Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Jarak kehamilan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor -faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd. Keb Tahun 2024

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Menurut (WHO) terdapat 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin, diperkirakan akan mencapai 6,3 juta ditahun 2050. Di Asia rupture perineum dalam masyarakat tercatat 50% dari kejadian rupture perineum di dunia yang menunjukkan bahwa masalah ini memerlukan perhatian lebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rupture Perineum Pada Ibu Bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dari bulan Januari - Desember 2024 sebanyak 86 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil penelitian di ketahui bahwa dari hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,003 < α (0,05), artinya ada hubungan paritas dengan rupture perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,063 < α (0,05), artinya ada hubungan umur ibu dengan ruptur perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,004 < α (0,05), artinya ada hubungan jarak kehamilan dengan ruptur perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,031 < α (0,05), artinya ada hubungan berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb Tahun 2024. Hasil penelitian ini bertujuan sebagai masukan kepada bidan dilingkungan sekitar untuk memberikan asuhan kebidanan yang bermanfaat dan mengurangi dampak terjadinya ruptur perineum.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus di Wilayah Kerja Puskesmas Tambun Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Abortus merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak kesakitan dan kematian ibu. factor resiko terjadinya abortus adalah usia, paritas, riwayat abortus sebelumnya, jarak kehamilan, pendidikan dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil usia kehamilan 0-20 minggu yang mengalami abortus pada bulan Januari - Oktober 2022 dengan total sampel, sebanyak 78 ibu. Pengumpulan data menggunakan Check list dan di analisisa univariat dan bivariate dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel paritas (P = 0,011), riwayat abortus (P = 0,026) dan jarak kehamilan (P = 0,020) merupakan faktor-faktor yang memiliki adanya hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Sedangkan variabel usia (P = 1,000), pendidikan (P = 1,000) dan pekerjaan (P = 0,555) merupakan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN & PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2022 Nama : Romaulina NIM : 221050038 Judul (Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022) xix+ 75 Halaman+14 Tabel+ 5 Lampiran ABSTRAK Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dengan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. WHO memperkirakan 4,2 juta kasus abortus terjadi setiap tahun di Asia Tenggara, dengan perincian 1,3 juta di Vietnam dan Singapura, antara 750.000 sampai 1,5 juta di Indonesia, antara 155.000 sampai 750.000 di Filipina dan antara 300.000 sampai 900.000 di Thailand, namun tidak dikemukakan perkiraan kejadian abortus di Kamboja, Laos dan Myanmar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil usia kehamilan 0-20 minggu yang mengalami abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun pada bulan Januari - Oktober 2022 dengan sampel yakni total sampel, sebanyak 78 ibu. Instrument pengumpulan data dengan data sekunder, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel paritas (P = 0,011), riwayat abortus (P = 0,026) dan jarak kehamilan (P = 0,020) merupakan faktor-faktor yang memiliki adanya hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Sedangkan variabel usia (P = 1,000), pendidikan (P = 1,000) dan pekerjaan (P = 0,555) merupakan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Terdapat hubungan bermakna antara paritas, riwayat abortus dan jarak kehamilan dengan kejadian abortus di wilayah kerja puskesmas Tambun tahun 2022. Sedangkan usia, pendidikan dan pekerjaan tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus diwilayah kerja puskesmas Tambun tahun 2022. Diharapkan fasilitas kesehatan masyarakat dan institusi pendidikan dapat memberikan promosi kesehatan sehingga dapat mencegah kejadian abortus dan menurunkan angka kejadian abortus. Bahan bacaan jumlah (2011-2022) Kata Kunci : Abortus, Jarak Kehamilan, Paritas, Riwayat Abortus Jumlah kata (273)

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Status Gizi Ibu Hamil Pada Masa Kehamilan di Puskesmas Sukatani Tahun 2019

2022•Koleksi Perpustakaan

Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang di kandung.bila status gizi normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkianan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Dengan kata lain, kualitas bayi yang dilahirkan sangat bergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil. tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil pada masa kehamilan di Puskesmas Suktani tahun 2019 Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu hamil di Poli KIA Puskesmas Sukatani pada bulan oktober- desember Tahun 2019 yang berjumlah 504 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC sebanyak 203 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian bivariat menunjukan umur ibu P=0,034, OR 2,049. pendidikan P=0,002, OR 2,574. Pengetahuan P=0,003, OR 2,421. Pekerjaan P=0,010, OR 2,178. pendapatan P=0,001, OR 2,778. jarak kehamilan p=0,001, OR 2,496. riwayat merokok p=0,009, OR 2,203. Ada hubungan signifikan antara umur, pendidikan, pengetahuan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, jarak kehamilan, riwayat merokok dan tidak ada kesenjangan. Kesimpulan penelitian ini adalah dari 7 variabel yang diteliti, pada variabel umur, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, jarak kehamilan dan riwayat merokok memiliki hubungan dengan status gizi ibu hamil pada masa kehamilan. Disarankan bagi ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi selama kehamilan. Bagi petugas Puskesmas untuk memberikan informasi kepada ibu hamil tentang gizi pada masa kehamilan agar tidak ada ibu hamil yang Kurang Energi Kronis.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli- Desember Tahun 2016

2020•Koleksi Perpustakaan

Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dua parameter yang lazim digunakan untuk mengukur status kesehatan masyarakat suatu negara secara umum karena menggambarkan banyak hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian berat bayi lahir rendah dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017 yaitu 643 persalinan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 198 bayi yang mengalami BBLR dan 445 bayi yang tidak mengalami BBLR sebagai pembanding. Rancangan analisa data adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara faktor usia ibu P value 0,001 dan OR 1,837, Paritas P value 0,000 dan OR 2,680, Jarak Kehamilan P value 0,013 dan OR 1,800, Anemia P value 0,001 dan OR 1,966 dan Pendidikan P value 0,000 dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa tidak ada kesenjangan antara teori dan penelitian yang ada dilapangan antara kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Saran bagi tenaga kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam mengatasi kejadian BBLR dengan metode pencegahan, pengobatan yang cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat menurunkan angka kejadian yang sudah ada, disarankan untuk tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang dilakukan setiap 1 bulan sekali di posyandu maupun di puskesmas.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian BBLR di RSUD Kabupaten Bekasi Periode Maret-April Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kejadian berat bayi lahir rendah di Indonesia tahun 2014 yaitu 14% atau 710.000 dari 5 juta bayi lahir per tahun. Sedangkan menurut Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2015 terdapat 7,5% atau 355.000 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (Depkes RI, 2015). Kejadian BBLR di RSUD Kab Bekasi periode Januari - November tahun 2018 sebesar 118 bayi dari 442 kelahiran hidup atau 26,6 % bayi yang BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Kab Bekasi periode Maret-April tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang baru lahir di RSUD Kab Bekasi pada periode Maret-April tahun 2019 yaitu sebanyak 157 bayi. Sample yang diteliti adalah seluruh bayi baru lahir yang mengalami BBLR di RSUD Kab Bekasi Periode Maret - April tahun 2019. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis dan data sekunder. Analisis data Univariat menggunakan presentase dan analisis data Bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian BBLR, nilai P=0,016, hasil OR 2,986. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR, nilai P=0,041. Ada hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR, nilai P=0,043. Ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR, nilai P=0,031, hasil OR 3,090. Kesimpulan dari hasil penelitian dari 4 variabel yamg diteliti memiliki hubungan antara umur, paritas, anemia dan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir di RSUD KaB Bekasi periode Maret - April tahun 2019.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail