BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi kedua sebagai penyebab kematian di Indonesia, dan kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam pengendalian tekanan darah, terutama pada pasien lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, tekanan darah pasien setelah pengobatan, serta hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 104 pasien lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 140 pasien hipertensi lansia yang berobat di Puskesmas Sukaraya Cikarang. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (60,0%), berusia 60–63 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai wiraswasta, dan telah menderita hipertensi selama 3–5 tahun. Sebagian besar responden memiliki tekanan darah tidak terkontrol (55,0%) dan tingkat kepatuhan minum obat yang rendah (80,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, lama menderita hipertensi, dan status pengendalian tekanan darah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan minum obat (p > 0,05). Simpulan penelitian ini adalah tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya masih tergolong rendah, serta tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor-faktor karakteristik responden dengan tingkat kepatuhan tersebut. Diperlukan upaya edukasi dan konseling berkelanjutan dari fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Virus Corona (Covid-19) telah menjadi salah satu perhatian serius bagi semua negara sejak akhir 2019 hingga saat ini, bahkan hingga beberapa tahun ke depan. Bagaimana tidak, virus yang berasal dari salah satu provinsi di China telah menyebar begitu cepat dan memiliki dampak yang luar biasa.Virus corona merupakan keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrme (SARS) (Kemenkes, 2020). Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional (potong lintang) yaitu suatu subjek penelitian hanya diobservasikan sekali saja dan pengukuran dilakukan sekaligus pada suatu saat yang sama (Notoadmojo,2012) atau variabel dependen dan variabel independen diukur pada saat yang bersamaan.Hasil penelitian didapatkan bahwa lanjut usia yang di vaksin sebanyak 27 orang lansia(75,0) dan yang tidak di vaksin sebanyak 3 orang lanjut usia(25,0). Berdasarkan hasil analisis uji chi-square didapat nilai p = 0,000 > =0,05, yang artinya H0 diterima, yang menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna Antara hubungan dukungan keluarga terhadap kesiapan lanjut usia untuk mengikuti vaksin di wilayah puskesmas sukaindah kabupaten bekasi tahun 2021.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kebersihan diri adalah tindakan menjaga orang tetap bersih dan sehat demi kesehatan fisik dan mental. Menurut status kesehatan, perawatan diri merupakan salah satu kemampuan dasar manusia untuk memenuhi kebutuhan mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraan (Depkes dalam Siyoto dan Muhith, 2016). Tujuan dari penelitian ini faktor – faktor yang berhubungan dengan personal hygiene pada lansia . Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Instrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar observasi. Uji chi square dengan signifikansi 5% (0,05). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara faktor – fakto yang berhubungan dengan personal hygiene pada lansia. Kesimpulkan ada hubungan antara faktor – faktor yang berhubungan dengan personal hygiene pada lansia di desa sukarasa bogor, antara lain: faktor pengetahuan, usia, jenis kelamin, pendidikan, dukungan keluarga dan kesehatan fisik.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Lanjut Usia (lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas.Hospitalisasi atau masuk rumah
sakit merupakan keadaan yang mengharuskan seseorang untuk dirawat dirumah sakit karena mengalami kondisi krisis
dan kesakitan secara fisik maupun psikologis. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa terdapat kurang
lebih 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena
dimensia. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan lansia
yang menjalani hospitalisasi di RS X Kabupaten. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan metode pendekatan
Cross Sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko. Analisis data
yang digunakan Uji Chi Square. Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, jenis kelamin, tingkat
pendidikan, dan dukungan petugas kesehatan. Penelitian ini menggunakan data primer, aplikasi yang digunakan
adalah kuesioner, dan SPSS 23
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Meningkatnya jumlah lansia membutuhkan penanganan yang serius karena secara alamiah lansia itu mengalami kemunduran baik dari fisik, biologis, maupun mentalnya, hal ini tidak terlepas dari masalah ekonomi, sosial dan budaya sehingga perlu adanya peran serta dan dukungan dari keluarga dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Lanjut Usia Untuk Mengikuti Kunjungan Ke Posbindu Di Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi 2019. Penelitian Menggunakan cross sectional, menetukan sempel menggunakan rumus slovin, Populasi penelitian ini dilakukan terhadap 87 responden. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga terhadap motivasi lanjut usia untuk mengikuti posbindu dengan p value = 0.002 (OR = 4,643 CI = 1,721 – 12,542). perlu peningkatan upaya kesehatan dalam memberikan edukasi terhadap keluarga yang memiliki lansia.