BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Keterbatasan produksi dan pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) pada hari-hari pertama pascapersalinan menjadi hambatan utama dalam pencapaian cakupan ASI eksklusif. Hambatan ini memicu risiko gangguan pertumbuhan anak hingga meningkatnya angka kejadian stunting. Intervensi nonfarmakologis berupa pijat oksitosin di area vertebra torakalis dinilai efektif merangsang refleks pancaran (let-down reflex) melalui stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemijatan oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Mekar Mukti Tahun 2026. Metode: Penelitian pra-eksperimental ini mengadopsi rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu nifas di Puskesmas Mekar Mukti pada bulan Juli 2026. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik total sampling sehingga didapatkan 30 ibu nifas. Intervensi pijat oksitosin diberikan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan gelas ukur laktasi. Analisis data bivariat diuji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test karena distribusi data tidak normal. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan seluruh ibu berada pada usia reproduksi sehat (100%), mayoritas berstatus multipara (60%), dan tidak bekerja (86,7%). Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) memiliki produksi ASI kategori kurang (<250 ml). Paschaintervensi, terjadi peningkatan signifikan di mana 15 responden (50%) mencapai kategori cukup dan 10 responden (33,3%) kategori lebih. Uji statistik menunjukkan nilai Z = -4,796 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pelaksanaan pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Intervensi ini direkomendasikan sebagai asuhan kebidanan komplementer rutin di puskesmas serta dimaksimalkan melalui pemberdayaan keluarga.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, sehingga kelancaran produksi dan pengeluarannya penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Produksi ASI yang optimal mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi serta keberlanjutan proses menyusui. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang membantu relaksasi ibu dan mendukung refleks pengeluaran ASI, sedangkan teknik Marmet memberikan stimulasi mekanis secara langsung pada payudara untuk membantu pengeluaran ASI. Kombinasi kedua teknik tersebut diharapkan dapat memberikan stimulasi yang lebih optimal dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan peningkatan produksi ASI antara pemberian pijat oksitosin dan kombinasi pijat oksitosin dengan teknik Marmet pada ibu nifas di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest two-group dengan 30 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 15 responden. Kelompok pertama diberikan pijat oksitosin, sedangkan kelompok kedua diberikan kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan satuan mL. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test pada tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil menunjukkan rata-rata produksi ASI pada kelompok pijat oksitosin meningkat dari 19,92 mL menjadi 30,89 mL, sedangkan kelompok kombinasi meningkat dari 20,94 mL menjadi 42,81 mL. Peningkatan masing-masing sebesar 10,97 mL dan 21,87 mL, dengan p < 0,001. Uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001), dengan selisih rata-rata peningkatan sebesar 10,91 mL. Kesimpulan pada kedua intervensi didapatkan peningkatan produksi ASI, namun kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan pijat oksitosin saja. Kombinasi kedua teknik tersebut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI pada ibu nifas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kualitas tidur merupakan salah satu kebutuhan penting bagi bayi karena berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Bayi usia 3–6 bulan masih mengalami proses pematangan pola tidur sehingga dapat mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun pada malam hari, sulit kembali tidur, dan durasi tidur yang kurang optimal. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah pijat bayi. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Posyandu Desa Sukabakti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 bayi usia 3–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kualitas tidur dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi pijat bayi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur tidak nyenyak sebanyak 20 bayi (57,1%), sedangkan 15 bayi (42,9%) memiliki kualitas tidur nyenyak. Setelah diberikan intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur nyenyak sebanyak 22 bayi (62,9%), sedangkan 13 bayi (37,1%) memiliki kualitas tidur tidak nyenyak. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,020 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah diberikan pijat bayi. Kesimpulan: Pijat bayi efektif meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Posyandu Desa Sukabakti Kabupaten Bekasi Tahun 2026 sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Persalinan adalah proses keluar janin, plasenta, dan selaput ketuban dari dalam rahim melalui jalan lahir. Persalinan dapat menyebabkan nyeri yang dipicu oleh kontraksi. Oleh karna itu dilakukannya pemijatan oksitoksin karna memiliki keunggulan, efek samping minimal, mudah di lakukan, serta dapat membantu mengurangi nyeri dan mempercepat proses pembukaan serviks. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijatan oksitosin terhadap frekuensi nyeri dalam proses persalinan normal di TPMB Ida Farida tahun 2026.
Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksprerimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi ibu hamil 30 responden yang di lakukan pada bulan Juli - Agustus dengan menggunakan Uji Wilcoxon Range List.
Hasil Uji Wilcoxon Range diperoleh p=0.000 < 0.05, sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh pijatan oksitosin terhadap intensitas nyeri pada proses persalinan normal di TPMB Ida Farida Tahun 2026.
Dapat simpulkan adanya pengaruh pijatan oksitosin terhadap frekuensi nyeri pada proses persalinan normal di TPMB Ida Farida. Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Universitas Medika Suherman, dosen pembimbing, TPMB Ida Farida dan seluruh responden yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi atau yang biasa dikenal dengan darah tinggi sangat perlu mendapatkan perhatian dari setiap individu karena merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya hingga mendapatkan julukan The Silent Killer. Hal ini dikarenakan hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh. Hipertensi diklasifikasikan penyakit tidak menular (PTM) yang dapat disebabkan gaya hidup tidak sehat maupun faktor keturunan. Hipertensi dalam ilmu Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) disebut Gāoxuěyā, Ganfeng (Liver Wind), Ganyang (Liver Yang), Taotong (headache), Xuangyu (dizziness), Zhongfeng (Stroke).
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tui na terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom hiperaktivitas yang hati.
Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Griya Pahri, Kota Depok, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi Tuina setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek tekanan darah sebelum dan setelah di lakukan terapi.
Hasil: Frekuensi dari keseluruhan 20 subjek penelitian menunjukkan bahwa jumlah laki-laki lebih tinggi (12 subjek = 60 %) dibandingkan dengan perempuan (8 subjek = 40 %). Subjek penelitian terbanyak berada pada usia 33 tahun (3 subjek = 15 %), terrendah pada usia 30 tahun (2 subjek = 10 %). Pekerjaan subjek penelitian terbanyak adalah karyawan (10 subjek = 50 %), wiraswasta (7 subjek = 35 %) dan IRT (3 subjek = 15 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 139 mmHg (1 subjek = 5 %) dan paling rendah sebesar 130 mmHg (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 89 mmHg (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 80 mmHg (1 subjek = 5 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 123 mmHg (1 subjek = 5 %) dan paling rendah sebesar 112 mmHg (2 subjek = 10 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 84 mmHg (1 subjek = 5 %) dan paling rendah sebesar 72 mmHg (1 subjek = 5 %). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000.
Kesimpulan: Terapi tui na memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom hiperaktivitas yang hati dengan rata-rata angka penurunan tekanan darah sistolik 135.00 mmHg dan diastolik 84.80 mmHg sebelum intervensi. Angka rata-rata setelah intervensi sebesar 116.45 mmHg (sistolik) dan 77.75 mmHg (diastolik). Perbedaan penurunan sistolik sebesar 18.65 mmHg (13.79%) dan diastolik 7.05 mmHg (8.31%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah dalam tubuh. Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Penyakit hipertensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan berbagai kondisi komplikasi, diantaranya seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Hipertensi dalam ilmu Pengobatan Tradisional Tiongkok disebut Gāoxuěyā, pusing (Xuànyūn), sakit kepala (tóutòng) dan angin hati (gānfēng).
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom retensi dahak lembab.
Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi tuina setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek tekanan darah sebelum dan setelah di lakukan terapi.
Hasil: jumlah responden laki - laki lebih tinggi (12 subjek = 60 %) dibandingkan dengan perempuan (8 subjek =40 %). Usia responden terbanyak 31, 34 dan 37 tahun (3 subjek = 15 %), usia responden terendah pada usia 30 tahun (2 subjek = 10 %). Responden terbanyak bekerja sebagai karyawan (7 subjek = 35 %), wiraswasta (5 subjek = 25 %), Ibu Rumah Tangga (5 subjek = 25 %) dan paling sedikit Guru (3 subjek = 15 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 139 mg/dl (5 subjek = 25 %) dan paling rendah sebesar 130 mg/dl (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 89 mg/dl (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 81 mg/dl (2 subjek = 10 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 130 mg/dl (2 subjek = 10 %) dan paling rendah sebesar 120 mg/dl (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 85 mg/dl (1 subjek = 5 %) dan paling rendah sebesar 76 mg/dl (2 subjek = 10 %). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000.
Kesimpulan: Terapi tuina memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom retensi dahak lembab. Angka rata-rata tekanan darah sistolik 135.25 mmHg dan diastolik 84.75 mmHg sebelum intervensi. Angka rata-rata setelah intervensi sebesar 125.85 mmHg (sistolik) dan 80.20 mmHg (diastolik). Penurunan sistolik sebesar 9.50 mmHg (7.02%) dan diastolik 4.55 mmHg (5.36%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat secara abnormal. Ini diukur dengan dua angka: tekanan sistolik (tekanan saat jantung berkontraksi) dan tekanan diastolik (tekanan saat jantung beristirahat antara detak). Ilmu Pengobatan Tradisioinal Tiongkok (PTT) menyebut Gāoxuěyā, pusing (Xuànyūn), sakit kepala (tóutòng) dan angin hati (gānfēng) sebagai penyakit yang mirip dengan gejala hipertensi.
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tui na terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang.
Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi tui na setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek tekanan darah sebelum dan setelah di lakukan terapi.
Hasil: jumlah responden laki - laki lebih tinggi (11 subjek = 55 %) dibandingkan dengan perempuan (9 subjek =45 %). Usia responden terbanyak 33, dan 37 tahun (@3 subjek = 15 %), usia responden terendah pada usia 30 tahun (1 subjek = 5 %). Responden terbanyak bekerja sebagai pedagang (8 subjek = 40 %), karyawan (5 subjek = 25 %), IRT (4 subjek = 20 %) dan paling sedikit Guru (3 subjek = 15 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 139 mmHg (2 subjek = 10 %) dan paling rendah sebesar 130 mmHg (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 89 mmHg (3 subjek = 15 %) dan paling rendah sebesar 81 mmHg (3 subjek = 15 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 126 mmHg (1 subjek = 5 %) dan paling rendah sebesar 115 mmHg (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 83 mmHg (3 subjek = 15 %) dan paling rendah sebesar 75 mmHg (3 subjek = 15 %). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000.
