Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

64 hasil
Subjek: terapi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh terapi tuina pada Titik neiguan(PC6) Dan Taichong (LR3) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan sindrom yang hati naik

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Dalam perspektif Traditional Chinese Medicine (TCM), hipertensi sering dikaitkan dengan ketidakseimbangan energi tubuh, salah satunya adalah Sindrom Yang hati naik (Gan Yang Shang Kang). Terapi Tuina sebagai salah satu modalitas TCM diyakini mampu melancarkan aliran Qi dan darah serta menyeimbangkan fungsi organ melalui stimulasi titik-titik akupunktur tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Tuina pada titik Neiguan (PC6) dan Taichong (LR3) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan Sindrom Yang hati naik. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan 30 responden hipertensi Sindrom Yang Hati Naik yang dipilih secara purposive sampling. Terapi Tuina pada titik Neiguan (PC6) dan Taichong (LR3) diberikan selama 15 menit, 2 kali seminggu. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter, kemudian dianalisis dengan Paired Sample T-Test atau Wilcoxon Signed Rank Test pada α = 0,05. Penelitian menunjukkan bahwa terapi Tuina pada titik Neiguan (PC6) dan Taichong (LR3) berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan Sindrom Yang Hati Naik. Rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 162,47 menjadi 150,53 mmHg, sedangkan diastolik dari 98,23 menjadi 91,13 mmHg. Terapi Tuina dapat menjadi terapi komplementer pendamping dalam penatalaksanaan hipertensi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar, kelompok kontrol, serta waktu intervensi dan pengamatan yang lebih panjang.

66 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Koma Diabetikum (Hipoglikemia) pada Pasien Diabetes Melitus di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun 2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TERAPI MUROTAL TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESARIA DI RUANG NIFAS RS RIDHOKA SALMA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria Di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025 Syifa Fauziah Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman e-mail: [email protected] Abstrak Latar Belakang: Jumlah persalinan dengan metode SC meningkat setiap tahunnya, berbagai faktor dengan berbagai indikasi. Pasien operasi caesar sering kali merasakan nyeri sebagai salah satu akibat yang paling nyata, Salah satu teknik distraksi untuk menurunkan intensitas nyeri adalah dengan mendengarkan murotal Al-Qur’an. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap penurunan nyeri pada pasien post SC di ruang nifas Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025. Metode : Penelitian ini melakukan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu Post Sectio Caesaria di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma, Sampel penelitian nya adalah Ibu Post Sectio Caesaria yang memenuhi syarat inklusi sebanyak 65 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dalam bentuk kuesioner observasional yang menggunakan skala penilaian numerik (NRS) untuk mengukur nyeri sebelum dan sesudah intervensi terapi murotal surat Ar Rahman. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada penurunan nyeri pasien post SC setelah diberikan intervensi terapi surat Ar Rahman dengan nilai p < 0,005. Sebelum intervensi, mayoritas responen memiliki skala nyeri berat. Namun setelah intervensi terjadi penurunan skala nyeri sedang dan ringan. Kesimpulan : terapi murotal surat Ar Rahman berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyeri pasien post SC di ruang Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang. Disarankan untuk tenaga kesehatan agar bisa menerapkan terapi murotal dalam upaya menurunkan nyeri pada post SC. Kata Kunci : Terapi Murotal, Nyeri, Pasca Operasi, Operasi Caesar, Surat Ar-Rahman

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI ARV PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KLINIK VCT RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA TAHUN 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS INSTITUT MEDIKA DRG SUHERMAN SKRIPSI APRIL 2021 MUHAMMAD KADAR 020319723 HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI ARV DI KLINIK VCT RSUD BAYU ASIH TAHUN 2021 xvii +VII Bab + 84 Halaman + 1 Grafik + 6 Bagan + 15 Tabel + 10 Lampiran ABSTRAK Penyakit HIV masih dianggap sebagai penyakit yang tidak ada obatnya dan juga dampaknya yang sangat mematikan. Mengingat jumlah kasus yang semakin bertambah setiap tahun. Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS. Di Indonesia, Jawa Barat masuk kedalam 5 provinsi dengan kasus HIV terbanyak. Penemuan kasus baru HIV di Kabupaten Purwakarta selama 5 tahun terakhir mengalami trend peningkatan pada tahun tahun 2020 menjadi kasus baru 198 orang (41,91%). Melihat dari data Rekam Medis RSUD Bayu Asih (2019) jumlah penderita on ARV di Klinik VCT tahun 2019 berjumlah 227 orang sedangkan pada tahun 2020 meningkat menjadi 287 (20,90%) orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kepatuhan dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan terapi ARV. Metode penelitian secara kuantitaf dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah rata-rata jumlah pasien HIV yang telah mendapatkan pelayanan pemeriksaan viral load yang mendapatkan pelayanan kesehatan di klinik VCT RSUD Bayu Asih dari bulan Januari sampai Desember 2020 sebanyak 60 orang penderita HIV/AIDS dengan sampel berjumlah 52 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan non probability sampling. Lokasi penelitian di klinik VCT RSUD Bayu Asih yang dilakukan pada bulan Maret sampai April 2021. Pengolahan hasil penelitian menggunakan analisis data dengan chi square. Sebagian besar dari 52 responden yang mendapatkan kepatuhan 71,2%, dukungan keluarga 63,7%, ODHA yang telah berhasil melakukan terapi ARV 76,9%, responden yang tidak berhasil dalam terapi ARV 23,1%. Hasil penelitian diketahui ada hubungan kepatuhan dengan keberhasilan terapi ARV (p-value 0,000). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan keberhasilan terapi ARV (p-value 0,012). Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan terapi ARV. Disarankan bagi rumah sakit agar membuat startegi perencanaan untuk menangani masalah pasien yang gagal terapi ARV, dan bagi masyarakat khususnya keluarga dengan penderita HIV/AIDS dapat memberikan dukungan secara penuh baik fisiologis maupun psikologis selama menjalani terapi ARV. Kata kunci : keberhasilan terapi arv, dukungan keluarga, kepatuhan Daftar pustaka : 43 (2010-2020)

