ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, September 2023 Fuji Elfira, 0201319694 XVII Halaman + 48 Halaman + 8 Tabel + 14 Lampiran Hubungan Usia Menarche Dan Indeks Masa Tubuh Dengan Menopause Di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023 ABSTRAK Berdasarkan data World Health Organization jumlah perempuan menopause di Asia pada tahun 2025 diperkirakan mengalami penaikan dari 107 juta jiwa akan menjadi 373 juta jiwa. Menopause adalah hal ilmiah yang akan dialami oleh setiap perempuan dan merupakan fase penting dalam siklus reproduksi perempuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan usia menarche dan indeks masa tubuh dengan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil analisis uji chi square didapatkan nilai P Value = 0.03 0.05 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan usia menarche dan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor tahun 2023. Hasil analisis uji ch square didapatkan nilai P Value = 0.027 0.05 maka ada hubungan indeks masa tubuh dan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor tahun 2023. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, meningkatkan aspek edukatif yang ditujukan pada ibu mengenai menopause seperti penyuluhan, promosi kesehatan agar ibu menopause dapat menjaga pola hidup sehat berkaitan menghadapi masa menopause dan gejala yang timbul pada saat menopause. Kata kunci: Usia menarche, indeks masa tubuh, menopause Medika Suherman University UNDERGRADUATE NURSING STUDY PROGRAM Thesis, September 2023 XVII Pages + 48 Pages + 8 Tables + 14 Attachments The Relationship Between Menarche Age and Body Mass Index With Menopause In The Working Area Of The Bondongan Health Center In Bogor City In 2023 ABSTRACT Based on data from the World Health Organization, the number of menopausal women in Asia in 2025 is expected to increase from 107 million to 373 million. Menopause is a scientific thing that will be experienced by every woman and is an important phase in the female reproductive cycle. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between menarche age and body mass index with menopause in the Bondongan Health Center Working Area, Bogor City in 2023. This study used quantitative methods with a cross-sectional approach. Sampling was done by purposive sampling with a total sample of 100 respondents. The results of the chi square test analysis obtained a P value = 0.03 0.05 can be concluded that there is a relationship between menarche age and menopause in the Bondongan Health Center Working Area of Bogor City in 2023. The results of the ch square test analysis obtained a P value = 0.027 0.05, it can be concluded that there is a relationship between body mass index and menopause in the Bondongan Health Center Working Area of Bogor City in 2023. It is expected for health workers to improve health services, improve educational aspects aimed at mothers regarding menopause such as counseling, health promotion so that menopausal women can reach their menopause goals. Keywords: Menarche age, body mass index, menopause
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron secara drastis pada masa menopause memicu keluhan fisik, urogenital, dan psikologis yang meningkatkan risiko disfungsi seksual hingga mencapai 50%–78%, sehingga berpotensi menurunkan kualitas hidup pada wanita menopause. Tujuan Penelitian: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan indeks fungsi seksual (Female Sexual Function Index/FSFI) pada 45 wanita menopause di Town House Taman Ayu, Kota Tangerang. Metode Penelitian: Data dikumpulkan menggunakan alat ukur antropometri, kuesioner FSFI, DASS-21, dan IPAQ, serta dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi disfungsi seksual sangat tinggi, yaitu sebesar 82,2% (37 responden) memiliki skor FSFI ≤ 26,55, dan hanya 17,8% (8 responden) yang normal. Analisis bivariat mengidentifikasi bahwa aktivitas fisik menjadi faktor pelindung utama dengan hubungan positif yang sangat kuat terhadap fungsi seksual (r
= 0,759; p = 0,000), sebaliknya, kondisi psikologis memperburuk fungsi seksual di mana kecemasan memiliki korelasi negatif terkuat (r = -0,632; p = 0,000), diikuti depresi (r = -0,505; p = 0,000), dan stres (r = -0,366; p = 0,013), sementara Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak berpengaruh nyata terhadap skor FSFI (r = 0,147; p = 0,336). Kesimpulan: Penurunan indeks fungsi seksual pada wanita menopause berhubungan erat dengan tingginya tekanan psikologis dan rendahnya aktivitas fisik, sedangkan IMT bukan merupakan faktor penentu. Saran: Tenaga kesehatan khususnya bidan disarankan mengoptimalkan intervensi non-farmakologis berupa program aktivitas fisik rutin dan pengelolaan stres di komunitas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Premenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang disertai berbagai perubahan fisik dan psikologis pada wanita. Pengetahuan yang baik mengenai premenopause dan manajemen menopause diperlukan agar wanita dapat memahami perubahan yang terjadi serta mempersiapkan diri menghadapi masa menopause. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi manajemen menopause dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopause usia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 30 wanita usia 35 - 45 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 22 pertanyaan. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, pemberian edukasi manajemen menopause menggunakan media leaflet disertai penjelasan secara langsung selama kurang lebih 20 menit, kemudian dilanjutkan dengan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 9 responden (30,0%) memiliki tingkat pengetahuan kurang, 12 responden (40,0%) memiliki pengetahuan cukup, dan 9 responden (30,0%) memiliki pengetahuan baik, dengan nilai mean 13,37. Setelah diberikan edukasi, seluruh responden sebanyak 30 orang (100,0%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dengan nilai mean meningkat menjadi 20,73. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -4,788 dengan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi manajemen menopause dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopause usia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi pada perempuan perimenopause berkaitan dengan perubahan hormonal dan fungsi vaskular. Pumpkin seed oil (PSO) berpotensi mendukung fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, tetapi bukti penggunaannya sebagai terapi komplementer pada perempuan perimenopause dengan hipertensi derajat 1 masih terbatas. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian PSO (Cucurbita pepo) terhadap penurunan tekanan darah diastolik pada ibu perimenopause dengan hipertensi derajat 1. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan desain two-group pretest-posttest melibatkan 38 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kedua kelompok mendapat amlodipine 5 mg, sedangkan kelompok intervensi mendapat tambahan PSO 1.000 mg/hari selama 14 hari. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil: Rerata tekanan darah diastolik kelompok intervensi menurun dari 97,00 ± 1,886 menjadi 83.58 ± 2.293 mmHg, sedangkan kelompok kontrol dari 94.58 ± 2.116 menjadi 88.42 ± 1.305 mmHg. Perbedaan selisih penurunan tekanan darah diastolik antarkelompok bermakna (p < 0,001). Selama intervensi tidak ditemukan keluhan atau reaksi yang tidak diharapkan. Kesimpulan: Pemberian PSO 1.000 mg/hari sebagai terapi komplementer bersama amlodipine 5 mg berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah diastolik pada ibu perimenopause dengan hipertensi derajat 1.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Perimenopause merupakan fase transisi menuju menopause yang ditandai oleh perubahan hormonal yang dapat memicu sindrom psikosomatik dan berdampak pada kualitas hidup perempuan. Aktivitas fisik dan indeks massa tubuh (IMT) diduga berperan dalam memengaruhi kualitas hidup selama masa perimenopause. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan aktivitas fisik dan IMT terhadap kualitas hidup perempuan yang mengalami sindrom psikosomatik perimenopause di Kampung Rawasentul Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan pendekatan case-control. Sampel terdiri atas 66 responden, yaitu 33 kelompok kasus dan 33 kelompok kontrol yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF), World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF), Menopause Rating Scale (MRS), serta pengukuran IMT. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA, Kruskal–Wallis, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan kualitas hidup berdasarkan kategori aktivitas fisik maupun IMT pada seluruh domain kualitas hidup (p>0,05). Namun, pada kelompok kasus aktivitas fisik dan IMT secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup domain fisik dan psikologis, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan pengaruh signifikan pada seluruh domain kualitas hidup. Disimpulkan bahwa aktivitas fisik dan IMT tidak menunjukkan perbedaan kualitas hidup berdasarkan kategorinya, tetapi secara simultan berpengaruh terhadap kualitas hidup domain fisik dan psikologis pada perempuan yang mengalami sindrom psikosomatik perimenopause. Perempuan disarankan melakukan aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki atau senam ringan, selama sekitar 30 menit, 3–5 kali per minggu, secara rutin dan bertahap sesuai kemampuan dan mempertahankan IMT normal dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang untuk membantu menjaga kualitas hidup.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Menopause merupakan fase alamiah yang akan dialami oleh semua Wanita biasanya terjadi diatas usia 45-55 tahun. Menopause ini adalah dalam fase peralihan menuju masa non produktif dari masa produktif, dengan berhentinya menstruasi seorang wanita merupakan suatu tanda yang akan mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita ( Widaningsih,I., 2022). Data WHO bahwa sekitar 1,2 milyar wanita berusia diatas 50 tahun pada 2030 yang akan datang, di Asia ada peningkatan Wanita menopause sebanyak 373 juta jiwa. Kualitas hidup atau quality of life (QOL) setiap wanita berbeda-beda.Tujuan penelitian Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi kualitas hidup menopause di Klinik Central Medika 2 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2025. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian di Klinik Central Medika 2 Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi. Populasi 60 responden dan jumlah sampel 60 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan Total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner MENQOL (Menopause Spesific Quality of Life Questionare), serta lembar kuesioner untuk dukungan suami dan dukungan teman sebaya dan kuesioner aktivitas fisik. Analisis yang digunakan uji Chi Square dilanjutkan dengan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian ini berdasarkan uji Chi-Square dengan SPSS ada hubungan pendidikan dengan kualitas hidup P=0,00, OR 3,923, Ada hubungan Dukungan Suami dengan kualitas hidup P=0,00, OR ,043, ada hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan kualitas hidup P=0,00, OR 20,000, ada hubungan Aktivitas Fisik dengan kualitas hidup P=0,00, OR 53,833 dengan kualitas hidup.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendidikan, dukungan suami, dukungan teman sebaya, aktivitas fisik dengan kualitas hidup menopause di Klinik Central Medika 2 Cikarang Desa karang Asih Kec.Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Tahun 2025. Saran ibu menopause perlu meningkatkan kesehatan dan dukungan sosial, sementar tenaga kesehatan diharapkan memperkuat edukasi serta penelitian selanjutnya diperluas agar lebih komprehensif.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Wanita premenopause sering tidak memiliki kesadaran lengkap mengenai peristiwa menopause yang akan datang, yang menyebabkan peningkatan prevalensi gejala menopause. Penyelidikan dilakukan pada tahun 2024 di Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan tingkat kecemasan wanita premenopause terhadap transformasi fisik dan psikologis. Subyek dan Metode: Penelitian ini memanfaatkan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Desa Karang Rahayu terletak di Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi, lokasi penelitian berlangsung. Penelitian ini melibatkan 110 responden wanita yang berusia antara 40 dan 49 tahun, dan teknik pengambilan sampel total digunakan untuk mengumpulkan data. Para responden akan diwawancarai secara pribadi melalui kuesioner terstruktur. Variabel independent pada penelitian ini ialah usia, sikap, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, serta dukungan suami, sedangkan variabel dependent ialah tingkat kecemasan pada wanita premenopause. Instrumen yang dimanfaatkan pada studi ini ialah kuesioner. Data yang dikumpulkan menjalani berbagai proses termasuk pengeditan, pengkodean, penilaian, tabulasi, pembersihan, dan penyebaran informasi. Analisis data pada penelitian ini mencakup dua fase utama: Analisis Univariat dan Bivariat. Hasil: Dari hasil peneltian diperoleh dari 110 responden, menggunakan uji chi-square diperoleh hasil Tingkat kecemasan dengan usia memiliki nilai (OR=0,320; 95% CI= 0,108 hingga 0,948; p-value=0,034), Tingkat kecemasan dengan pendidikan memiliki nilai (OR= 2.434; 95% CI= 1.126 hingga 5.261; p-value = 0,023), Tingkat kecemasan dengan pekerjaan memiliki nilai (OR= 4.957; 95% CI= 1.282 hingga 19.171; p-value= 0,012), Tingkat kecemasan dengan pengetahuan memiliki nilai (OR= 2.711; 95% CI= 1.244 hingga 5.905; p-value= 0,011), Tingkat kecemasan dengan sikap memiliki nilai (OR= 6.346; 95% CI= 2.013 hingga 20.010; p-value= 0,001), Tingkat kecemasan dengan dukungan suami memiliki nilai (OR= 3.750; 95% CI= 1.679 hingga 8.375; p-value= 0,001). Kesimpulan: Dari hasil tersebut bisa ditarik kesimpulan ada hubungan antara usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, serta dukungan suami dengan tngkat kecemasan wanita premenopause.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan :Menopause adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, dimana ovarium berhenti menghasilkan sel telur, aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti, dan pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang. Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan ini bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus berhenti.(Nugroho, 2014). Sindrom premenopause dan menopause dialami perempuan di seluruh dunia. Diperkirakan 70-80% wanita di Eropa mengalami sindrom ini, diikuti oleh Amerika 60%, 57% di Malaysia, 18% di Cina dan 10% di Jepang dan Indonesia mengalami sindrom tersebut (Hawari, 2009).Maka peneliti ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di Klinik Keysa Tahun 2023.
Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampel yaitu sebanyak 35 orang responden WUS. Analisis yang di gunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan umur nilai P-Value 0,000, pendidikanP-Value 0,002, pekerjaan P-Value 0,000,
sumber informasi P-Value 0,049, pengetahuan P-Value 0,049 dan dukungan keluarga P-Value 0,026 terhadap kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di Klinik Keysa Tahun 2023 P-Value =P<a 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini, ada hubungan antara umur, pendidikan,pekerjaan, sumber informasi, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kesiapan menopause.Tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di klinik keysa Tahun 2023.Saran penelitian ini agar lebih menambah wawasan yang lebih luas mengenaipentingnya mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai kesiapan WUS dalam menghadapi menopause.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data World Health Organization jumlah perempuan menopause di Asia pada tahun 2025 diperkirakan mengalami kenaikan dari 107 juta jiwa menjadi 373 juta jiwa. Menopause terjadi karena seiring usia bertambah indung telur akan makin sedikit memproduksi hormon kewanitaan. Akibatnya indung telur tidak lagi melepaskan sel telur dan menstruasi akan berhenti. Dampaknya tubuh akan mengalami rasa panas, berkeringat dimalam hari, masalah tidur, cemas dan suasan hati yang buruk. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan usia menarche dan indeks masa tubuh dengan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bondongan, Kota Bogor pada bulan Juli 2023. Hasil analisis uji chi square didapatkan bahwa terdapat hubungan usia menarche dan indeks masa tubuh dengan menopause di wilayah kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023. Diharapkan bagi ibu menopause untuk dapat mendorong anaknya agar menjaga berat badan ideal untuk menghindari terjadinya penumpukan lemak agar tidak terjadi menarche dini dan menjaga pola hidup sehat agar indeks masa tubuh tetap dalam kategori normal.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menopause adalah suatu tahap akhir dari proses biologis yang dialami oleh wanita seperti produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron dari indung telur. Menurut Kemenkes pada tahun 2018, jumlah keseluruhan wanita usia pramenopause usia 40-49 tahun di Indonesia sebanyak 17.894.421. Pada masa premenopause akan sering menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas yaitu, panas di wajah, berkeringat pada malam hari, kekeringan vagina, penurunan daya ingat, insomnia, depresi, mudah lelah, penurunan libido, dan rasa sakit ketika berhubungan seksual. Dampak premenopause yang sering terjadi di masyarakat ialah kecemasan, takut, ingatannya menurun, sulit konsentrasi, lekas marah, gugup, mudah tersinggung, merasa tidak berguna, stress bahkan menyebabkan depresi yang berlanjut sampai terjadinya gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan wanita premenopause dalam menjelang menopause di desa Cibarusah Jaya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini wanita premenopause di Desa Cibarusah Jaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 96 responden. Analisis data yang digunakan chi square.
Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan bahwa pengetahuan (p-value=0,010) OR 3,389, pendidikan (p-value=0,012) OR 4,138, dan sosial ekonomi (p-value=0,009) OR 3,588.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, dan sosial ekonomi dengan kesiapan dalam menghadapi menopause di Desa Cibarusah Jaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar belakang : Menopause adalah suatu tahap akhir dari proses biologis yang dialami oleh wanita seperti produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron dari indung telur. Menurut Kemenkes pada tahun 2018, jumlah keseluruhan wanita usia pramenopause usia 40-49 tahun di Indonesia sebanyak 17.894.421. Pada masa premenopause akan sering menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas yaitu, panas di wajah, berkeringat pada malam hari, kekeringan vagina, penurunan daya ingat, insomnia, depresi, mudah lelah, penurunan libido, dan rasa sakit ketika berhubungan seksual. Dampak premenopause yang sering terjadi di masyarakat ialah kecemasan, takut, ingatannya menurun, sulit konsentrasi, lekas marah, gugup, mudah tersinggung, merasa tidak berguna, stress bahkan menyebabkan depresi yang berlanjut sampai terjadinya gangguan jiwa. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan wanita premenopause dalam menjelang menopause di desa Cibarusah Jaya. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini wanita premenopause di Desa Cibarusah Jaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 96 responden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil : Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan bahwa pengetahuan (p-value=0,010) OR 3,389, pendidikan (p-value=0,012) OR 4,138, dan sosial ekonomi (p-value=0,009) OR 3,588. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, dan sosial ekonomi dengan kesiapan dalam menghadapi menopause di Desa Cibarusah Jaya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menopause merupakan suatu kondisi yang akan dialami oleh setiap wanita sebagai bagian dari proses menua. Menopause adalah fase peralihan dari masa reproduktif menuju ke masa non reproduktif yang ditandai dengan berhentinya menstruasi Kejadian menopause dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita. Masalah- masalah kesehatan sering dialami pada usia menopause. Wanita yang sudah menopause sangat rentan terhadap timbulnya penyakit degeneratif.
Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 57 wanita usia subur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 wanita usia subur. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner baku dan tidak baku,dan menggunakan teknik total sampling.Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Chi-Square.
Berdasarkan analisis statistik. Menunjukan bahwa nilai P-value 0,003 (p<0,05), maka dapat disimpulkan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara paritas dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,000 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara umur dengan kejadian menopause, nilai P- Value 0,026 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara status gizi dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,035 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara sumber informasi dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,007 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian menopause
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Menopause merupakan suatu kondisi yang akan dialami oleh setiap wanita sebagai bagian dari proses menua. Menopause adalah fase peralihan dari masa reproduktif menuju ke masa non reproduktif yang ditandai dengan berhentinya menstruasi Kejadian menopause dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita. Masalah- masalah kesehatan sering dialami pada usia menopause. Wanita yang sudah menopause sangat rentan terhadap timbulnya penyakit degeneratif. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 57 wanita usia subur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 wanita usia subur. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner baku dan tidak baku,dan menggunakan teknik total sampling.Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Chi-Square. Berdasarkan analisis statistik. Menunjukan bahwa nilai P-value 0,003 (p0,05), maka dapat disimpulkan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara paritas dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,000 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara umur dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,026 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara status gizi dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,035 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara sumber informasi dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,007 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian menopause.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: prevalensi kejadian hipertensi pada wanita pascamenopause adalah 38% Hal ini disebabkan oleh
penerunan kadar hormone estrogen yang melindungi tubuh dari berbagi penyakit kardiovaskuler dan penggunaan
kontrasepsi hormonal. Tujuan Untuk mengetahui hubungan jenis menopause dan riwayat kontrasepsi terhadap kejadian
hipertensi di RW 004 desa Sukahurip Metode :jenis penelitian ini observasional Analitik, mengunakan desain cross
sectional, dengan populasi 93 orang, sampel ini menggunakan teknik sampling yaitu 93 orang. Instrumen penelitian ini
menggunakan kuesioner yang berisikan lembar ceklis dan observasi. Analisa data menggunakan uji chi- square.Hasil
pengolahan data menggunakan uji chi-square Hasil :di dapat hasil nilai p-value 0.031 a 0,05 maka dapat diartikan terdapat
hubungan jenis menopause dangan kejadian hipertensi, Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square di dapat hasil
nilai p-value 0.014 a 0,05 maka dapat diartikan terdapat hubungan riwayat kontrasepsi hormonal dangan kejadian
hipertensi Kesimpulan: sebagianbesar 63.4% mengalmai menopause alami dan sebagian besar 60.2% memiliki riwayat
kontrasepsi hormonal. hal ini terjadi karena adanya faktor paritas, diharapkan kepada wanita menpouse agar terus
menjalani gaya hidup sehat agar tekanan darah terus terjaga.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Menurunnya hormon estrogen dan progesteron menimbulkan lemahnya organ reproduksi dan muncul perubahan fisik pada tubuh, selain itu rasa takut yang dialami seperti : kecantikan memudar serta hawatir akan kehilangan suami karena gairah seksual menurun sehingga timbul kecemasan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Wanita Premenopause dalam Menghadapi Menopause di Jatiranggon Kota Bekasi Tahun 2022. Penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling, populasi ibu usia 40-50 tahun di kampung pabuaran 71 orang dan sampel 71 responden, instrument penelitian yaitu kuesioner, data yang didapatkan berupa data primer, analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, dukungan