Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Penulis: Suryani
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Lama Menderita DM dan Obesitas Dengan Kejadian Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Klinik "X" Cikarang Timur Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN) merupakan salah satu komplikasi utama pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II yang mengalami peningkatan prevalensi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kejadian DPN meningkat sebesar 65% dari total 80 pasien yang menjalani pengobatan, dengan obesitas sebagai faktor risiko yang umum. Mengingat tingginya angka kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menderita DM dan obesitas dengan kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN) pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II di Klinik X, Cikarang Timur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui teknik observasi terhadap 80 pasien DM tipe II. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk menentukan kekuatan dan arah hubungan antara durasi menderita DM, obesitas (BMI), dan kejadian Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Analisis menunjukkan bahwa durasi DM memiliki hubungan positif dengan kejadian DPN (r = 0,324; p = 0,003), yang berarti semakin lama seseorang menderita DM, semakin tinggi risiko mengalami Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Sebaliknya, hubungan antara durasi DM dan obesitas tidak signifikan (r = -0,180; p = 0,110). Selain itu, obesitas juga tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian DPN (r = 0.060; p = 0,598). Penelitian ini menegaskan bahwa lama menderita DM merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kejadian DPN, sedangkan obesitas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan durasi DM maupun Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Hasil ini menyoroti pentingnya pengelolaan DM jangka panjang untuk mencegah komplikasi Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN).

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di 3 TPMB Wilayah Kerja Puskesmas Waluya Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Hiperemesis gravidarum adalah gejala muntah terus menerus lebih dari 10 kali, makan sangat kurang sehingga menyebabkan gangguan suasana kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di 3 TPMB Wilayah Kerja Puskesmas Waluya Tahun 2023. Desain penelitian adalah cross sectional yaitu pendektan penelitian dimana waktu yang bersamaan dalam waktu suatu periode tertentu. Menggunakan data sekunder, populasi keseluruhan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 453 ibu hamil trimester 1 selama periode Januari-Juni tahun 2023 berdasarkan data registrasi dari 3 TPMB Wilayah kerja Puskesmas Waluya. Sampel yang digunakan meggunaka rumus Slovin yaitu sebanyak 95 orang ibu hamil trimester 1. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil TM 1 dengan p value = 0, 001 dan OR = 4, 464, paritas dengan p value = 0, 025 dan OR = 2, 805, pekerjaan dengan p value = 0, 027 dan OR = 2, 842, pengetahuan dengan p value = 0, 019 dan OR = 2, 932, sedangkan pendidikan tidak ada hubungan yang signifikan dengan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil TM 1 dengan p value = 0, 675 dan OR = 1, 223. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum dapat mengetahui dampak dari mual muntah yang berlebihan jika tidak ditangani secara tepat dapat mengancam ibu dan bayi.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Keselamatan Kerja Dengan Kewasapaan Terhadap Kecelakaan Kerja Karyawan Bagian Energy Center

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Keselamatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan manusia baik jasmani maupun rohani serta karya dan budayanya yang tertuju pada kesejahteraan manusia pada umumnya dan tenaga kerja pada khususnya. Pengetahuan tentang keselamatan kerja seorang karyawan ini akan berpengaruh pada kewaspadaan terhadap kecelakaan kerja. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keselamatan kerja dengan kewaspadaan terhadap kecelakaan kerja pada karyawan. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi sebanyak 46 orang, sampel diambil dari keseluruhan populasi (total sampling) yaitu 46 responden. Pengambilan data karakteristik sampel, pengetahuan keselamatan kerja dan kewaspadaan terhadap kecelakaan kerja dengan menggunakan kuesioner. Hasil : hasil penelitian tampak bahwa nilai p= 0,004< 0,05 sehingga Ho ditolak yang menyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan keselamatan kerja dengan kewaspadaan terhadap kecelakaan kerja pada karyawan. Sedangkan koefisien kontigensi sebesar 1,00 maka dapat diketahui hubungan antara pengetahuan keselamatan kerja dengan kewaspadaan terhadap kecelakaan kerja adalah sangat kuat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di PT.X departemen Energi Center dapat diambil simpulan yaitu Ada hubungan antara pengetahuan keselamatan kerja dengan kewaspadaan terhadap kecelakaan kerja pada karyawan bagian Departemen Energi Center PT.X.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Pengetahuan dan Pelatihan Pekerja Dengan Kesiapsiagaan Tanggap Darudat Kebakaran di PT. X

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kebakaran merupakan bencana alam berbahaya yang terjadi akibat reaksi antara bahan bakar dan oksigen di udara dan sumber panas. PT. X dalam proses produksinya menggunakan air, gas alam, udara, dan bahan-bahan yang dapat menimbulkan potensi bahaya kebakaran, peledakan, dan kebocoran gas. Selain itu juga menggunakan alat-alat dan mesin yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pelatihan dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran di PT. X. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dan pendekatan secara Cross-sectional. Sebagai subyek penelitian adalah karyawan PT. X Pabrik 1A bagian urea dan ammoniak yang berjumlah 40 orang. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi kumpulan pertanyaan dan pernyataan mengenai kesiapsiagaan pekerja, pengetahuan kesiapsiagaan serta pelatihan pekerja. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dan pelatihan pekerja terhadap kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran. Pengetahuan pekerja memiliki nilai P 0,032 (< 0,05), dan pelatihan P 0,012 (< 0,05). Di PT. X Setiap 1 tahun sekali diadakan simulasi tanggap darurat dan 3 bulan sekali diadakan pelatihan kebakaran dan kebocoran bahan kimia guna untuk melatih kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan pelatihan pekerja terhadap kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Konsumsi dan Indkes Masa Tubuh Dengan Keteraturan Siklus Menstruasi Remaja Putri di SMPN 1 Cikarang Pusat Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Siklus menstruasi adalah jumlah hari atau jarak antara periode menstruasi yang satu dengan periode menstruasi berikutnya. ketidakteraturan siklus menstruasi. Menurut data (Riskesdas, 2017) menyebutkan bahwa di Indonesia, wanita usia 10-59 tahun yang mengalami menstruasi teratur sebanyak 68%. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dan indeks massa tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 01 Cikarang Pusat tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 225 orang dan sampel sebanyak 144 orang. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi, kuesioner, Stadiometer, dan timbangan Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkan ada hubungan antara indeks masa tubuh (p= 0,000), dengan keteraturan siklus menstruasi. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan antara pola konsumsi (p=0,354), dengan keteraturan siklus menstruasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara indeks masa tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi dan tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi dengan keteraturan siklus mentruasi.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Konsumsi dan Indeks Masa Tubuh dengan Keteraturan Siklus Menstruasi Remaja Putri di SMPN 01 Cikarang Pusat Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Siklus menstruasi adalah jumlah hari atau jarak antara periode menstruasi yang satu dengan periode menstruasi berikutnya. ketidakteraturan siklus menstruasi. antara lain genetika, ras, usia, penyakit, pertumbuhan alat reproduksi, obat-obatan kontrapsepsi, stress, merokok, konsumsi alkohol, status gizi kurang atau lebih, asupan zat gizi, aktifitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dan indeks massa tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 01 Cikarang Pusat tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 225 orang dan sampel sebanyak 144 orang. Teknik pengambilan besaran sampel menggunakan rumus slovin dengan stratified random sampling. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi, kuesioner, Stadiometer, dan timbangan. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkan ada hubungan antara indeks masa tubuh (ρ= 0,000), dengan keteraturan siklus menstruasi. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan antara pola konsumsi (ρ=0,354), dengan keteraturan siklus menstruasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara indeks masa tubuh dengan keteraturan siklus menstruasi dan tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi dengan keteraturan siklus mentruasi. Diharapkan remaja putri lebih memperhatikan pola konsumsi dan indeks masa tubuh agar tidak menganggu keteraturan siklus menstruasi.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu untuk Pijat Bayi Secara Teratur di RB Rhaudhatunnadya Tahunu 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Pijat bayi merupakan terapi sentuhan sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi namun pengetahuan tentang pijat bayi belum banyak diketahui oleh masyarakat, dikarenakan masih mempercayakan pijat bayi kepada dukun bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat ibu tentang pijat bayi secara teratur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di RB Rhaudhatunnadya cikarang,pengumpulan data dilaksanakan selama bulan april-mei 2019, populasi penelitian ini adalah ibu yang memeriksakan bayinya serta yang melakukan kunjungan imunisasi bayinya dari umur 0-12 bulan di RB Rhaudhatunnadya dengan sampel sebanyak 180 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square yang bertujuan untul menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil analisis univariat sebagian besar ibu mempunyai minat untuk melakuakan pijat bayi secara teratur di RB Rhaudhatunnadya dengan presentase 63,5%, lebih banyak ibu yang berpengetahuan baik dengan presentase 61,8%, lebih banyak ibu yang berpendidikn tinggi dengan presentase 80,0%, lebih banyak ibu yang tidak bekerja dengan presentase 51,8%, lebih banyak ibu yang multipara dengan presentase 60,6%, lebih banyak ibu yang mendapat informasi dengan presentase 61,8%. Hasil analisis bivariat pengetahuan ibu tentang pijat bayi p value 0,011 (p>0,05) Ho ditolak, pendidikan p 0,015 (p>0,05) Ho ditolak, pekerjaan p value 0,018 (p>0,05) Ho ditolak, paritas p value 0,021 (p>0,05) Ho ditolak, informasi p value 0,011 (p>0,05) Ho ditolak. Kesimpulan : dari 5 variabel yang diteliti, seluruh variabel mempunyai hubungan yang bermakna dengan minat ibu untu pijat bayi secara teratur di RB Rhaudhatunadya. Saran dalam penelitian ini adalah RB Rhaudhatunnadya lebih memperhatikan tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan membangun minat ibu khususnya melakukan pemijatan bayi secara teratur.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Wanita Pasangan Usia Subur Tentang KB Implant di RB Rhaudatunnadya Cikarang Utara Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Implant merupakan metode kontrasepsi hormonal yang memiliki efektivitas sangat tinggi serta memiliki angka kegagalan yang rendah. Implant juga merupakan alat kontrasepsi yang sangat sesuai bagi Pasangan Usia Subur yang ingin memakai kontrasepsi dalam jangka panjang untuk mengatur jarak kehamilan. Menurut BKKBN, program KB dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang masih kurang peminatnya termasuk implant. Salah satu penyebab adalah kurangnya pengetahuan akseptor tentang implant. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB yang datang ke RB Rhaudatunnadya Cikarang dengan sampel sebanyak 139 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan umur nilai P= 0,035 (P<a0,05) dan OR=2,203, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan pendidikan nilai P= 0,036 (P<a0,05) dan OR= 2,649, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan penghasilan nilai P= 0,033 (P<a0,05) dan OR= 2,500, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan pekerjaan nilai P= 0,032 (P<a0,05) dan OR= 2,278. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, penghasilan dan pekerjaan, dengan pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail