Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Novita Yunior

1 karya publik ditemukan.

2020: 1

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian HIV/AID di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2016

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perkembangan kasus di Indonesia pun memperhatikan peningkatan yang semakin pesat, kasus HIV/AIDS di Indonesia, di temukan pertama kali pada tahun 1987 hingga saat ini menyebar 1987 hingga saat ini menyebar di 386 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Menurut penelitian, risiko paling tinggi untuk terinfeksi HIV/AIDS yaitu perempuan pekerja seks. Hasil penelitian di Moscow menemukan 79 % dari perempuan pengidap HIV berasal dari kelompok pekerja seks ( Vilasis –keener A dkk, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasitahun 2016. Penelitian ini menggunaakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross secsional dan yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2016, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel 323 responden dan populasi 169 responden. Hasil analisis bvariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Usia P-Value = 0,039 (P<a 0,05), dan OR 1,812 dan jenis kelamin P-Value = 0,017 (P<a 0,05) dan OR 1,773 pendidikan P-Value = 0,009 (P<a 0,05), dan OR 1,872 heteroseksual P-Value = 0,002 (P<a 0,05), dan OR 2,043 homoseksual P-Value = 0,044 (P<a 0,05), dan OR 1,816 dan biseksual P-Value = 0,012 (P<a 0,05), dan OR 2,087. Tidak ada kesenjangan antara teori dengan peneliti. Kesimpulasn dari peneliti ini ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, heteroseksual, homoseksual dn biseksual dengan kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa konseling yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi yang terinfeksi HIV/AIDS. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan konseling bagi penderita HIV/AIDS agar psikologis penderita tidak terganggu dan mencegah komplikasi dini sehingga dapat menurunkan angka kejadian HIV/AIDS di Indonesia.