suami dengan kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi menopause. Tidak ada hubungan antara pekerjaan, usia menarche, paritas dengan kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi menopause. Saran mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan agar siap menghadapi menopause sehingga terhindar dari kecemasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurunnya hormon estrogen dan progesteron menimbulkan lemahnya organ reproduksi dan muncul perubahan fisik pada tubuh, selain itu rasa takut yang dialami seperti : kecantikan memudar serta hawatir akan kehilangan suami karena gairah seksual menurun sehingga timbul kecemasan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Wanita Premenopause dalam Menghadapi Menopause di Jatiranggon Kota Bekasi Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional untuk melihat masih-masing variabel independen yang terdiri dari pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, usia menarche, paritas, dan dukungan suami, sedangkan variabel dependen yaitu kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, populasi yaitu ibu yang berusia 40-50 tahun di kampung pabuaran sebanyak 71 orang dan sampel dalam penelitian yaitu ibu yang berusia 40-50 tahun sebanyak 71 responden, instrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner, data yang didapatkan berupa data primer, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil uji statistik bivariat pengetahuan menunjukkan bahwa nilai p = 0,001 dengan nilai OR 6,458. Pendidikan menunjukkan bahwa nilai p = 0,007 dengan nilai OR 4,295. Pekerjaan menunjukkan bahwa nilai p = 0,516. Usia menarche menunjukkan bahwa nilai p = 0.996. Paritas menunjukkan bahwa nilai p = 0,297. Dukungan suami menunjukkan bahwa nilai p = 0,002 dengan nilai OR 5,878. Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, ada hubungan antara pendidikan dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, tidak ada hubungan antara usia menarche dalam menghadapi menopause, tidak ada hubungan antara paritas dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, dan ada hubungan antara dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Saran mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan agar siap menghadapi menopause sehingga terhindar dari kecemasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: prevalensi kejadian hipertensi pada wanita pascamenopause adalah 38% Hal ini disebabkan oleh penerunan kadar hormone estrogen yang melindungi tubuh dari berbagi penyakit kardiovaskuler dan penggunaan kontrasepsi hormonal. Tujuan Untuk mengetahui hubungan jenis menopause dan riwayat kontrasepsi terhadap kejadian hipertensi di RW 004 desa Sukahurip Metode :jenis penelitian ini observasional Analitik, mengunakan desain cross sectional, dengan populasi 93 orang, sampel ini menggunakan teknik sampling yaitu 93 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisikan lembar ceklis dan observasi. Analisa data menggunakan uji chi- square.Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square Hasil :di dapat hasil nilai p-value 0.031 α 0,05 maka dapat diartikan terdapat hubungan jenis menopause dangan kejadian hipertensi, Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square di dapat hasil nilai p-value 0.014 α 0,05 maka dapat diartikan terdapat hubungan riwayat kontrasepsi hormonal dangan kejadian hipertensi Kesimpulan: sebagianbesar 63.4% mengalmai menopause alami dan sebagian besar 60.2% memiliki riwayat kontrasepsi hormonal. hal ini terjadi karena adanya faktor paritas, diharapkan kepada wanita menpouse agar terus menjalani gaya hidup sehat agar tekanan darah terus terjaga.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Seiring dengan berjalannya usia banyak terjadi proses pertumbuhan atau perkembangan pada manusia, oleh karena itu pada suatu saat pertumbuhan dan perkembangan akan terhenti pada suatu tahapannya, sehingga demikian akan banyak sekali perubahan yang akan terjadi pada fungsi tubuh manusia, dengan demikian perubahan tersebut biasanya terjadi pada proses penuaan. Proses menua secara individu mengakibatkan beberapa masalah baik masalah secara fisik, biologis, mental maupun sosial ekonominya. Sebagian wanita yang memasuki usia 50 tahun dan menjadi tua seringkali mengalami momok yang menakutkan. Kekhawatiran atau kewaspadaan ini berawal dari pemikiran seseorang bahwa dirinya tersebut menjadi tidak sehat, tidak bugar, dan tidak cantik lagi, namun keadaan tersebut memang tidak menyenangkan dan menyakitkan. Padahal, masa tua