ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Latar Belakang : pengetahuan pasien DM yang mendapatkan injeksi insulin di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda masih sangat rendah.
Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi Data Distribusi Frekuensi tentang Usia, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahuan yang Mempengaruhi Ketepatan Teknik Injeksi Insulin pada Pasien DM di Poli Penyakit dalam RS Harapn Bunda Jakarta Timur Tahun 2023
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan alat ukur kuesioner dengan jumlah sample sebanyak 142 responden pasien DM yang mendapatkan terapi insulin.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan usia pre lansia 46,48% lansia 53,52%. Jenis kelamin laki – laki 54,23% perempuan 45,77%. Tingkat pendidikan rendah 52,11 % tingkat pendidikan tinggi 47,89%. Tingkat pengetahuan kurang baik 57,74% baik 42,25%.
Kesimpulan: ada pengaruh antara usia,tingkat pendidikan, dan tingakat pengetahuan terhadap ketepatan teknik injeksi insulin pada pasien DM di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023 P-Value < 0,05. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan ketepatan teknik injeksi insulin di poli penyakit dalam Rs Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023 P-Value > 0,05.
Saran : Pendidikan kesehatan sangat penting dalam menentukan kualitas hidup manusia. Edukasi kepada pasien DM tentang teknik injeksi insulin sangat dibutuhkan agar pasien tidak salah dalam penyuntikan insulin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun 2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Kabupaten Bekasi, dan sebagian pasien memerlukan terapi insulin untuk mencapai kendali glikemik optimal. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan insulin, capaian target glikemik (HbA1c), serta hubungan antara keduanya pada 53 pasien diabetes melitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Bekasi yang dipilih secara purposive sampling selama Juni–Juli 2026, menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang telah teruji valid dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,652) serta data HbA1c dari rekam medis, dianalisis secara univariat dan bivariat yaitu uji Chi-Square dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan sebagian besar berada pada kategori sedang (51,9%), rendah (32,7%), dan tinggi (15,4%), sementara HbA1c terkontrol (<7%) hanya dicapai 9,4% responden. Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan insulin dan capaian HbA1c (p = 0,001; rs = -0,432), sehingga diperlukan intervensi edukasi dan pemantauan kepatuhan berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kepatuhan dalam pengobatan didefinisikan sebagai perilaku minum obat pasien sesuai dengan saran kesehatan yang telah diberikan. Kepatuhan menjadi faktor terpenting yang menentukan hasil terapeutik, terutama pada pasien yang menderita penyakit kronis. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu faktor predisposisi (pengetahuan dan umur), faktor yang memungkin (fasilitas pelayanan kesehatan) dan faktor penguat (dukungan keluarga). Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh sel beta pulau Langerhans kelenjar pankreas.
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan observational analitik . Jumlah sample 54 responden dengan menggunakan teknik total sampling dan pengumpulan data berupa kuisioner. Uji statistik menggunakan metode chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin dengan nilai p-value = 0,583, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin dengan nilai p-value = 0,000, terdapat hubungan antara pengetahuan denga kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin dengan nilai p-value = 0,000.
Kesimpulan: bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin, akan tetapi terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronik dari penyakit Diabetes Melitus tipe II yang
sering ditemui. Ulkus diabetika adalah luka yang terjadi dikarenakan adanya kelainan pada saraf, kelainan pembuluh darah dan kemudian adanya infeksi. Ulkus Diabetikum adalah penyakit pada kaki penderita diabetes dengan karakteristik adanya neuropati pada sensorik, neuropati pada motorik, otonom dan atau gangguan pada pembuluh darah didaerah tungkai. Diabetes melitus merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan dengan penggunaan insulin. Namun, dalam memberikan pengobatan injeksi insulin yang benar adalah benar dosis, benar cara, benar waktu dan benar lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh edukasi terhadap pengetahuan penggunaan injeksi insulin pada penderita ulkus diabetikum di RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Jenis metode penelitian yang digunakan eksperimen dengan pendekatan eksperimental, design yang digunakan one group pretest and postest, pada pasien ulkus diabetikum sebanyak 34 responden dengan teknik total sampling dan tehnik yang diambil untuk penentuan sampel adalah Sampling Insidential. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner, lembar Reflet penyuntikan insulin dan lembar Obserfasi. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t-Test. Waktu penelitian bulan Januari 2023- Februari 2023. Hasil : Hasil uji statitistik menggunakan uji t-Test didapatkan p value = 0,000 (< 0,05), sehingga dapat disimpulkan secara statistik bahwa ada perbedaan rata-rata pretes sebelum dan postes sesudah diberikan edukasi insulin injek terhadap pengetahuan pada pasien ulkus diabetikum. Yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Hasil nilai rata-rata postes yaitu 14,62 % lebih besar dari nilai rata pretes yaitu 8,06% setelah diberikan edukasi. Perlu dilakukan program untuk mengevaluasi saat pasien control sehingga mampu mengoptimalkan penerapan penggunaan injeksi insulin pen yang baik dan tepat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pengetahuan pasien DM yang mendapatkan injeksi insulin di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda masih sangat rendah. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi data distribusi frekuensi tentang usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan yang mempengaruhi ketepatan teknik injeksi insulin pada pasien dm di poli penyakit dalam RS Harapn Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan alat ukur kuesioner dengan jumlah sample sebanyak
142 responden pasien DM yang mendapatkan terapi insulin. Hasil Penelitian didapatkan usia pre lansia 46,48% lansia
53,52%. Jenis kelamin laki – laki 54,23% perempuan 45,77%. Tingkat pendidikan rendah 52,11 % tingkat pendidikan tinggi 47,89%. Tingkat pengetahuan kurang baik 57,74% baik 42,25%.Kesimpulan dan saran yaitu ada pengaruh antara usia,tingkat pendidikan, dan tingakat pengetahuan terhadap ketepatan teknik injeksi insulin pada pasien DM di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023 P-Value < 0,05. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan ketepatan teknik injeksi insulin di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023
P-Value > 0,05. Pendidikan kesehatan sangat penting dalam menentukan kualitas hidup manusia. Edukasi kepada pasien DM tentang teknik injeksi insulin sangat dibutuhkan agar pasien tidak salah dalam penyuntikan insulin.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun
2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.