Luka diabetik dikategorikan sebagai luka kronis dikarenakan respon inflamasi yang memanjang. Luka diabetik yang tidak sembuh menjadi faktor resiko infeksi yang menyebabkan amputasi bahkan berujung kematian. Adapun faktor –faktor yang mempengaruhi perawatan luka yaitu usia yang bertambah akan meningkatkan kedewasaan seseorang sehingga seorang dapat berfikir secara lebih rasional, jenis kelamin perempuan lebih peduli didalam melakukan perawatan diri dan berupaya seoptimal mungkin untuk melakukan perawatan diri dari penyakit yang dideritanya, tingkat pendidikan mempengaruhi pola pikir, tingkat pengetahuan yang tinggi akan meningkatkan perilaku pasien terhadap perawatan luka diabetik, begitu juga dengan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di poli bedah RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang Berhubungan dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak adalah usia. jenis kelamin, pendidikan, tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan nilai p- value kurang dari 0,05. Kata kunci: Diabetes Melitus, Perawatan Luka Diabetik

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat mengolah atau menghasilkan cukup insulin di dalam tubuh secara efektif. Penderita diabetes melitus menyebabkan komplikasi gagal ginjal yang harus menjalani terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis biasanya memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga dapat berdampak pada aktivitas kesehariannya dan mempengaruhi tubuh baik fisiologis (salah satunya ketidakstabilan kadar glukosa darah), psikologis serta memperparah kondisi penyakitnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Metode : jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan obervasional analitik studi potong lintang (cross sectional study). Penelitian ini menggunakan total sampling, dimana seluruh populasi menjadi sampel sebanyak 61 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisa data uji chi-square. Hasil : Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,000 (P value 0,005) yang menyatakan bahwa ada hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Kesimpulan : Sebagian besar 72,1% memiliki kualitas tidur yang buruk dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu hiperglikemia. ≥200 mg/dL. Sebagian besar 19,7% memiliki kualitas tidur baik dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu normal 200 mg/dL. Penelitian ini diharapkan penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis dapat memperbaiki kualitas tidur dan kadar glukosa darahnya menjadi lebih baik dengan dibantu peran keluarga dalam memberikan suasana lingkungan yang nyaman dan makanan sesuai diit yang dianjurkan.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Derajat Ulkus Diabetik Dengan Perubahan Citra Tubuh Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit diabetes militus merupakan penyakit tidak menular dan saat ini menjadi ancaman dunia. Menurut Internasional Diabetes Federation (IDF) Indonesia berada pada urutan ke-7 berdasarkan prevalensi penderita diabetes mellitus dengan jumlah kasus sekitar 10,7 juta jiwa pada tahun 2019. Ulkus diabetik yaitu komplikasi yang paling ditakuti pasien DM karena berkurangnya suplay darah ke jaringan tersebut menyebabkan kematian jaringan dan diperparah dengan infeksi bakteri yang dapat menyebabkan amputasi bahkan berdampak luas karena dapat menyebabkan kematian. Perubahan citra tubuh (body image) adalah perubahan persepsi tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan, makna dan objek seseorang Metode : desain penelitian cross sectional study dengan jumlah sampel sebesar 57 responden. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Nilai uji signifikansi (p value) < 0,05 maka H1 diterima artinya ada hubungan antara derajat ulkus diabetikum dengan perubahan citra tubuh di RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2022. Kesimpulan: Kondisi ulkus diabetikum dengan derajat luka yang lebih tinggi dapat mempengaruhi perubahan citra tubuh responden, sehingga upaya promotif perlu dilakukan dengan baik.

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus dengan Kejadian Gangguan Kognitif pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Maga Tantrananggara NIM : 221070023 HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN GANGGUAN KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RS HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023 VII (16 halaman) + 41 halaman + 4 tabel + 10 lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menderita diabetes melitus dengan kejadian penurunan kognitif pada pasien diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Adapun besar sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampel yang dimana jumlah responden yang digunakan adalah responden dengan Diabetes Melitus sebanyak 48 responden. Hasil penelitian : Hasil distribusi frekuensi lama menderita diabetes melitus > 5tahun 28 responden (58,3%) , penurunan fungsi kognitif tidak normal 25 responden (52,1%). Disimpulkan ada hubungan lamanya menderita DM dengan kejadian gangguan kognitif pada pasien DM di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 dengan nilai P Value 0,02 (P Value 0,05) dengan nilai OR = 4,926. Kesimpulan dan Saran : Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes melitus yang sudah > 5 tahun, penting untuk menjaga pola hidup sehat, makan, olahraga dan sering periksa kesehatan, serta disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda. Bahan Bacaan : 28 Kepustakaan (Tahun 2017-2023) Kata kunci : Diabetes Melitus, Gangguan Kognitif. Jumlah Kata (250 kata)

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kombinasi Walking Exercise Dengan Latihan Peregangan Terhadap Nilai Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sirnajaya Kecamatan Serang Baru Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Di Asia Tenggara Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diperkirakan berkontribusi besar terhadap prevalensi diabetes dengan jumlah penderitanya sebesar 10,7 juta. Maka dibutuhkan program yang tepat, salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik seperti walking exercise dengan latihan peregangan yang dapat menjadi terapi non farmakologis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metodelogi : Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan pendekatan one grup pretest-postest design. Menggunakan tehnik simple random sampling, serta tehnik pengambilan sampel menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997). Hasil : Hasil uji statistic didapatkan nilai rata-rata kadar glukosa darah pretest yaitu : 203.80 mg/dl. Sedangkan nilai rata-rata kadar glukosa darah posttest yaitu : 120.43 mg/dl. Dapat terlihat adanya penurunan nilai rata-rata kadar glukosa darah sebesar 83.37 mg/dl. Hasil pre test dan post test kadar glukosa darah menunjukan nilai p=0,000 atau nilai p0.05 yang artinya Ha diterima. Kesimpulan : Terlihat bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Sehingga walking exercise dengan latihan peregangan efektif dalam mengontrol kadar glukosa darah dalam jangka normal. Kata kunci : Diabetes melitus, walking exercise, latihan peregangan, kadar glukosa darah Daftar Pustaka : 39 Jurnal (2010-2023)

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS DI RUANG RAWAT INAP RS SENTRA MEDIKA CISALAK DEPOK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, 26 Maret 2023 Nama : Moh Trikusuma Atmaja NIM : 221070043 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS DI RUANG RAWAT INAP RS SENTRA MEDIKA CISALAK DEPOK ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit degeneratif yang timbul dari gaya hidup atau pola hidup yang tidak sehat seseorang yang mengakibatkan adanya peningkatan kadar glukosa darah karena kekurangan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi pengetahuan terhadap manajemen penatalaksanaan diabetes melitus di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pasien rawat inap kelas I, II, III dan VIP dan dengan 92 sampel agar tidak terjadi resiko tidak sensitif. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini dengan metode purposive sampling. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengetahuan penatalakasaan manajemen diabetes melitus sebagian besar kurang baik pada pasien rawat inap di RS Sentra Medika Cisalak Depok. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus dipengaruhi oleh berbagai faktor bermakna yaitu faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan dan lama menderita penyakit diabetes melitus. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus berkenaan langsung dengan gaya hidup, kondisi fisik, aktifitas sehari-hari dan tingkat daya tangakap informasi kesehatan serta pengalaman penanganan penyakit diabetes melitus. Kata Kunci: Pengetahuan, diabetes melitus, manajemen penatalaksanaan penyakit diabetes melitus, rumah sakit

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI SPESIALIS PENYAKIT DALAM RS X CIKARANG TAHUN 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021 NAMA : RENA JUWITA SARI NIM : 020319680 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI SPESIALIS PENYAKIT DALAM RS X CIKARANG TAHUN 2021 xiv + 75 Halaman + 16 tabel + 2 gambar + 12 lampiran ABSTRAK Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penalataksanaan DM meliputi makan sehat, latihan fisik, pemantauan kadar gula darah, minum obat secara teratur, kemampuan memecahkan masalah, koping yang sehat, mengurangi faktor resiko diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus di poli spesialis penyakit dalam RS X Cikarang tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain survey analitik dengan pendekatan non experimental study. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan waktu cross sectional atau potong lintang yang dalam pengumpulan datanya satu kali atau “suatu saat”. Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 adalah pendapatan ( p value=0,000). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah lama menderita DM (p value=0,331), persepsi ( p value=0,444), dukungan keluarga (p value=0,312). Saran bagi penderita DM tipe 2 yaitu harus mematuhi pola makan yang dianjurkan tenaga kesehatan sehingga kadar gula darah terkontrol dan dapat mengurangi komplikasi. Kata kunci : Faktor, Kepatuhan diet, Diabetes Mellitus Tipe 2 Daftar Pustaka: 25

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS CIKARANG PERIODE JANUARI-FEBRUARI TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI S1 FARMASI Skripsi, 30 Mei 2023 Nama : Dwi Nur Aliah Putri NIM : 020719038 POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS CIKARANG PERIODE JANUARI-FEBRUARI TAHUN 2023. ABSTRAK Hipertensi adalah gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah di atas nilai normal, yaitu tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Cikarang periode Januari-Februari 2023. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimentak dengan metode deskriptif dan pengambilan data seraca restrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien hipertensi. Hasil penelitian menggunakan 46 sampel, didapatkan hasil karakteristik pasien hipertensi berdasarkan usia, tekanan darah dan penyakit penyerta. Pada pola pengobatan hipertensi berdasarkan usia didapatkan hasil pasien usia 30-60 tahun terbanyak menggunakan golongan Calium Channel Blocker (CCB) yaitu amlodipine 5mg sebesar 74%, begitupun usia 61-70 tahun terbanyak menggunakan amlodipine 5mg sebesar 18%. Pada pola pengobatan hipertensi berdasarkan tekanan darah didapatkan hasil pasien dengan hipertensi stage II terbanyak menggunakan golongan Calium Channel Blocker (CCB) yaitu amlodipine 5mg sebesar 61%, begitupun hipertensi stage I terbanyak menggunakan amlodipine 5mg sebesar 30%. Pada pola pengobatan hipertensi berdasarkan penyakit penyerta didapatkan hasil pasien dengan DM terbanyak menggunakan amlodipine 5mg sebesar 9%, namun tidak terdapat pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronis. Kata Kunci : Amlodipin, Penghambat Saluran Kalsium, Diabetes

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POLA TIDUR TERHADAP KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KARANG BAHAGIA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, 18 September 2023 Neng Euis 020319629 Hubungan Pola Tidur Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Karang Bahagia. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme dengan adanya ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan glukosa, lemak dan protein, Masalah tidur sepertinya mempengaruhi hemostasis kadar glukosa normal seperti pengurangan dalam kuantitas tidur dapat merusak baik pemanfaatan glukosa maupun tolerasi glukosa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Karang Bahagia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, Hasil penelitian pola tidur kurang baik 80 responden (54,8%), dan kadar gula darah tidak normal sebanyak 76 responden (52,8%). Dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil ada hubungan antara pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 diPuskesmas Karang Bahagia, P value 0.020 > 0,05.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail