BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini, salah satunya pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Rendahnya partisipasi Wanita Usia Subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA dapat berkaitan dengan pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi metode Wish and Drive terhadap pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di UPTD Puskesmas Pengasinan Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel sebanyak 30 WUS dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen pengetahuan, sikap, motivasi, dan lembar observasi perilaku pemeriksaan IVA. Analisis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test, Paired Sample t-Test, dan McNemar Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (63,3%), sikap negatif (63,3%), motivasi negatif (70,0%), dan tidak melakukan pemeriksaan IVA (66,7%). Setelah intervensi, pengetahuan baik meningkat menjadi 73,3%, sikap positif menjadi 73,3%, motivasi positif menjadi 73,3%, dan responden yang melakukan pemeriksaan IVA menjadi 76,7%. Hasil uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05). Edukasi metode Wish and Drive berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di UPTD Puskesmas Pengasinan Tahun 2026. Metode Wish and Drive dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan edukasi dalam promosi kesehatan untuk meningkatkan partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Nyeri menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami wanita usia subur dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 wanita usia subur yang mengalami dismenore primer dan dipilih menggunakan purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10 sebelum dan sesudah pemberian jus nanas selama dua hari pertama menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, yaitu 27 orang (90,0%), dengan rata-rata skor nyeri 5,40 (SD 0,968). Setelah intervensi, 19 orang (63,3%) mengalami nyeri ringan, 7 orang (23,3%) tidak mengalami nyeri, dan 4 orang (13,3%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,90 (SD 1,373). Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga digunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji memperoleh Z = -4,839 dan p = 0,000 (p < 0,05), serta seluruh 30 responden mengalami penurunan skor nyeri. Dengan demikian, pemberian jus nanas berpengaruh terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur. Jus nanas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif nonfarmakologis pendamping dalam membantu mengurangi nyeri menstruasi
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kontrasepsi implan merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, tetapi penggunaannya pada wanita usia subur di Desa Banjarsari masih rendah. Studi pendahuluan menunjukkan 65% wanita usia subur memiliki pengetahuan rendah dan 70% memiliki sikap negatif terhadap kontrasepsi implan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas media e-booklet terhadap pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang kontrasepsi implan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 70 wanita usia subur dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap melalui pretest, pemberian edukasi menggunakan e-booklet, dan posttest. Analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Sebelum intervensi, 57 responden (81,4%) memiliki pengetahuan kurang dan setelah intervensi 56 responden (80,0%) memiliki pengetahuan baik. Median skor sikap meningkat dari 19 menjadi 25. Uji Wilcoxon menunjukkan pengetahuan meningkat pada 69 responden dan tetap pada 1 responden (Z=-7,226; p<0,001). Pada sikap, 63 responden meningkat, 4 menurun, dan 3 tetap (Z=-6,942; p<0,001). Media e-booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang kontrasepsi implan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang memerlukan deteksi dini melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran perempuan. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu upaya deteksi dini yang dapat dilakukan secara mandiri. Studi pendahuluan di Posyandu Harja Mekar menunjukkan bahwa sebagian besar Wanita Usia Subur (WUS) belum mengetahui kanker payudara dan manfaat SADARI. Edukasi melalui media leaflet dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan karena informasi disajikan secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi melalui media leaflet terhadap pengetahuan WUS tentang kanker payudara melalui SADARI di Posyandu Harja Mekar Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 50 WUS usia 20–49 tahun dengan teknik total sam-pling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 item sebelum dan sesudah edukasi melalui leaflet. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum edukasi, 33 responden (66%) memiliki pengetahuan kurang, 17 responden (34%) cukup, dan tidak terdapat responden dengan pengetahuan baik. Setelah edukasi, 39 responden (78%) memiliki pengetahuan baik, 10 responden (20%) cukup, dan 1 responden (2%) kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan 47 responden mengalami peningkatan pengetahuan, tidak terdapat penurunan, dan 3 responden memiliki nilai tetap. Hasil analisis menunjukkan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi melalui media leaflet. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan Wanita Usia Subur tentang kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Posyandu Harja Mekar Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun penggunaannya masih relatif rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi adalah tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS). Hasil studi pendahuluan di Posyandu Nusa Indah I menunjukkan bahwa dari 20 WUS yang diwawancarai, hanya 4 responden (20%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai AKDR, sedangkan 16 responden (80%) masih memiliki pengetahuan yang kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan kembali, salah satunya media leaflet. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di RT 01 RW 01 Desa Sukadami Tahun 2026. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang sudah menikah dan terdaftar di RT 01 RW 01 Desa Sukadami sebanyak 45 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan mengenai AKDR yang terdiri dari 15 item pertanyaan valid. Intervensi diberikan melalui edukasi menggunakan media leaflet. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample T-Test. Hasil : Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,466 dan data posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,367 (p > 0,05). Hasil analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai t = -42,532, df = 44, dan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet serta terdapat pengaruh yang signifikan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur mengenai AKDR. Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur mengenai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di RT 01 RW 01 Desa Sukadami Tahun 2026. Media leaflet dapat digunakan sebagai salah satu media pendidikan kesehatan dalam kegiatan promosi kesehatan dan program keluarga berencana untuk meningkatkan pengetahuan WUS mengenai metode kontrasepsi jangka panjang
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan masalah kesehatan reproduksi yang masih membutuhkan perhatian, khususnya pada Wanita Usia Subur (WUS). Keterbatasan informasi mengenai penyebab, faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini dapat memengaruhi kesadaran WUS dalam melakukan tindakan pencegahan. Pemberian edukasi kesehatan melalui leaflet merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan pemahaman mengenai kanker serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan leaflet terhadap pengetahuan WUS mengenai kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental melalui model one-group pretest-posttest. Sebanyak 47 WUS dilibatkan sebagai responden dengan teknik t1otal sam pling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan me1dia leaflet, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Normalitas data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, kemudian perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi diuji dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Sebelum pemberian edukasi, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu 22 orang (46,8%) dan kurang 18 orang (38%). Setelah edukasi diberikan, sebanyak 39 responden (83%) berada pada kategori pengetahuan baik dan tidak terdapat responden yang masih termasuk dalam kategori pengetahuan kurang. Hasil uji Wilcoxon memperoleh p-value = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan aidanya pengaruh signifikan edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan WUS mengenai kanker serviks. Kesimpulan : Edukasi kesehatan menggunakan leaflet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan WUS mengenai kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Tingkat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia masih tergolong rendah, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Sukamakmur. Salah satu faktor utama yang memengaruhi adalah rendahnya tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS). Pendidikan kesehatan dinilai sebagai upaya efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait MKJP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang MKJP terhadap peningkatan pengetahuan WUS di Kobak Rotan Desa Sukamakmur Bekasi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian sebanyak 30 orang WUS yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan WUS setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang MKJP dengan nilai p < 0,05. Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, namun setelah intervensi terjadi peningkatan ke kategori cukup dan baik. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang MKJP berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan WUS di Desa Sukamakmur. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan kegiatan edukasi terkait MKJP dalam upaya mendukung keberhasilan program keluarga berencana.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Wanita usia subur (WUS) 15–49 tahun merupakan sasaran utama program Keluarga Berencana (KB). Namun, tingkat penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) masih rendah. Data SDKI 2017 menunjukkan hanya 4% WUS menggunakan AKDR, jauh di bawah kontrasepsi suntik (32%) dan pil (14%). Di Kabupaten Bekasi, dari 470.064 WUS, hanya 6,3% yang memilih AKDR. Studi awal di TPMB Hj. Wiwin Wulandari menemukan bahwa 90% dari 20 responden lebih memilih suntik dibandingkan AKDR. Rendahnya minat ini mendorong peneliti untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan AKDR. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan AKDR pada WUS di TPMB Hj. Wiwin Wulandari, S.ST., M.Si. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 60 WUS yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,028), paritas (p=0,048), pengetahuan (p=0,021), pendidikan (p=0,008), dan pekerjaan (p=0,000) dengan penggunaan AKDR. Terdapat pengaruh yang signifikan antara usia, paritas, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan terhadap pemilihan AKDR. Diperlukan peran aktif bidan dalam memberikan edukasi serta dukungan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan minat WUS terhadap AKDR, guna mendukung program KB jangka panjang yang efektif.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh pasangan usia subur yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi, infertilitas dibedakan menjadi primer dan sekunder. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, merokok, konsumsi alkohol/kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur buruk merupakan Salah satu faktor yang diyakini dapat mempengaruhi hormon, ovulasi, serta kualitas sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 53 responden atau 53% yang memiliki gaya hidup buruk, dan dari kelompok ini sebanyak 49,1% mengalami infertilitas. Sementara itu, hanya 17% wanita dengan gaya hidup baik yang mengalami infertilitas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian infertilitas (p = 0,001) dengan perolehan nilai OR yaitu 4.694 menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Selain itu, karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas berusia <35 tahun (73%), menikah ≤5 tahun (60%), berpendidikan rendah (62%), dan tidak bekerja (53%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup berhubungan signifikan dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam, di mana responden dengan gaya hidup buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas primer.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur
(WUS). Kurangnya pengetahuan dalam membedakan keputihan normal dan abnormal
dapat meningkatkan risiko infeksi. Di Kabupaten Bekasi, prevalensi keputihan pada WUS
mencapai 29,48% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
media audio visual terhadap pengetahuan wanita uisa subur tentang keputihan di TPMB Ira
Meykumala Dewi Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan
desain one group pretest-posttest pada 57 responden yang ditentukan melalui teknik total
sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan
pengetahuan responden setelah intervensi (p = 0,000), dengan mayoritas responden
sebelum intervensi berada pada kategori cukup (61,4%) dan kurang (36,8%), sedangkan
setelah intervensi seluruh responden (100%) masuk kategori baik. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa media audio visual efektif meningkatkan pengetahuan wanita usia
subur mengenai keputihan dan dapat digunakan sebagai alternatif media edukasi kesehatan
reproduksi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, yang umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan metode deteksi dini yang efektif untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat kanker serviks. Namun, cakupan pemeriksaan IVA di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia reproduksi (WUS) dalam melakukan tes IVA di Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 82 WUS melalui consecutive sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan dukungan suami. Hasil menunjukkan bahwa 61% responden belum pernah melakukan tes IVA. Terdapat hubungan signifikan antara perilaku tes IVA dengan pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,021; OR=3,3), dan dukungan suami (p=0,003; OR=5,087). Pendidikan dan sumber informasi tidak berhubungan secara signifikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Data WHO menunjukan bahwa pengguna alat kontrasepsi Implant di seluruh dunia masih di bawah
alat kontrasepsi suntik, pil, kondom dan IUD, terutama di Negaranegara berkembang. Presentasi
penggunaan alat kontrasepsi suntik yaitu 35,3%, pil 30,5%, IUD 15,2%, sedangkan Implant dibawah
10% yaitu 7,3%, dan alat kontrasepsi lainnya sebesar 11,7%. Pada saat ini diperkirakan memakai
IUD/AKDR, 30% terdapat di Cina, 13% di Eropa, 5% di Amerika Serikat, 6,7% di Negara-negara
berkembang lainnya (Nurmalita Sari dkk., 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk
mengidentifikasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Pemilihan Alat
Kontasepsi Implan Di Klinik Pratama Kemala Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan
adalah Uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari pengisian kuesioner oleh setiap
responden. Jumlah populasi pada penelitian ini 197 orang dan sampel yang di ambil sebanyak 132
responden. Teknik sampel menggunakan accidental sampling atau teknik pengambilan sampel
berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti maka dapat dijadikan sebagai sempel.
Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan minat implant di Klinik Pratama
Kemala Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2023 adalah pengetahuan (P value 0,004), umur (P
value 0,001), dan dukungan suami ( P value 0,003), sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah
Pendidikan ( P value 0,558), paritas (P value 0,082), dan pekerjaa ( P value 0,859).
Diharapkan dengan adanya penelitian ini ibu-ibu pasangan usia subur dapat menambah informasi
dan pengetahuan tentang efek samping, kekurangan, kelebihan dan kontra indikasi alat kontrasepsi
sehingga dapat memilih ala kontrasepsi apa yang baik dengan cara berkonsultasi dengan banyak
bertanya kepada tenaga Kesehatan agar wawasan pengetahuan mengai alat kontrasepsi lebih luas dan bis memperluas informasi dari mana saja contohnya dari media social.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang dapat dipakai dalam jangka waktu lama lebih dari dua tahun, efektif dan efisien untuk tujuan pemakaian menjarangkan kehamilan lebih dari 3 tahun atau mengakhiri kehamilan pada pasangan yang sudah tidak ingin menambah anak lagi. Kontrasepsi yang tergolong MKJP antara lain Implan, IUD, MOW dan MOP. Berdasarkan Rencana Strategi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2020-2024, yang salah satunya menjadikan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) salah satu fokus yang harus di capai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Wanita Usia Subur (WUS) di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh Wanita Usia Subur (WUS) yang tidak menggunakan kontrasepsi jangka panjang IUD di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel 122 responden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukkan bahwa pengetahuan (p-value=0,004) OR 5,228, usia (p-value=0,000) OR 2,000, pendidikan (p- value=0,001) OR 5,646, sumber informasi (p-value=0,102) OR 2,410, dan dukungan suami (p-value=0,008) OR 4,423. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran sedangkan tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PROFESI BIDAN
Skripsi, 01 September 2023
Nama : Dewi Khoirunisa
NIM : 020619024
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI TPMB BD. HJ. HANNI PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2023
x + 115 Halaman + 16 Tabel + 10 Lampiran
ABSTRAK
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang dapat dipakai dalam jangka waktu lama lebih dari dua tahun, efektif dan efisien untuk tujuan pemakaian menjarangkan kehamilan lebih dari 3 tahun atau mengakhiri kehamilan pada pasangan yang sudah tidak ingin menambah anak lagi. Kontrasepsi yang tergolong MKJP antara lain Implan, IUD, MOW dan MOP. Berdasarkan Rencana Strategi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2020-2024, yang salah satunya menjadikan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) salah satu fokus yang harus di capai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Wanita Usia Subur (WUS) di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh Wanita Usia Subur (WUS) yang tidak menggunakan kontrasepsi jangka panjang IUD di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah sampel 122 responden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukkan bahwa pengetahuan (p-value=0,004) OR 5,228, usia (p-value=0,000) OR 2,000, pendidikan (p-value=0,001) OR 5,646, sumber informasi (p-value=0,102) OR 2,410, dan dukungan suami (p-value=0,008) OR 4,423. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dan dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS di TPMB Bd. Hj. Hanni Pebayuran sedangkan tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD pada WUS.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Infertilitas masih merupakan masalah kesehatan di dunia, World Health Organization (2020) memperkirakan secara global adanya kasus infertil pada pasangan usia subur yaitu 8%-10% atau sekitar 50- 80 juta pasangan infertil di dunia. Angka infertilitas di Indonesia yang dikemukan oleh Sumapraja berkisar (12-15 %).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya infertilitas pada wanita usia subur di RS Sentra Medika Cikarang. Infertilitassitu sendiri merupakan suatu kondisi dimana pasangan suami istri belum mampu memiliki anak walaupun telah melakukan hubungan seksual sebanyak 2-3 kali semingguudalam kurun waktu 1 tahun dengan tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk apapun.
Jenis penelitian ini adalah diskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini bertempat di Poliklinik Kandungan RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Oktober 2022. Tehnik pengambilan sample menggunakan simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia subur yang memeriksakan diri ke poliklinik kandungan RS Sentra Medika Cikarang pada bulan oktober 2022 yang berjumlah 110 orang. Sampel yang diambil sebanyak 52 orang. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang di dapatkan dari data rekam medis. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti berhubungan secara bermakna terhadap terjadinya infertilitas pada wanita usia subur, variabel yang berhubungan adalah vaginitis dengan P-Value 0,018 dan OR 6,600, mioma uteri dengan P-Value 0,006 dan OR 8,556, masalah tuba dengan P-Value 0,023 dan OR 7,727, endometriosis dengan P-Value 0,008 dan OR 15,909, kista ovarium dengan P-Value 0,007 dan OR 10,200, PCOS
dengan P-Value 0,023 dan OR 7,272, gangguan menstruasi dengan P-Value 0,023 dan OR 6,222.
Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa ada hubungan faktor vaginitis, mioma uteri, masalah tuba, endometriosis, kista ovarium, PCOS, gangguan menstruasi dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan asuhan keperawatan pada pasien dengan infertilitas, khususnya bagi petugas kesehatan yang bertugas di poliklinik infertil atau obgyn.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menopause merupakan suatu kondisi yang akan dialami oleh setiap wanita sebagai bagian dari proses menua. Menopause adalah fase peralihan dari masa reproduktif menuju ke masa non reproduktif yang ditandai dengan berhentinya menstruasi Kejadian menopause dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita. Masalah- masalah kesehatan sering dialami pada usia menopause. Wanita yang sudah menopause sangat rentan terhadap timbulnya penyakit degeneratif.
Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 57 wanita usia subur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 wanita usia subur. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner baku dan tidak baku,dan menggunakan teknik total sampling.Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Chi-Square.
Berdasarkan analisis statistik. Menunjukan bahwa nilai P-value 0,003 (p<0,05), maka dapat disimpulkan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara paritas dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,000 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara umur dengan kejadian menopause, nilai P- Value 0,026 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara status gizi dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,035 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara sumber informasi dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,007 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian menopause
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kanker serviks merupakan penyebab kematian perempuan kedua di Indonesia. Data Kemenkes tahun
2020 terdapat 36,633 (9,2%) kasus di Indonesia. Cakupan pemeriksaan IVA test di Kabupaten Bekasi yang masih rendah yaitu hanya 0,02% pada Triwulan 1 (Januari s.d maret) Tahun 2022 dari 44 Kecamatan dan 44 Puskesmas. Masih kurangnya pengetahuan dan informasi yang keliru tentang kanker serviks sehingga wanita usia subur takut melakukan pemeriksaan IVA test. Tenaga Kesehatan membantu program pemerintah membantu memberikan edukasi dan informasi pada wanita usia subur untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks dan melakukan deteksi dini dengan metode IVA test. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita subur melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Populasi seluruh wanita usia subur di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022 yaitu sebanyak
258 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 160 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis adanya pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur (WUS) melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2020 dengan nilai P value < 0,05. Kesimpulan, terdapat peningkatan yang sangat siginfikan terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur setelah diberikan media audio visual. Dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2020.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Menopause merupakan suatu kondisi yang akan dialami oleh setiap wanita sebagai bagian dari proses menua. Menopause adalah fase peralihan dari masa reproduktif menuju ke masa non reproduktif yang ditandai dengan berhentinya menstruasi Kejadian menopause dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita. Masalah- masalah kesehatan sering dialami pada usia menopause. Wanita yang sudah menopause sangat rentan terhadap timbulnya penyakit degeneratif. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 57 wanita usia subur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 wanita usia subur. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner baku dan tidak baku,dan menggunakan teknik total sampling.Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Chi-Square. Berdasarkan analisis statistik. Menunjukan bahwa nilai P-value 0,003 (p0,05), maka dapat disimpulkan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara paritas dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,000 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara umur dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,026 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara status gizi dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,035 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara sumber informasi dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,007 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian menopause.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Kanker serviks merupakan penyebab kematian perempuan kedua di Indonesia. Data Kemenkes tahun 2020 terdapat 36,633 (9,2%) kasus di Indonesia. Cakupan pemeriksaan IVA test di Kabupaten Bekasi yang masih rendah yaitu hanya 0,02% pada Triwulan 1 (Januari s.d maret) Tahun 2022 dari 44 Kecamatan dan 44 Puskesmas. Masih kurangnya pengetahuan dan informasi yang keliru tentang kanker serviks sehingga wanita usia subur takut melakukan pemeriksaan IVA test. Tenaga Kesehatan membantu program pemerintah membantu memberikan edukasi dan informasi pada wanita usia subur untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks dan melakukan deteksi dini dengan metode IVA test. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita subur melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Populasi seluruh wanita usia subur di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2022 yaitu sebanyak 258 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 160 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis adanya pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur (WUS) melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2020 dengan nilai P value 0,05. Kesimpulan, terdapat peningkatan yang sangat siginfikan terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur setelah diberikan media audio visual. Dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi wanita usia subur melakukan IVA test di TPMB Yulia Ningrum Tahun 2020.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut BKKBN, KB aktif PUS tahun 2019 di Indonesia sebesar 62,5%, dan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 2018 yaitu sebesar 63,27%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya keikutsertaan PUS Dalam Memilih Kontrasepsi implan Di Klinik Khanza Medika. Dalam penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Populasi seluruh PUS yang tidak menggunakan kontrasepsi implan di Klinik Khanza Medika. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Non probability Sampling dengan jumlah sampel 122 reponden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukan bahwa umur (p-value=0,003) OR 0,857, pendidikan (p-value=0,007) OR 10,000, paritas (p-value=0,000) OR 40,000, pengetahuan (p-value=0,015) OR 1,135, sikap (p-value=0,279), dan dukungan suami (p-value=0,025) OR 1,125. Ada hubungan antara umur, pendidikan, paritas, pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan kontrasepsi implan di Klinik khanza Medika. Sedangkan pada variabel sikap tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemilihan metode kontrasepsi implan.