Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Abortus
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Inkomplit Pada Ibu Hamil Trimester I dan II di RS Sentra Medika Tahun 2022

2024•Koleksi Perpustakaan

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai dari konsepsi dan berakhir sampai awal persalinan. Permasalahan selama masa kehamilan disebabkan oleh perdarahan 42%, eklampsia 13%, kejadian abortus 11%, infeksi 10%, persalinan macet 9% dan penyebab lain 15%. Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi yang terjadi pada umur kehamilan <20 minggu dan berat janin ≤500 gram. Adapun dampak dari masalah bila tidak mendapat penanganan yang cepat dan tepat maka akan dapat menambah Angka Kematian Ibu (AKI) yang disebabkan oleh komplikasi dari abortus yaitu terjadinya perdarahan, perforasi, infeksi dan syok. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Abortus Inkomplit pada ibu hamil trimester I dan II di RS Sentra Medika Tahun 2022. Jenis penelitian dengan metode analitik kuantitatif dan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah115 ibu hamil yang mengalami abortus di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Sampel penelitian berjumlah 61 responden ibu hamil yang mengalami abortus inkomplit dan 54 responden ibu yang mengalami non abortus inkomplit. Teknik pengambilan sampel total sampling dengan pengumpulan data menggunakan data sekunder. Uji statistic yang digunakan adalah chi-square dan odd ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel usia (P= 0,029), paritas (P= 0,025), riwayat abortus (P= 0,007), pekerjaan (P= 0,011). Hasil analisa untuk variabel usia, paritas, riwayat abortus dan pekerjaan yaitu ada hubungan bermakna dengan kejadian abortus inkomplit. Ada hubungan usia, paritas, riwayat abortus dan pekerjaan dengan kejadian abortus inkomplit pada ibu hamil trimester I dan II di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Saran agar penelitian ini bisa menjadi informasi pengetahuan untuk ibu hamil dan peneliti selanjutnya.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Inkomplit Pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Yulia Ningrum, Am.Keb Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Menurut World Health 0rganization (WHO) melaporkan terdapat 210 kematian Wanita tiap 100.000 kelahiran hidup akibat komplikasi dan persalinan di tahun 2013 dan jika dibandingkan dengan Negara Asia Tenggara angka kematian maternal ini masih cukup tinggi di negara-negara ASEAN. Angka kematian ibu (AKI) merupakan barometer pelayanan Kesehatan ibu disuatu negara. Bila AKI masih tinggi berarti pelayanan Kesehatan ibu belum baik sebaiknya bila AKI rendah penyalanan Kesehatan ibu sudah baik. Berdasarkan survey tahun 2012 yang dilakukan oleh survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI ) AKI menunjukan kenaikan 228 di tahun 2007 menjadi 359 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit pada ibu hamil trimester 1 di praktek bidan mandiri (PMB) Yulia Ningrum,Am.Keb desa karang asih cikarang utara Kab.Bekasi Tahun 2022. Jenis penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan rancangan study Cross Sectional. ibu hamil trimester 1 yang ada di PMB tahun 2021 dan 2022. Jumlah ibu hamil trimester 1 yaitu 252 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling sehingga sampel sama dengan populasi yaitu 252 ibu hamil trimester1. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah rekam medis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian Abortus Inkomplit di praktek bidan mandiri (PMB) Ny.Yulia Ningrum Amd Keb, Bekasi Tahun 2022 adalah usia (p=0.000), pendidikan (p=0.000), pekerjaan (p=0.000) dan anemia (p=0.000) sedang paritas (p=0.172) tidak berhubungan kejadian Abortus Inkomplit. Kesimpulan bahwa dari variabel yang di teliti (Usia, Pendidikan, Pekerjaan dan Anemia) berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit pada ibu hamil trimester 1 di praktek bidan mandiri (PMB) Ny.Yulia Ningrum,Amd Keb, Bekasi tahun 2023 sedangkan Paritas tidak berhubungan. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi PMB Bidan Ny.Yulia Ningrum,AMd.Keb untuk lebih meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit sehingga diharapkan kepada ibu agar lebih menjaga kehamilan.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus di Wilayah Kerja Puskesmas Tambun Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Abortus merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak kesakitan dan kematian ibu. factor resiko terjadinya abortus adalah usia, paritas, riwayat abortus sebelumnya, jarak kehamilan, pendidikan dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil usia kehamilan 0-20 minggu yang mengalami abortus pada bulan Januari - Oktober 2022 dengan total sampel, sebanyak 78 ibu. Pengumpulan data menggunakan Check list dan di analisisa univariat dan bivariate dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel paritas (P = 0,011), riwayat abortus (P = 0,026) dan jarak kehamilan (P = 0,020) merupakan faktor-faktor yang memiliki adanya hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Sedangkan variabel usia (P = 1,000), pendidikan (P = 1,000) dan pekerjaan (P = 0,555) merupakan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Abortus Immines Pada Ibu Hamil Trimestes I di TPMB Iin Sepnita Dewi Cikarang Pusat Bekasi Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Abortus merupakan masalah kesehatan reproduksi yang perlu mendapatkan perhatian dan merupakan penyebab penderitaan wanita di seluruh dunia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian sampling dengan metode Cross-sectional yang didukung oleh data sekunder berupa data yang diperoleh lokasi penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah 82 responden yang melakukan pemeriksaan hamil bulan Januari – Oktober 2022. Sampel penelitian ini menggunakan Teknik total sampling sebanyak 82 responden. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa rekam medik. Dan di Analisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian abortus imminens di TPMB Iin Sepnita Dewi Usia ibu (0,004), Paritas (0,012), Pekerjaan (0,009), Riwayat Penyakit (0,002), Kehamilan Yang di Inginkan atau tidak diinginkan (0,002). Dari 5 variabel yang diteliti (Usia, Paritas, Pekerjaan, Riwayat Penyakit, Kehamilan Yang diinginkan atau tidak diinginkan), hasilnya semua variabel saling berhubungan dengan terjadinya abortus imminens di TPMB Iin Sepnita Dewi Tahun 2022. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Ibu merencanakan kehamilan, mengontrol selama kehamilan sehingga mengurangi resiko terjadinya abortus imminens khususnya di TPMB Iin Sepnita Dewi Tahun 2022.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS INKOMPLIT PADA IBU HAMIL TM I DI PMB YULIA NINGRUM, Am.Keb DESA KARANG ASIH KEC. CIKARANG UTARA KAB.BEKASI TAHUN 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Atik Nadhiroh NIM : 221050003 FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS INKOMPLIT PADA IBU HAMIL TM I DI PMB NY. YULIA NINGRUM,AM.Keb, CIKARANG TIMUR KAB. BEKASI Xvii + 85 halaman + 12 tabel + 2 bagan + 10 lampiran ABSTRAK Menurut World Health 0rganization (WHO) melaporkan terdapat 210 kematian Wanita tiap 100.000 kelahiran hidup akibat komplikasi dan persalinan di tahun 2013 dan jika dibandingkan dengan Negara Asia Tenggara angka kematian maternal ini masih cukup tinggi di negara-negara ASEAN. Angka kematian ibu (AKI) merupakan barometer pelayanan Kesehatan ibu disuatu negara. Bila AKI masih tinggi berarti pelayanan Kesehatan ibu belum baik sebaiknya bila AKI rendah penyalanan Kesehatan ibu sudah baik. Berdasarkan survey tahun 2012 yang dilakukan oleh survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI ) AKI menunjukan kenaikan 228 di tahun 2007 menjadi 359 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit pada ibu hamil trimester 1 di praktek bidan mandiri (PMB) Yulia Ningrum,Am.Keb desa karang asih cikarang utara Kab.Bekasi Tahun 2022. Jenis penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan rancangan study Cross Sectional. ibu hamil trimester 1 yang ada di PMB tahun 2021 dan 2022. Jumlah ibu hamil trimester 1 yaitu 252 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling sehingga sampel sama dengan populasi yaitu 252 ibu hamil trimester1. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah rekam medis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian Abortus Inkomplit di praktek bidan mandiri (PMB) Ny.Yulia Ningrum Amd Keb, Bekasi Tahun 2022 adalah usia (p=0.000), pendidikan (p=0.000), pekerjaan (p=0.000) dan anemia (p=0.000) sedang paritas (p=0.172) tidak berhubungan kejadian Abortus Inkomplit. Kesimpulan bahwa dari variabel yang di teliti (Usia, Pendidikan, Pekerjaan dan Anemia) berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit pada ibu hamil trimester 1 di praktek bidan mandiri (PMB) Ny.Yulia Ningrum,Amd Keb, Bekasi tahun 2023 sedangkan Paritas tidak berhubungan. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi PMB Bidan Ny.Yulia Ningrum,AMd.Keb untuk lebih meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit sehingga diharapkan kepada ibu agar lebih menjaga kehamilan

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN & PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2022 Nama : Romaulina NIM : 221050038 Judul (Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022) xix+ 75 Halaman+14 Tabel+ 5 Lampiran ABSTRAK Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dengan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. WHO memperkirakan 4,2 juta kasus abortus terjadi setiap tahun di Asia Tenggara, dengan perincian 1,3 juta di Vietnam dan Singapura, antara 750.000 sampai 1,5 juta di Indonesia, antara 155.000 sampai 750.000 di Filipina dan antara 300.000 sampai 900.000 di Thailand, namun tidak dikemukakan perkiraan kejadian abortus di Kamboja, Laos dan Myanmar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil usia kehamilan 0-20 minggu yang mengalami abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun pada bulan Januari - Oktober 2022 dengan sampel yakni total sampel, sebanyak 78 ibu. Instrument pengumpulan data dengan data sekunder, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel paritas (P = 0,011), riwayat abortus (P = 0,026) dan jarak kehamilan (P = 0,020) merupakan faktor-faktor yang memiliki adanya hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Sedangkan variabel usia (P = 1,000), pendidikan (P = 1,000) dan pekerjaan (P = 0,555) merupakan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Terdapat hubungan bermakna antara paritas, riwayat abortus dan jarak kehamilan dengan kejadian abortus di wilayah kerja puskesmas Tambun tahun 2022. Sedangkan usia, pendidikan dan pekerjaan tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus diwilayah kerja puskesmas Tambun tahun 2022. Diharapkan fasilitas kesehatan masyarakat dan institusi pendidikan dapat memberikan promosi kesehatan sehingga dapat mencegah kejadian abortus dan menurunkan angka kejadian abortus. Bahan bacaan jumlah (2011-2022) Kata Kunci : Abortus, Jarak Kehamilan, Paritas, Riwayat Abortus Jumlah kata (273)

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ABORTUS IMMINENS PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 DI TPMB IIN SEPNITA DEWI CIKARANG PUSAT BEKASI TAHUN 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Abortus merupakan masalah kesehatan reproduksi yang perlu mendapatkan perhatian dan merupakan penyebab penderitaan wanita di seluruh dunia. Abortus terbagi dua yaitu abortus spontan dan abortus provokatus. Ini menyebabkan masalah abortus mendapat perhatian, sebab dapat mempengaruhi morbiditas dan mortalitas maternal. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kejadian abortus salah satunya adalah faktor ibu yaitu umur ibu, paritas, usia kehamilan, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, status ekonomi, berbagai penyakit medis, status gizi ibu dan riwayat abortus. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian sampling dengan metode Cross-sectional yang didukung oleh data sekunder berupa data yang diperoleh lokasi penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah 82 responden yang melakukan pemeriksaan hamil bulan Januari – Oktober 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik total sampling dengan sampel sebanyak 82 responden. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa rekam medik. Dan di Analisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian abortus imminens di TPMB Iin Sepnita Dewi Usia ibu (0,004), Paritas (0,012), Pekerjaan (0,009), Riwayat Penyakit (0,002), Kehamilan Yang di Inginkan atau tidak diinginkan (0,002). Dari 5 variabel yang diteliti (Usia, Paritas, Pekerjaan, Riwayat Penyakit, Kehamilan Yang diinginkan atau tidak diinginkan), hasilnya semua variabel saling berhubungan dengan terjadinya abortus imminens di TPMB Iin Sepnita Dewi Tahun 2022. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Ibu merencanakan kehamilan, mengontrol selama kehamilan sehingga mengurangi resiko terjadinya abortus imminens khususnya di TPMB Iin Sepnita Dewi Tahun 2022.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Inkomplit di RSUD Kabupaten Bekasi

2020•Koleksi Perpustakaan

Kematian maternal dan neonatal merupakan masalah besar di negara-negara berkembang, penyebab kematian ibu di Indonesia yaitu perdarahan, eklampsia, spesis, hipertensi dalam kehamilan, partus macet. Di RSUD Kabupaten Bekasi pada periode Januari-Juni 2017 terdapat 726 ibu hamil, dan kasus abortus inkomplit merupakan kasus terbanyak yang terjadi yaitu sebanyak 60 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang datang di RSUD Kabupaten Bekasi Periode Januari-Juni tahun 2017 sebanyak 726 orang, sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh 60 ibu hamil yang mengalami abortus inkomplit yang berkunjungan dan terdaftar direkam medik RSUD Kabupaten Bekasi. Sumber data didapatkan dari rekam medik (Data Sekunder). Analisis dara yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian Uji Statistik Chi-Square didapatkan usia ibu P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 3.259, paritas P Value = 0,000 <a 0,05 dan OR 3.168, pendidikan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,553, pekerjaan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,734, Infeksi Kehamilan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,625, Anemia P Value = 0,002 <a 0,05 dan OR 2,468. Tidak ada kesenjangan antara teori dengan peneliti. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara usia ibu, paritas, pendidikan, pekerjaan, infeksi kehamilan, animia dengan kejadian abortus inkonplit pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017 dan sesuai dengan teori-teori yang sudah dikemukakan. Diharapkan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil agar lebih meningkatkan dan memelihara kesehatan untuk mencegah kejadian abortus inkomplit dengan cara memeriksakan kehamilan secara teratur ke pelayanan kesehatan.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail