BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian makanan tambahan berbahan pangan sumber zat gizi, seperti cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata) terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di MTs Nihayatul Amal Serang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 remaja putri yang mengalami anemia ringan. Intervensi berupa cookies pumpkin seeds diberikan sebanyak 100 gram per hari selama 10 hari, dibagi dalam dua kali pemberian. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan jeda 5 hari setelah intervensi selesai. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (20 orang; 100%) mengalami anemia ringan sebelum intervensi dengan rata-rata kadar hemoglobin 11,17 ± 0,433 g/dL. Setelah intervensi, 8 responden (40%) mencapai kategori normal dan 12 responden (60%) masih mengalami anemia ringan, dengan rata-rata kadar hemoglobin 11,75 ± 0,592 g/dL. Terdapat peningkatan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 0,58 g/dL dan hasil uji menunjukkan p < 0,001. Kesimpulannya, terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata)
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan perilaku yang muncul menjelang menstruasi serta dapat menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas remaja putri. Pumpkin seeds (Cucurbita moschata) mengandung magnesium, zinc, asam lemak tak jenuh, dan senyawa bioaktif yang berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri PMS. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi pumpkin seeds (Cucurbita moschata) terhadap intensitas nyeri Premenstrual Syndrome pada remaja putri di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 38 remaja putri dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Responden diberikan pumpkin seeds sangrai sebanyak 28 gram per hari selama 10 hari berturut-turut, dimulai pada awal fase luteal. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 18 responden (47,4%), nyeri berat 12 responden (31,6%), dan nyeri ringan 8 responden (21,1%), dengan rata-rata skor 5,79 ± 2,220. Setelah intervensi, 24 responden (63,2%) mengalami nyeri ringan, 9 responden (23,7%) tidak nyeri, dan 5 responden (13,2%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,92 ± 1,683. Terjadi penurunan rata-rata intensitas nyeri sebesar 3,87 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p < 0,001. Penelitian dilakukan tahun 2026. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian pumpkin seeds (Cucurbita moschata) sebanyak 28 gram per hari selama 10 hari terhadap penurunan intensitas nyeri Premenstrual Syndrome pada remaja putri