Kesimpulan: Terapi tui na memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang. Angka rata-rata tekanan darah sistolik 135.15 mmHg dan diastolik 85.55 mmHg sebelum intervensi. Angka rata-rata setelah intervensi sebesar 120.75 mmHg (sistolik) dan 79.45 mmHg (diastolik). Penurunan sistolik sebesar 14.40 mmHg (10.65%) dan diastolik 6.10 mmHg (7.13%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu hamil, terutama pada trimester III. Perubahan postur tubuh akibat membesarnya rahim, peningkatan kadar hormon relaksin, serta bertambahnya beban kehamilan menyebabkan peregangan pada otot dan ligamen yang berujung pada rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, serta memengaruhi kesiapan ibu menghadapi persalinan. Upaya penanganan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang relatif aman, murah, mudah diterapkan, serta tanpa efek samping adalah pijat endorphin. Pijat ini merupakan teknik sentuhan lembut yang berfungsi merangsang pelepasan endorphin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di TPMB X Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi pijat endorphin. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum diberikan pijat endorphin, ibu hamil tanpa nyeri sebesar 16,7%, nyeri ringan 43,3%, nyeri sedang 30,0%, dan nyeri berat 10,0%. Setelah intervensi, proporsi tanpa nyeri meningkat menjadi 60,0%, nyeri ringan 30,0%, nyeri sedang 10,0%, dan tidak ditemukan nyeri berat. Uji statistik menunjukkan nilai Z = -4,434 dengan p-value < 0,01, yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pijat endorphin. Kesimpulan: Pijat endorphin terbukti efektif menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III, sehingga layak direkomendasikan sebagai salah satu metode terapi nonfarmakologis dalam pelayanan antenatal
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Produksi ASI pada ibu menyusui tidak selalu berjalan optimal, dan salah satu permasalahan
yang kerap muncul adalah jumlah ASI yang tidak mencukupi. Kondisi ini menjadi hambatan dalam
pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, padahal program ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting (Juniar & Akhyar, 2023). Pijat Oketani merupakan bentuk intervensi non-farmakologis yang bertujuan untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pijt oketani pada ibu menyusui di Posyandu Merpati 8 Wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kebupaten Bekasi Tahun 2025. Metode penelitian metode ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test Lokasi penelitian di Posyandu Merpati 8 Desa karang Asih Cikarang Utara. Populasinya adalah ibu menyusui 0-6 bulan yang berkunjung ke posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi.
Sampel pada penelitian ini Ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan sebanyak 15 responden. Teknik
pengambilan sample menggunakan Total Sampling. Dengan sampel jumlah minimal. Variabel
independent dalam penelitian ini adalah pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI, dan sebagai
variabel dependen Produksi ASI pada ibu menyusui. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025. Hasil uji Wilcoxon P-value 0,001 < α=0,05. Kesimpulan adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Saran peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut memberikan edukasi dan informasi tentang cara untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Namun, pada masa postpartum masih banyak ibu yang mengalami kendala berupa rendahnya produksi ASI. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pijat breast care dan pijat oksitosin, yang bekerja merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest design. Sampel berjumlah 30 responden, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan pretest–posttest dalam masing-masing kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil: Sebelum intervensi, produksi ASI pada kelompok kontrol didominasi kategori rendah–sedang, sedangkan kelompok eksperimen pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya sedikit meningkat (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan dalam kedua kelompok (kontrol: peningkatan rata-rata –1,000; p = 0,006, eksperimen: peningkatan rata-rata –4,733; p = 0,000). Uji Independent Samples t-test menghasilkan selisih rata-rata 5,267 (p < 0,001), menegaskan adanya perbedaan signifikan produksi ASI antara kedua kelompok. Kesimpulan: penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Pijat bayi merupakan perawatan kesehatan berupa terapi sentuh dengan teknik-teknik tertentu yang diberikan kepada bayi sehingga dapat meningkat kan kualitas tidur, Masalah tidur pada bayi dan balita sebagian besar seperti kesulitan untuk tidur, bangun saat malam disertai anak mudah menangis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pijat pada bayi 0-12 bulan Di TPMB Bidan Nur asiah Di Perumnas Blok LD No 18 Di Karawang. Subyek dan metode: Menggunakan Metode kuantitatif dengan dengan desain preetest dan posttest. Populasi dalam penelitian 40 bayi, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 40. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Kualitas tidur bayi 0-12 bulan dengan kategori kurang tidur terdapat 32 bayi dan balita (80%), dan kategori kualitas cukup tidur terdapat 8 bayi (20%). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat adanya pengaruh pijat pada kualitas tidur bayi usia 0- 12 bulan. Kesimpulan: Pemijatan pada bayi sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala, dimulai dari usia 0 bulan, minimal setiap satu bulan 2 kali, baik itu oleh orang tua maupun oleh tenaga profesional yang sudah bersertifikat
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : WHO Merekomendasikan bahwa memberikan air susu ibu (ASI) secara
ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupan merupakan bagian dari pelaksanaan standar
emas pemberian makanan bayi dan anak (PMBA). Cakupan pemberian ASI Dinkes
Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 72,59%, pemberian ASI Eksklusif mengalami
kenaikan jika dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 65,53%. Studi pendahuluan
yang dilakukan pada bulan Juli - Agustus terhadap ibu nifas yang berada di TPMB Bidan.
