BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kesehatan mental ibu hamil trimester III perlu diperhatikan karena perubahan fisik dan psikologis serta persiapan persalinan dapat meningkatkan kecemasan. Studi pendahuluan di Desa Banjarsari menunjukkan 6 dari 10 ibu hamil trimester III mengalami keluhan psikologis berupa kecemasan, kekhawatiran terhadap kondisi janin, dan gangguan tidur. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 50 ibu hamil trimester III menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan, kondisi ekonomi, dukungan suami dan keluarga, paritas, serta status pernikahan. Kesehatan mental dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan yang diukur menggunakan subskala Anxiety DASS-21. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 23 responden (46,0%) mengalami kecemasan kategori sedang. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan (p = 0,027), kondisi ekonomi (p = 0,001), dukungan suami dan keluarga (p = 0,008), paritas (p < 0,001), serta status pernikahan (p = 0,026) dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Kelima faktor yang diteliti berhubungan bermakna dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III yang dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan di Desa Banjarsari Kab. Bekasi Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Nyeri punggung merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis dan peningkatan beban tubuh selama kehamilan. Senam hamil merupakan salah satu upaya nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri punggung. Penelitian ini bertujuan mengetahui Efektivitas senam hamil terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Klinik Putri Amanda KP. Binong Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III. Tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi Verbal Descriptor Scale (VDS). Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum intervensi, 17 responden (57%) mengalami nyeri berat, 12 responden (40%) mengalami nyeri sangat berat, dan 1 responden (3%) mengalami nyeri sedang. Setelah intervensi, 15 responden (50%) tidak mengalami nyeri dan 15 responden (50%) mengalami nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = -4,808 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan senam hamil terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kehamilan trimester III merupakan periode yang dapat meningkatkan kecemasan ibu karena semakin dekat dengan proses persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dapat memengaruhi kondisi psikologis ibu dalam menghadapi persalinan. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan adalah aromaterapi lavender. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi lavender, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 responden (77,4%), kecemasan sedang sebanyak 6 responden (19,4%), dan tidak mengalami kecemasan sebanyak 1 responden (3,2%), dengan rata-rata skor HARS sebesar 18,32. Setelah diberikan aromaterapi lavender, sebanyak 25 responden (80,7%) mengalami kecemasan ringan, 5 responden
(16,1%) tidak mengalami kecemasan, dan 1 responden (3,2%) mengalami kecemasan sedang, dengan rata-rata skor HARS menurun menjadi 16,00. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,651 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu hamil, terutama pada trimester III. Perubahan postur tubuh akibat membesarnya rahim, peningkatan kadar hormon relaksin, serta bertambahnya beban kehamilan menyebabkan peregangan pada otot dan ligamen yang berujung pada rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, serta memengaruhi kesiapan ibu menghadapi persalinan. Upaya penanganan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang relatif aman, murah, mudah diterapkan, serta tanpa efek samping adalah pijat endorphin. Pijat ini merupakan teknik sentuhan lembut yang berfungsi merangsang pelepasan endorphin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di TPMB X Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi pijat endorphin. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum diberikan pijat endorphin, ibu hamil tanpa nyeri sebesar 16,7%, nyeri ringan 43,3%, nyeri sedang 30,0%, dan nyeri berat 10,0%. Setelah intervensi, proporsi tanpa nyeri meningkat menjadi 60,0%, nyeri ringan 30,0%, nyeri sedang 10,0%, dan tidak ditemukan nyeri berat. Uji statistik menunjukkan nilai Z = -4,434 dengan p-value < 0,01, yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pijat endorphin. Kesimpulan: Pijat endorphin terbukti efektif menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III, sehingga layak direkomendasikan sebagai salah satu metode terapi nonfarmakologis dalam pelayanan antenatal
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Baby blues merupakan gangguan emosional yang dialami ibu pasca persalinan dan sering kali diabaikan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang baby blues dapat meningkatkan risiko kejadian tersebut. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar umur ibu hamil tidak berisiko (20-35 tahun) yaitu sebanyak 23 orang (76,7%), berpendidikan tinggi (≥SMA) sebanyak 24 orang (80%), dan tidak bekerja sebanyak 21 orang (70%). Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 responden (70%). Setelah intervensi, Sebagian besar ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan menjadi 29 responden (96,7%) dengan kategori baik. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,011 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi Tahun 2025. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menjadikan leaflet sebagai media edukasi rutin dalam pelayanan antenatal care.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Nyeri punggung bawah selama kehamilan adalah masalah umum yang dialami banyak ibu hamil. Nyeri ini sering terjadi di daerah lumbosakral, yaitu area di bagian bawah punggung dan panggul. Penyebab utama nyeri ini biasanya melibatkan beberapa faktor yaitu perubahan postur tubuh, penambahan berat badan dan perubahan pada struktur tulang belakang. Untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di TPMB Bdn. Hj. Wiwin Wulandari, S.ST.,M.Si sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Penelitian menggunakan metode Pre-Eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian diambil dengan teknik Shapiro Wilk sebanyak 30 responden. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon.Ada pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri punggung ibu hamil trimester III di peroleh p-value =0,00 (P<0,05. Hal ini menunjukan bahwa kompres hangat dapat menurunkan frekuensi nyeri punggung ibu hamil trimester III. Ada pengaruh Kompres Hangat Terhadap Intensitas Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III. Diharapkan bidan dapat menerapkan kompres hangat sebagai metode nonfarmakologis yang mudah dan praktis sebagai salah satu alternative dalam mengurangi nyeri punggung ibu hamil Trimester III.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kecemasan adalah suatu perasaan tidak santai yang samar-samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut yang disertai suatu respon (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu). Suatu perasaan takut akan terjadi sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil primipara trimester 3 dalam menghadapi persalinan di TPMB Iin Sepnita Dewi tahun 2024. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 responden. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil : Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai P=0.000 <0,05 artinya ada pengaruh umur terhadap tingkat kecemasan, nilai P=0.009 >0,05 artinya ada pengaruh pendidikan terhadap tingkat kecemasan, nilai P=0.020 >0,05 artinya ada pengaruh pekerjaan terhadap tingkat kecemasan dan didapatkan nilai P=0.033 <0,05 artinya ada pengaruh pengetahuan terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di TPMB Iin Sepnita Dewi tahun 2024. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan kepada masyarakat tentang faktor risiko kecemasan ibu hamil, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan terjadinya dampak negatif pada ibu hamil dan janinnya
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pada kehamilan trimester III seiring dengan membesarnya rahim dengan adanya
pertumbuhan janin titik berat tubuh lebih condong kedepan sehingga ibu hamil harus menyesuaikan
posisinya untuk mempertahankan keseimbangan, akibatnya tubuh akan berusaha menarik bagian
punggung agar lebih kebelakang, tulang punggung bagian bawah pun lebih melengkung (lordosis)
serta otot-otot tulang belakang memendek sehingga akan menyebabkan terjadinya sakit atau nyeri
pada bagian punggung ibu hamil.
Desain penelitian menggunakan pra eksperimen (pra eksperimen desain) dengan
rancangan One Group Pretest Posttest. Populasi penelitian: Ibu hamil trimester III di TPMB Suheti
yang mengalami nyeri punggung sebanyak 38. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil trimester
III dengan keluhan nyeri punggung, teknik pengambilan sampel menggunakan purvosive sampling.
Pengumpulan data menggunakan lembar observasi nyeri punggung.
Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon signed rank test. Hasil perhitungan dengan
membandingkan skala nyeri punggung sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi
menunjukan bahwa ada perbedaan skala nyeri dengan nilai p= 0.000 < 0,05 yang artinya ada
pengaruh back massage terhadap pengurangan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya Pengaruh Back Massage Terhadap Kejadian
Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III di TPMB Suheti Bekasi 2023. Saran pada penelitian
ini adalah penelitian ini dapat menambah wawasan bagi ibu hamil tentang upaya pengurangan nyeri punggung dengan menggunakan terapi non farmakologi back massage.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kecemasan atau perasaan tidak nyaman dan tidak menentu yang diakibatkan oleh perubahan secara fisiologis dan psikologis. Emosi yang tidak stabil dapat mengakibatkan ibu hamil mengalami
kecemasan pada trimester III. Prenatal yoga sebagai salah satu alternatif yang dapat diberikan untuk
mengatasi kecemasan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh prenatal
yoga terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. Metode penelitian menggunakan desain quasy
experimen one group degan pendekatan non equivalent control group design yaitu desain pre-test
post test desain tanpa kontrol group. Populasi dalam penelitian ini semua ibu hamil trimester III
sebanyak 281 orang. Sampel penelitian ini ibu hamil trimester III yang masuk kriteria inklusi
sebanyak 35 orang di Klinik Ria Pilar. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Perinatal
Anxiety Screening Scale (PASS). Analisis yang digunakan adalah presentase dan mean untuk analisis
univariat dan Uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk bivariat didapatkan hasil rata-rata nilai penurunan
kecemasan 39,40 dan nilai Z -5.160 dan nilai sig (2-tailed) 0.000. Hasil nya terdapat pengaruh
prenatal yoga terhadap kecemasan ibu hamil trimester III di Klinik Ria Pilar Kabupaten Bekasi
(p>0.05). Kesimpulan prenatal yoga efektif dalam menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kecemasan pada ibu hamil biasanya pada trimester ketiga kehamilan hingga saat persalinan, dimasa pada periode ini ibu hamil merasa cemas terhadap berbagai hal seperti normal atau tidak normal bayinya lahir, nyeri yang akan dirasakan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di TPMB Siti Aisah tahun 2023 agar ibu hamil dapat mengatasi kecemasannya lebih tenang dan dalam menghadapi persalinan. Desain penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan jumlah sampel 70 ibu hamil trimester III. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariate dengan uji chi square. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil trimester III yaitu umur p value = 0,030 Nilai OR=4,333, status ekonomi p value = 0,049 Nilai OR=3,000, dukungan suami p value = 0,014 Nilai OR=3,923, dukungan tenaga kesehatan p value = 0,001 Nilai OR=6,765 dan yang tidak berhubungan yaitu pendidikan dengan p value = 1,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara umur, status ekonomi, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan dengan kecemasan ibu hamil trimester III, sedangkan untuk pendidikan tidak ada hubungannya dengan kecemasan ibu hamil trimester III di TPMB Siti Aisah tahun 2023. Disarankan bagi ibu hamil dan keluarga terutama suami agar selalu mengingatkan ibu hamil teratur melakukan pemeriksaan kehamilan serta mendukung ataupun membantu ibu hamil mengatasi kecemasan yang dihadapinya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Preeklampsia sebagai salah satu komplikasi persalinan didefinisikan sebagai suatu kumpulan gejala pada ibu hamil ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Penyebab awal terjadinya preeklampsia umumnya karena kegagalan plasentasi. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pre eklamsia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Babelan I 2022.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Besar sampel pada penelitian ini menggunakan porpusif random sampling yang berjumlah 298
responden. Analisa data untuk mencari hubungan antar variabel menggunakan uji Chi- Square karena data
berskala kategorik-kategorik.
Penelitian ini didapatkan hasil bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pre eklamsia pada ibu hamil adalah usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, riwayat preekalmsia sebelumnya) dimana p-value < 0,05 (0,002, 0,002, 0,001, 0,001, 0,029). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian preekalmsia pada ibu hamil trimester III adalah usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, dan riwayat pre eklamsia sebelumnya. Agar tidak terulang terjadinya pre eklamsia pada ibu hamil trimester III maka perlu dikaji ulang akan usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, riwayat preekalmsia sebelumnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi pada kehamilan merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian maternal serta merupakan salah satu masalah medis yang sering muncul dan dapat menimbulkan komplikasi 2-3% kehamilan. Hipertensi pada ibu hamil yaitu adanya tekanan darah 140 mmHg atau lebih setelah kehamilan 20 minggu pada wanita yang sebelumnya normotensif, atau kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg dan tekanan diastolik 15 mmHg diatas nilai normal.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan usia,paritas,Pendidikan,pekerjaan,Riwayat penyakit dengan kejadian hipertensi.
Jenis penelitian ini adalah analitik kualitatif dengan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 ibu hamil di TPMB Ria Sari Tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah data rekam medis. Data di Analisa menggunakan univariat dan bivariate
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Hipertensi pada kehamilan merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian maternal serta merupakan salah satu masalah medis yang sering muncul dan dapat menimbulkan komplikasi 2-3% kehamilan. Hipertensi pada ibu hamil yaitu adanya tekanan darah 140 mmHg atau lebih setelah kehamilan 20 minggu pada wanita yang sebelumnya normotensif, atau kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg dan tekanan diastolik 15 mmHg diatas nilai normal.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan usia,paritas,Pendidikan,pekerjaan,Riwayat penyakit dengan kejadian hipertensi. Jenis penelitian ini adalah analitik kualitatif dengan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 ibu hamil di TPMB Ria Sari Tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah data rekam medis. Data di Analisa menggunakan univariat dan bivariat Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di TPMB Ria Sari Tahun 2022 adalah usia (p=0,008), paritas (p=0,018), Pendidikan (p=0,013), pekerjaan (p=0,004) dan Riwayat penyakit (p=0,001). Dari semua variabel yang diteliti (usia, paritas, Pendidikan, pekerjaan dan Riwayat penyakit), hasilnya saling berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil trimester III di TPMB Ria Sari Tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini, ibu hamil tidak mengalami hipertensi selama kehamilan dan dapat mencegahnya sebelum melakukan program kehamilan terutama di TPMB Ria Sari Tahun 2022 Kata Kunci : Hipertensi, ibu hamil, trimester III ABSTRACT Hypertension in pregnancy is a non-communicable disease that causes maternal death and is a medical problem that often arises and can cause complications in 2-3% of pregnancies. Hypertension in pregnant women, namely the presence of blood pressure of 140 mmHg or more after 20 weeks of pregnancy in women who were previously normotensive, or an increase in systolic pressure of 30 mmHg and diastolic pressure of 15 mmHg above normal values. The purpose of this study was to determine the relationship between age, parity, education, occupation, history of disease