ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau diatas nilai normal. Kurang patuhnya pasien terhadap diet diabetes mellitus, kurang paham waktu untuk seharusnya kontrol, dan pemeriksaan gula darah, gaya hidup dan dukungan keluarga masih sangat kurang. Setelah dilakukan observasi pada pasien rawat jalan dengan Diabetes Melitus didapatkan pengetahuan pasien yang tahu 20% dan yang tidak tahu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mayoritas usia mayoritas 56th – 65th 28 responden (35,9%), jenis kelamin perempuan 45 responden (57,7%), pendidikan SMA 60 responden (76,9%), suku jawa 31 responden (39,7%). Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P Value 0,04 0,05. Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan tingkat pengetahuan agar rutin dalam kontrol gula darah di Rumah Sakit serta Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Latar Belakang : Diabetes Melitus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan pada pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Di RS Sentra Medika Cisalak dari 1 bulan terakhir pasien diabetes melitus berjumlah 200 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan gula darah setelah diberikan relaksasi pada penderita Diabetes Melitus.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dimana sample diambil secara acak dengan populasi 42 responden. Intrumen yang digunakan adalah alat glucometer. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji wilcoxon.
Hasil : Hasil pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon menunjukan bahwa p value 0.000 <0,05. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa ada hubungan antara relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik terhadap penurunan kadar gula darah yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan bermakna rata-rata kadar glukosa darah sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi. Diharapkan relaksasi dilakukan sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam menurunkan kadar glukosa darah serta dapat menjadi edukasi terhadap pasien agar kemudian tindakan relaksasi bisa dilakukan dirumah.
Bahan baca : : 3 buku (2020-2022) dan 10 jurnal kesehatan (2017-2022)
Kata kunci : Diabetes, Relaksasi, Gula Darah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pandu Irawan Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022 Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi akibat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif (WHO, 2019). Menurut Organisasi International Diabetes Federation (IDF), memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Menurut PERKENI (2019) meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus tipe-2 dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik (perilaku sedentari). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional study (potong lintang). Sampel pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan rawat jalan di poliklinik RS. Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Alat pengumpul data berupa instrument/angket dengan uji chi-square. Hasil: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II, dengan hasil uji chi-square nilai p = 0,004, atau Ha diterima (p0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Saran: pentingnya mempunyai ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit diabetes mellitus yang diderita serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses perawatan bagi penderita diabetes mellitus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, April 2021 NAMA : TITIK KANTI JUITA NIM : 020319735 HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN KEPATUHAN DIIT TERHADAP PENGENDALIAN GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RAWAT INAP RSUD BAYU ASIH KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2021 xv + 90 halaman + 18 tabel + 4 gambar+ 10 lampiran ABSTRAK Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik dengan ditandai tingginya kadar gula darah yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Perkeni, 2019). Jumlah kunjungan pasien diabetes mellitus di rawat inap meningkat dari tahun 2019 yang tercatat 904 pasien. Hal ini dimungkinkan disebabkan oleh ketidakpatuhan menjalani diit diabetes, dari hasil studi pendahuluan didapatkan data pasien tidak mengikuti anjuran diit dari dokter dan memiliki efikasi diri yang rendah, maka dilakukan penelitian mengenai hubungan efikasi diri dan kepatuhan diit terhadap pengendalian gula darah di Bayu Asih Purwakarta. Metode penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif korelasional, dengan populasi pasien rawat inap dengan diagnosa diabetes tipe 2 sebanyak 66 reponden dengan teknik total sampling, dilakukan uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan dari 66 responden, efikasi diri dengan kategori tidak baik sebanyak 38 orang (57,6%) dan efikasi diri dengan kategori baik sebanyak 28 orang (42,4%). Kepatuhan diit didapatkan hasil dari 66 responden, kategori tidak patuh sebanyak 40 orang (60,0%) dan kategori patuh sebanyak 26 orang (39,4%). Hasil pengendalian gula darah menunjukkan tidak terkendali sebanyak 42 orang (63,3%), dan kategori terkendali sebanyak 24 orang (36,4%). Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank efikasi diri dengan pengendalian gula darah, yaitu nilai Sig (2-tailed) ρ = 0,000 lebih kecil dari nilai ɑ (0,05), maka hasil penelitian menunjukkan “Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Variabel Efikasi Diri Dengan Pengendalian Gula Darah. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank pada kepatuhan diit dengan pengendalian gula darah, yaitu nilai Sig (2-tailed) ρ = 0,000 lebih kecil dari nilai ɑ (0,05), maka hasil penelitian menunjukkan “Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Variabel Kepatuhan Diit Dengan Pengendalian Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rawat Inap RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, 18 September 2023 Neng Euis 020319629 Hubungan Pola Tidur Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Karang Bahagia. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme dengan adanya ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan glukosa, lemak dan protein, Masalah tidur sepertinya mempengaruhi hemostasis kadar glukosa normal seperti pengurangan dalam kuantitas tidur dapat merusak baik pemanfaatan glukosa maupun tolerasi glukosa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Karang Bahagia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, Hasil penelitian pola tidur kurang baik 80 responden (54,8%), dan kadar gula darah tidak normal sebanyak 76 responden (52,8%). Dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil ada hubungan antara pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 diPuskesmas Karang Bahagia, P value 0.020 > 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Non-compliance in carrying out treatment in DM patients is a problem that is often found in hospital. The patient is no longer in control of the health service, the patient does not take medication because his feels that his blood sugar is normal. The sufferers of DM in the city of Depok issued by the West Java Provincial Health Office in 2020 was 50631 people. Whereas according to medical record data at the Sentra Medika Cisalak Hospital, the prevalence of DM sufferers from September-October was 187 sufferers. This study aim to determine the relationship between adherence to taking medication in DM sufferers and stable blood sugar values while in the Tulip Room of Sentra Medika Cisalak Hospital. The results of this study can be used as a source of information and education for patients with DM.
The type of research is quantitative research, with a cross sectional consisted of independent variable compliance with taking medication in patients with DM and the stability of the GDS value as the dependent variable. Data obtained through distributing questionnaires. The population in the study were 187 patients who were diagnosed, and the sample in this study was 65 patients. The data has been done is processed and then analyzed in stages according to research objectives using computer software.
The results showed that the results of the chi square test (p = 0,014), it can be concluded that there is a significant relationship between the level of adherence to taking medication in patients with DM with the stability value of GDS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat defisiensi produksi insulin dan kerja insulin. Ambarwati, W.N., Organisasi Kesehatan Dunia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di ruang poli klinik penyakit dalam RS sentra medika cikarang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 101 pasien dengan jumlah sampel 83 pasien. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Sebagian besar 65 orang (78,3%) memiliki motivasi yang baik sedangkan sebagian kecil 18 orang (21,7%) yang memiliki motivasi kurang baik.Dalam pengendalian kadar gula darah pasien diabetes mellitus didapatkan hasil untuk pasien yang memiliki potensi yang baik dalam mengendalikan kadar gula darah yaitu 83,1% dan untuk pasien yang kurang baik dalam hal mengendalikan kadar gula darah yaitu 16,9%. Berdasarkan analisa data yang didapatkan hasil uji chi square menunjukan ρ-value 0,024 (0.05) yang berarti Ada hubungan motivasi dengan pengendalian kadar gula darah saling berkaitan dengan nilai OR 3.927
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (2) Diketahui hubungan Pendidikan dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (3) Hubungan Akomodasi dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (4) Hubungan Faktor lingkungan dan sosial dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (5) Hubungan Model terapi pasien dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan data berupa angka atau bilangan. Penelitian ini diperoleh melalui observasi dan pengumpulan data langsung di RS. Sentra Medika Cikarang. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan adalah Kepatuhan Pasien diabetes melitus dalam mengendalikan kadar gula darah dipengaruhi oleh pendidikan pasien yang rendah sebesar 69,7%, sebagian besar pasien diabetes melitus yang tidak patuh adalah yang tidak di dukung oleh modifikasi faktor lingkungandan sosial sebesar 73,2%, serta perubahan model terapi yang tidak patuh adalah yang tidak berubah sebanyak 72,7%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai bagian dari kelompok penyakit metabolik kronik dengan ciri khas kondisi hiperglikemi (Larasati, C. V. 2021). Menurut Notoadmojo, 2007 pengetahuan atau disebut juga Kognitif merupakan hal dasar yang penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan didapat dari panca indera manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Dari kelima indera tersebut, indera penglihatan dan pendengaran paling banyak memberikan input bagi pengetahuan seseorang (Suryani, 2021). Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada hubungan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus dengan pengontrolan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah pasien dengan diagnosa Diabetes Melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara sebanyak 36 pasien. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36 sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis bivariat chi square. hasilnya p = 0,000 (p value = 0,05). Hal ini berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang diabetes melitus dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Sentra Medika Hospital Minahasa Utara untuk lebih meningkatkan program preventif kepada pasien yang menderita penyakit diabetes melitus sehingga dapat menurunkan komplikasi progresif pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin yaitu suatu kondisi dimana pankreas memproduksi sedikit insulin yang menyebabkan malabsorpsi glukosa dan pada akhirnya terjadi hiperglikemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik jalan santai terhadap penurunan kadar gula darah. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental, menggunakan one group pretest postest design without control group terhadap 45 sampel dengan teknik total sampling pada populasi pasien DM tipe 2 yang aktif kontrol di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong bulan November 2022. Responden diobservasi dengan pemeriksaan Gula Darah Sewaktu sebelum dan sesudah jalan santai sejauh 2 km selama 30 menit. Berdasarkan uji normalitas kolmogrov smirnov menunjukkan data berdistribusi normal (p>0,05) dan uji parametrik menggunakan uji paired T-Test dengan hasil P value 0,000 (< 0,05) artinya ada pengaruh jalan santai terhadap penurunan kadar GDS pada pasien DM tipe 2. Kesimpulan GDS sebelum jalan santai 89 % tinggi, GDS setelah jalan santai 89% normal, dan ada pengaruh aktivitas fisik jalan santai terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2023. Saran penelitian ini diharapkan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dapat menjadikan kegiatan jalan santai menjadi agenda rutin dalam promosi kesehatan guna sebagai penatalaksanaan DM nonfarmakologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN CIKARANG PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Mei 2023 Nama : Firman Dwi Prihartono NIM : 221070059 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU LANSIA DALAM MENGONTROL GULA DARAH AKIBAT DIABETES MELITUS DI BOGOR SENIOR HOSPITAL TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sebuah hormone polipeptida yang mengatur metabolisme, dan angka kejadian penyakit diabetes melitus meningkat secara drastis di negara berkembang termasuk Indonesia (Dewi,2017). Survei awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien lansia di Bogor Senior Hosital kepada 15 penderita diabetes melitus, dari 15 penderita, 26,7% penderita mempunyai pengetahuan kurang, 66% memilki perilaku yang kurang baik, 60% kurang memiliki motivasi diri yang kurang baik, dan hampir semua responden 86% kurang memiliki dukungan dari tenaga kesehatan dan 66% kurang mendapat dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhan penyakitnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di Bogor Senior Hospital Tahun 2023. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, pengumpulan data menggunakan analisis secara univarit dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisis didapatkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah dengan hasil uji statistik chi square di peroleh nilai P value 0,00 untuk hubungan pengetahuan, 0,001 untuk hubungan sikap, 0,004 untuk hubungan motivasi diri, 0,000 untuk hubungan dukungan keluarga dan 0,000 untuk dukungan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku lansia dalam mengontrol gula darah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan upaya pengelolaan penyakit diabetes melitus dengan cara mengoptimalkan kegiatan penyuluhan atau perawatan menggenai pengelolaan diabetes melitus. Kata kunci : Analitik observasional, Diabetes melitus, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah Bahan bacaan : 5 buku (2015-2018), 5 jurnal (2018-2020), 2 Skripsi (2018).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dimana terdapat penurunan melakukan kemampuan untuk merespon terhadap insulin maupun adanya penurunan pembentukan insulin oleh pankreas. Diabetes Melitus mengalami peningkatan setiap tahun dan berdasarkan hasil laporan tahunan dinas kesehatan Kabupaten Jawa Barat tahun 2022 penyakit Diabetes Melitus terjadi peningkatan signifikan di RS Sentra Medika Cibinong. Peningkatan kasus diabetes melitus di RS Sentra Medika Cibinong disebabkan karena pasien yang belum menjalankan diet diabetes melitus sesuai anjuran petugas kesehatan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor tahun 2022.
Metode: Penelitian ini kuantitatif bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian 80 orang dengan teknik total sampling. Analisis univariat dilakukan dengan cara mencari distribusi frekuensi setiap variabel penelitian untuk mengetahui proporsi atau gambaran dari variabel penelitian. Data diperoleh peneliti dari pengisian kuesioner yang diisi oleh responden.
Hasil: Penelitian menunjukkan untuk kepatuhan diet berdasarkan jumlah sebanyak 28,2% responden tidak patuh. Untuk jenis 43,3% responden tidak patuh, untuk jadwal 51,2% responden tidak patuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit agar dapat meningkatkan edukasi kesehatan dalam mengelola diabetes melitus terutama dalam pengaturan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah dari segi jumlah, jenis dan jadwal makanan agar bisa diterapkan pasien di rumah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, 18 September 2023 Neng Euis 020319629 Hubungan Pola Tidur Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Karang Bahagia. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme dengan adanya ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan glukosa, lemak dan protein, Masalah tidur sepertinya mempengaruhi hemostasis kadar glukosa normal seperti pengurangan dalam kuantitas tidur dapat merusak baik pemanfaatan glukosa maupun tolerasi glukosa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Karang Bahagia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, Hasil penelitian pola tidur kurang baik 80 responden (54,8%), dan kadar gula darah tidak normal sebanyak 76 responden (52,8%). Dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil ada hubungan antara pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 diPuskesmas Karang Bahagia, P value 0.020 > 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by blood sugar that exceeds normal levels. One of the management of Diabetes Mellitus is physical exercise along with medical treatment which can be considered as a strategic key to fighting Diabetes Mellitus.
This research is to determine the effect of low impact aerobic exercise on temporary blood sugar levels in patients with diabetes mellitus. The benefits of this research are expected to provide information for further research and add insight regarding the effect of aerobic exercise on temporary blood sugar levels in diabetes mellitus patients.
The method of this research is a pre-experimental study without a control group with a one group pretest-posttest design research model. The number of samples in this study were 20 people. The instruments used in this study were observation sheets, SOP sheets for measuring blood sugar levels and SOP for low impact aerobics. The data obtained were analyzed statistically using the univariate test and bivariate test using the t-test.
The results of the analysis of hypothesis testing with the dependent T test (Paired-Samples T Test) on the results of the pretest and posttest showed a value of t = 13,405 with a p value = 0.000 ≤ α (0.05), thus there is an effect of low impact aerobics on blood levels temporary blood sugar in patients with diabetes mellitus in the Nanggewer sub-district, Bogor district in 2023.
Based on the results of this study, it is hoped that it can motivate people to increase physical activity with a duration of exercise of 20-60 minutes and a frequency of exercise of 3-5 days/week to change a sedentary lifestyle and improve quality of life.
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan gula darah yang melebihi kadar normal. Salah satu penatalaksanaan Diabetes melitus adalah dengan latihan fisik yang dilakukan bersama dengan perawatan medis dapat dianggap sebagai strategi kunci untuk melawan Diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer Kabupaten Bogor Tahun 2023. Manfaat penelitian ini adalah diharapkan dapat memberikan informasi bagi penelitian lebih lanjut serta menambah wawasan terkait pengaruh senam aerobik terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus.
Metode penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan penelitian adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 20 orang. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah dan SOP senam aerobik low impact. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji univariat dan uji bivariat menggunakan uji t-test.
Hasil penelitian hasil analisis uji hipotesis dengan uji T dependen (Paired-Samples T Test) pada hasil pretest dan posttest menunjukkan nilai t = 13.405 dengan nilai p value = 0,000 ≤ α (0,05), maka ada pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer kabupaten Bogor tahun 2023.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik dengan durasi latihan 20 – 60 menit dan frekuensi latihan 3 – 5 hari/minggu untuk mengubah gaya hidup santai atau sedentary life dan memperbaiki kualitas hidup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS SKRIPSI, Juni 2023 Nama: Rianty Anggraeni NIM : 221070044 EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DENGAN DIABATES MELITUS TYPE II DI RUANG TULIP RS SENTRA MEDIKA CISALAK ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes merupakan Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya hiperglikemia karena insufisiensi pancreas menghasilkan insulin atau kurangnya sensitivitas insulin sel tujuan. Gangguan karbohidrat, lemak, dan metabolisme ptotein yang tidak normal terdapat pada penderita diabetes melitus karena kurangnya aktivitas insulin dalam sel target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rteknik relaksasi Benson terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak Metode : Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre test post test control group design. Populasi yang diambil sebanyak 40 orang masing-masing dengan perlakuan dan kontrol sebanyak 20 orang dengan kriteria berusia kurang dari 60 tahun dan menderita diabetes mellitus. Data yang dikumpulkan adalah data kadar glukosa darah. Data relaksasi dikumpukan dengan metode check Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji T-Paired Test. Hasil : dari penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara teknik relaksasi Benson dengan penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II dengan kelompok eksperimen p = 0.000 Kesimpulan : Relaksasi Benson dapat menurunkan kadar gula darah sewaktu pada pasien dengan Diabetes Mellitus Type II Kata Kunci : Diabetes melitus, gula darah sewaktu, relaksasi Benson
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Diabetes mellitus atau DM adalah penyakit yang ditandai dengan tingginyakadar gula darah didalam urine akibat terganggunya metabolisme kerena produksi dan fungsi hormon insulin tidak berjalan dengan seharusnya diabetes adalah suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler dan neurologis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus tomat terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas sukajaya kabupaten bekasi. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 69 orang. penelitian di lakukan pada tanggal 14 september 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah sebelum dan sesudah pemberian jus tomat. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji univariat, uji normalitas, dan uji bivariat menggunakan uji t dependen. Hasil penelitian hasil uji (Paired-Samples T Test) didapatkan ada pengaruh pemberian mengkonsumsi jus tomat terhadap penurunan kadar gula darah dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh mengkonsumsi jus tomat terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas sukajaya kabupaten bekasi. Berdasarkan hasil penelitian ini di harapkan kepada penderita untuk selalu mengontrol kadar gula darah di puskesmas, selalu berolahraga dan menjaga berat badan serta mengupayakan terapi herbal sebagai terapi untuk menurunkan kadar gula darah. KDiabetes mellitus atau DM adalah penyakit yang ditandai dengan tingginyakadar gula darah didalam urine akibat terganggunya metabolisme kerena produksi dan fungsi hormon insulin tidak berjalan dengan seharusnya diabetes adalah suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler dan neurologis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus tomat terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas sukajaya kabupaten bekasi. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 69 orang. penelitian di lakukan pada tanggal 14 september 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah sebelum dan sesudah pemberian jus tomat. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji univariat, uji normalitas, dan uji bivariat menggunakan uji t dependen. Hasil penelitian hasil uji (Paired-Samples T Test) didapatkan ada pengaruh pemberian mengkonsumsi jus tomat terhadap penurunan kadar gula darah dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh mengkonsumsi jus tomat terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas sukajaya kabupaten bekasi. Berdasarkan hasil penelitian ini di harapkan kepada penderita untuk selalu mengontrol kadar gula darah di puskesmas, selalu berolahraga dan menjaga berat badan serta mengupayakan terapi herbal sebagai terapi untuk menurunkan kadar gula darah. Kata Kunci : Jus Tomat,Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN CERI (KERSEN) TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DESA SUKAKERTA TAHUN 2023 xv + 45 Hal + 5 Tabel + 4 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan beberapa penyebab yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Rebusan daun kersen terbukti dapat menurunkan kadar gula darah untuk penderita diabetes melitus. Penurunan ini dapat di sebabkan oleh kandungan dari Daun Kersen yaitu flavonoid. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Ceri (Kersen) Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Sukakerta Tahun 2023. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian pre experimental desaign adalah suatu penelitian yang menggunakan satu kelompok untuk diuji secara pre dan post. Metode yang akan digunakan adalah metode one grup pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi penelitian ini adalah lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Sukakerta. Sampel penelitian sejumlah 33 lansia. Hasil Penelitian: Pada Uji Paired T-Test didapatkan hasil akhir yakni P-Value sebesar 0,000 0,05 karena nilai P-Value sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha di terima karena hasil P-Value 0,05 artinya ada pengaruh kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan pemberian intervensi. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian rebusan daun ceri (kersen) terhadap kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Sukakerta tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN NERS SKRIPSI 11 SEPTEMBER 2023 Nama: Ilham Saepul Akbar Nim: 020319651 HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI MINUMAN RINGAN TERHADAP KADAR GULA DARAH DI SMAN 8 TAMBUN SELATAN Xiii+54 Halaman+ 10 Tabel+ 8 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Didalam tubuh manusia terdapat bahan bakar utama yaitu glukosa Glukosa akan disimpan di dalam hati dan otot sebagai cadangan energi yang menjadi sumber energi untuk melakukan aktivitas fisik, aktivitas fisik secara teratur dapat mengurangi resistensi insulin sehingga dapat dipergunakan baik oleh sel-sel tubuh. Dan mengonsumsi minuman ringan yang berlebih tidak baik untuk tubuh karena dapat menaikan kadar gula darah. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain cross sectional, dengan sampel 92 responden remaja, Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner aktivitas fisik (GPAQ), kadar gula darah diambil menggunakan alat easy touch blood glucose test monitoring system, dan satu pertanyaan yang berisikan frekuensi konsumsi minuman ringan. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: didapatkan pada aktivitas fisik berat sebanyak 20 responden, Kadar Gula Darah pada remaja. Didapatkan kadar gula darah tidak normal 70mg/dL sebanyak 20 responden Didapatkan frekuensi tidak baik atau lebih dari 5x dalam seminggu sebanyak 39 responden, Nilai p-value 0.000 (α0.05) pada aktivitas fisik. Dan didapatkan hasil nilai p-value 0.124 (α>0.05) konsumsi minuman ringan. Kesimpulan: terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah dan tidak terdapat hubungan antara konsumsi minuman ringan terhadap kadar gula darah pada remaja Bahan baca: 11 Buku (2012-2020) + 10 jurnal Kesehatan (2015-2022) + 1 artikel (2023)+ 1 website Kesehatan resmi (2023) Kata Kunci: Remaja, Aktivitas fisik, Minuman ringan, Kadar Gula Darah, Remaja