BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Nyeri kepala adalah nyeri alih ke permukaan kepala yang disebabkan oleh stimulus dari dalam maupun luar cranium. Rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada penderita, sehingga menurunkan kualitas hidup penderita. Prevalensi sakit kepala di Indonesia sangatlah tinggi. Menurut riskesdas 2018, persentase dari angka kajadian cephalgia di jawabarat sebesar 3,52 % dari 2.396 jiwa penduduk . Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk melaksanakan asuhan keperawan pada klien chepalgia dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami gangguan cephalgia dengan keluhan utama sakit bagian kepala, mengalami muntah, gelisah. Masalah keperawatan yang utama adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia. Implementasi yang dilakukan diantaranya memonitor tekanan darah, mengidentifikasi peningkatan intracranial, dan kolaborasi pemberian obat. Hasil evaluasi setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat teratasi. Kesimpulan berdasarkan evaluasi studi kasus dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia dapat teratasi. Saran untuk tenaga kesehatan di Rumah sakit agar dapat berkolaborasi untuk pemeriksaan penunjang kepada pasien yang mengalami masalah cephalgia.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Stroke merupakan penyakit neurologis atau vokal yang terjadi akibat penyubatan dan pecahnya pembuluh darah di otak yang berlangsung selama lebih dari 24 jam yang menyebabkan kematian kurang dari 24 jam pada penyakit stroke apabila tidak mendapat penangan khusus bisa menyebabkan kecacatan.Oleh karena itu untuk mempertahankan supaya tidak terjadi kekakuan pada otot dan sendi maka penderita stroke harus melakukan Range Of Motion. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan rentang sendi pasien stroke di RSUD Kota Bekasi Tahun 2018
Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan metode Cross Sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran dengan cara, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus satu saat. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh klien stroke di RSUD Kota Bekasi jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Populasi penelitian ini sebanyak 54 orang klien stroke dan jumlah responden yang akan diteliti sebanyak 54 responden.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (P value = 0,003< α (0,05) ; OR 6,750), dukungan keluarga (P value = 0,015< α (0,05) ; OR 4,722), peran dan fungsi keluarga (P value = 0,007 < α (0,05) ; OR 6,750),dan perilaku klien stroke (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 7,037) dengan motivasi klien stroke melakukan Range Of Motion (ROM)
Diharapkan bagi klien stroke untuk melakukan latihan Range Of Motion (ROM) sedini mungkin supaya mampu mempertahankan kegiatan sehari-hari bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita stroke supaya selalu memberikan dukungan berupa motivasi dan dukungan lainnya. Kesimpulan latihan Range Of Motion (ROM) dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan rentang sendi pada ektremitas atas dan bawah pada stroke
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Hasil data gastritis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi pada tahun 2017
menyatakan bahwa jumlah kasus Gastritis sebanyak 851 orang, sedangkan jumlah kasus
Gastritis pada tahun 2018 sebanyak 79 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran
pola makan sehari-hari sebelum sakit pada klien Gastritis di Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Bkeasi Tahun 2018.
Metode penelitian ini menggunakan deskriptif. Metode dalam pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan sampling aksidental, dimana jumlah sampel ini diambil sebanyak 61
responden. Hasil penelitian ini didapatkan gambaran pola makan sebelum sakit pada klien
gastritis. Sebagai berikut pola makan yang buruk sebanyak 51 responden (83,6%), dan pola
makan yang sangat buruk sebanyak 10 responden (16,3%). Karakteristik pendidikan yang paling
terbanyak yaitu pendidikan terendah sebanyak 36 responden (59,0%), karakteristik ekonomi
pendapatan paling terbanyak yaitu pendapatan Rp. ≤ 3.800.000 sebanyak 25 responden (40,9%),
karakteristik lingkungan paling banyak yaitu lingkungan bersih sebanyak 58 responden (95,0%),
karakteristik agama paling terbanyak yaitu agama islam dengan sebanyak 59 responden (96,7%).
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan teori dan menambah informasi mengenai
gambaran pola makan klien tentang gastritis. Saran untuk masyarakat sebaiknya lebih
meningkatkan pola makan yang baik seperti apa agar tidak terkena penyakit gastritis dengan
memanfaatkan fasilitas yang ada.