Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: tui na
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Tui Na Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Sindrom Defisiensi Yin dan Hiperaktivitas Yang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat secara abnormal. Ini diukur dengan dua angka: tekanan sistolik (tekanan saat jantung berkontraksi) dan tekanan diastolik (tekanan saat jantung beristirahat antara detak). Ilmu Pengobatan Tradisioinal Tiongkok (PTT) menyebut Gāoxuěyā, pusing (Xuànyūn), sakit kepala (tóutòng) dan angin hati (gānfēng) sebagai penyakit yang mirip dengan gejala hipertensi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tui na terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang. Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi tui na setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek tekanan darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil: jumlah responden laki - laki lebih tinggi (11 subjek = 55 %) dibandingkan dengan perempuan (9 subjek =45 %). Usia responden terbanyak 33, dan 37 tahun (@3 subjek = 15 %), usia responden terendah pada usia 30 tahun (1 subjek = 5 %). Responden terbanyak bekerja sebagai pedagang (8 subjek = 40 %), karyawan (5 subjek = 25 %), IRT (4 subjek = 20 %) dan paling sedikit Guru (3 subjek = 15 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 139 mmHg (2 subjek = 10 %) dan paling rendah sebesar 130 mmHg (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 89 mmHg (3 subjek = 15 %) dan paling rendah sebesar 81 mmHg (3 subjek = 15 %). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 126 mmHg (1 subjek = 5 %) dan paling rendah sebesar 115 mmHg (1 subjek = 5 %). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 83 mmHg (3 subjek = 15 %) dan paling rendah sebesar 75 mmHg (3 subjek = 15 %). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000. Kesimpulan: Terapi tui na memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang. Angka rata-rata tekanan darah sistolik 135.15 mmHg dan diastolik 85.55 mmHg sebelum intervensi. Angka rata-rata setelah intervensi sebesar 120.75 mmHg (sistolik) dan 79.45 mmHg (diastolik). Penurunan sistolik sebesar 14.40 mmHg (10.65%) dan diastolik 6.10 mmHg (7.13%).

34 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Tui Na Terhadap Perubahan Berat Badan Balita Penderita Malnutrisi (Gan Zheng) Sindrom Defisiensi Limpa Dengan Stagnasi Makanan

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Malnutrisi pada balita masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Masalah ini berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan daya tahan tubuh anak. Malnutrisi merupakan kondisi ketidakseimbangan asupan zat gizi, yang secara umum dibagi menjadi dua kategori, yaitu undernutrition (gizi kurang) dan overnutrition (gizi lebih). Undernutrition mencakup kondisi seperti stunting, wasting, dan underweight, sedangkan overnutrition berkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Salah satu penyebab malnutrisi, terutama undernutrition, adalah gangguan fungsi sistem pencernaan. Dalam pandangan pengobatan tradisional Tiongkok, kondisi ini sering dikaitkan dengan sindrom defisiensi limpa dengan stagnasi makanan. Terapi Tui Na dapat digunakan untuk memperbaiki fungsi limpa dan meningkatkan berat badan balita pada penderita malnutrisi. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi Tui Na terhadap perubahan berat badan pada balita penderita malnutrisi (Gan Zheng) sindrom defisiensi limpa dengan stagnasi makanan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre- eksperimental, yaitu one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 20 partisipan berusia 1-5 tahun, yang diambil dari Panti Sehat NPJ, Kota Bekasi, Jawa Barat, selama periode Maret hingga Juli 2025. Terapi Tui Na dilakukan sebanyak 6 kali dalam waktu 2 minggu, dengan melakukan pengukuran berat badan sebelum dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Rata-rata berat badan partisipan sebelum intervensi adalah 11,285 kg (SD 1,859), meningkat menjadi 11,600 kg (SD 1,959) setelah intervensi, dengan selisih rata-rata sebesar 0,315 kg. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0.000, yang berarti ada perbedaan signifikan antara berat badan sebelum dan setelah terapi Tui Na. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima, hal ini menunjukkan bahwa terapi Tui Na memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan berat badan. Kesimpulan: Terapi Tui Na memberikan pengaruh terhadap peningkatan berat badan balita penderita malnutrisi (Gan Zheng) sindrom defisiensi limpa dengan stagnasi makanan

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Tui Na Terhadap Perubahan Kembung di Ulu Hati (Epigastrium) Akibat Sindrom Stagnasi Q1 Hati

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kembung merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya perasaan penuh, rasa tekanan, atau rasa tidak nyaman di perut yang bisa dikarenakan penumpukan gas dalam saluran pencernaan. Data dari World Gastroenterology Organisation (WGO) menunjukkan bahwa sekitar 16-30% populasi dunia mengalami gejala kembung secara teratur. Di Indonesia, survei kesehatan rumah tangga yang dilakukan pada tahun 2022 mencatat bahwa 20% responden mengeluhkan gejala kembung setidaknya satu kali dalam sebulan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Tui Na terhadap perubahan Kembung Di Ulu Hati (Epigastrium) Akibat Sindrom Stagnasi Qi Hati. Metode: Penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan mei-juni 2025 di Living Clinic, Kota Medan, Sumatera Utara. Sampel berusia 20-60 tahun dengan terapi Tui Na 3 kali seminggu dengan jeda sehari selama 2 minggu. Tingkat kembung di ulu hati akan dievaluasi sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil: Berdasarkan uji analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value adalah 0,000. Karena nilai p-value < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, sehingga kesimpulannya adalah ada pengaruh terapi Tui Na terhadap perubahan kembung di ulu hati (epigastrium) akibat sindrom stagnasi qi hati. Kesimpulan: Terapi Tui Na memberikan pengaruh terhadap kadar Kembung di Ulu Hati (Epigastrium) Akibat Sindrom Stagnasi Qi Hati Di Living Clinic.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pijat Tui Na Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Balita di TPMB Intan Pratiwi Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Pijat Tui Na merupakan teknik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan. Pijat Tui Na ini merupakan tehnik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, melalui modifikasi dari akupunktur tanpa jarum, teknik ini menggunakan penekanan pada titik meridian tubuh atau garis aliran energi sehingga relatif lebih mudah dilakukan dibandingkan akupuntur tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pijat Tui Na terhadap peningkatan berat badan pada balita di TPMB Intan Pratiwi Kecamatan Cikampek Karawang Tahun 2023. Desain ini adalah peineilitian quiasi eikspeirimeintal deingan rancangan thei onei grouip preiteist-postteist deisign. Popuilasi peineilitian ini berjuimlah 45 balita, tempat penelitian dilakukan di TPMB Intan Pratiwi Kecamatan Cikampek Kabuipatein Karawang Tahuin 2023 Pada tanggal 15Oktober –15November. Sampel penelitian berjumlah 31 responden, dengan pengumpulan sampel melalui purposive sampling. Variabel dependen yaitu berat badan. Variabel independen yaitu pijat Tui Na. Hasil analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentasi, nilai rata-rata, analisis bivariat menggunakan Paired Sampel T-Test di dapatkan nilai Sig (2-tailed) 0,001<0.005 yang artinya ada pengaruh pijat Tui Na teradap peningkatan berat badan pada balita di TPMB Intan Pratiwi Kecamatan Cikampek Karawang Tahun 2023 Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pijat Tui Na terhadap kenaikan berat badan balita

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pijat Tuina Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita di Klinik Al Ikhlas Kabupaten Bekasi Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Satu dari tiga balita mengalami gangguan pertumbuhan (bayi pendek untuk rata-rata usianya / stunted) dan hampir seperlima jumlah balita mengalami mengalami berat badan kurang di bawah standar ratarata (underweight). Penyebab masalah gizi pada umumnya disebabkan oleh gangguan nafsu makan pada anak. Hal ini bisa diatasi dengan pijat Tui Na. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat tui na terhadap nafsu makan pada balita di klinik al ikhlas Kabupaten Bekasi Tahun 2021. Desain penelitian menggunakan studi eksperimen Populasi penelitian: balita di klinik al ikhlas sebanyak 35 responden. Sampel penelitian berjumlah 35 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variable dependen yaitu peningkatan nafsu makan Variable independen yaitu pijat Tui na. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Teknik pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Tabulating, analis univariat meliputi karakteristik responden, analis bivariate Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon signed rank test. Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 35 responden sebelum dilakukan pijat Tui Na pada balita setelah dilakukan pijat tuina mayoritas kategori IMT ideal yaitu sebanyak 26 responden (74%), dan IMT kurang sebanyak 9 responden (26%). Hasil uji Wilcoxone Signed Test diperoleh nilai nilai p= 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pijat tui na terhadap peningkatan nafsu makan pada balita di Klinik Al Ikhlas Kabupaten Bekasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh pijat tuina terhadap peningkatan nafsu makan pada balita di Klinik Al Ikhlas Tahun 2021. Saran untuk responden diharpkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber masukan untuk dapat meningkatkan nafsu makan pada anak dengan cara melakukan pijat tuina.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail