Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Imunoglobulin
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Fermentasi Kombucha Gandaria Sebagai Nutrasetikal Terhadap Respons Imun Menggunakan Metode In Vivo dan In Silico

2026•Koleksi Perpustakaan

Gandaria (Bouea macrophylla) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai nutrasetikal imunomodulator, tetapi bukti mengenai efek fermentasi kombucha gandaria terhadap respons imun dan profil farmakokinetiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh nutrasetikal fermentasi kombucha gandaria terhadap kadar serum imunoglobulin G (IgG) serta memprediksi profil ADMET senyawa bioaktifnya. Penelitian kuantitatif eksperimental ini mengombinasikan pendekatan in vivo dan in silico. Mencit jantan galur Balb/c dibagi menjadi kelompok kontrol negatif, kontrol positif Stimuno®, serta kelompok perlakuan dosis 0,36; 0,55; dan 0,73 mL/20 gBB selama 14 hari. Kadar IgG diukur menggunakan ELISA Reader, sedangkan senyawa hasil LC-MS dianalisis menggunakan PubChem, pkCSM, dan Lipinski Rule of Five. Hasil LC-MS mendeteksi 15 senyawa secara tentatif. Isoliquiritigenin, fargesin, dan (+)-carvone memenuhi seluruh kriteria Lipinski serta diprediksi tidak hepatotoksik. Rerata kadar IgG kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dosis 0,36, 0,55, dan 0,73 mL/20 gBB berturut-turut sebesar 17,58; 30,75; 17,81; 25,05; dan 25,27 ng/mL. Kombucha gandaria menunjukkan kecenderungan meningkatkan IgG pada dosis sedang dan tinggi, meskipun belum setara Stimuno®. Penelitian lanjutan diperlukan untuk konfirmasi senyawa, pengujian toksisitas, bioaktivitas, dan parameter imun lainnya. Temuan ini memberikan dasar awal bagi pemanfaatan buah lokal Indonesia sebagai minuman fungsional berbasis fermentasi yang berpotensi mendukung respons imun humoral secara aman, terstandar, dan berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Imunomodulator Fraksi Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Terhadap Sel Limfosit T (CD4+ dan CD8+) dan Imunoglobulin G (IgG)

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Biji jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan tanaman herbal yang dikenal memiliki aktivitas sebagai imunomodulator, khususnya dalam meningkatkan fungsi sel imun dan produksi antibodi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan aktivitas fraksi etil asetat biji jintan hitam pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% terhadap sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) serta kadar imunoglobulin G (IgG). Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental dilakukan secara in vivo menggunakan 18 ekor tikus jantan yang dibagi 6 kelompok dengan 3 kelompok uji dan 3 kelompok kontrol. Analisis senyawa dilakukan dengan GC-MS, nilai sel limfosit T diukur dengan Flow Cytometry, sedangkan nilai imunoglobulin G (IgG) diukur menggunakan ELISA Reader. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa fraksi etil asetat biji jintan hitam mengandung 79 senyawa metabolit. Nilai sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan, akan tetapi kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai sebesar 97,06%. Adapun nilai imunoglobulin G (IgG) menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan aktivitas tertinggi dan fraksi yang paling baik terdapat pada kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% sebesar 278,740 ng/mL. Saran: Pada penelitian selanjutnya diperlukan untuk uji toksisitas dilanjutkan dengan uji klinik untuk menilai efektivitas dan keamanan fraksi biji jintan hitam (Nigella sativa L.) sebagai imunomodulator.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail