Abstrak
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang masih tinggi di dunia dan Indonesia, tingkat pengetahuan diduga berperan dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Apotek Kaffah Farma. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 55 pasien hipertensi yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HK-LS dan MMAS-8, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (47,3%), namun kepatuhan penggunaan obat antihipertensi masih rendah (61,8%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi (p = 0,551). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Apotek Kaffah Farma. Hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, akses layanan kesehatan, serta motivasi yang tidak diteliti dalam penelitian ini.