BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Lanjut usia dengan hipertensi merupakan penderita dengan sakit kepala bagian belakang, mudah lelah, bingung, masalah penglihatan, kering berlebihan, kulit pucat atau merah, cemas atau gelisah. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 02 Juni 2022 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan di Desa Karang asih Cikarang Utara pada Ny. N (67 tahun). Adapun tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Ny. N adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan kriteria hasil selama 3x60 menit didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang dengan skala 1-4(1-10) dengan TTV dalam batas normal (TTV : Tekanan Darah : 160/100 mmHg, Nadi : 79x/menit, RR : 20x/menit, Suhu : 36,4C). Intervensi berikan kompres air hangat, teknik relaksasi dan teknik distraksi dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dari skala 6 menjadi skala 4. Dapat disimpulkan pada lansia dengan hipertensi sehingga dapat dijadikan acuan pemberian intervensi keperawatan. Masalah ini telah teratasi, dan intervensi dihentikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Seseorang bisa dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik kurang dari 90 mmHg, pada setiap pemeriksaan. Lanjut usia dengan hipertensi merupakan penderita dengan sakit kepala bagian belakang, mudah lelah, bingung, masalah penglihatan, kering berlebihan, kulit pucat atau merah, cemas atau gelisah. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 01 Juni 2022 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan di Desa Karang asih Cikarang Utara pada Ny. R (63 tahun). Adapun tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Ny. R adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan kriteria hasil selama 3x24 jam didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang dengan skala 1-3(1-10) dengan TTV dalam batas normal (TTV : Tekanan Darah : 130/80 mmHg, Nadi : 80x/menit, RR : 19 x/menit, Suhu : 36,1C). Intervensi berikan kompres air hangat, teknik relaksasi dan teknik distraksi dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dari skala 7 menjadi skala 3. Dapat disimpulkan pada lansia dengan hipertensi sehingga dapat dijadikan acuan pemberian intervensi keperawatan. Masalah ini telah teratasi, dan intervensi dihentikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis merupakan penyakit yang berkaitan dengan mukosa lambung yang dapat mengakibatkan pembengkakan pada mukosa lambung sehingga proses ini akan merangsang adanya proses inflamasi dilambung. Gastritis dapat menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (penggunaan ibuprofen). Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien berumur 50 tahun yang mengalami gastritis. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukannya gejala klinis pada pasien gastritis diantaranya nyeri ulu hati, mual muntah, tidak nafsu makan, perut kembung, dan nyeri epigastrium. Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini namun membutuhkan waktu selama 3x24 jam dengan kompres hangat pada area epigastrium. Kesimpulan tindakan yang dilakukan pada pasien gastritis dengan implementasi kompres hangat pada area epigastrium sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi ditandai dengan nyeri berkurang dengan skala nyeri 1, TD : 140 / 90 mmHg, N : 85 x/ menit, RR : 20 x/ menit, S : 36 C.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Lanjut usia dengan hiperkolesterol merupakan penderita dengan sakit pada bagian di belakang leher hingga menjalar pegal pada tangan dan kaki, sendi terasa kaku, kaki terkadang bengkak. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 24 Mei 2022 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan di Desa Karang asih Cikarang Utara pada Ny. T (70 tahun). Adapun tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Ny. T adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan kriteria hasil selama 3x24 jam didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang dengan skala 1-3(1-10) dengan TTV dalam batas normal (TTV : Tekanan Darah : 120/80 mmHg, Nadi : 80x/menit, RR : 20 x/menit, Suhu : 36,4C). Intervensi pemberian kompres air hangat, teknik relaksasi dan teknik distraksi dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dari skala 5 menjadi skala 2. Sehingga dapat disimpulkan nyeri akut dengan hiperkolesterol dijadikan salah satu acuan pemberian intervensi keperawatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Nyeri diabetes mellitus (DM) pada lanjut usia (lansia) menimbulkan berbagai macam gejala, misalnya
kesemutan, kram, pada kaki hingga nyeri. Nyeri akibat kadar gula darah yang tinggi dapat
menyebabkan melemahnya dinding pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel
saraf. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada
studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan ini berupa wawancara, data
fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan pada tanggal 24 Mei 2022 di
Desa Karang Asih Cikarang Utara pada Ny. S (60 tahun). Tindakan keperawatan yang diberikan
adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan, nyeri
akut dapat teratasi dari skala 4 menjadi skala 2 dengan kompres hangat, TTV dalam batas normal
(Tekanan Darah : 140/90MmHg, RR : 20x/menit, N : 80x/menit, S : 36,8
C). Intervensi pemberian
kompres air hangat dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut. Sehingga dapat dijadikan salah
satu acuan pemberian intervensi keperawatan pada lansia.