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Chemotherapy Induced Nausea And Vomiting (CINV) pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering dialami pasien kanker dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Pengelolaan CINV dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Aromaterapi Peppermint merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Tingkat CINV diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor CINV sebelum intervensi sebesar 12,47 dan setelah intervensi sebesar 11,89, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,58 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,449 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor CINV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian aromaterapi Peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat CINV pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi Peppermint sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi CINV dan meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani kemoterapi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Efektivitas Aromaterapi Lemon dan B6 (Piridoksin) Terhadap Penurunan Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Diana Mardiana S.Tr.Keb., Bdn Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Mual dan muntah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester I akibat perubahan fisiologis selama kehamilan. Di Indonesia, sekitar 50–75% ibu hamil mengalami mual dan muntah pada trimester pertama. Kondisi berlebihan dapat mengganggu aktivitas, menurunkan asupan makanan dan cairan, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan ibu dan janin. Penatalaksanaan dapat dilakukan secara farmakologis dengan vitamin B6 (piridoksin) dan nonfarmakologis dengan aromaterapi lemon. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan penurunan mual dan muntah antara pemberian kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 dengan vitamin B6 di TPMB Diana Mardiana, S.Tr.Keb., Bdn. Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental dan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 36 ibu hamil trimester I yang mengalami mual dan muntah, terdiri atas 18 responden kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol, dengan teknik consecutive sampling. Kelompok intervensi diberikan kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6, sedangkan kelompok kontrol diberikan vitamin B6. Tingkat mual dan muntah diukur menggunakan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test, Wilcoxon Signed Rank Test, dan Mann-Whitney U Test dengan α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata skor mual dan muntah kelompok intervensi menurun dari 11,28 menjadi 4,94, sedangkan kelompok kontrol dari 11,17 menjadi 8,00. Uji Paired Sample T-Test pada kelompok intervensi dan Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok kontrol masing-masing memperoleh p = 0,000. Uji Mann-Whitney U Test memperoleh p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan terdapat perbedaan penurunan mual dan muntah antara kedua kelompok. Kesimpulan: Kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 lebih efektif dibandingkan vitamin B6 saja. Saran: Diharapkan bagi bidan mempertimbangkan aromaterapi lemon sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam asuhan kebidanan ibu hamil trimester I.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Jus Nanas Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi pada Wanita Usia Subur di Desa Banjarsari Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Nyeri menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami wanita usia subur dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 wanita usia subur yang mengalami dismenore primer dan dipilih menggunakan purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10 sebelum dan sesudah pemberian jus nanas selama dua hari pertama menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, yaitu 27 orang (90,0%), dengan rata-rata skor nyeri 5,40 (SD 0,968). Setelah intervensi, 19 orang (63,3%) mengalami nyeri ringan, 7 orang (23,3%) tidak mengalami nyeri, dan 4 orang (13,3%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,90 (SD 1,373). Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga digunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji memperoleh Z = -4,839 dan p = 0,000 (p < 0,05), serta seluruh 30 responden mengalami penurunan skor nyeri. Dengan demikian, pemberian jus nanas berpengaruh terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur. Jus nanas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif nonfarmakologis pendamping dalam membantu mengurangi nyeri menstruasi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kehamilan trimester III merupakan periode yang dapat meningkatkan kecemasan ibu karena semakin dekat dengan proses persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dapat memengaruhi kondisi psikologis ibu dalam menghadapi persalinan. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan adalah aromaterapi lavender. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi lavender, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 responden (77,4%), kecemasan sedang sebanyak 6 responden (19,4%), dan tidak mengalami kecemasan sebanyak 1 responden (3,2%), dengan rata-rata skor HARS sebesar 18,32. Setelah diberikan aromaterapi lavender, sebanyak 25 responden (80,7%) mengalami kecemasan ringan, 5 responden (16,1%) tidak mengalami kecemasan, dan 1 responden (3,2%) mengalami kecemasan sedang, dengan rata-rata skor HARS menurun menjadi 16,00. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,651 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Mual dan muntah merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil terutama pada trimester I. Kondisi mual muntah yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu aktivitas ibu dan memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi mual muntah adalah aromaterapi peppermint. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dengan jumlah 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengukuran mual muntah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint selama tiga hari menggunakan kuesioner Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi peppermint, sebanyak 17 responden (53,1%) mengalami mual muntah kategori sedang dan 15 responden (46,9%) kategori ringan. Setelah diberikan aromaterapi peppermint seluruh responden 30 responden (100%) mengalami mual muntah kategori ringan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Aromaterapi Roll-On Kombinasi Minyak Atsiri Jahe (Zingiber officinale) dan Cendana (Santalum album L.)

2026•Koleksi Perpustakaan

Dispepsia yang disertai gejala mual merupakan gangguan pencernaan dengan jumlah kasus yang terus meningkat, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis berbahan alami untuk membantu meredakannya. Minyak atsiri jahe (Zingiber officinale) memiliki aktivitas antiemetik, sedangkan minyak atsiri cendana (Santalum album L.) berpotensi memberikan efek relaksasi dan antidepresan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi kedua minyak atsiri tersebut ke dalam sediaan aromaterapi roll-on serta mengevaluasi karakteristik fisik dan tingkat kesukaan sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan pada tiga formula dengan total konsentrasi minyak atsiri 30%, yaitu Formula I (20%:10%), Formula II (15%:15%), dan Formula III (10%:20%) minyak jahe : minyak cendana. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, bobot jenis, volume terpindahkan, iritasi, dan hedonik terhadap 30 responden, dengan data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil menunjukkan seluruh formula homogen, berwarna kuning pucat, memiliki pH 5, daya sebar 5,433-5,500 cm, bobot jenis 0,925-0,935 g/ml, dan volume terpindahkan 9,730-9,750 ml yang memenuhi persyaratan serta tidak menimbulkan iritasi, namun nilai viskositas 1,231-1,950 cps belum memenuhi persyaratan 2,3-6,0 cps. Uji hedonik menunjukkan variasi konsentrasi memengaruhi tingkat kesukaan pada parameter tekstur (p=0,015) dan bau (p=0,029), dengan Formula III memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Kombinasi minyak atsiri jahe dan cendana dapat diformulasikan menjadi sediaan aromaterapi roll-on dengan karakteristik fisik yang cukup baik, dan Formula III berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan aromaterapi untuk membantu meredakan mual.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Rasionalitas Pengobatan Gastroenteritis Akut Serta Hubungannya dengan Lama Rawat Inap Pasien di Rumah Sakit Kartika Husada Setu

2026•Koleksi Perpustakaan

Rasionalitas terapi berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengobatan gastroenteritis akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas pengobatan dengan lama rawat inap pasien gastroenteritis akut di Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif terhadap 65 rekam medis pasien rawat inap periode Januari–Juni 2026 dengan teknik total sampling. Rasionalitas dinilai berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat rute pemberian, dan tepat lama pemberian. Data yang didapat kemudian dievaluasi kerasionalannya. Hubungan antara kerasionalan terapi dengan lama rawat inap diuji menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 pasien (69,2%) menerima terapi rasional dan 20 pasien (30,8%) menerima terapi tidak rasional. Ketidakrasionalan ditemukan pada aspek ketepatan indikasi, ketepatan dosis, dan ketepatan lama pemberian. Uji Fisher’s Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dan lama rawat inap (p=0,741). Kesimpulannya, sebagian besar pasien memperoleh terapi yang rasional (69,2%), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dengan lama rawat inap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kerasionalan dan Kepatuhan Terapi Antihipertensi dengan Risiko Kardiovaskular pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi memerlukan terapi jangka panjang untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan distribusi nilai risiko kardiovaskular antara kelompok kerasionalan terapi dan kelompok kepatuhan terapi antihipertensi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X. Penelitian observasional analitik berdesain retrospektif ini menggunakan data sekunder dari 40 rekam medis pasien hipertensi rawat jalan BPJS berusia 40–74 tahun periode Januari–Juni 2026 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kerasionalan terapi dinilai berdasarkan ketepatan indikasi, pasien, obat, dan dosis dengan JNC 8 dan PNPK Tata Laksana Hipertensi Dewasa 2026 sebagai acuan utama, serta Formularium Nasional dan informasi resmi BPOM sebagai acuan pendukung untuk bentuk dan kekuatan sediaan tertentu. Kepatuhan dinilai menggunakan Medication Possession Ratio (MPR), sedangkan risiko kardiovaskular 10 tahun dihitung menggunakan ASCVD Risk Calculator. Nilai risiko ASCVD antarkelompok kerasionalan dan kepatuhan dianalisis secara terpisah menggunakan uji Mann–Whitney U dengan exact significance dua arah. Hasil menunjukkan bahwa 26 pasien (65,0%) menerima terapi rasional dan 14 pasien (35,0%) menerima terapi tidak rasional; 37 pasien (92,5%) patuh dan 3 pasien (7,5%) tidak patuh. Terdapat perbedaan distribusi nilai risiko ASCVD yang bermakna antara kelompok terapi rasional dan tidak rasional (p-value =0,004), dengan peringkat risiko lebih tinggi pada kelompok tidak rasional. Tidak ditemukan perbedaan distribusi nilai risiko ASCVD antara kelompok patuh dan tidak patuh (p-value=0,996). Dengan demikian, perbedaan distribusi nilai risiko ASCVD ditemukan pada pengelompokan kerasionalan terapi, tetapi tidak ditemukan pada pengelompokan kepatuhan terapi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Tuina Pediatrik untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Anak dengan Sindrom Defisiensi Qi Limpa di Griya Sehat Rauhiyyah

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang :Masalah kurang nafsu makan pada anak merupakan salah satu tantangan kesehatan yang sering dihadapi, terutama pada anak dengan sindrom defisiensi Qi Limpa. Menurut teori Pengobatan Tradisional China (TCM), limpa berperan vital dalam proses pencernaan dan transportasi sari makanan. Defisiensi Qi Limpa menyebabkan gangguan fungsi transportasi dan transformasi limpa, yang bermanifestasi sebagai penurunan nafsu makan, rasa cepat kenyang, perut kembung, dan gangguan pertumbuhan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berdampak pada status gizi, daya tahan tubuh, dan perkembangan anak secara keseluruhan. Tujuan : Berbagai upaya non-farmakologis telah dikembangkan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya adalah terapi pijat Tuina pediatrik. Tuina merupakan teknik pemijatan yang menstimulasi titik-titik meridian untuk melancarkan peredaran darah dan memperbaiki fungsi pencernaan pada limpa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Tuina pediatrik dalam meningkatkan nafsu makan pada anak dengan sindrom defisiensi Qi Limpa di Griya Sehat Rauhiyyah. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pretest-Posttest, yaitu mengukur nafsu makan anak sebelum dan sesudah pemberian intervensi Tuina. Sampel penelitian adalah anak-anak yang didiagnosis mengalami sindrom defisiensi Qi Limpa di Griya Sehat Rauhiyyah, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi Tuina pediatrik diberikan selama beberapa sesi dengan durasi 10–15 menit setiap kali perawatan, dengan menstimulasi titik-titik meridian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan limpa, seperti titik limpa), titik lambung, dan titik-titik lainnya yang berfungsi memperkuat limpa dan meningkatkan nafsu makan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penilaian nafsu makan yang telah tervalidasi, diisi sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak terdistribusi normal. Hasil :Penelitian menunjukkan adanya peningkatan nafsu makan yang signifikan pada anak setelah diberikan intervensi Tuina pediatrik. Rata-rata skor nafsu makan meningkat dari kategori cukup pada pretest menjadi kategori baik pada posttest. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai *p* = 0,003 (*p* < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari pijat Tuina terhadap peningkatan nafsu makan anak. Secara fisiologis, stimulasi titik meridian pada terapi Tuina meningkatkan gerakan peristaltik usus, mempercepat proses pengosongan lambung, serta mengoptimalkan sirkulasi darah dan fungsi organ pencernaan untuk penyerapan nutrisi yang lebih baik. Kesimpulan: Pijat Tuina pediatrik terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan nafsu makan pada anak dengan sindrom defisiensi Qi Limpa. Terapi ini mampu menstimulasi titik-titik meridian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan limpa, sehingga memperbaiki fungsi transportasi dan transformasi limpa yang terganggu. Implikasi: Tuina pediatrik dapat direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologis yang aman, efektif, dan tanpa efek samping untuk mengatasi masalah kurang nafsu makan pada anak dengan defisiensi Qi Limpa. Griya Sehat Rauhiyyah dan fasilitas kesehatan lainnya dapat mengadopsi terapi ini sebagai bagian dari pelayanan komprehensif untuk anak-anak dengan gangguan nafsu makan. Penelitian lebih lanjut dengan desain randomized controlled trial (RCT) dan jumlah sampel yang lebih besar disarankan untuk memperkuat bukti ilmiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Kombinasi Tuina Titik Li 11, Li 4, dan Gv 14 Terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Demam Anak Usia 10-16 Tahun

2026•Koleksi Perpustakaan

Demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami anak usia sekolah dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi kombinasi Tuina pada titik LI 11 (Quchi), LI 4 (Hegu), dan GV 14 (Dazhui) dalam menurunkan suhu tubuh anak usia 10–16 tahun dengan hipertermia. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pre–post test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 30 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama ±10 menit (2 menit per titik dengan kecepatan 100–120 rotasi per menit), kemudian suhu tubuh diukur pada menit ke 15, ke 30, dan ke 60 pasca-intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, rata-rata suhu tubuh partisipan adalah 38,5°C dengan mayoritas berada pada rentang 38,0–38,4°C. Setelah intervensi, terjadi penurunan suhu tubuh yang signifikan dan progresif: 0,25°C pada menit ke 15, 0,60°C pada menit ke 30, dan 0,85°C pada menit ke 60. Mayoritas subjek mencapai suhu akhir 37,0–37,4°C yang mendekati normal. Uji Paired T-Test menghasilkan nilai p = 0,000 (< 0,05) pada seluruh perbandingan, menandakan adanya perbedaan signifikan antara suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi. Secara fisiologis, stimulasi titik Tuina ini bekerja melalui mekanisme neuroimunologis dengan menurunkan sitokin pro inflamasi, meningkatkan vasodilatasi, dan menginduksi diaforesis. Kesimpulannya, kombinasi Tuina pada titik LI 11, LI 4, dan GV 14 terbukti efektif, aman, dan dapat dijadikan terapi komplementer non farmakologis dalam pengelolaan hipertermia pada anak usia sekolah dan remaja. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan protokol terapi komplementer berbasis bukti di bidang Traditional Chinese Medicine (TCM) dan pelayanan kesehatan pediatri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Tuina Pada Titik Neiguan (PC6) dan Taichong (LR3) Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi dengan Sindrom Yang Hati Naik

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Dalam perspektif Traditional Chinese Medicine (TCM), hipertensi sering dikaitkan dengan ketidakseimbangan energi tubuh, salah satunya adalah Sindrom Yang hati naik (Gan Yang Shang Kang). Terapi Tuina sebagai salah satu modalitas TCM diyakini mampu melancarkan aliran Qi dan darah serta menyeimbangkan fungsi organ melalui stimulasi titik-titik akupunktur tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Tuina pada titik Neiguan (PC6) dan Taichong (LR3) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan Sindrom Yang hati naik. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan 30 responden hipertensi Sindrom Yang Hati Naik yang dipilih secara purposive sampling. Terapi Tuina pada titik Neiguan (PC6) dan Taichong (LR3) diberikan selama 15 menit, 2 kali seminggu. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter, kemudian dianalisis dengan Paired Sample T-Test atau Wilcoxon Signed Rank Test pada α = 0,05. Penelitian menunjukkan bahwa terapi Tuina pada titik Neiguan (PC6) dan Taichong (LR3) berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan Sindrom Yang Hati Naik. Rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 162,47 menjadi 150,53 mmHg, sedangkan diastolik dari 98,23 menjadi 91,13 mmHg. Terapi Tuina dapat menjadi terapi komplementer pendamping dalam penatalaksanaan hipertensi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar, kelompok kontrol, serta waktu intervensi dan pengamatan yang lebih panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh William Flexi Exercise Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Lansian Dengan Radiculopati Lumbal di Poli Rehabilitasi Medik RSU Pindad Bandung Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Radikulopati lumbal merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada lansia dan ditandai dengan nyeri menjalar akibat kompresi atau iritasi akar saraf lumbal, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti William Flexion Exercise yang berfokus pada gerakan fleksi untuk meningkatkan stabilitas otot trunk dan mengurangi tekanan saraf. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh William Flexion Exercise terhadap intensitas nyeri pada pasien lansia dengan radikulopati lumbal di Poli Rehabilitasi Medik RSU Pindad Bandung tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment pretest–posttest control group design dengan 36 responden menjadi kelompok intervensi (William Flexion Exercise) dan kelompok kontrol (Isometric Back Muscle Exercise), dengan durasi intervensi 4 minggu (3 kali per minggu), serta pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan Mann–Whitney. Hasil: Kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test (p = 0,2940), sedangkan kelompok intervensi mengalami penurunan nyeri yang signifikan (p = 0,0017), serta terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,0469). Kesimpulan: William Flexion Exercise terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan radikulopati lumbal dan dapat menjadi intervensi fisioterapi yang efektif dan aman.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Akupunktur Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Sindrom Akumulasi Phlegma Lembab Jiao Tengah di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat Bandung