dan menopause merupakan salah satu proses yang harus di jalani pada seorang wanita dalam kehidupannya. Wanita dengan usia menopause agar kehidupannya berlangsung dalam kepuasan dan kebahagian. Salah satu persiapan yang penting ialah dengan mengenal apa, mengapa dan bagaimana sebenarnya kejadian pada menopause itu tersebut, dengan demikian proses menopause dapat dijalani dengan lebih baik, baik secara fisik maupun psikis sehingga setiap wanita dapat menjalankan hari-harinya dengan kualitas hidup yang lebih baik. Usia dapat meningkatkan kadar asam urat pada wanita yang mengalami menopause. Meningkatnya kadar asam urat dalam darah dapat disebabkan karena asupan purin yang berlebihan dan hormon esterogen yang menurun pada wanita menopause. Pengaruh hormon esterogen pada kadar asam urat di dalam darah dikaitkan dengan eksresi asam urat melalui ginjal sehingga kadar asam urat yang tinggi didalam darah akan menyebabkan penyakit karena asam urat yang menumpuk ditempat-tempat tertentu. Data Puskesmas Cabang Bungin di dapatkan populasi sebanyak 35 Responden yang melakukan kunjungan kepukesmas untuk melakukan pengobatan. Dari hasil studi pendahuluan yang telah di lakukan pada tanggal 12 juni 2020 di Kampung Cabang Dua Rt 010 Rw 004 Desa Lenggah Sari dengan pemeriksaan menggunakan alat test strip nesco asam urat pada 10 wanita yang berusia rata-rata > 40 tahun di dapatkan 7 wanita menopause yang kadar asam uratnya tinggi dan 3 diantara lainya normal.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan kadar asam urat dalam darah pada wanita yang mengalami menopause di Kampung Cabang Dua Rt 010 Rw 004 Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Observasional Analaitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita yang mengalami menopause yang berusia > 40 tahun yang berjumlah 40 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05.
Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Usia dengan Kadar Asam Urat dalam Darah pada wanita yang mengalami menopause (p = 0,013 < a = 0,05) di Kampung Cabang Dua Rt 010 Rw 004 Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020.
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dengan kadar asam urat dalam darah pada wanita yang mengalami menopause di kampung cabang dua rt 010 rw 004 desa lenggah sari kecamatan cabang bungin kabupaten bekasi tahun 2020.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang:
Menopause merupakan suatu keadaan seorang wanita yang mengalami penurunan fungsi indung telur,
yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi hormon estrogen. Menurut World Health Organization
(2014) menopause dialami oleh banyak perempuan di seluruh dunia, sekitar 70-80% wanita Eropa, dan
di Indonesia sebanyak 1.815.256 atau 9,85%. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran
tingkat kecemasan pada perempuan pra menopause (35-45 tahun) dalam menghadapi menopause di
wilayah RW 11 Desa Telaga Murni Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah menggunakan deskriptif tidak perlu menguji hipotesis
tetapi hanya menggambarkan suatu objek, penelitian ini bertempat di Wilayah RW 11 Desa Telaga
Murni dan dilaksanakan pada bulan Juli Tahun 2018. Populasi yang diambil adalah semua perempuan
pra menopause (35-45 tahun) di wilayah RW 11 Desa Telaga Murni sebanyak 167 sampel yang diambil
untuk penelitian sebanyak 69 sampel dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive
sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji
univariat.
Hasil penelitian: analisis univariat menggunakan nilai distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak
ialah responden yang mengalami kecemasan sedang dalam menghadapi menopause sebanyak 33
responden (48%), berdasarkan usia yang tertinggi ialah perempuan usia subur umur sebanyak 41
responden (59%), berdasarkan tingkat pendidikan ialah pendidikan SD dan SMP sebanyak 49
responden (71%), berdasarkan tingkat pengetahuan ialah pengetahuan kurang sebanyak 35 responden
(50%).
Kesimpulan: dari penelitian ini adalah perempuan dengan pendidikan rendah mengalami kecemasan
sedang dalam menghadapi menopause, perempuan dengan usia 35-40 tahun mengalami kecemasan
sedang dalam menghadapi menopause, dan perempuan dengan pengetahuan kurang mengalami
kecemasan sedang dalam menghadapi menopause.
Saran: hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan teori dan menambah informasi mengenai
gambaran tingkat kecemasan perempuan usia subur dalam menghadapi menopause sehingga dengan
adanya informasi ini perempuan pra menopause dapat mengatasi kecemasan dalam menghadapi
menopause.