and the incidence of hypertension. This type of research is a qualitative analysis with the Cross Sectional method. The population in this study were 50 pregnant women at TPMB Ria Sari in 2022. The sample in this study was 50 respondents. The instrument used in this study was medical record data. Data were analyzed using univariate and bivariate. The results showed that the variables associated with the incidence of anemia in third trimester pregnant women at TPMB Ria Sari in 2022 were age (p=0.008), parity (p=0.018), education (p=0.013), occupation (p=0.004 ) and medical history (p=0.001). Of all the variables studied (age, parity, education, occupation and medical history), the results are interrelated with the incidence of hypertension in third trimester pregnant women at TPMB Ria Sari in 2022. It is suggested that with this research, pregnant women do not experience hypertension during pregnancy and can prevent it before carrying out a pregnancy program, especially at TPMB Ria Sari in 2022 Keywords: Hypertension, third trimester, pregnant women
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Preeklampsia sebagai salah satu komplikasi persalinan didefinisikan sebagai suatu kumpulan gejala pada ibu hamil ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Penyebab awal terjadinya preeklampsia umumnya karena kegagalan plasentasi. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pre eklamsia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Babelan I 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Besar sampel pada penelitian ini menggunakan porpusif random sampling yang berjumlah 298 responden. Analisa data untuk mencari hubungan antar variabel menggunakan uji Chi- Square karena data berskala kategorik-kategorik. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pre eklamsia pada ibu hamil adalah usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, riwayat preekalmsia sebelumnya) dimana p-value 0,05 (0,002, 0,002, 0,001, 0,001, 0,029). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian preekalmsia pada ibu hamil trimester III adalah usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, dan riwayat pre eklamsia sebelumnya. Agar tidak terulang terjadinya pre eklamsia pada ibu hamil trimester III maka perlu dikaji ulang akan usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, riwayat preekalmsia sebelumnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa diberikan minuman atau makanan lain selama umur 0-6 bulan. Pemberian ASI eksklusif dapat memberikan dampak positif pada bayi dan apabila tidak diberikan ASI maka akan berdampak negatif kepada kesehatan bayi. Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil trimester III tentang ASI eksklusif di Puskesmas telaga murni Kabupaten Bekasi Tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III di Puskesmas telaga murni Kabupaten Bekasi dengan jumlah 1.407 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang, sampel diambil dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat.
Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 16 responden (53,3%) berpengetahuan kurang tentang ASI eksklusif, 15 responden (50,0%) berpendidikan tinggi, 30 responden (100,0%) memiliki usia resiko rendah, dan 26 responden (86,7%) memperoleh sumber informasi tentang ASI eksklusif dari nakes.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil trimester III tentang ASI eksklusif masih dalam kategori kurang.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak Puskesmas telaga murni agar terus memberikan penyuluhan terkait ASI eksklusif kepada para ibu hamil,untuk meningkatkan
pengetahuanj ibu.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Anemia pada ibu hamil merupakan kondisi dimana menurunnya kadar hemoglobin kurang dari 11 gr%, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. Pada Kabupaten Bekasi sebanyak 10% dari 768.324 ibu hamil mengalami anemia pada saat hamil, sedangkan di Puskesmas Sukatani sebesar 20,59 % meskipun prevalensi anemia ibu hamil di Kabupaten Bekasi rendah, akan tetapi prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Sukatani masih tinggi. Oleh karena itu rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana Gambaran Kejadian Anemia Ibu Hamil pada Trimester III Di Puskesma Sukatani Tahun 2020. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui kejadian anemia ibu hamil Trimester III di Puskesmas Sukatani Tahun 2020. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 704 sampel. Pengumpulan data menggunakan checklist. Hasil: analisis
menggunakan uji univariat anemia ringan 112 orang (15,9 %), anemia sedang 32 orang (4,5%), Anemia Berat 1 orang (0,2%), status ekonomi rendah 363 orang (51,6%), status gizi yang mengalami KEK 103 orang (14,6%), usia ibu yang beresiko 118 orang (16,8%), dan paritas ibu yang beresiko 101 orang (14,3%). Kesimpulan: pada penelitian ini terdapat anemia ringan 112 orang (15,9 %), anemia sedang 32 orang (4,5%), Anemia Berat 1 orang (0,2%), status ekonomi rendah 363 orang (51,6%), status gizi yang mengalami KEK 103 orang (14,6%), usia ibu yang beresiko 118 orang (16,8%), dan paritas ibu yang beresiko 101 orang (14,3%). Saran: Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dalam memahami anemia pada ibu hamil dan bahaya dari anemia bisa menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR). diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif
dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta meningkatkan upaya – upaya prevensi untuk mencegah terjadinya anemia seperti penyuluhan, konsultasi yang mendalam dan memastikan ibu hamil mengerti tentang pentingnya mencegah anemia, dengan melibatkan suami dan keluarganya.