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi tergolong Penyakit Tidak Menular (PTM) dan merupakan salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Kasus tekanan darah tinggi secara global cukup tinggi, yaitu satu dari tiga orang penduduk di dunia mengalami Hipertensi. Sekitar dua pertiga dari populasi tersebut tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Perbandingan empat dari lima orang penderita hipertensi tidak mendapatkan pengobatan yang layak. Namun jika negara – negara mendapatkan pengobatan yang memadai, 76 juta kematian dapat dicegah antara tahun 2023 – 2050 (WHO, 2023). Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom akumulasi phlegma lembab di Jiao Tengah. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre- eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling , melibatkan 20 subjek penelitian dari bulan Maret-Juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi akupunktur setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek tekanan darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil: Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 139 mg/dl (5 subjek = 25%) dan paling rendah sebesar 130 mg/dl (1 subjek = 5%). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 89 mg/dl (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 81 mg/dl (2 subjek = 10%). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 130 mg/dl (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 120 mg/dl (1 subjek = 5%). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 85 mg/dl (1 subjek = 5%) dan paling rendah sebesar 76 mg/dl (2 subjek = 10%). Kesimpulan: Terapi akupunktur memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom akumulasi phlegma lembab di jiao tengah, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Butterfly Hug Berbasis Audio Visual Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir Universitas Medika Suherman Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Mahasiswa semester akhir usia 18–25 tahun menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga berisiko mengalami kecemasan. Proses penyusunan tugas akhir yang panjang dan kompleks sering menjadi pemicu utama munculnya kecemasan tersebut. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah terapi butterfly hug, yang bersifat sederhana, mudah dipraktikkan secara mandiri, dan tidak memerlukan alat khusus. Dukungan media audiovisual dalam pemberian terapi butterfly hug juga membantu meningkatkan relaksasi dan kepercayaan diri mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi butterfly hug berbasis audio-visual terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir universitas medika suherman tahun 2025. Metode penelitian: Kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pretest- posttest design). Sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden mahasiswa semester akhir dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS dengan Pretest (sebelum) Posttest (sesudah) kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian: Menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian terapi butterfly hug berbasis audiovisual, dengan sebagian besar responden mengalami penurunan skor kecemasan dan tidak ditemukan peningkatan kecemasan, serta nilai p = 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Kesimpulan: Terapi butterfly hug berbasis audiovisual berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan mandiri yang efektif dan mudah diterapkan.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga dan Perilaku Caring Perawat Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Dengan Kemoterapi di SWICC Sentra Medika Hospital Cibinong Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Data IARC (International Agency for Research on Cancer) tahun 2022 mencatat hampir 20 juta kejadian kanker baru dan hampir 10 juta merenggut nyawa manusia. Terdapat efek samping dari kemoterapi seperti mual muntah penurunan kadar hemoglobin, leukosit yang menjadi sumber kelemahan. Maka dari itu dukungan keluarga dan perilaku caring perawat diperlukan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan korelasi antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup dan perilaku caring dengan kualitas hidup. Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif design deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional pada pasien kanker 80 populasi dengan teknik yang digunakan purposive sampling. Dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 67 responden pasien kanker yang menjalani kemoterapi, keseluruhan data diperoleh menggunakan alat ukur kuesioner dan di uji menggunakan analisis statistik spearman rank. Hasil Penelitian: dari hasil analisis uji statistik memperoleh nilai pada variabel dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan p value sebesar 0,887 (p>0,005). Sedangkan pada variabel perilaku caring perawat dengan kualitas hidup memperoleh hasil p value sebesar 0,804 (p>0,005), artinya dari kedua variabel yang diuji tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulan hasil dinyatakan tidak signifikan bisa saja terjadi dikarenakan kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang diteliti Saran: Diharapkan pasien tidak hanya bergantung pada satu sumber dukungan akan tetapi mencari sumber lain seperti bergabung dalam komunitas/kelompok penderita kanker serta dapat mengelola koping dan manajemen stress dengan baik.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Efektivitas Jahe Hangat Dengan Aromaterapi Peppermint Terhadap Frekuensi Morning Sickness Pada Ibu Hamil Trimester I di Klinik Cahaya Medika Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Morning sickness merupakan gejala umum yang dialami ibu hamil trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah, dan dapat mengganggu aktivitas serta asupan nutrisi. Salah satu bentuk penanganan non-farmakologis yang umum digunakan adalah pemberian jahe hangat dan aromaterapi peppermint. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pemberian jahe hangat dengan aromaterapi peppermint terhadap frekuensi morning sickness pada ibu hamil trimester I di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest one group. Sampel berjumlah 32 ibu hamil trimester I yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi SOP intervensi dan lembar observasi PUQE-24. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan jahe hangat, sebagian besar responden mengalami morning sickness kategori sedang (90,6%) dan berat (9,4%), sedangkan setelah intervensi menjadi ringan (68,8%) dan sedang (31,3%). Pada kelompok aromaterapi peppermint, sebelum intervensi sebagian besar mengalami kategori sedang (84,4%) dan berat (15,6%), setelah intervensi masih didominasi kategori sedang (96,9%) dan hanya 3,1% yang ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 pada kedua intervensi, dengan hasil Mann-Whitney menunjukkan jahe hangat lebih efektif dalam menurunkan frekuensi morning sickness. Simpulan: Jahe hangat terbukti lebih efektif dibandingkan aromaterapi peppermint dalam mengurangi frekuensi morning sickness. Saran: Jahe hangat dapat direkomendasikan sebagai pilihan intervensi non-farmakologis bagi ibu hamil trimester I.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail