Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: Farmasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepuasan pasien adalah suatu perasaan pasien yang muncul akibat kinerja pelayanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan yang dirasakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi dilihat dari parameter pengukurannya yaitu Berwujud, kehandalan, daya tanggap, kepastian, kepedulian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non eksperimental dengan perancangan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif Pengambilan sampel penelitian tersebut dengan cara mempergunakan metode Purposive Sampling. Populasi pada penelitian ini ialah semua pasien dan keluarga pasien yang berkunjung ke Puskesmas Tambun dan mendapatkan resep dokter serta menebus obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi yang telah berkunjung paling sedikit satu kali dengan sampel 95. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi dilihat dari parameter pengukuran berdasarkan dimensi yaitu tangible sebesar 72.57%, reliability sebesar 67.57%, responsiveness sebesar 68.22%, assurance sebesar 70.68%, dan emphaty sebesar 66.17%.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK RAFFA MEDIKA PADA BULAN MEI – JULI TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu, sedangkan apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang bermutu. Pelayanan kefarmasian selain sebagai tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik konsumen untuk membeli obat farmasi (Sari & Suprianto). Jenis penelitian ini termasuk penelitian nonekperimental dengan desain penelitian deskriptif menggunakan analisis kuantitatif yaitu menggunakan analisis data berupa angka yang bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di klinik Raffa Medika. Penelitian ini menggunakan pendekatan (survey) dimana pengumpulan data ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden, dengan bantuan perhitungan aplikasi SPSS versi 25. Berdasarkan hasil uji Chi-square pada jenis kelamin bisa dilihat pada table diatas didapatkan p-value 0.151, sehingga p-value 0.01. Untuk jenis kelamin laki-laki, ada sebanyak 2 responden yang menyatakan tidak puas, 33 responden menyatakan cukup puas, dan 10 responden menyatakan puas, jadi total jenis kelamin laki-laki ada sebanyak 45 responden. Dan untuk jenis kelamin Perempuan, ada sebanyak 28 responden menyatakan cukup puas, 16 responden menyatakan puas, total jenis kelamin perempuan ada sebanyak 44 responden. Berdasarkan uji statistik dapat di nyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara jenis kelamin dengan Kepuasan.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung 13 Juni - 5 Juli 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Apotek merupakan salah satu pelayanan kesehatan tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker. Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang dapat memberikan kemananan, kerasionalan dalam penggunaan obat sehingga tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung 13 Juni – 5 Juli 2022 dilihat dari parameter pengukurannya yaitu berwujud (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), kepastian (assurance), kepedulian (emphaty) dan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung. Jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif analitik. Cara pengambilan sampel mengunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh berdasarkan perhitungan slovin sebanyak 109 sampel. Analisis data univariat menggunakan skala likert dan Customer Satisfaction Index (CSI), bivariat dengan bantuan program SPSS Versi 25 uji chi square. Hasil penelitian pada uji chi square dari karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan didapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan adalah karakteristik konsumen berdasarkan umur dengan nilai P value 0,741, pendidikan P value 0,545, pekerjaan P value 0,059, pengeluaran P value 0,102 dan tujuan pengobatan P value 0,266. Sedangkan yang terdapat hubungan adalah karakteristk jenis kelamin dengan nilai P value 0,043 dan frekuensi kunjungan P value 0,019. Hasil tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung secara keseluruhan konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan. Kata Kunci : Apotek, Pelayanan Kefarmasian, Tingkat Kepuasan Konsumen

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kualitas Sarana Prasarana dan Pelayanan Kefarmasian Terhadap Loyalitas Pelanggan di Apotek Sehati Jababeka

2026•Koleksi Perpustakaan

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam menjaga loyalitas pelanggan melalui kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian yang diberikan. Persaingan antarapotek yang semakin ketat menuntut pengelola apotek untuk memperhatikan kedua aspek tersebut secara bersamaan agar mampu mempertahankan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian, baik secara parsial maupun simultan, terhadap loyalitas pelanggan di Apotek Sehati Jababeka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji asumsi klasik berupa normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sarana prasarana secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,090), sedangkan pelayanan kefarmasian berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,000). Secara simultan, kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,000) dengan kontribusi sebesar 36,7% (R² = 0,367), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan sarana prasarana dalam membentuk loyalitas pelanggan di Apotek Sehati Jababeka. Apotek disarankan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian sebagai strategi utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan, tanpa mengabaikan pemeliharaan sarana prasarana sebagai faktor pendukung.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Tingkat Kepuasan pada Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang

2026•Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kefarmasian. Tingkat Kepuasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk karakteristik pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Hubungan karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Tingkat Kepuasan Pada Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 94 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagaian besar responden berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SD dan SMA, berusia 30-39, bekerja sebagai Ibu Rumah tangga dan merupakan menggunakan layanan PBI dengan frekuensi kunjungan 1 kali. Hasil Uji Chi Square menunjukkan bahwa umur yang memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat kepuasan, (P-Value 0,03) sedangkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian menunjukan dapat disimpulkan bahwa usia merupakan satu-satunya karakteristik pasien yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepuasan pada pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang. Sementara itu, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Puskesmas untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dengan memperhatikan kebutuhan pasien pada berbagai kelompok usia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, dan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien menjadi salah satu faktor penentu utamanya di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Meskipun standar pelayanan kefarmasian telah diatur melalui regulasi pemerintah, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan informasi obat hingga waktu tunggu pelayanan, sehingga evaluasi terhadap hubungan antara kualitas pelayanan kefarmasian dan kepuasan pasien menjadi penting, khususnya di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi yang belum pernah diteliti sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian, tingkat kepuasan pasien, serta hubungan keduanya berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, guna menjawab pertanyaan apakah kualitas pelayanan kefarmasian berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien di puskesmas tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan teknik accidental sampling terhadap 254 responden yang memenuhi kriteria inklusi, data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian dan tingkat kepuasan pasien secara umum berada pada kategori baik dan puas. Uji bivariat mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pelayanan kefarmasian secara keseluruhan dengan kepuasan pasien (p=0,004), serta pada seluruh dimensi SERVQUAL yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy (masing-masing p=0,000), yang memperkuat pemahaman bahwa kelima dimensi tersebut secara konsisten berkontribusi terhadap kepuasan pasien pada layanan kefarmasian di puskesmas. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan kefarmasian perlu dilakukan secara berkelanjutan pada seluruh dimensi tersebut untuk mempertahankan kepuasan pasien, dan penelitian selanjutnya disarankan menjangkau fasilitas kesehatan yang lebih beragam serta mempertimbangkan faktor lain yang turut memengaruhi kepuasan pasien

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Terhadap Terapi Antidipertensi Dengan Risiko Kardiovaskular Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat dicegah melalui pengelolaan tekanan darah dan kepatuhan terapi. Namun, hubungan keduanya belum konsisten. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Metode: Penelitian analitik kuantitatif cross-sectional pada 85 pasien hipertensi usia 40-79 tahun yang dipilih secara purposive. Kepatuhan diukur dengan kuesioner MARS-5 dan MPR, sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan skor ASCVD. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji linearitas. Hasil: Mayoritas pasien memiliki kepatuhan tinggi (MARS-5 = 91,8%; MPR = 76,5%) dan risiko kardiovaskular rendah (64,7%). Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan dengan risiko kardiovaskular (MARS-5 p = 0,041; MPR p = 0,049). Kesimpulan: Kepatuhan tinggi berhubungan dengan risiko kardiovaskular lebih rendah, terutama berdasarkan MARS-5. Edukasi berkelanjutan dan pemantauan rutin diperlukan untuk menjaga kepatuhan serta mencegah komplikasi.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Peran Kepuasan Mutu Layanan Farmasi Dalam Peningkatan Loyalitas Pasien Umum dan Asuransi di Apotek Kimia Farma 340 Cikarang Utara

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Seiring dengan perkembangan industri farmasi yang pesat, mutu layanan apotek menjadi faktor penting yang sangat menentukan kepuasan dan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kepuasan mutu pelayanan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan di Apotek Kimia Farma 340. Subyek dan Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang datang ke Apotek Kimia Farma 340 untuk membeli obat dan menebus resep umum. Sampel yang digunakan berjumlah 273 responden, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan karakteristik tertentu yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap data yang diperoleh. Pada kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini, dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan dapat menghasilkan data yang akurat dan konsisten. Teknik analisis data yang diterapkan meliputi analisis univariat, yaitu Customer Satisfaction Index (CSI) dan Net Promoter Score (NPS), serta analisis bivariat menggunakan uji t dengan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Hasil: yang didapat pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada analisis Customer Satisfaction Index (CSI), sebagian besar responden sangat puas dengan berbagai aspek pelayanan di Apotek Kimia Farma 0340 Cikarang Utara. Parameter "Tangible" mencatat tingkat kepuasan tertinggi dengan persentase 83,53%, diikuti oleh "Assurance" sebesar 82,44%, "Empathy" 82,20%, "Reliability" 82,20%, dan "Responsiveness" 79,82%. Sementara itu, analisis Net Promoter Score (NPS) menunjukkan bahwa rata-rata NPS dari seluruh parameter adalah 5,64, yang termasuk dalam kategori loyal. Kesimpulan: Uji hipotesis menunjukkan bahwa kepuasan mutu pelayanan memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien di Apotek Kimia Farma 0340 Cikarang Utara.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Peran Kepuasan Mutu Layanan Farmasi Dalam Peningkatan Loyalitas Pasien Umum dan Asuransi di Apotek Cipto Cikarang Utara

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : : Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek berperan penting dalam peningkatan loyalitas pasien, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien maka pasien tersebut akan semakin loyal. Kepuasan pasien dapat tercapai apabila pelayanan yang diberikan tidak membeda-bedakan antara pasien umum maupun pasien asuransi sehingga mereka tertarik melakulan pembelian ulang serta memperkenalkan produk dan jasa kepada orang lain. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis kepuasan atas mutu layanan farmasi dalan peningkatan loyalitas pasien umum dan asuransi di Apotek Cipto Cikarang Utara. Subyek dan Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan deskriptif (non-eksperimental) dengan pendekatan kuantitatif. Metode survey menggunakan kuesioner untuk mendapatkan seberapa besar peran kepuasan pasien dalam peningkatan loyalitas terhadap layanan kefarmasian. Populasi yang digunakan sebanyak 716 pasien dan jumlah sampel 257 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam proses pengambilan sampel. Analisis data yang digunakan yaitu Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mencari kepuasan pasien, Net Promoting Score (NPS) untuk menentukan loyalitas pasien, dan uji Chi square untuk mencari hubungan antara kepuasan terhadap loyalitas pasien dengan nilai sig 0,05. Hasil: Hasil yang didapatkan pada pengujian kepuasan pasien menggunakan CSI diperoleh nilai tertinggi pada pasien asuransi terdapat pada parameter assurance (jaminan) 86,21% (sangat puas) dan pada pasien umum 86,15% (sangat puas). Hasil yang didapat pada pengujian loyalitas pasien dengan menggunakan NPS pada pasien umum 25,14% (loyal) dan pasien asuransi 20,75% (loyal). Hasil yang didapat berdasarkan uji Chi square pada pasien umum didapatkan nilai p value 0,024 dan pada pasien asuransi didapatkan nilai p value 0,053. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan pada pasien umum terdapat hubungan antara kepuasan mutu layanan farmasi terhadap loyalitas pasien, sedangkan pada pasien asuransi tidak ada hubungan antara kepuasan mutu layanan farmasi terhadap loyalitas pasien.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayan Kefarmasian di Puskesmas Cilamaya Kabupaten Karawang

2024•Koleksi Perpustakaan

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat. Upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan di Puskesmas salah satunya adalah pelayanan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dengan menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan lima parameter untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental secara prospektif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan instrument kuesioner. Cara pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 95 sampel. Hasil penelitian di Puskesmas Cilamaya Kabupaten Karawang dengan total 95 responden disimpulkan bahwa responden terbanyak yaitu perempuan umur 21-30 tahun, pendidikan SD, dan pekerjaan ibu rumah tangga. Hasil Customer Satisfaction Index (CSI) tertinggi adalah parameter bukti langsung (tangible) sebesar 89,34% dan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) terendah adalah parameter jaminan (assurance) sebesar 79,65%. Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien yaitu umur, pendidikan, dan pekerjaan dengan tingkat kepuasan dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cilamaya.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Mekarmukti Periode Bulan April-Mei 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien setelah membandingkan kinerja yang didapat dengan harapan pasien, salah satu faktornya yaitu karakteristik pasien. Setiap pasien memiliki karakteristik yang berbeda-beda, hal itu akan berakibat pada penilaian atau tingkat kepuasan yang berbeda pula pada pelayanan kesehatan yang diberikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Mekarmukti periode April – Mei 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 96 responden yang diperoleh berdasarkan rumus slovin. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian diolah menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji chi square analisis hubungan pada karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan dengan tingkat kepuasan mendapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan, karena p value > 0,1. Sedangkan pada karakteristik berdasarkan pendidikan terakhir memiliki hubungan yang signifikan, yaitu nilai p value 0,078 < 0,1. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Mekarmukti secara keseluruhan didapatkan hasil bahwa pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Klinik Fatimah Azzahra

2024•Koleksi Perpustakaan

Kepuasan adalah seseorang merasa senang atau kecewa yang dapat muncul setelah membandingkan kinerja atau berhasil produk yang dipikirkan terhadap kinerja atau hasil produk yang diharapkannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi di klinik Fatimah azzahra, dan mengetahui kehandalan (reliability),daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible) pada pasien di Klinik Fatimah Azzahra. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain yang di gunakan pada penelitian ini adalah survei analitik untuk menghubungkan variable independen yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty terhadap tingkat kepuasan pasien. Pendekatan penelitian yang di gunakan yaitu cross sectional yaitu pengumpulan data baik untuk variable idenpenden maupun variable dependent, populasi pada penelitian ini ialah semua pasien yang berkunjung dan mendapatkan resep obat di Klinik Fatimah Azzahra yang telah berkunjung sebanyak 92. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Fatimah azzahra dilihat dari parameter pengukuran berdasarkan dimensi yaitu tangible sebesar 79,15%, reliability sebesar 81,48%, responsiveness sebesar 79,39%, assurance sebesar 82,62%, dan emphaty sebesar 78,05%.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Kefarmasian di Klinik Safira Cabangbungin

2024•Koleksi Perpustakaan

Klinik merupakan salah satu sarana Apoteker melakukan pelayanan kefarmasian. Dalam menjalankan tugas apoteker berpedoman pada standar pelayanan kefarmasian di Klinik berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (PERMENKES RI) No. 34 tahun 2021. Mengukur tingkat kepuasan pasien mengenai pelayanan kefarmasian dapat menggunakan lima dimensi seperti kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible). Penelitian ini dilakukan di Klinik Safira Cabangbungin. Berdasarkan uraian tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk melihat tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan pengamatan secara langsung dengan cara membagikan kuesioner dengan jumlah sampel 60 pasien. Berdasarkan hasil parameter dapat diketahui bahwa untuk hasil (CSI) yang tertinggi adalah parameter jaminan (assurance) sebesar 77,01% dan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) terendah adalah daya tanggap (responsiveness) sebesar 72,30% dan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian secara keseluruhan termasuk dalam kriteria puas. Berdasarkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Safira Cabangbungin bisa dilihat dari pengukuran parameternya yaitu keandalan (reliabiality) sebesar 76,40% daya tanggap (responsiveness) sebesar 72,30% jaminan (assurance) sebesar 77,01% empati (emphaty) sebesar 76,25% dan bukti langsung (tangibles) sebesar 76,38% menunjukan hasil dari keseluruhan pasien merasa puas dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh petugas kefarmasian di Klinik Safira Cabangbungin.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Tingkat Kepuasan Pada Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Sukaraya

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Puskesmas merupakan suatu unit pelaksana teknis dinas kesehatan di kabupaten atau di kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan yang bertanggung jawab langsung kepada pasien yang berhubungan dengan sediaan farmasi. Tujuan : Tujuan Penelitian ini Untuk Mengetahui Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sukaraya. Metode : Metode pada penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif. purposive sampling. Hasil : Hasil pada penelitian ini di dapatkan nilai customer satification index (CSI) tertinggi pada parameter Kehandalan (Reliability) sebesar 82,5% dengan tingkat kepuasan yaitu sangat puas, dan parameter terendah berada pada parameter dimensi Daya Tanggap (Responsiveness) mendapatkan nilai Customer satification index (CSI) sebesar 78,8% dengan tingkat kepuasan yaitu puas. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signitifikan antara karakteristik pendidikan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sukaraya dikarenakan nilai p value >0,1. Tidak terdapat hubungan Signitifikan antara karakteristik umur, jenis kelamin, pekerjaan, pengeluaran, tujuan pengobatan, frekuensi kunjungan terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Sukaraya dikarenakan nilai p value < 0,1.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Penderita Hipertensi Dengan Tingkat Kepatuhan Pengguna Obat Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Kepatuhan (obedience) adalah suatu tindakan, perbuatan atau perubahan sikap dan tingkah laku seseorang untuk menerima, mematuhi, dan mengikuti permintaan atau perintah orang lain dengan penuh kesadaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitik yang bersifat observasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 3.627 pasien. Cara pengambilan sampel menggunakan Teknik accidental sampling dan menentukan jumlah sampel dengan menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 98 pasien. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Pada penelitian ini dari karakteristik pasien menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik tingkat pendidikan dengan nilai Sig = 0,688 (<0,1), dan pekerjaan diperoleh nilai Sig = 0,191 (<0,1) dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Sementara, karakteristik jenis kelamin dengan nilai Sig = 0,005 (<0,1), usia dengan nilai Sig = 0,003 (<0,1), dan penyakit penyerta diperoleh nilai Sig = 0,037 (<0,1) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pelayanan Informasi Obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan UPTD Puskesmas Ciasem Kabupaten Subang

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Pelayanan informasi obat merupakan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Kejelasan mengenai informasi obat yang harus digunakan pasien akan sangat mempengaruhi ketaatan pasien dalam keberhasilan suatu pengobatan. Tujuan : Mengevaluasi pelayanan informasi yang diberikan Apoteker pada pasien di instalasi farmasi UPTD Puskesmas Ciasem Kabupaten Subang dengan standar pelayanan kefarmasian berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2016. Metode : Observasi secara langsung dengan menggunakan lembar checklist Hasil : Persentase pelayanan informasi obat berdasarkan : nama obat 100%, sediaan obat 93,61%, dosis obat 100%, cara pakai obat 100%, dan efek samping obat 91,48%. Sedangkan pelayanan informasi obat dengan kategori cukup baik adalah penyimpanan obat 46,80%. Pelayanan informasi obat yang masih terjadi kesenjangan negatif yaitu pada parameter sediaan obat sebesar 6%, penyimpanan obat sebesar 53%, dan efek samping obat sebesar 8%. Kesimpulan : Pelayanan informasi obat yang diberikan oleh Apoteker kepada pasien sudah terlaksana sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas yaitu dengan skor total keseluruh parameter pelayanan informasi obat yang diberikan yaitu 49,6% dengan kategori cukup baik

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Penggunaan SunscreenPada Mahasiswi Farmasi Universitas Medika Suherman

2024•Koleksi Perpustakaan

Sinar matahari memiliki indeks radiasi ultraviolet (UV A & UV B) yang dapat berdampak bagi kesehatan kulit. Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif pada kulit dari sinar ultraviolet matahari langsung dengan menggunakan sunscreen. Sunscreen merupakan sediaan kosmetik yang dapat menyerap atau memantulkan sinar ultraviolet matahari (UV) yang digunakan untuk perlindungan fungsional dan struktur kulit. untuk mengetahui persentase pengetahuan, perilaku penggunaan sunscreen dan mencari adanya hubungan atau tidak antara pegetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen pada mahasiswi farmasi Universitas Medika Suherman. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (sperhman rho) sehingga penelitian ini menggunakan instrument peninjauan dengan menyebar kuesioner. Analisis univariat menunjukkan sebanyak 84% memiliki pengetahuan yang baik, 12% memiliki pengetahuan yang cukup baik, dan 4% memiliki pengetahuan yang kurang baik. Kemudian sebanyak 54% memiliki perilaku yang baik, 39% memiliki perilaku yang cukup baik, dan 7% memiliki perilaku yang kurang baik. Hasil uji korelasi menggunakan Spearman Rho hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen didapatkan nlai rHitung sebesar 0,149 dengan nilai signifikasi (P Value) 0,131. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rHitung > 0,131 yang artinya tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen pada mahasiswi farmasi di Universitas Medika Suherman

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Faktor-faktor Kepatuhan Dengan Tingkat Kepatuhan Pola Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru Dewasa di Puskesmas Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia dengan perkiraan jumlah orang yang jatuh sakit akibat TBC mencapai 845.000 dengan angka kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/jam. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi dari kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor kepatuhan yang terdiri dari pengetahuan, motivasi keluarga, jarak dan perilaku tenaga kesehatan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antituberkulosis di Puskesmas Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian yang bersifat observasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 147. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 60 responden. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Pada tingkat pengetahuan sig 0,037 (sig >0,1) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan serta memiliki hubungan yang lemah dan bersifat searah (+0,270). Sementara pada motivasi keluarga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan yaitu sig 0,000 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sedang dan bersifat searah (+0,467), selanjutnya jarak sig 0,441 (sig <0,1) menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan serta memiliki hubungan yang sangat lemah dan bersifat searah (+0,101) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien TB di Puskesmas Cikarang. Kemudian perilaku tenaga kesehatan sig sebesar 0,028 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,284) dengan kepatuhan penggunaan tuberkulosis di Puskesmas Cikarang.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Peserta BPJS Kesehatan Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Farmasi RS Sentra Medika Cikarang Bulan Juni-Juli Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Keberhasilan pelayanan kefarmasian di rumah sakit tergantung pada kepuasan pasien saat menerima pelayanan yang telah diselenggarakan oleh petugas farmasi. RS Sentra Medika Cikarang menyediakan program asuransi kesehatan dari pemerintah seperti BPJS. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa puasnya pasien dalam pelayanan kefarmasian. Penelitian ini desktriptif analitik dengan metode cross sectional, sampel berjumlah 95 responden, data diperoleh dari menyebar kuesioner kepada responden dan menggunakan analisis statistik uji Fisher Exact. Tingkat kepuasan pasien diperoleh persentase kehandalan 89,31% (sangat puas), responbilitas 95,92% (sangat puas), keyakinan 94,80% (sangat puas), empati 94,91% (sangat puas), dan fasilitas berwujud 95,56% (sangat puas) dan menghasilkan tingkat kepuasan rata-rata sebesar 94,35% yang termasuk ketegori sangat puas. Uji Statistik karakteristik responden yaitu umur, jenis kelamin, pekerjaan, frekuensi kunjungan, dan golongan BPJS tidak terdapat hubungan dengan tingkat kepuasan pasien sedangkan karakteristik responden yaitu pendidikan dan pendapatan terdapat hubungan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS Kesehatan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RS Sentra Medika Cikarang.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Galunggung Kecamatan Cibitung 13 Juni - 5 Juli 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Apotek merupakan salah satu pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung pada parameter pengukuran berwujud, kehandalan, daya tanggap, kepastian, kepedulian dan mengetahui hubungan yang signifikan antara karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung. Metode deskriptif analitik dengan analisis univariat menggunakan skala likert dan Customer Satisfaction Index (CSI), bivariat dengan uji chi square. Hasil uji chi square dari karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan yang tidak terdapat hubungan signifikan adalah karakteristik konsumen berdasarkan umur dengan nilai P value 0,741, pendidikan 0,545, pekerjaan 0,059, pengeluaran 0,102 dan tujuan pengobatan 0,266. Sedangkan yang terdapat hubungan signifikan adalah karakteristk jenis kelamin dengan nilai P value 0,043 dan frekuensi kunjungan 0,019. Hasil tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian secara keseluruhan konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail