ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek merupakan salah satu pelayanan kesehatan tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker. Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang dapat memberikan kemananan, kerasionalan dalam penggunaan obat sehingga tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung 13 Juni – 5 Juli 2022 dilihat dari parameter pengukurannya yaitu berwujud (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), kepastian (assurance), kepedulian (emphaty) dan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung. Jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif analitik. Cara pengambilan sampel mengunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh berdasarkan perhitungan slovin sebanyak 109 sampel. Analisis data univariat menggunakan skala likert dan Customer Satisfaction Index (CSI), bivariat dengan bantuan program SPSS Versi 25 uji chi square. Hasil penelitian pada uji chi square dari karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan didapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan adalah karakteristik konsumen berdasarkan umur dengan nilai P value 0,741, pendidikan P value 0,545, pekerjaan P value 0,059, pengeluaran P value 0,102 dan tujuan pengobatan P value 0,266. Sedangkan yang terdapat hubungan adalah karakteristk jenis kelamin dengan nilai P value 0,043 dan frekuensi kunjungan P value 0,019. Hasil tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung secara keseluruhan konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan. Kata Kunci : Apotek, Pelayanan Kefarmasian, Tingkat Kepuasan Konsumen
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI Skripsi, Agustus 2022 Nama : Baiq Laela Zaeni NIM : 010718005 TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN OBAT TANPA RESEP DI APOTEK KHANZA MEDIKA PERIODE 15-24 JULI 2022 xvi 16+Halaman 58+Tabel 14+Lampiran 13. ABSTRAK Apotek merupakan salah satu tempat dilakukannya pelayanan kefarmasian berupa pelayanan informasi obat yang diberikan secara langsung kepada konsumen yang datang untuk membeli obat tanpa resep untuk mengetahui kepuasan konsumen dalam menerima pelayanan kefarmasian. Kepuasan konsumen yang diterima dilihat dengan metode service quality, yang membagi kualitas layanan ke dalam 5 dimensi, yaitu; bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan obat tanpa resep di Apotek Khanza Medika periode 15-24 juli tahun 2022. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu dekriptif, Penelitian ini dilakukan di Apotek Khanza Medika, dengan jumlah sampel 78 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan menggunakan kuesioner. Analisis data yang diterapkan pada penelitian ini yaitu CSI,analisis servqual GAP, Importance Performance Analysis(IPA). Hasil dari perhitungan CSI total keseluruhan dimensi untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen yaitu 86,54 % di kategorikan (sangat puas), analisis servqual GAP ke lima dimensi yaitu; bukti langsung -0,29, kehandalan -0,45, daya tanggap -0,32, jaminan - 0,45, dan empati -0,19. ke lima dimensi menunjukan angka negatif dapat di kategorikan bahwa konsumen tidak puas terhadap kualitas pelayanan yang diberikan dan total rata-rata keseluruhan dimensi diperoleh GAP -0,34 dengan kategori (sedang). Sedangkan hasil IPA terbagi 4 kuadran yaitu; kuadran I dengan prioritas pertama apotek, kuadran II untuk mempertahankan prestasi apotek, kuadran III prioritas rendah, kuadran IV berlebihan. Adapun saran sebagai berikut; bagi Apotek Khanza Medika, diharapkan dapat menjadi bahan masukkan terkait kekurangan dalam fasilitas dan pelayanan agar dapat menjadi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik lagi. Kata Kunci: Apotek, Kepuasan konsumen, Pelayanan obat tanpa resep, Service quality
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang berperan penting
dalam menjaga loyalitas pelanggan melalui kualitas sarana prasarana dan pelayanan
kefarmasian yang diberikan. Persaingan antarapotek yang semakin ketat menuntut
pengelola apotek untuk memperhatikan kedua aspek tersebut secara bersamaan agar
mampu mempertahankan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian, baik secara parsial
maupun simultan, terhadap loyalitas pelanggan di Apotek Sehati Jababeka.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik
korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan
menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan
melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis
menggunakan uji asumsi klasik berupa normalitas, multikolinearitas, dan
heteroskedastisitas serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kualitas sarana prasarana secara parsial tidak berpengaruh
signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,090), sedangkan pelayanan
kefarmasian berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap loyalitas
pelanggan (Sig. = 0,000). Secara simultan, kualitas sarana prasarana dan pelayanan
kefarmasian berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,000)
dengan kontribusi sebesar 36,7% (R² = 0,367), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh
faktor lain di luar model penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan
kefarmasian merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan sarana prasarana
dalam membentuk loyalitas pelanggan di Apotek Sehati Jababeka. Apotek
disarankan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian sebagai
strategi utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan, tanpa mengabaikan
pemeliharaan sarana prasarana sebagai faktor pendukung.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penyakit alergi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga penggunaan antihistamin terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penjualan antihistamin generasi pertama dan generasi kedua serta hubungan faktor harga, efektivitas, efek samping, rekomendasi dokter atau apoteker dan ketersediaan obat dengan pemilihan antihistamin di Apotek Haka Farma. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 64 konsumen yang membeli antihistamin di Apotek Haka Farma periode 18 Juni – 7 Juli 2026. Data dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan antihistamin generasi kedua lebih tinggi dibandingkan generasi pertama, yaitu 59 strip (71,1%) dan 24 strip (28,9%). Cetirizine merupakan antihistamin yang paling banyak terjual sebanyak 32 strip. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin (p = 0,001), sedangkan faktor harga, efektivitas, rekomendasi dokter atau apoteker, dan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Fisher's Exact Test digunakan pada variabel yang tidak memenuhi asumsi uji Chi-Square. Kesimpulannya, antihistamin generasi kedua lebih banyak dipilih dibandingkan generasi pertama, dan hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang masih tinggi di dunia dan Indonesia, tingkat pengetahuan diduga berperan dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Apotek Kaffah Farma. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 55 pasien hipertensi yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HK-LS dan MMAS-8, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (47,3%), namun kepatuhan penggunaan obat antihipertensi masih rendah (61,8%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi (p = 0,551). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Apotek Kaffah Farma. Hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, akses layanan kesehatan, serta motivasi yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri atau bersifat bakteriostatik yaitu menghambat terjadinya perkembangbiakan bakteri. Antibiotik Amoxicillin merupakan antibiotik yang paling banyak dikenal sekaligus dipergunakan oleh masyarakat tanpa resep dokter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap penggunaan antibiotik Amoxicillin. Menggunakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada 58 responden di kampung Wangunjaya RT 11/03 Kab. Purwakarta. Menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, Diuji menggunakan SPSS analisis univariat dan bivariat serta uji chi-square kuadrat. Dari penelitian ini didapatkan hasil dengan nilai (p = 0,000) yang artinya terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap penggunaan antibiotik Amoxicillin. Responden yang tingkat pengetahuannya kurang baik dan memiliki sikap yang kurang baik berisiko menggunakan antibiotik Amoxicillin yang tidak sesuai dengan aturan pakai. Tingkat pengetahuan yang baik dapat mengurangi dampak negatif penggunaan antibiotik Amoxicillin yang tidak sesuai aturan pakai.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang Analgetik termasuk obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri tanpa mempengaruhi kesadaran seseorang. Swamedikasi merupakan sumber utama pilihan kesehatan dan menjadi bagian upaya masyarakat untuk memperoleh kesehatan atas usahanya sendiri sesuai kemampuan serta pengetahuan yang dimiliki. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana hubungan karakteristik dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki masyarakat Dusun Krasak Desa Tegalsari terhadap swamedikasi analgetik. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini sebanyak 300 jiwa. Dengan teknik purposive sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian sebanyak 75 sampel. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan tentang swamedikasi analgetik tergolong baik sebanyak 62 responden (82,7%). Karakteristik masyarakat meliputi usia, pendidikan, tempat memperoleh obat, keluhan penyakit dan jenis obat yang digunakan mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan terhadap swamedikasi analgetik, karena nilai p value yang diperoleh kurang dari nilai signifikan α yang digunakan yaitu 0,1. Nilai p value usia ( p = 0,082), pendidikan (p = 0,001), tempat memperoleh obat (p = 0,000), keluhan penyakit (p = 0,022) dan p value dari jenis obat yang digunakan sebesar (p = 0,000). Kesimpulan karakteristik masyarakat yang mempunyai hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan pada swamedikasi analgetik diantaranya usia, pendidikan, tempat memperoleh obat, keluhan penyakit dan jenis obat yang digunakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Salah satu Apotek yang berada di Purwakarta adalah
Apotek Simpang yang memiliki rata-rata jumlah kunjungan pasien setiap harinya
kurang lebih 50 pasien. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien
terhadap pelayanan kefarmasian dan mengetahui hubungan antara karakteristik
dengan tingkat kepuasan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.
Model penelitian ini adalah servQual yang terdiri dari lima dimensi. Hasil dan
kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap
pelayanan kefarmasian di Apotek Simpang Purwakarta menggunakan lima
dimensi. Nilai yang paling tinggi adalah parameter empati (emphaty)
92,61%(sangat puas), dan nilai yang paling rendah bukti langsung (tangibles)
86,93%(sangat puas). Untuk hubungan karakteristik dengan tingkat kepuasan
tidak ada hubungan karena nilai signifikan > nilai p value.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Apotek merupakan salah satu tempat dilakukannya pelayanan kefarmasian berupa pelayanan informasi obat yang diberikan secara langsung kepada konsumen yang datang untuk membeli obat tanpa resep untuk mengetahui kepuasan konsumen dalam menerima pelayanan kefarmasian. Kepuasan konsumen yang diterima dilihat dengan metode service quality, yang membagi kualitas layanan ke dalam 5 dimensi, yaitu; bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan obat tanpa resep di Apotek Khanza Medika periode 15-24 juli tahun 2022. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu dekriptif, Penelitian ini dilakukan di Apotek Khanza Medika, dengan jumlah sampel 78 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan menggunakan kuesioner. Analisis data yang diterapkan pada penelitian ini yaitu CSI,analisis servqual GAP, Importance Performance Analysis(IPA). Hasil dari perhitungan CSI total keseluruhan dimensi untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen yaitu 86,54 % di kategorikan (sangat puas), analisis servqual GAP ke lima dimensi yaitu; bukti langsung -0,29, kehandalan -0,45, daya tanggap -0,32, jaminan -0,45, dan empati -0,19. ke lima dimensi menunjukan angka negatif dapat di kategorikan bahwa konsumen tidak puas terhadap kualitas pelayanan yang diberikan dan total rata-rata keseluruhan dimensi diperoleh GAP -0,34 dengan kategori (sedang).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Apotek merupakan salah satu pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung pada parameter pengukuran berwujud, kehandalan, daya tanggap, kepastian, kepedulian dan mengetahui hubungan yang signifikan antara karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung. Metode deskriptif analitik dengan analisis univariat menggunakan skala likert dan Customer Satisfaction Index (CSI), bivariat dengan uji chi square. Hasil uji chi square dari karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan yang tidak terdapat hubungan signifikan adalah karakteristik konsumen berdasarkan umur dengan nilai P value 0,741, pendidikan 0,545, pekerjaan 0,059, pengeluaran 0,102 dan tujuan pengobatan 0,266. Sedangkan yang terdapat hubungan signifikan adalah karakteristk jenis kelamin dengan nilai P value 0,043 dan frekuensi kunjungan 0,019. Hasil tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian secara keseluruhan konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja. Klinik Pratama Kemala ini menerima pasien umum, pasien BPJS, pasien asuransi & pasien kerja sama dengan perusahaan sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk berobat diklinik ini. Maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek rawat jalan Klinik Pratama Kemala Daerah Cikarang Pusat” dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang tingkat kepuasan pasien mengenai pelayanan kefarmasian di klinik pratama kemala.
Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini digunakan kuisioner yang diisi oleh pasien rawat jalan diapotek dengan populasi sebulan sebanyak 3000 pasien, kemudian digunakan dengan rumus slovin memperoleh 97 sampel. Analisis univariat menggunakan teknik statistik deskriptif dengan memperhitungkan parameter masing-masing variable parameter. Dengan memakai skala likert dan interval untuk menghitung pertanyaan kuisioner. Kepuasan diukur berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), keyakinan (assurance), empati (emphaty), fasilitas (tangible).
Hasil dari penelitian kepuasan pasien menggunakan berdasarkan lima dimensi yaitu kehandalan (reliability) didapatkan nilai rata-rata 3,28 (sangat puas), ketanggapan (responsiveness) didapatkan nilai rata-rata 3,37 (sangat puas), keyakinan (assurance) didapatkan nilai rata-rata 3,42 (sangat puas), empati (emphaty) didapatkan nilai rata-rata 3,49 (sangat puas), fasilitas (tangible) didapatkan nilai rata-rata 3,55 (sangat puas).
Data tersebut menghasilkan bawa pasien merasa sangat puas pada pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh petugas kefarmasian di apotek rawat jalan klinik pratama kemala daerah cikarang pusat.