Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2020Versi 1

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Tambelang Tahun 2018

Koleksi Perpustakaan•Institut Medika Drg. Suherman•9 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Diare adalah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, dengan konsisten feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah. Hal ini karena secara fisiologis sistem pencernaan pada balita belum cukup matur (organ-organnya belum matang), sehingga rentan sekali terkena penyakit saluran pencernaan. Penyakit saluran pencernaan ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan amoeba atau parasit melalui makanan yang masuk ke dalam tubuh dan juga mal absorpsi serta alergi zat makanan tertentu. Gejala penyerta lain dari diare pada anak balita biasanya ditandai dengan anak menjadi cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan menurun sampai tidak ada nafsu makan. Muntah dapat timbul sebelum atau sesudah diare karena lambung turut meradang akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit. Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan utama pada anak khususnya terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2013 menyebutkan angka kematian akibat diare 23 per 100 ribu penduduk dan pada balita 75 per 100 ribu balita. Jumlah kasus diare yang dilaporkan sebanyak 10.980 dan 277 diantaranya menyebabkan kematian. Selama tahun 2010, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mencatat angka penderita diare 168.072 orang. Jumlah kematian akibat penyakit diare enam orang. Penderita diare di Kabupaten Bekasi dengan jumlah 38.012 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik desain Cross Sectional. Penelitian dilaksanankan di Puskesmas Tambelang, sedangkan proses pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Januari – oktober 2017, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang datang ke Puskesmas Tambelang dan sampelnya dihitung dengan cara mengambil seluruh populasi. Sumber data yang diambil dari hasil kuesioner, dimana data tersebut didapat dengan menemui seluruh balita yang datang ke Puskesmas Tambelang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan pendekatan Accidental Sampling Hasil penelitian ini menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: ada hubungan antara variabel umur dengan PV: 0,001 dan OR 6,417, status gizi dengan PV: 0,015 dan OR 4,047,cara pemberian makan dengan PV: 0,001 dan OR 6,182 kebiasaan orang tua mencuci tangan dengan PV: 0,008 dan OR 4,971, penghasilan dengan PV: 0,031 dan OR 3,537, sumber air dengan PV: 0,018 dan OR 4,333 Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semua variabel independen yang meliputi umur, status gizi, penghasilan, kebiasaan orang tua mencuci tangan, sumber air ada hubungan yang signifikan dengan kejadian diare. Saran dalam penelitian ini adalah agar menambah pengetahuan dengan cara mencari informasi yang tidak didapatkan dari sekolah melalui internet maupun buku referensi. Meningkatkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan dengan cara lebih membiasakan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang.

Kata kunci

diare, balita, umur,status gizi, penghasilan,cara pemberian makan,kebiasaan orang tua mencuci tngan, sumber air.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Tambelang Tahun 20182020 · oai:ais:library-item:17558

Publikasi terkait