A terdapat 50% yang mengeluh ASI nya tidak keluar lancar dan keluarpun dengan jumlah
ASI yang sedikit, atas dasar tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang
pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifal
di TPMB Bidan.A Kabupaten Bekasi.
Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest pottest desilgn.
Populalsil peneliltilaln yalknil ilbu post palrtum halril ke 1 salmpalil 42 hari pada bulan Juli
dil TPMB Bildaln.A sebanyak 35 responden. teknik pengambilan sampel dengan Total
Sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 35 responden. Analisis data pada penelitian
ini menggunakan Uji Wilcoxon Range List
Hasil : Hasiil Uji Wilcoxone Range List diperoleh nilai p= 0.001 <0,05 sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada
ibu nifas di TPMB Bidan.A Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2024
Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu
nifas di TPMB Bidan.A. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
informasi dalam memberikan KIE kepada pasien tentang perawatan payudara dan pijat
oksitosin sehingga dapat meningkatkan cakupan pemberian ASI ekslusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Menurut Data tahun 2022 di Indonesia masih banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari. Namun lebih dari 72% orang tua menganggap gangguan tidur pada bayi bukan suatu masalah atau hanya masalah kecil. Bayi yang mengalami gangguan tidur akan mengalami gangguan pada masa pertumbuhannya, sehingga tidak pertumbuhannya optimal. Selain peningkatan berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur pertumbuhan bayi.(Nurseha & Lintang, 2022). Pijat bayi dapat menurunkan angka morbiditas, pemijatan pada bayi bermanfaat untuk meningkatkan berat badan bayi, meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan produksi ASI, memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan serta meningatkan kualitas tidur. Pijat bayi juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkermbangan bayi.(Nurseha Lintang, 2022). Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Doremi Mom & Baby SPA Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dengan pendekatan One Group Pretest dan Post Test Design. Populasi: Dalam penelitian ini seluruh bayi usia 3-6 bulan yang dalam kondisi sehat di Doremi Mom & Baby SPA pada bulan Juli-Agustus 2024 dengan jumlah populasi 30 bayi. Sampel: Dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen: Yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar Kuesioner. Analisis Data: Data analisis dengan analisis univariat dan bivariat dan sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro Wilk dan dilakukan Uji Statistic Non Parametric yaitu Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa Ada Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan dengan Asymp. Sig mempunyai nilai <0,001 P<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Dalam penelitian ini bahwa Ada Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan mengenai Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Menurut World Healthy Organitation (WHO) 2017, secara global sekitar 20-40% bayi usia 0-3 tahun mengalami masalah keterlambatan dalam proses perkembangan.
Pervelansi masalah perkembangan anak diberbagai negara maju dan berkembang di antaranya di Amerika sebesar 12-16%, Argentina 22%, dan Hongkong 23%. Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan yaitu pada usia0-12 bulan. Pijat merupakan salah satu terapi sentuh. Mengingat banyak sekali hal yang menarik seputar pijat bayi dari berbagai aspek salah satunya adalah untuk pertumbuhan dan perkembangan. Mengetahui pengaruh Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Bayi usia 1-6 Bulan di Klinik Dhiya Kp. Cibuntu Tahun 2023.
Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Experiment Design dengan rancangan Nonequivalent control Group atau sering disebut non randomized control group pretest postest design. Populasi yang diteliti adalah 30 bayi di klinik Dhiya, penelitian ini terbagi 2 kelompok yaitu 15 bayi kelompok eksperiment dan 15 bayi kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Pada Uji indepent T test adalah 0,001 < 0,05 dengan nilai t hitung sebesar 3,504. Pada uji Paired T-test hasil Sig. (2 tailed) dari kelompok eksperimen adalah sebesar 0,001. Disimpulkan ada perbedaan rata-rata
tiap kelompok karena nilai sign. (2 tailed) <0,05 dengan demikian Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi Usia 1-6 bulan di Klinik Dhiya kp. Cibuntu Tahun 2023. Diharapkan bidan dapat memotivasi ibu untuk melakukan pijat bayi dan dapat menjadi referensi tambahan maupun wawasan peserta didik kebidanan dan menjadi salah satu intervensi kebidanan yang efektif untuk meningkatkan berat badan bayi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pijat Tui Na merupakan teknik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan. Pijat Tui Na ini merupakan tehnik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, melalui modifikasi dari akupunktur tanpa jarum, teknik ini menggunakan penekanan pada titik meridian tubuh atau garis
aliran energi sehingga relatif lebih mudah dilakukan dibandingkan akupuntur tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pijat Tui Na terhadap peningkatan berat badan pada balita di TPMB Intan Pratiwi Kecamatan Cikampek Karawang Tahun 2023.
Desain ini adalah peineilitian quiasi eikspeirimeintal deingan rancangan thei onei grouip preiteist-postteist deisign. Popuilasi peineilitian ini berjuimlah 45 balita, tempat penelitian dilakukan di TPMB Intan Pratiwi Kecamatan Cikampek Kabuipatein Karawang Tahuin 2023 Pada tanggal 15Oktober –15November. Sampel penelitian berjumlah 31 responden, dengan pengumpulan sampel melalui purposive sampling. Variabel dependen yaitu berat badan. Variabel independen yaitu pijat
Tui Na.
Hasil analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentasi, nilai rata-rata, analisis bivariat menggunakan Paired Sampel T-Test di dapatkan nilai Sig (2-tailed) 0,001<0.005 yang artinya ada pengaruh pijat Tui Na teradap peningkatan berat badan pada balita di TPMB Intan Pratiwi Kecamatan Cikampek Karawang Tahun 2023
Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pijat Tui Na terhadap kenaikan berat badan balita
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data UNICEF dan WHO tahun 2021, tingkat pemberian ASI hanya 44% bayi di bawah usia enam bulan yang disusui secara eksklusif sementara 68% wanita terus menyusui bayinya setidaknya selama satu tahun, sedangkan targetnya 70-80% angka ini jauh dari target yang diharapkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu Postpartum di TPMB Edeh Patmawati Tahun 2023.
Jenis penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan menggunakan one group pretest posttest design. Jumlah responden 35 responden, analisa data dilakukan secara Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilakukan di TPMB Edeh Patmawati terhitung dari bulan November - Desember Tahun 2023. Pengumpulan data menggunakan kuisioner.
Hasil dari penelitian didapatkan uji wilcoxone signed ranks test nilai 0,000 (p<0,005) ada ada pengaruh pijat laktasi dengan teknik oksitosin pada ibu Postpartum di TPMB Edeh Patmawati Tahun 2023.
Disarankan kepada praktek bidan mandiri diadakan pelayanan Pijat Oksitosin sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada masa nifas serta melatih keluarga klien sehingga dapat melaksanakan pijat oksitosin secara mandiri dirumah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kelancaran produksi ASI adalah proses melepaskan ASI dari payudara ibu dengan atau tanpa bayi menyusu. Salah satu cara untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI setelah melahirkan adalah dengan melakukan pijat woolwich. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat woolwich terhadap produksi ASI pada ibu post partum di tempat praktik mandiri bidan mufliah tahun 2022.
Jenis penelitian ini Quasi Eksperiment Design dengan menggunakan Non Equivalent Control Group. Populasi penelitian sebanyak 30 responden. Sampel penelitian 30 responden pada kelompok kontrol 15 dan kelompok eksperimen 15. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan kriteria insklusi dan eksklusi. Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring, tabulating. Uji statistik menggunakan Mann Whitney U Test.
Hasil Penelitian pada hasil pretest kelompok eksperimen didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 9,93 dan hasil posttest didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 21,07 dengan nilai Z sebesar -3,705 dan P value 0,000 < a (0,05). Sedangkan hasil pretest pada kelompok kontrol didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 14,43 dan hasil posttest didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 16,57 dengan nilai Z sebesar -0,734 dan P value 0,463 > a (0,05).
Kesimpulan Ada perbedaan dan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah dilakukan pijat woolwich. Saran penelitian ini diharapkan semakin banyak tenaga kesehatan yang menerapkan pijat woolwich pada ibu nifas dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah produksi ASI sehingga bayi dapat menyusu secara eksklusif
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Semua perempuan mempunyai potensi untuk memberikan ASI kepada anaknya, namun tidak semua ibu postpartum dapat langsung mengeluarkan ASI. Kendala dalam memberikan ASI secara dini pada hari pertama setelah melahirkan yaitu produksi ASI yang sedikit. Keadaan emosi ibu yang berkaitan dengan reflex oksitosin ibu dapat mempengaruhi produksi ASI sekitar 80% sampai 90%. Kondisi emosional ibu dalam keadaan baik, nyaman dan tanpa tekanan maka dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Untuk mengatasi hal ini dilakukan pijat oksitosin.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022.Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Only Design, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, yaitu yang diberi perlakuan (kelompok eksperimen). Kelompok efek diberi perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah dikenai perlakuan. Populasinya adalah seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik menggunakan t – test didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator Ibu dengan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05 pada a = 5%) dan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator bayi didapatkan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05 pada a = 5%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022 pada indikator Ibu dan Bayi. Saran Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan hasil penelitian ini yaitu pemberian pijat oksitosin bagi ibu post partum untuk meningkatkan produksi ASI dalam rangka pencapaian pemberian ASI Ekslusif dan pencegahan stunting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU MENYUSUI BAYI USIA 0 – 1 MINGGU DI KLINIK FATWA MEDIKA KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022 Siti Julaeha Program Studi Sarjana Kebidanan (S1) Universitas Medika Suherman Email : [email protected] Abstrak Latar belakang: Semua perempuan mempunyai potensi untuk memberikan ASI kepada anaknya, namun tidak semua ibu postpartum dapat langsung mengeluarkan ASI. Kendala dalam memberikan ASI secara dini pada hari pertama setelah melahirkan yaitu produksi ASI yang sedikit. Keadaan emosi ibu yang berkaitan dengan reflex oksitosin ibu dapat mempengaruhi produksi ASI sekitar 80% sampai 90%. Kondisi emosional ibu dalam keadaan baik, nyaman dan tanpa tekanan maka dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Untuk mengatasi hal ini dilakukan pijat oksitosin. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022 Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Only Design, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, yaitu yang diberi perlakuan (kelompok eksperimen). Kelompok efek diberi perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah dikenai perlakuan. Populasinya adalah seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik menggunakan t – test didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator Ibu dengan p-value sebesar 0,000 (p-value 0,05 pada α = 5%) dan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator bayi didapatkan p-value sebesar 0,000 (p-value 0,05 pada α = 5%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022 pada indikator Ibu dan Bayi. Saran Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan hasil penelitian ini yaitu pemberian pijat oksitosin bagi ibu post partum untuk meningkatkan produksi ASI dalam rangka pencapaian pemberian ASI Ekslusif dan pencegahan stunting. Bahan bacaan :14 buku (2010-2020), dan 19 Jurnal (2011-2022) Kata kunci: Pijat oksitosin, Produksi ASI THE EFFECT OF OXYTOCIN MASSAGE ON BREAST MILK (ASI) PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS INFANTS AGED 0 -1 WEEK AT THE FATWA MEDIKA CLINIC, BEKASI REGENCY IN 2022 Siti Julaeha Bachelor of Midwifery Study Program (S1) Medika Suherman University Email : [email protected] Abstract Background: All women have the potential to breastfeed their children, but not all postpartum mothers can immediately excrete breast milk. The obstacle in giving breast milk early on the first day after giving birth is the small production of breast milk. The mother's emotional state related to the mother's oxytocin reflex can affect breast milk production by about 80% to 90%. The mother's emotional state is in good condition, comfortable and without pressure, it can increase and facilitate breast milk production. To combat this is performed oxytocin massage. Objective:The purpose of this study is to determine the effect of oxytocin massage on breast milk production in breastfeeding mothers at the Fatwa Medika Clinic, Bekasi Regency in 2022. Methods: The research design used in this study used quasi-experimentation with the design of One Group Pretest-Posttest Only Design, which is a type of research involving one group of subjects, namely those who were treated (experimental group). The effect group was treated and will be tested by comparing the results before and after being treated. The population is all breastfeeding mothers who have babies aged 0-1 week at the Fatwa Medika Clinic, Bekasi Regency in 2022. The sample in this study was all breastfeeding mothers who had babies aged 0-1 week. Sampling techniques using Total sampling with a total of 30 responden. Results: The results of the Statistical Test study using t - test found that there was an effect of oxytocin massage on the smoothness of breast milk on the maternal indicator with a p-value of 0.000 (p-value 0.05 at α = 5%) and there was an effect of oxytocin massage on the smoothness of breast milk on the baby's indicator obtained a p-value of 0.000 (p-value 0.05 on α = 5%). Conclusion: The conclusion of this study is that there is an effect of oxytocin massage on breast milk production in breastfeeding mothers at the Fatwa Medika Clinic, Bekasi Regency in 2022 on maternal and infant indicators. Advice It is hoped that health workers can apply the results of this study, namely the provision of oxytocin massage for post-partum mothers to increase breast milk production in order to achieve exclusive breastfeeding and stunting prevention. Reading material:.14 books (2010-2020), and 19 Journal (2011-2022) Keywords: Oxytocin massage, Breast milk production, Breastfeeding mothers
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kelancaran produksi ASI adalah proses melepaskan ASI dari payudara ibu dengan atau tanpa bayi menyusu. Salah satu cara untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI setelah melahirkan adalah dengan melakukan pijat woolwich. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat woolwich terhadap produksi ASI pada ibu post partum di tempat praktik mandiri bidan mufliah tahun 2022. Jenis penelitian ini Quasi Eksperiment Design dengan menggunakan Non Equivalent Control Group. Populasi penelitian sebanyak 30 responden. Sampel penelitian 30 responden pada kelompok kontrol 15 dan kelompok eksperimen 15. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan kriteria insklusi dan eksklusi. Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring, tabulating. Uji statistik menggunakan Mann Whitney U Test. Hasil Penelitian pada hasil pretest kelompok eksperimen didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 9,93 dan hasil posttest didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 21,07 dengan nilai Z sebesar -3,705 dan P value 0,000 α (0,05). Sedangkan hasil pretest pada kelompok kontrol didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 14,43 dan hasil posttest didapatkan nilai rerata produksi ASI sebesar 16,57 dengan nilai Z sebesar -0,734 dan P value 0,463 > α (0,05). Kesimpulan Ada perbedaan dan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah dilakukan pijat woolwich. Saran penelitian ini diharapkan semakin banyak tenaga kesehatan yang menerapkan pijat woolwich pada ibu nifas dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah produksi ASI sehingga bayi dapat menyusu secara eksklusif