BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kunjungan balita ke Posyandu yang paling baik adalah rutin setiap bulan atau 12 kali per tahun. Balita (12-59 bulan) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya yaitu balita yang ditimbang sedikitnya 8 kali dalam satu tahun, diukur panjang badan atau tinggi badannya sedikitnya 2 kali dalam satu tahun. Penimbangan berat badan anak setiap bulan untuk mengetahui status gizi anak merupakan salah satu kegiatan rutin di Posyandu. Desain penelitian ini adalah jenis penelitan
kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 85 responden dengan jumlah sampel 85 ibu yang memiliki balita. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling.
Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner.Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan kunjungan balita ke posyandu yaitu Pengetahuan p value = 0,006 Nilai OR=5,235, Pekerjaan p value = 0,011 Nilai OR=3,677, Tenaga Kesehatan p value = 0,006 Nilai OR=3,957 dan yang tidak berhubungan yaitu Pendidikan dengan p value = 0,517. Disarankan bagi masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita agar lebih teratur lagi dalam membawa balitanya ke posyandu.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Peran aktif ibu dalam penyelenggaraan kegiatan posyandu balita sangat berpengaruh penting pada kesehatan balita. Partisipasi tersebut apabila tidak teratur dilakukan dapat mengakibatkan masalah gizi pada balita yang akan membawa dampak kematian balita. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku partisipasi ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari. Desain Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 95 responden dari total keseluruhan populasi 2089 ibu yang memiliki balita (usia 12-58 bulan). Hasil penelitian menunjukan ibu balita berperilaku kurang < 5 kali kunjungan ke posyandu (48,4%), ibu balita berperilaku baik ≥ 5 kali kunjungan ke posyandu (51,6%). Ada hubungan antara pendidikan, umur, tingkat ekonomi, pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan keluarga, jarak dan Tidak ada hubungan antara status pekerjaaan dan kepemilikan KMS dengan partisipasi ibu ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencapaian keberhasilan dalam pembangunan kesehatan tidak terlepas dari pastisipasi aktif masyarakat khususnya ibu. Salah satu peran aktif ibu dalam penyelenggaraan kegiatan posyandu balita sangat berpengaruh penting pada kesehatan bayi dan balita. Partisipasi tersebut apabila tidak teratur dilakukan dapat mengakibatkan masalah gizi pada balita yang akan membawa dampak kematian balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku partisipasi ibu balita dalam kunjungan ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional dengan desain penelitian cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita (usia 12-58 bulan) yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan yang teregistrasi di posyandu. Sampel yang akan digunakan berjumlah 95 responden dari total keseluruhan populasi 2089 ibu balita. Pengambilan data sampel teknik cluster sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 46 responden (48,4%) berperilaku kurang artinya ibu balita melakukan kunjungan ke posyandu 5 kali dalam 6 bulan kebelakang dan 49 responden (51,6%) lainnya melakukan kunjungan ke posyandu ≥ 5 kali dalam 6 bulan kebelakang. Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, umur, tingkat ekonomi, pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan keluarga dan jarak dengan partisipasi ibu balita dalam kunjungan ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan. Tidak ada hubungan antara status pekerjaaan dan kepemilikan KMS dengan partisipasi partisipasi ibu balita dalam kunjungan ke posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari Kecamatan Tambun Selatan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu faktor penyebab anemia defisiensi besi pada ibu hamil adalah rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil trimester 1-3 yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Sri Yuningsih pada bulan Januari-Februari 2022 dengan total sampel, sebanyak 46 ibu. Instrument pengumpulan data dengan data primer dan sekunder, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (P = 0,022), kunjungan ANC (P = 0,002) dan dukungan keluarga (P = 0,009) memiliki hubungan bermakna, sedangkan variabel pendidikan (P = 0,086) tidak memiliki hubungan bermakna dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, kunjungan ANC dan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Sedangkan pendidikan tidak memiliki hubungan bermakna dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Diharapkan TPMB Sri Yuningsih dapat meningkatkan tingkat pengetahuan ibu disekitar tempat praktek tentang manfaat kepatuhan konsumsi tablet Fe.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Angka kejadian anemia pada ibu hamil di dunia masih cukup tinggi, meskipun bervariasi. Prevalensi anemia pada ibu hamil di dunia dilaporkan sebesar 41,8%, dengan prevalensi tertinggi ditemukan di Afrika (61,3%) dan di kawasan Asia Tenggara (52,5%). Sedangkan di Indonesia, anemia pada populasi ibu hamil adalah sebesar 37,1%. Salah satu faktor penyebab masih tingginya anemia defisiensi besi pada ibu hamil adalah rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menkonsumsi tablet Fe. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1-3 yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Sri Yuningsih pada bulan Januari - Februari 2023 dengan sampel yakni total sampel, sebanyak 46 ibu. Instrument pengumpulan data dengan data primer dan data sekunder, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan bermakna variabel pengetahuan (P = 0,022), kunjungan ANC (P = 0,002) dan dukungan keluarga (P = 0,009) dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Tidak memiliki hubungan bermakna variabel pendidikan (P = 0,086) dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, kunjungan ANC dan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Sedangkan pendidikan tidak memiliki hubungan bermakna dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Diharapkan TPMB Sri yuningsih dan fasilitas kesehatan lainnya dapat meningkatkan tingkat pengetahuan ibu disekitar tempat praktek tentang manfaat kepatuhan konsumsi tablet Fe. Bahan bacaan jumlah (2011-2022) Kata Kunci : Dukungan keluarga, Kepatuhan, Kunjungan ANC, Pengetahuan Jumlah kata (254)
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan hasil stadi pendahuluan yang dilakukukan di Puskesmas pedes Karawang pada tahun 2019 menunujukan bahwa prevalensi Kunjungan K1 pada ibu hamil di Puskesmas Pedes Karawang sebesar 621 ibu hamil kemudian dari seluruhan ibu hamil yang di dapatkan sebanyak 118 ibu 19,2 % ibu yang tidak melakukan kunjungan K1 sedangkan ibu hamil yang melakukan kunjungan K1 sebanyak 80,8%. di tahun 2020 prevalensi kunjungan K1 di Puskesmas Pedes Karawang sebesar 748 ibu hamil kemudian dari keseluruhan ibu yang hamil sebanyak 158 ibu yang tidak melakukan Kunjungan K1 21,1% sedangkan ibu hamil yang melakukan kunjungan K1 sebanyak 78,9% . Meskipun prevalesi ibu hamil yang tidak melakukan Kunjungan K1 ditahun 2019 masih tinggi dari pada 2020 kejadian ibu hamil yang tidak melakukan kunjungan K1 menurun dipuskesmas pedes karawang.
Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian deskptif kuantitatif dan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimestr I di Puskesmas Pedes Kabupaten Karawang dengan jumlah ibu hamil 748 orang sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 158, sampel ini diambil dengan menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat.
Berdasarkan dari hasil Univariat menunjukan dari 158 Responden Ibu hamil trimestr I di puskesmas Pedes Karawang yang berpengetahuan Rendah 114 Responden (72,2%) , sedangkan yang berpengetahuan tinggi 44 Responden (27,8%),dari usia yang beresiko ( usia < 20 dan >35 tahun ) ada 85 Responden (53,8%) , sedangkan yang tidak beresiko ( usia 20 – 35 tshun ) ada 73 Responden (46,3%),Pendidikan yang rendah ( Sd,Smp) ada 114 Responden (72,2%), sedangkan yang Pendidikan Tinggi (Sma,D3, S1) ada 44 Resonden (27,8),Paritas yang Multigravida ada 95 Responden (60,1%), Sedangkan yang primigravida ada 63 Responden (39.9%),Penghasilan Rendah ada 133 Responden (84,2%, Sedangkan yang penghasilannya Tinggi ada 25 ada (15,8%).
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitain 5 variabel yang di teliti memiliki kesesuaian antara teori Pengetahuan,Usia, Pendidikan,Paritas, dan Ekonomi di Puskesmas Pedes Karawang Tahun 2020.Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak puskesmas pedes karawang agar terus dapat memberikan penyuluhan terkait kunjungan KI kepada para ibu hamil.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kunjungan ibu ke posyandu penting bagi kesehatan masyarakat. Pembangunan kesehatan untuk
mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya memerlukan peran masyarakat. Menurut
Dinkes (2019), Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat UKBM berperan serta aktif dalam
penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dalam bentuk Posyandu yang berperan sebagai pemberi
pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan tumbuh kembang anak, penyakit
dan mengurangi angka kematian bayi. Dengan 5 program prioritasnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui
faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam kunjungan balita ke Posyandu S.24 di Desa
Karangraharja. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross
Sectional. Jumlah sample 72 responden dengan tehnik nonprobability sampling. Hasil analisa statistik
dengan Chi-square test. Dengan hasil bahwa ada hubungan antara pendidikan ibu dengan nilai p value =
0,002(<0,05), pekerjaan ibu dengan nilai p value = 0,019(<0,05), pengetahuan ibu dengan nilai p value =
0,002(<0,05), sikap ibu dengan nilai p value = 0,000(<0,05), dan peran kader dengan nilai p value =
0,000(<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah walaupun kepatuhan ibu dalam kunjungan balita ke
posyandu sudah baik, namun peran kader dalam penyuluhan dan sikap ibu dalam kepatuhan kunjungan balita
ke posyandu mempunyai andil yang besar dalam meningkatkan kepatuhan kunjungan balita ke posyandu
setiap bulan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
K4 adalah kontak dengan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya kepada tenaga kesehatan yang keempat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan kehamilan sesuai dengan standar. Pada Kabupaten Bekasi cakupan K4 sebesar 95,89%, sedangkan data di puskesmas Pebayuran cakupan K4 sebesar 63.9% yang berarti cakupan K4 di desa tersebut masih berada dibawah cakupan kab.Bekasi. Oleh karena itu rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kunjungan k4 pada ibu hamil di desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kab. Bekasi Tahun 2020. Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan K4 di desa Bantarjaya kecamatan Pebayuran tahun 2020.
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form dan catatan kehamilan dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak.
Hasil: analisis menggunakan uji chi- square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05) dan menunjukan ada hubungan paritas ibu hamil (P=0,001), pengetahuan (P=0,003), sosial ekonomi (P=0,012), jarak rumah ke fasilitas kesehatan (P=0,001) dan dukungan suami (P=0,013).
Kesimpulan : terdapat hubungan paritas, pengetahuan, sosial ekonomi, jarak rumah ke fasilitas kesehatan, dan dukungan suami dengan kunjungan K4 di desa Bantarjaya kecamatan Pebayuran kab. Bekasi.
Saran : Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dan pengetahuan tentang kehamilan dan pemeriksaan kehamilan, serta ibu dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat, menjaga kehamilan, serta diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya ibu hamil yang tidak lengkap dalam melakukan kunjungan K4, dan dapat mengetahui data dasar bahwa masih banyak ibu hamil yang belum melakukan kunjungan kehamilan secara lengkap dan mengetahui program yang tepat untuk mencapai target yang telah di tetapkan oleh pemerintah