BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, dan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien menjadi salah satu faktor penentu utamanya di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Meskipun standar pelayanan kefarmasian telah diatur melalui regulasi pemerintah, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan informasi obat hingga waktu tunggu pelayanan, sehingga evaluasi terhadap hubungan antara kualitas pelayanan kefarmasian dan kepuasan pasien menjadi penting, khususnya di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi yang belum pernah diteliti sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian, tingkat kepuasan pasien, serta hubungan keduanya berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, guna menjawab pertanyaan apakah kualitas pelayanan kefarmasian berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien di puskesmas tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan teknik accidental sampling terhadap 254 responden yang memenuhi kriteria inklusi, data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian dan tingkat kepuasan pasien secara umum berada pada kategori baik dan puas. Uji bivariat mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pelayanan kefarmasian secara keseluruhan dengan kepuasan pasien (p=0,004), serta pada seluruh dimensi SERVQUAL yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy (masing-masing p=0,000), yang memperkuat pemahaman bahwa kelima dimensi tersebut secara konsisten berkontribusi terhadap kepuasan pasien pada layanan kefarmasian di puskesmas. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan kefarmasian perlu dilakukan secara berkelanjutan pada seluruh dimensi tersebut untuk mempertahankan kepuasan pasien, dan penelitian selanjutnya disarankan menjangkau fasilitas kesehatan yang lebih beragam serta mempertimbangkan faktor lain yang turut memengaruhi kepuasan pasien
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Puskesmas merupakan suatu unit pelaksana teknis dinas kesehatan di kabupaten atau di kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan yang bertanggung jawab langsung kepada pasien yang berhubungan dengan sediaan farmasi.
Tujuan : Tujuan Penelitian ini Untuk Mengetahui Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sukaraya.
Metode : Metode pada penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif. purposive sampling.
Hasil : Hasil pada penelitian ini di dapatkan nilai customer satification index (CSI) tertinggi pada parameter Kehandalan (Reliability) sebesar 82,5% dengan tingkat kepuasan yaitu sangat puas, dan parameter terendah berada pada parameter dimensi Daya Tanggap (Responsiveness) mendapatkan nilai Customer satification index (CSI) sebesar 78,8% dengan tingkat kepuasan yaitu puas.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signitifikan antara karakteristik pendidikan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sukaraya dikarenakan nilai p value >0,1. Tidak terdapat hubungan Signitifikan antara karakteristik umur, jenis kelamin, pekerjaan, pengeluaran, tujuan pengobatan, frekuensi kunjungan terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Sukaraya dikarenakan nilai p value < 0,1.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Standar Pelayanan Minimal di bidang kesehatan sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan memberikan gambaran kemajuan dan tolak ukur keberhasilan pelayanan. Mutu pelayanan yang melebihi harapan pelanggan akan berdampak pada loyalitas pasien. Pada studi awal, kunjungan pasien Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit X tahun 2021 dan 2022 bulan Januari sampai Mei menunjukkan penurunan. Berdasarkan hal tersebut penelitian mengenai mutu pelayanan dilakukan menggunakan Metode ServQual. Tujuan : Menganalisis hubungan persepsi mengenai mutu pelayanan dengan loyalitas pasien. Metode : Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 1 sampai 31 Juli 2022. Populasi berjumlah 208 responden dengan 135 sampel, menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Dilakukan Analisis univariat dan Bivariat uji Chi-Square. Hasil : Analisis uji Chi-Square menunjukkan p-value < 0,005 , Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat hubungan antara bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati dengan loyalitas pasien. Kesimpulan : Terdapat hubungan bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati dengan loyalitas pasien. Rumah sakit perlu meningkatkan kemampuan pada kelima dimensi untuk menciptakan loyalitas pasien.