Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Transfusi Darah
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Efektivitas Biaya Terapi Transfusi Darah dan Kelasi Besi Terhadap Outcome Klinis Pasien Talasemia Mayor di RS Sentra Medika Cibinong

2026•Koleksi Perpustakaan

Talasemia mayor merupakan kelainan hemolitik herediter berat yang membutuhkan transfusi darah rutin, sehingga menimbulkan penumpukan zat besi yang harus diatasi dengan terapi kelasi besi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya terapi transfusi darah dan kelasi besi (Deferasirox dan Deferipron) terhadap outcome klinis pasien talasemia mayor rawat jalan BPJS di RS Sentra Medika Cibinong periode Januari–Desember 2025. Penelitian ini merupakan penelitian farmakoekonomi dengan metode Cost Effectiveness Analysis (CEA), desain observasional analitik non-eksperimental, pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis dan klaim BPJS/INA-CBG's. Sampel sebanyak 55 pasien dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan outcome klinis (pencapaian target kadar hemoglobin disertai penurunan kadar feritin) lebih tinggi pada kelompok transfusi darah dan Deferasirox (30%) dibandingkan kelompok transfusi darah dan Deferipron (27%). Rata-rata biaya medis langsung kelompok Deferasirox (Rp1.367.580) lebih rendah dibandingkan kelompok Deferipron (Rp2.708.515). Nilai Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) kelompok Deferasirox (Rp45.586) lebih rendah dibandingkan kelompok Deferipron (Rp100.315), dengan nilai Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER) sebesar -Rp446.978. Terapi transfusi darah dan Deferasirox berada pada kuadran dominan (efektivitas lebih tinggi, biaya lebih rendah). Dapat disimpulkan bahwa terapi transfusi darah dan Deferasirox lebih cost-effective dibandingkan terapi transfusi darah dan Deferipron terhadap outcome klinis pasien talasemia mayor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Orang Tua dan Kepatuhan Tranfusi Darah Dengan Kualitas Hidup Anak Pasien Penderita Thalassemia di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Thalassemia merupakan penyakit genetik kronis yang memerlukan transfusi darah rutin seumur hidup dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien anak. Dalam pengelolaannya, pengetahuan orang tua dan kepatuhan terhadap transfusi darah berperan penting dalam mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup anak penderita thalasemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua dan kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia di Sentra Medika Hospital Cikarang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh orang tua pasien anak penderita thalasemia yang melakukan kontrol rutin di Unit Thalasemia sebanyak 51 responden, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan PedsQL versi 4.0 untuk mengukur kualitas hidup anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat kuesioner pengetahuan orang tua, kuesioner kepatuhan transfusi darah, dan instrumen menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia (p = 0,000), serta terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia (p = 0,000). Kesimpulan: Anak dengan orang tua yang memiliki pengetahuan baik dan tingkat kepatuhan transfusi yang tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Transfusi Darah Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Anak Thalasemia Mayor di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2025•Koleksi Perpustakaan

Thalasemia Mayor merupakan penyakit kronis yang umum di negara Mediterania dan Asia Tenggara, dengan prevalensinya yang semakin meningkat. Kepatuhan merupakan penanganan utama dalam menjalani rutinitas transfusi pada penderita Thalasemia. Penderita Thalasemia dianjurkan rutin menjalankan transfusi darah, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh sehingga penderita tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan transfusi darah dan kualitas hidup pada pasien Thalasemia Mayor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan non probability sampling dengan cara pendekatan purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner untuk kepatuhan Transfusi darah dan kualitas hidup dengan kuesioner PedsQL. Populasi dalam penelitian ini yaitu 50 populasi pasien yang berkunjung di unit Thalasemia RS Sentra Medika Cibinong. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 orang. Data diolah dan dianalisa secara bertahap sesuai dengan tujuan penelitian menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil uji Gamma, didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,570 hasil p value = 0,006 atau < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan korelasi positif sedang dan signifikan antara kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien, sehingga jika pasien memiliki tingkat kepatuhan transfusi darah yang tinggi maka akan mempunyai kualitas hidup yang baik.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Transfusi Darah dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Anak Thalasemia Mayor Di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Thalasemia Mayor merupakan penyakit kronis yang umum di negara Mediterania dan Asia Tenggara, dengan prevalensinya yang semakin meningkat. Kepatuhan merupakan penanganan utama dalam menjalani rutinitas transfusi pada penderita Thalasemia. Penderita Thalasemia dianjurkan rutin menjalankan transfusi darah, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh sehingga penderita tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan transfusi darah dan kualitas hidup pada pasien Thalasemia Mayor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan non probability sampling dengan cara pendekatan purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner untuk kepatuhan Transfusi darah dan kualitas hidup dengan kuesioner PedsQL. Populasi dalam penelitian ini yaitu 50 populasi pasien yang berkunjung di unit Thalasemia RS Sentra Medika Cibinong. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 orang. Data diolah dan dianalisa secara bertahap sesuai dengan tujuan penelitian menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil uji Gamma, didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,570 hasil p value = 0,006 atau 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan korelasi positif sedang dan signifikan antara kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien, sehingga jika pasien memiliki tingkat kepatuhan transfusi darah yang tinggi maka akan mempunyai kualitas hidup yang baik. Thalassemia Major is a chronic disease common in Mediterranean and Southeast Asian countries, with increasing prevalence. Compliance is the main treatment in undergoing routine transfusions in Thalassemia patients. Thalassemia patients are advised to undergo routine blood transfusions, maintain health and endurance so that patients can continue their activities as usual. This study aims to determine blood transfusion compliance and quality of life in Thalassemia Major patients. This type of research is quantitative research with a correlational design and cross-sectional approach. The sampling technique in this study used non-probability sampling with a purposive sampling approach. Data were obtained by distributing questionnaires for blood transfusion compliance and quality of life with the PedsQL questionnaire. The population in this study was 50 patient populations who visited the Thalassemia unit of Sentra Medika Cibinong Hospital. The sample in this study amounted to 45 people. The data were processed and analyzed in stages according to the research objectives using computerization. The results of the study showed that, the results of the Gamma test, obtained a correlation coefficient value of 0.570 p value = 0.006 or 0.05. So it can be concluded that there is a moderate and significant positive correlation between blood transfusion compliance and patient quality of life, so that if patients have a high level of blood transfusion compliance, they will have a good quality of life.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Transfusi Darah Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Anak Thalasemia Mayor Di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Thalasemia Mayor merupakan penyakit kronis yang umum di negara Mediterania dan Asia Tenggara, dengan prevalensinya yang semakin meningkat. Kepatuhan merupakan penanganan utama dalam menjalani rutinitas transfusi pada penderita Thalasemia. Penderita Thalasemia dianjurkan rutin menjalankan transfusi darah, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh sehingga penderita tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan transfusi darah dan kualitas hidup pada pasien Thalasemia Mayor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan non probability sampling dengan cara pendekatan purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner untuk kepatuhan Transfusi darah dan kualitas hidup dengan kuesioner PedsQL. Populasi dalam penelitian ini yaitu 50 populasi pasien yang berkunjung di unit Thalasemia RS Sentra Medika Cibinong. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 orang. Data diolah dan dianalisa secara bertahap sesuai dengan tujuan penelitian menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil uji Gamma, didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,570 hasil p value = 0,006 atau 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan korelasi positif sedang dan signifikan antara kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien, sehingga jika pasien memiliki tingkat kepatuhan transfusi darah yang tinggi maka akan mempunyai kualitas hidup yang baik.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Orang Tua Dalam Pemberian Terapi Transfusi Pada Anak Dengan Thalasemia di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

2019•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Thalasemia merupakan sindrom kelainan yang diwariskan dan masuk kedalam kelompok hemoglobinopati. Thalasemia merupakan penyakit yang banyak ditemukan pada anak-anak dan penderitanya tersebar diseluruh dunia. Sampai saat ni thalasemia belum dapat disembuhkan. Transfusi darah masih merupakan terapi satusatunya bagi pasien thalasemia guna mempertahankan hemoglobin darah. Memenuhi kebutuhan dasar anak adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh orang dewasa atau orangtua, dalam mmenuhi kebutuhan asih pada anak peran orangtua sangat penting dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia karena anak belum bisa secara mandiri dalam memenuhi kebutuhannya. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi orangtua dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018 Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orangtua dari anak penderita thalasemia di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan populasi berjumlah 252 orang. Dengan menggunakan Rumus Lameshow didapatkan sampel pada penelitian ini berjumlah 70 orang, dan teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Analisis data di lakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan nilai signifikan alpha 5% (α = 0,05) dengan uji continuity correction sebagai alternatif nya. Hasil : Ada hubungan antara usia, pengetahuan, akses fasilitas kesehatan, sosial ekonomi, konsep diri dengan motivasi orangtua dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel usia adalah 5,400, variabel pengetahuan adalah 3,652, variabel akses fasilitas kesehatan adalah 4,686, variabel sosial ekonomi adalah 3,167, variabel konsep diri adalah 3,167. Kesimpulan : Orangtua yang berusia dewasa awal (<35 tahun) lebih memeiliki resiko 5,400 kali mempunyai motivasi yang kurang dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia dibandingkan dengan orangtua yang berusia desawa akhir (≥35 tahun). Orangtua dengan pengetahuan kurang memiliki resiko 3,652 kali memiliki motivasi kurang dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia dibandingkan dengan orangtua dengan pengetahuan baik. Orangtua yang menyatakan akses fasilitas kesehatan kurang memiliki resiko 4,686 lebih besar memiliki motivasi yang kurang dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia dibandingkan dengan orangtua yang menyatakan akses fasilitas kesehatan baik. Orangtua dengan penghasilan rendah memiliki resiko 3,167 lebih besar memiliki motivasi yang kurang dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia dibandingkan dengan orangtua dengan penghasilan tinggi. Orangtua dengan konsep diri rendah memiliki resiko 3,167 lebih besar memiliki motivasi yang kurang dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia dibandingkan dengan orangtua dengan konsep diri baik. Saran : Diharapkan melalui penelitian ini orangtua diharapkan dapat meningkatkan atau mempertahankan motivasi dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail