Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELITUS DENGAN PENGONTROLAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA TAHUN 2023
Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai bagian dari kelompok penyakit metabolik kronik dengan ciri khas kondisi hiperglikemi (Larasati, C. V. 2021). Menurut Notoadmojo, 2007 pengetahuan atau disebut juga Kognitif merupakan hal dasar yang penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan didapat dari panca indera manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Dari kelima indera tersebut, indera penglihatan dan pendengaran paling banyak memberikan input bagi pengetahuan seseorang (Suryani, 2021). Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada hubungan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus dengan pengontrolan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah pasien dengan diagnosa Diabetes Melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara sebanyak 36 pasien. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36 sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis bivariat chi square. hasilnya p = 0,000 (p value = 0,05). Hal ini berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang diabetes melitus dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Sentra Medika Hospital Minahasa Utara untuk lebih meningkatkan program preventif kepada pasien yang menderita penyakit diabetes melitus sehingga dapat menurunkan komplikasi progresif pasien.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Pasien dengan Hipertiroid dalam Penatalaksanaan Diit Rendah Yodium di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022
Berdasarkan WHO pada tahun 2020 penyakit tiroid termasuk kanker tiroid menempati urutan ke-7 kejadian terbanyak di seluruh dunia. Prevalensi hipertiroid di Indonesia sebesar 0,4%. Di RS. Sentra Medika Cikarang, ditemukan adanya kenaikan jumlah pasien dari tahun 2021 ke tahun 2022 sebanyak 11,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pengetahuan Pasien Hipertiroid Dalam Penatalaksanaan Diit Rendah Yodium Di RS. Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 39 pasien hipertiroid di RS. Sentra Medika Cikarang yang berkunjung pada bulan Januari - Maret 2023. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square . Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pendidikan nilai P-Value 0,011, usia = 0,033, jenis kelamin = 0,000, dan pekerjaan = 0,000 dengan pengetahuan pasien hipertiroid, dan semua nilai P-Value yang didapatkan Pα 0,05 nilai alpha. Kesimpulan ada hubungan pendidikan, usia, jenis kelamin, dan pekerjaan dengan pengetahuan pasien hipertiroid dalam penatalkasanaan diit rendah yodium di RS. Sentra Medika Cikarang. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam penatalaksanaan diit rendah yodium pada pasien hipertiroid
Analisis Faktor Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026
Latar Belakang: Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal. Kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan obstetri, antara lain usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur pada ibu hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Besarnya risiko dinilai menggunakan Odds Ratio (OR). Hasil: Dari 444 responden, sebanyak 124 responden (27,9%) mengalami kelahiran prematur dan 320 responden (72,1%) tidak mengalami kelahiran prematur. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dengan kelahiran prematur (p=0,000; OR=2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayat keguguran (p=0,013; OR=1,829), riwayat penyakit (p=0,029; OR=1,665; 95% CI: 1,076–2,577), serta riwayat kehamilan dengan preeklamsia (p=0,000; OR=3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMT tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kelahiran prematur. Kesimpulan: Usia ibu, riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan dengan preeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Dengan Pencegahan Kekerasan Seksual Berbasis Media Digital Pada Remaja di SMAN 1 Sukatani Tahun 2026
Latar Belakang: Kekerasan seksual merupakan permasalahan kesehatan dan sosial yang masih sering terjadi pada remaja serta dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual, terutama dengan meningkatnya penggunaan media digital yang selain memberi kemudahan akses informasi juga meningkatkan risiko kekerasan seksual berbasis digital. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai kekerasan seksual dan cara pencegahannya dapat memengaruhi perilaku pencegahan yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 84 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja sebagian besar berada dalam kategori baik, yaitu sebesar 50,0%. Selain itu, pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja juga menunjukkan bahwa mayoritas berada dalam kategori baik, dengan persentase 77,4%. Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja, dengan nilai p value = 0,011 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja.
Efektifitas Akupunktur Pada Penderita Nyeri Punggung Bawah di Klinik Akupunktur Kebun Rumput Cimahi
Latar Belakang: Data WHO (2019) menunjukan bahwa 33% penduduk di negara berkembang mengalami nyeri persisten. Warga negara Inggris yang mengalami nyeri punggung bawah sekitar 17,6 juta orang dan sekitar 1,1 juta mengalami kelumpuhan tungkai bawah akibat nyeri punggung bawah. Sekitar 7,6% sampai 37% keluhan nyeri punggung bawah terjadi di Indonesia. Kondisi yang menurut fungsinya tanpa adanya keluhan sangat memperngaruhi produktivitas. Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) menyatakan bahwa rasa sakit nyeri punggung bawah disebabkan oleh ketidakharmonisan internal antara yin dan yang, qi dan darah, dan perbedaan dalam lima elemen. Akupunktur dilaksanakan untuk menyeimbangkan antara yin dan yang pada tubuh yang tidak seimbang dari sakit nyeri punggung bawah. Terapi dari akupunktur dapat meningkatkan kualitas hidup individu. Tujuan: penelitian untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita nyeri punggung bawah di klinik akupunktur Kebun Rumput, Cimahi, Jawa Barat. Metode: Penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 30 subjek penelitian dari bulan Mei-juni 2025 di klinik Akupunktur Kebun Rumput Cimahi Jawa Barat. Sampel berusia 30-50 tahun dengan terapi Akupunktur seminggu 2 kali sebanyak 6 kali dilakukan test nyeri setelah di lakukan terapi. Hasil: dari 20 responden terpilih mengalami penurunan skala nyeri setelah dilakukan terapi akupunktur selama 6 kali sebanyak 1 subjek (60 %), 1 subjek (66,66 %), 1 subjek (75 %), 1 subjek (80 %), 4 subjek (83,33 %), 1 subjek (85,71 %) 2 subjek (87,5 %), 5 subjek (100 %). Rata-rata mengalami penurunan skala nyeri sebesar 82,35 %. Mekanisme kerja akupunktur terhadap nyeri punggung bawah melibatkan beberapa aspek, termasuk: akupunktur dilakukan dengan memasukkan jarum ke dalam titik-titik tertentu pada tubuh, yang dapat merangsang respons fisiologis, terjadi pelepasan neurotransmitter. Dalam konteks nyeri punggung bawah, akupunktur dapat membantu mengurangi nyeri dan kekakuan dengan cara, yaitu: mengurangi tekanan pada saraf, mengurangi inflamasi dan peradangan, meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas, dan mengurangi stres dan kecemasanan. Kesimpulan: Responden mengalami penurunan skala nyeri rata-rata sebesar 82,35 %. Hal ini menunjukkan bahwa akupunktur sangat efektif menurunkan skala nyeri punggung bawah. Penurunan skala nyeri setelah dilakukan terapi akupuntur membuat kualitas hidup penderita meningkat.
Analisis Perbedaan Aktivitas Antioksidan dan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Antara Ekstrak dan Ekstrak Terpurifikasi Daun Mangga (Mangifera indica L.)
Perubahan iklim global dan meningkatnya tingkat polusi di kawasan industri seperti Cikarang telah memperparah paparan radikal bebas dan sinar ultraviolet (UV) yang dapat membahayakan kesehatan kulit. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemanfaatan bahan alam yang memiliki kandungan antioksidan serta efek fotoprotektif menjadi solusi potensial. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan dan nilai Sun Protection Factor (SPF) antara ekstrak dan ekstrak terpurifikasi daun mangga (Mangifera indica L.). Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dilanjutkan dengan proses pemurnian menggunakan pelarut n-heksana. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH untuk memperoleh nilai IC₅₀, sedangkan pengujian SPF dilakukan secara in vitro dengan spektrofotometer UV-Vis melalui metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak terpurifikasi memiliki nilai IC₅₀ sebesar 23,11 ± 0,39 ppm, lebih rendah dibandingkan ekstrak tanpa pemurnian yang mencapai 48,28 ± 0,61 ppm, yang keduanya termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Nilai SPF tertinggi juga diperoleh pada ekstrak terpurifikasi, yaitu 44,89 ± 0,063 pada konsentrasi 12000 ppm, dan tergolong sebagai proteksi tinggi, sedangkan ekstrak biasa memiliki nilai SPF sebesar 30,23 ± 0,056. Berdasarkan hasil tersebut, pemurnian ekstrak terbukti mampu meningkatkan efektivitas antioksidan dan kemampuan perlindungan terhadap sinar UV. Dengan demikian, ekstrak terpurifikasi daun mangga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan aktif alami dalam formulasi produk kosmetik dan farmasi yang berfungsi sebagai antioksidan sekaligus tabir surya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Berhenti Merokok Pada Remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana Kabupaten Bekasi
Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja Pesisir Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodologi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p<0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja Pesisir Pantai Sederhana.
Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat Kabupaten Bekasi
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p < 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.
Analisis Berbasis Bukti Penerapan Terapi Menghisap Es Batu Untuk Mengurangi Rasa Haus Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisis di Unit Dialisis Sentra Medika Hospital Minahasa Utara
Kimia Organik
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KUSTA DI PUSKESMAS DANAU INDAH CIKARANG BARAT KABUPATEN BEKASI
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA DI RW 02 DESA PANTAI SEDERHANA KABUPATEN BEKASI
Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja di RW 02 Desa Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodelogi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja.
Etika dan Hukum Dalam Farmasi
Pengaruh Perasan Kunyit dan Madu Terhadap Tingkat Nyeri Pada Remaja Wanita Dengan Gastritis Akut di Kota Pontianak Kalimantan Barat Tahun 2024
Gastritis dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri, karena terjadinya radang pada dinding lambung yang menimbulkan kerusakan mukosa. Penelitian ini bertujuan menerapkan terapi herbal berupa perasan kunyit dan madu untuk menurunkan tingkat nyeri gastritis akut pada remaja. Metode yang digunakan quasy ekperiment, dengan desain penelitian one grup pre test-post test desain. Jumlah sampel sebanyak 35 orang dengan tehnik total sampel, uji statistik yang digunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value sebesar 0,000. Disimpulkan terdapat pengaruh perasan kunyit dan madu terhadap nyeri pada remaja dengan gastritis akut di kota Pontianak Kalimantan Barat.
Branding Digital (Merek Digital)
Manajemen Bisnis Ritel
Peran Kepuasan Mutu Layanan Farmasi Dalam Peningkatan Loyalitas Pasien Umum dan Asuransi di Apotek Kimia Farma 340 Cikarang Utara
Latar Belakang : Seiring dengan perkembangan industri farmasi yang pesat, mutu layanan apotek menjadi faktor penting yang sangat menentukan kepuasan dan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kepuasan mutu pelayanan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan di Apotek Kimia Farma 340. Subyek dan Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang datang ke Apotek Kimia Farma 340 untuk membeli obat dan menebus resep umum. Sampel yang digunakan berjumlah 273 responden, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan karakteristik tertentu yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap data yang diperoleh. Pada kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini, dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan dapat menghasilkan data yang akurat dan konsisten. Teknik analisis data yang diterapkan meliputi analisis univariat, yaitu Customer Satisfaction Index (CSI) dan Net Promoter Score (NPS), serta analisis bivariat menggunakan uji t dengan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Hasil: yang didapat pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada analisis Customer Satisfaction Index (CSI), sebagian besar responden sangat puas dengan berbagai aspek pelayanan di Apotek Kimia Farma 0340 Cikarang Utara. Parameter "Tangible" mencatat tingkat kepuasan tertinggi dengan persentase 83,53%, diikuti oleh "Assurance" sebesar 82,44%, "Empathy" 82,20%, "Reliability" 82,20%, dan "Responsiveness" 79,82%. Sementara itu, analisis Net Promoter Score (NPS) menunjukkan bahwa rata-rata NPS dari seluruh parameter adalah 5,64, yang termasuk dalam kategori loyal. Kesimpulan: Uji hipotesis menunjukkan bahwa kepuasan mutu pelayanan memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien di Apotek Kimia Farma 0340 Cikarang Utara.
Perbandingan Antara Pemberian Tablet Fe Dengan Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di Klinik M Kecamatan Rengasdeklok Kabupaten Karawang Tahun 2024
Latar Belakang : Anemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan jumlah sel darah merah yang rendah atau kadar hemoglobin yang rendah dalam tubuh. Dalam kondisi anemia, risiko terjadinya abortus, persalinan prematur, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin dan rahim menjadi lebih tinggi.Terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia pada kehamilan, yaitu melalui terapi farmakologi dan non-farmakologi dengan pemberian tablet Fe dan sari kacang hijau. Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan antara pemberian Tablet Fe dengan Sari Kacang Hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Klinik M Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang tahun 2024. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan Non Equivalent Control Group Design.. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Range List dan Uji Mann-Whitney. Hasil : Kelompok Tablet Fe yang diberikan tablet Fe sebanyak 15 orang mengalami peningkatan Hb dengan dengan rata-rata 18.13. Responden sebanyak 15 orang pada kelompok Kacang Hijau yang diberikan sari kacang hijau dengan rata-rata kenaikan Hb adalah 12.87. Nilai t hitung yang didapatkan adalah 2.698 lebih besar jika dibandingkan dengan nilai t tabel pada derajat kebebasan/degree of freedom (df) 28 adalah 2.048 atau t hitung (2.698) > t tabel (2.048) sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada peningkatan kadar Hb pada kelompok Tablet Fe dibandingkan dengan kelompok Kacang Hijau dengan nilai p-value 0.099 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat Perbandingan Antara Pemberian Tablet Fe Dengan Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Di Klinik M Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang Tahun 2024Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam pemecahan masalah untuk menyusun perencanaan, pengelolaan, dan pelayanan kesehatan khususnya bagi ibu hamil untuk meningkatkan kadar Hemoglobin.
Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Bina Nasional Informatika Cikarang Utara Tahun 2024
Latar Belakang: Deteksi dini telah diakui sebagai strategi yang efektif dalam mengurangi angka kejadian kanker payudara. Data Sistem Informasi Sehat IndonesiaKu menyimpulkan cakupan deteksi dini kanker payudara di Indonesia sebesar 14,52%. Peningkatan pengetahuan mengenai kanker payudara dapat memberikan kontribusi kesadaran remaja putri untuk mengurangi risiko terjadinya kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempengaruhi pengetahuan dan sikap tentang SADARI oleh remaja putri. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan quasy experiment dengan rancangan One Group Pre-test Post-test. Lokasi penelitian di SMK Bina Nasional Informatika Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Banyaknya populasi 163 responden dan jumlah sampel 68 responden. Teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu Probability Sampling. Dengan pengambilan sampel secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini angket, dan lembar observasi. Analisis yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat, dengan Wilcoxon. Hasil yang diperoleh metode demonstrasi terhadap pengetahuan dengan nilai p value (0,00) dan metode demonstrasi terhadap sikap dengan nilai p value (0,00) Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan metode demonstrasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang SADARI. Harapannya, remaja putri memahami dan memiliki pengetahuan serta sikap yang baik dalam melakukan SADARI dan untuk institut pendidikan menjadikan dan menambah wawasan terkait pentingnya SADARI.