BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Dampak masa pandemi COVID-19 selama tiga tahun belakangan ini
menyebabkan intensitas penggunaan masker menjadi sangat penting. Dampak dari
penggunaan masker salah satunya menyebabkan bibir menjadi mudah kering dan
pecah - pecah, sensasi gatal dan kemerahan. Pasien di anjurkan untuk mengoleskan
pelembab pada bibir kering dan pecah-pecah serta mengkonsumsi setidaknya 8
gelas per hari, buah-buahan dan sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
tingkat loyalitas, karakteristik dan persentase dari pengguna Vaseline® Lip Care.
Metode pengumpulan data menggunakan Kuesioner yang sudah di sebarkan sesuai
sampel yaitu sebanyak 71 sampel dengan uji pendahulan 30 responden yang di olah
datanya menggunakan SPSS versi 22, setelah itu data di olah lagi menggunakan
analisis Net Promoting Score (NPS) yaitu sebuah alat manajemen yang dapat di
gunakan untuk mengukur tingkat loyalitas konsumen pada suatu produk di mulai
dengan meminta ulasan dari konsumen untuk menilai kuesioner dengan angka
antara 0 – 10 dan penilaian di bagi menjadi 3 yaitu detractor, passive dan promotor.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata – rata NPS dari 12 pernyataan yang
telah di isi oleh responden di dapatkan hasil rata - rata skor NPS 68,75%.
Berdasarkan hasil skor NPS 68,75% mendapatkan tingkat peringkat sangat loyal
dikarenakan hal tersebut telah di buktikan berdasarkan data parameter Net
Promoting Score.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Paparan sinar matahari yang cukup panas menyebabkan kaki menjadi kering dan pecah pecah. Salah satu sinar yang dapat mempengaruhi elastis pada kulit adalah sinar UV A , diklaim dapat langsung menyerap ke lapisan dermis. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengukuran loyalitas konsumen melalui kualitas produk, minat beli, harga dan gaya hidup terhadap kepuasan penggunaan vaseline petroleum jelly untuk kaki kering (Xerosis) dan pecah pecah (Keratoderma) pada mahasiswa Universitas Medika Suherman.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan sumber data penelitian ini adalah seluruh prodi mahasiswa/i Universitas Medika Suherman dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Net Promoter Score (NPS) yang diolah menggunakan SPSS versi 22.
Hasil penelitian ini menunjukan konsumen berkategori sangat loyal terhadap produk vaseline petroleum jelly dengan rata rata NPS 56,25% , mendapatkan kategori sangat loyal karena pelayanan yang sangat baik, vaseline juga mudah digunakan, dan dapat melembabkan saat digunakan. Kategori sangat loyal ditunjukan dengan nilai NPS > 50, loyal dengan nilai NPS = 0 -50, dan tidak loyal dengan nilai NPS < 0.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pada kalangan remaja khususnya mahasiswi produk vaseline dikenal sebagai
produk yang digunakan pada tubuh sebagai hand and body lotion. Salah satu
sumber informasi yang dapat mempertahankan kesan merek dikalangan konsumen
dapat berupa leafleat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik
responden, ada atau tidaknya perbedaan skor atau nilai, sebelum (pre test) dan
sesudah (post test) diberikan edukasi menggunakan leaflet mengenai manfaat
pemakaian vaseline pada 64 responden. Hasil uji validitas menunjukan r hitung > r
tabel (0,463), uji reliabilitas r hitung > Cronbachs alfa (0,740), karakteristik
responden berjenis kelamin perempuan, mahasiswi dengan usia terbanyak 17-21
tahun (57,81%), 22-24 tahun (42,18%). Semester 6 (15,62%), semester 7 (17,18%),
semester 8 (67,20%). Hasil analisis penilaian skor terjadi peningkatan 56 responden
(87,5%), penurunan skor pada 2 responden (3,1%) dan tidak terjadi perubahan skor
pada 6 responden (9,4%). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan adanya perbedaan
skor atau nilai, sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan leaflet
mengenai manfaat pemakaian vaseline.