BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Mual dan muntah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester I akibat perubahan fisiologis selama kehamilan. Di Indonesia, sekitar 50–75% ibu hamil mengalami mual dan muntah pada trimester pertama. Kondisi berlebihan dapat mengganggu aktivitas, menurunkan asupan makanan dan cairan, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan ibu dan janin. Penatalaksanaan dapat dilakukan secara farmakologis dengan vitamin B6 (piridoksin) dan nonfarmakologis dengan aromaterapi lemon. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan penurunan mual dan muntah antara pemberian kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 dengan vitamin B6 di TPMB Diana Mardiana, S.Tr.Keb., Bdn. Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental dan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 36 ibu hamil trimester I yang mengalami mual dan muntah, terdiri atas 18 responden kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol, dengan teknik consecutive sampling. Kelompok intervensi diberikan kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6, sedangkan kelompok kontrol diberikan vitamin B6. Tingkat mual dan muntah diukur menggunakan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test, Wilcoxon Signed Rank Test, dan Mann-Whitney U Test dengan α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata skor mual dan muntah kelompok intervensi menurun dari 11,28 menjadi 4,94, sedangkan kelompok kontrol dari 11,17 menjadi 8,00. Uji Paired Sample T-Test pada kelompok intervensi dan Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok kontrol masing-masing memperoleh p = 0,000. Uji Mann-Whitney U Test memperoleh p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan terdapat perbedaan penurunan mual dan muntah antara kedua kelompok. Kesimpulan: Kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 lebih efektif dibandingkan vitamin B6 saja. Saran: Diharapkan bagi bidan mempertimbangkan aromaterapi lemon sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam asuhan kebidanan ibu hamil trimester I.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Mual dan muntah merupakan masalah yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kondisi nutrisi ibu hamil pada trimester awal. Rendahnya pengetahuan mengenai penanganan keluhan ini dapat meningkatkan risiko mual muntah berlebihan hingga hiperemesis gravidarum. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menggunakan media audio visual diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah di Puskesmas Mekar Mukti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 35 ibu hamil yang mengalami mual muntah dengan teknik purposive sampling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan media audio visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Paired Sample T-Test. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 19 responden (54,3%). Setelah edukasi, sebagian besar memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 32 responden (88,6%) dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang. Hasil uji menunjukkan nilai t = −11,953 (df = 34) dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Simpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan dengan media audio visual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Mual dan muntah merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil terutama pada trimester I. Kondisi mual muntah yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu aktivitas ibu dan memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi mual muntah adalah aromaterapi peppermint. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dengan jumlah 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengukuran mual muntah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint selama tiga hari menggunakan kuesioner Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi peppermint, sebanyak 17 responden (53,1%) mengalami mual muntah kategori sedang dan 15 responden (46,9%) kategori ringan. Setelah diberikan aromaterapi peppermint seluruh responden 30 responden (100%) mengalami mual muntah kategori ringan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anestesi spinal merupakan salah satu teknik anestesi regional yang sering digunakan dalam tindakan pembedahan. Komplikasi yang dapat terjadi setelah anestesi spinal adalah mual dan muntah. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh ketinggin level blok spinal yang menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah sehingga memicu pusat muntah.
Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara ketinggian level blok spinal dengan frekuensi mual muntah pasca anestesi spinal.
Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendektan cross-sectional pada 44 responden. Variabel independen yaitu ketinggian level blok spinal sedangkan variabel dependen adalah frekuensi mual muntah pasca anestesi spinal. Data dikumpulkan melalui lembar observasi mengenai ketinggian blok spinal dan kejadian mual muntah. Analisis data dilakukan menggunakan univariat dan bivariat.
Hasil: Menunjukkan adanya korelasi antara ketinggian blok spinal dengan frekuensi mual muntah pada pasien pasca anestesi spinal. Dari 44 responden 7 orang dengan ketinggian blok rendah (15.9%) dan 37 orang dengan ketinggian sedang (84.1%). Lalu sebanyak 15 orang mengalami muntah (34.1%), 10 orang mual (22.7%), 19 orang mual muntah ≥2 kali (43.2%). Diperoleh bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0,402 dengan nilai signifikansi 0,007 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara ketinggian level blok spinal dengan frekuensi mual muntah pasca anestesi spinal pada pasien pasca anestesi spinal.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Gastritis merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi
prevalensinya secara global dan nasional, dengan angka mencapai 25% di dunia
dan sekitar 40,8% di Indonesia. Di Jawa Barat, kejadian gastritis mencapai 31,2%
dan di Kota Bekasi tercatat 8.620 kasus pada tahun 2019. Mahasiswa keperawatan
termasuk kelompok berisiko akibat pola makan tidak teratur dan stres akademik.
Studi pendahuluan menunjukkan bahwa 70% mahasiswa mengalami mual sebagai
gejala utama gastritis, namun sebagian besar belum memanfaatkan intervensi
nonfarmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas minum air hangat dan
kompres air hangat terhadap penurunan rasa mual pada mahasiswa keperawatan
semester akhir penderita gastritis di Universitas Medika Suherman. Metode:
Menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest–
posttest design. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua
kelompok. Pengukuran rasa mual menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting,
and Retching (RINVR). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank
Test dan Mann–Whitney pada α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa
minum air hangat berpengaruh signifikan terhadap penurunan rasa mual (p =
0,038), dan kompres air hangat juga berpengaruh signifikan (p = 0,002). Uji
perbandingan menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara
kedua intervensi (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000), di mana minum air hangat lebih
efektif dibandingkan kompres air hangat. Kesimpulan: Disarankan penggunaan
minum air hangat dan kompres air hangat sebagai intervensi nonfarmakologis untuk
membantu menurunkan rasa mual pada penderita gastritis, dengan minum air
hangat sebagai pilihan utama karena terbukti lebih efektif. Mahasiswa diharapkan
dapat menerapkan intervensi ini secara mandiri sebagai upaya awal penanganan
mual. Tenaga kesehatan dapat menjadikannya sebagai alternatif dalam asuhan
keperawatan. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian
dengan desain yang lebih kuat dan jumlah sampel yang lebih besar.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Mual dan muntah merupakan keluhan fisiologis yang umum
terjadi pada trimester pertama kehamilan, dengan prevalensi 70–80% pada ibu
hamil. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas, menurunkan
asupan nutrisi, hingga berdampak pada pertumbuhan janin. Akupresur Titik P6 pada
titik Pericardium 6 (P6) merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang aman
dan alami untuk mengurangi gejala tersebut. Tujuan Penelitian : Penelitian ini
bertujuan mengetahui pengaruh Akupresur Titik P6 terhadap mual dan muntah pada
ibu hamil trimester pertama. Metode : Penelitian menggunakan desain praeksperimental
one-group pretest-posttest yang dilakukan di TPMB Bidan Siska,
Bekasi, pada bulan Mei–Juni 2025. Sampel sebanyak 38 ibu hamil trimester pertama
yang mengalami mual muntah dipilih dengan teknik total sampling. Variabel
independen adalah Akupresur Titik P6, sedangkan variabel dependen adalah tingkat
mual muntah yang diukur dengan kuesioner PUQE (Pregnancy-Unique
Quantification of Emesis and Nausea). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test karena hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi
normal (P <0,05). Hasil : Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami
mual muntah sedang (76,3%), sedangkan setelah intervensi mayoritas bergeser
menjadi mual muntah ringan (71,1%). Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat
penurunan signifikan keluhan setelah Akupresur Titik P6 (mean rank=10,00;
p=0,000; 95% CI). Kesimpulan : Akupresur Titik P6 terbukti berpengaruh
signifikan dalam menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama,
sehingga dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang aman untuk
meningkatkan kenyamanan ibu hamil.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Salah satu komplikasi dari general anestesi adalah Post Operative Nausea and Vomiting (PONV). Insiden PONV mencapai 30% dari 100 juta lebih pasien bedah dunia mengalami kejadian mual muntah. Penanganan PONV dapat menggunakan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmalkologi yaitu pemberian aromaterapi peppermint secara inhalasi. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan skor Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode: menggunakan analisis kuantitatif. Desain penelitian adalah Pra-eksperimen dengan pendekatan one grup pretest postest design. Sampel dalam peneltian ini adalah 36 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test < 0,05. Hasil penelitian: didapatkan nilai p-value 0,001 < 0,05 yang artinya ada perbedaan skor PONV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi. Kesimpulan: terdapat perbedaan skor PONV pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Mual muntah merupakan keluhan umum pada kehamilan muda. Di Indonesia terdapat 50-75% kasus mual muntah oleh ibu hamil trimester pertama sedangkan ibu hamil yang mengalami mual muntah di Jawa Barat sebanyak 13%. Penatalaksanaan dengan menggunakan terapi komplementer salah satunya dengan pemberian aromaterapi peppermint. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023.
Desain penelitian menggunakan pra eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 35 responden ibu hamil dengan mual muntah. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Variabel dependen yaitu frekuensi mual muntah ibu hamil trimester I. Variabel independen yaitu pemberian aromaterapi peppermint. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon signed rank test.
Hasil penelitian diketahui dari analisis uji Wilcoxon menunjukkan nilai Sig (2-tailed) nilai signifikasi p value 0,000 (p < 0,05) artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023.
Ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Saran penelitian ini untuk ibu hamil agar dapat menggunakan aromaterapi peppermint sebagai alternatif pengobatan dalam kasus mual muntah sebelum dengan obat-obatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Mual muntah dalam kehamilan terjadi akibat dari perubahan sistem endokrin yang terjadi selama kehamilan.
Kehamilan dengan mual muntah berlebih menurut WHO mencapai 12,5% dari seluruh jumlah kehamilan di
dunia dengan angka kejadian yang beragam. Kabupaten Bekasi pada tahun 2018 terdapat 206 ibu hamil
mual muntah di trimester pertama. Terapi untuk mengurangi mual muntah dapat dilakukan dengan cara
akupesure pada titik perikardium 6 sebanyak 3 kali sehari dengan durasi minimal 10 menit. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Akupresure titik perikardium 6 terhadap intensitas mual
muntah pada ibu hamil di TPMB I Tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode Pra eksperimental One Group With Pre-Post Test Design.
Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 30 orang. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi
dan uji Wilcoxon. Penelitian ini menggunakan data primer dari nilai observasi oleh peneliti.
Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh responden mengalami penurunan mual muntah setelah dilakukan
Akupresure titik P6. P Value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan Ha diterima atau Ho ditolak
artinya ada pengaruh yang signifikan pada pemberian Akupresure titik P6 pada ibu hamil dengan mual muntah
di TPMB I Tahun 2023.
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif teknik nonfarmakologi yang mudah untuk
dilakukan tanpa efek yang membahayakan dalam memberikan intervensi kasus mual muntah pada ibu hamil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Spinal anestesi menjadi pilihan utama yang paling sering digunakan dibandingkan dengan anestesi general, karena efek anestesi general terhadap ibu dan bayi lebih besar dibandingkan dengan spinal anestesi. Sedangkan General anestesi dikaitkan dengan peristiwa depresi neonatus yang membutuhkan resusitasi, karena obat anestesi general dapat menembus sawar plasenta, sementara itu spinal anestesi memiliki keuntungan seperti, pasien tetap sadar, kemungkinan terjadi aspirasi dan depresi neonatus juga berkurang. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui Faktor yang memengaruhi kejadian mual muntah pasien pada pasien Post Operasi Sectio Caesarea menggunakan teknik spinal anestesi di ruang PACU Rumah sakit Medirossa Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan (rancangan cross sectional). Responden dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi bedah mayor menggunakan teknik spinal anestesi berjumlah 30 responden menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan lama puasa responden, sebanyak 1 responden (3,3%) puasa ≥ 8 jam. Dari hasil penelitian, responden dengan puasa ≤6-8 jam lebih banyak mengalami mual muntah sebanyak 29 responden (96,7%). hasil analisis didapatkan Usia kategori 20-35 tahun dengan kejadin tidak mual sebanyak 14 dari 27 responden (90%), sedangkan usia >35 tahun dengan kejadian tidak mual sebanyak 2 dari 3 responden (10%). hasil analisis didapatkan Paritas Persalinan dengan kategori Primipara dengan kejadin tidak mual sebanyak 5 dari 27 responden (90%), sedangkan Paritas persalinan dengan kejadian mual sebanyak 3 dari 3 responden (10%). Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value 0,023 (p-value a0,05), sehingga hipotesis H0 ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian mual muntah. Kesimpulan: Ada pengaruh lama puasa dengan kejadian mual pada pasien post operasi sectio caesarea di ruang operasi Rumah Sakit Medirossa Cikarang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu komplikasi dari general anestesi adalah Post Operative Nausea and Vomiting (PONV). Insiden PONV mencapai 30% dari 100 juta lebih pasien bedah dunia mengalami kejadian mual muntah. Penanganan PONV dapat menggunakan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmalkologi yaitu pemberian aromaterapi peppermint secara inhalasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan skor Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis kuantitatif. Desain penelitian adalah Pra-eksperimen dengan pendekatan one grup pretest postest design. Sampel dalam peneltian ini adalah 36 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test 0,05. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,001 0,05 yang artinya ada perbedaan skor PONV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan skor PONV pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Mual muntah merupakan hal yang wajar , tetapi dapat menggangu aktivitas ibu hamil. Di Indonesia terdapat 50-75% kasus mual muntah yang dialami oleh ibu hamil trimester pertama atau awal – awal kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh pemberian air lemon terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Wanakerta tahun 2022.
