BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) termasuk salah satu penyakit tidak menular (PTM). Diabetes Mellitus (DM) menurut American Diabetes Association adalah sutau kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diabetes dikenal sebagai Xiāo Kĕ dalam pengobatan tradisional tiongkok. Xiāo Kĕ ditandai dengan kondisi peningkatan asupan makanan dan minuman, peningkatan diuresis, penurunan berat badan, dan urin berbau manis keruh. Kondisi ini terjadi karena kekurangan yin, pola makan tidak teratur, serta kegagalan dalam mengatur emosi dan kelelahan
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes (xiāo kĕ) sindrom panas lambung.
Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Ndalem PUIN Daun Mas, kota Bekasi, Jawab Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi akupunktur setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi.
Hasil: jumlah responden perempuan sebanyak 15 subjek (75 %) dan laki-laki sebanyak 5 subjek (25 %). Mayoritas responden terbanyak adalah perempuan sebanyak 4 subjek (20 %) pada usia 29 tahun. Frekuensi pekerjaan responden 9 karyawan (45 %), 5 wiraswasta (25 %), 5 ibu rumah tangga (25 %), dan 1 mahasiswa (5%). Sebelum dilakukan intervensi mengalami kadar gula darah sebesar 142 mg/dl dan paling rendah sebesar 131 mg/dl dengan rata-rata sebesar 128.00 mg/dl. Setelah dilakukan intervensi mengalami kadar gula darah sebesar 121 mg/dl dan paling rendah sebesar 131 mg/dl dengan rata-rata sebesar 106.00 mg/dl.
Kesimpulan: terapi Akupunktur memberikan pengaruh terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes (xiāo kĕ) sindrom panas lambung dengan angka penurunan kadar gula darah sebelum intervensi dengan rata-rata 135 mg/dl dan setelah intervensi rata-rata 114.75 mg/dl dengan perbedaan penurunan sebesar 20.30 mg/dl. Hasil uji Paired Sample T-Test dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000, yang jauh lebih kecil dari ambang batas 0.005. Artinya, hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (Hₐ) diterima, menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah sebuah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kekurangan insulin atau resistensi terhadap insulin. Penyakit DM termasuk salah satu penyakit tidak menular. Penyakit ini termasuk kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Hiperglikemia yang terjadi akibat dari kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (Xiāo Kĕ) sindrom defisiensi yin ginjal.
Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di , Kota Bekasi, Jawa Barat. Sampel berusia 20-30 tahun dengan terapi Akupunktur setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi.
Hasil: subjek penelitian terbanyak berada pada usia 27 tahun (6 subjek = 30 %), terrendah pada usia 22 tahun (1 subjek = 5 %). Distribusi frekuensi dari keseluruhan 20 subjek penelitian menunjukkan bahwa jumlah subjek penelitian perempuan lebih tinggi (13 subjek = 65 %) dibandingkan dengan laki – laki (7 subjek = 35 %). Subjek penelitian terbanyak adalah wiraswasta (11 Subjek = 55 %), karyawan ( subjek = 25 %) dan ibu rumah tangga (4 subjek = 20 %). Kadar gula tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 142 mg/dl (2 subjek =10 %) dan paling rendah 128 mg/dl (1 subjek = 5 %). Kadar gula tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 121 mg/dl (2 subjek =10 %) dan paling rendah 110 mg/dl (2 subjek = 10 %). Penurunan kadar gula terbanyak sebesar 115 mg/dl (4 subjek = 20 %). Kadar gula darah yang mengalami penurunan tertinggi di angka 23 mg/dl sebanyak 3 subjek dengan presentase (15 %), sedangkan terendah diangka 18 mg/dl sebanyak 2 subjek dengan presentase (10 %). Hasil dari uji normalitas dengan shapiro-wilk nilai > dari 0.05 sehingga data diatas berdistribusi normal. Oleh karena itu selanjutnya dilakukan uji t-test. Hasil paired sample t-test terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan setelah dilakukan intervensi yaitu nilai sig. (2-tailed) 0.000 < 0.005.
Kesimpulan: Terapi Akupunktur memberikan pengaruh terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (Xiāo Kĕ) sindrom defisiensi yin ginjal dengan angka rata-rata penurunan kadar gula darah sebelum intervensi sebesar 136.25 mg/dl dan setelah intervensi sebesar 115.80 mg/dl dengan perbedaan penurunan sebesar 24.45 mg/dl (17.94 %).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, termasuk di Indonesia. Dengan meningkatnya prevalensi diabetes, penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi dan dampaknya terhadap masyarakat.
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom panas paru.
Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi Akupunktur setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi.
Hasil: distribusi frekuensi dari keseluruhan 20 subjek penelitian menunjukkan bahwa jumlah perempuan lebih tinggi (14 subjek = 70 %) dibandingkan dengan laki – laki (6 subjek = 30 %). Subjek penelitian terbanyak berada pada usia 38 tahun (4 subjek = 20 %), terrendah pada usia 30 tahun (1 subjek = 5 %). Subjek penelitian terbanyak adalah buruh pabrik (9 subjek = 45 %), pedagang ( 6 subjek = 30 %) dan IRT (5 subjek = 25 %). Sebelum dilakukan intervensi terdapat subjek penelitian dengan angka tertinggi sebesar 141 mg/dl (1 subjek =5 %) dan paling rendah 127 mg/dl (1 subjek = 5 %) dengan rata-rata 135.60 mg/dl. Kadar gula tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 121 mg/dl (2 subjek =10 %) dan paling rendah 110 mg/dl (2 subjek = 10 %) dengan rata-rata 110.45 mg/dl. Penurunan kadar gula tertinggi di angka 24 mg/dl sebanyak 4 subjek (20 %), sedangkan terendah diangka 19 mg/dl sebanyak 1 subjek (5 %). Hasil dari uji normalitas dengan shapiro-wilk nilai > dari 0.05 sehingga data diatas berdistribusi normal. Oleh karena itu selanjutnya dilakukan uji t-test. Hasil paired sample t-test terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan setelah dilakukan intervensi yaitu nilai sig. (2-tailed) 0.000 < 0.005.
Kesimpulan: Terapi Akupunktur memberikan pengaruh terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom panas paru dengan angka rata-rata penurunan kadar gula darah sebelum intervensi sebesar 135.60 mg/dl dan setelah intervensi sebesar 110.45 mg/dl dengan perbedaan penurunan sebesar 25.15 mg/dl (18.54 %).