Desain penelitian menggunakan pra eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 30 responden ibu hamil dengan mual muntah. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel dependen yaitu frekuensi mual muntah pada ibu hamil. Variabel Independen yaitu pemberian air lemon. Pengumpulan data menggunakan lembar obeservasi.Uji statistik menggunakan Uji Wilxocon signed rank test.
Hasil penelitian diketahui hasil dari analisi Uji Wilxocon menunjukan bahwa negatif ranks antar sesudah dan sebelum diberikan air lemon yaitu N 30ᵃ, dengan mean rank 15.50, dan sum of ranks 456.00. Hasil Uji Wilcoxon signed rank test. Diperoleh nilai p= 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh
pemberian air lemon terdapat frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Wanakerta tahun 2022.
Kesimpulan dari hasil penelitiannya ini terdapat pengaruh pemberian air lemon terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Pusekesmas Wanakerta Tahun 2022. Saran dalam penelitian ini yaitu ibu hamil dengan mual muntah dapat meminum larutan air lemon sebanyak 180 cc dengan dosis sehari 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari masing- masing sebanyak 90 cc.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Spinal anestesi adalah suatu tindakan yang diberikan dengan cara menyuntikan obat anestesi lokal kedalam ruang
subarachnoid dan mencegah permulaan konduksi rangsang syaraf dengan menghambat aliran ion dengan meningkatkan ambang
eksitasi elektron, sehingga proses perambatan rangsang syaraf diperlambat, menurunkan potensi aksi dan menghambat depolaritas
(Latief, 2016). Tindakan spinal anestesi dapat menimbulkan gejala nyeri, mual, dan muntah yang sering terjadi pada 80% pasien
setelah tindakan anestesi dan pembedahan. Relaksasi napas dalam menjadi salah satu manajemen non farmakologis untuk
mengurangi mual muntah selain terapi music, distraksi, dan akupresur (Bulechek, Dochterman, & Wagner, 2018). Adapun tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik relaksasi napas dalam terhadap berkurangnya rasa mua
muntah pada pasien dengan pasca anestesi spinal di ruang pemulihan (Recovery Room) RS Annisa Bogor.
Penelitian ini penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pre eksperimental dengan desain
penelitian one group prepost-test. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan pasca pembiusan anestesi spinal yang
mengeluh mual muntah di Ruang Pemulihan (Recovery Room) dengan sampel penelitian sebanyak 31 responden. Instrumen
penelitian dengan menggunakan lembar observasi RINVR (Rhadex index Of Nausea, Vomiting, and Retching). Data yang
dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon.
Berdasarkan ouput dari Uji Wilcoxon “Test Statistics” , diketahui nilai Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,000 ≤ 0,05
Jadi kesimpulannya ada hubungan terknik relaksasi napas dalam dengan mual muntah pada pasien anestesi spinal di ruang
pemulihan RS Annisa Bogor.
Kesimpulan berdasarkan pengolahan data dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan
skor mual muntah sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi napas pada pasien dengan pasca anestesi spinal di ruang
pemulihan (recovery room) di Rumah Sakit Annisa Bogor Tahun 2021. Disarankan kepada Rumah Sakit Annisa Citeureup Bogor
dapat membuat SPO untuk Data Rumah Sakit tentang penerapan teknik relaksasi napas dalam terhadap berkurangnya rasa mua
muntah ini, sehingga dapat mewujudkan rasa nyaman pada pasien dan pelayanan keperawatan menjadi baik. Disarankan kepada
tenaga keperawatan, ketika menemukan pasien yang mengeluh mual muntah, maka dapat diberikan intervensi dan implementas
untuk teknik relaksasi napas dalam, hal ini menjadi bentuk nyata bahwa perawat berperan sebagai educator. Dan disarankan kepada
peneliti yang akan datang agar dalam proses penelitiannya untuk Fokuskan waktu khusus penelitian di ruang pemulihan recovery
room, dalam artian posisikan pada saat ini berdinas sebagai perawat khusus kamar pemulihan (recovery room).
Penulis berharap para peneliti dapat meneruskan penelitian ini, sehingga dapat menambah wawasan yang lebih luas.