Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: aromaterapi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Chemotherapy Induced Nausea And Vomiting (CINV) pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering dialami pasien kanker dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Pengelolaan CINV dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Aromaterapi Peppermint merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Tingkat CINV diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor CINV sebelum intervensi sebesar 12,47 dan setelah intervensi sebesar 11,89, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,58 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,449 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor CINV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian aromaterapi Peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat CINV pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi Peppermint sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi CINV dan meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani kemoterapi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Efektivitas Aromaterapi Lemon dan B6 (Piridoksin) Terhadap Penurunan Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Diana Mardiana S.Tr.Keb., Bdn Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Mual dan muntah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester I akibat perubahan fisiologis selama kehamilan. Di Indonesia, sekitar 50–75% ibu hamil mengalami mual dan muntah pada trimester pertama. Kondisi berlebihan dapat mengganggu aktivitas, menurunkan asupan makanan dan cairan, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan ibu dan janin. Penatalaksanaan dapat dilakukan secara farmakologis dengan vitamin B6 (piridoksin) dan nonfarmakologis dengan aromaterapi lemon. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan penurunan mual dan muntah antara pemberian kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 dengan vitamin B6 di TPMB Diana Mardiana, S.Tr.Keb., Bdn. Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental dan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 36 ibu hamil trimester I yang mengalami mual dan muntah, terdiri atas 18 responden kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol, dengan teknik consecutive sampling. Kelompok intervensi diberikan kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6, sedangkan kelompok kontrol diberikan vitamin B6. Tingkat mual dan muntah diukur menggunakan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test, Wilcoxon Signed Rank Test, dan Mann-Whitney U Test dengan α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata skor mual dan muntah kelompok intervensi menurun dari 11,28 menjadi 4,94, sedangkan kelompok kontrol dari 11,17 menjadi 8,00. Uji Paired Sample T-Test pada kelompok intervensi dan Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok kontrol masing-masing memperoleh p = 0,000. Uji Mann-Whitney U Test memperoleh p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan terdapat perbedaan penurunan mual dan muntah antara kedua kelompok. Kesimpulan: Kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 lebih efektif dibandingkan vitamin B6 saja. Saran: Diharapkan bagi bidan mempertimbangkan aromaterapi lemon sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam asuhan kebidanan ibu hamil trimester I.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kehamilan trimester III merupakan periode yang dapat meningkatkan kecemasan ibu karena semakin dekat dengan proses persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dapat memengaruhi kondisi psikologis ibu dalam menghadapi persalinan. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan adalah aromaterapi lavender. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi lavender, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 responden (77,4%), kecemasan sedang sebanyak 6 responden (19,4%), dan tidak mengalami kecemasan sebanyak 1 responden (3,2%), dengan rata-rata skor HARS sebesar 18,32. Setelah diberikan aromaterapi lavender, sebanyak 25 responden (80,7%) mengalami kecemasan ringan, 5 responden (16,1%) tidak mengalami kecemasan, dan 1 responden (3,2%) mengalami kecemasan sedang, dengan rata-rata skor HARS menurun menjadi 16,00. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,651 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Mual dan muntah merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil terutama pada trimester I. Kondisi mual muntah yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu aktivitas ibu dan memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi mual muntah adalah aromaterapi peppermint. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dengan jumlah 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengukuran mual muntah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint selama tiga hari menggunakan kuesioner Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi peppermint, sebanyak 17 responden (53,1%) mengalami mual muntah kategori sedang dan 15 responden (46,9%) kategori ringan. Setelah diberikan aromaterapi peppermint seluruh responden 30 responden (100%) mengalami mual muntah kategori ringan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Aromaterapi Roll-On Kombinasi Minyak Atsiri Jahe (Zingiber officinale) dan Cendana (Santalum album L.)

2026•Koleksi Perpustakaan

Dispepsia yang disertai gejala mual merupakan gangguan pencernaan dengan jumlah kasus yang terus meningkat, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis berbahan alami untuk membantu meredakannya. Minyak atsiri jahe (Zingiber officinale) memiliki aktivitas antiemetik, sedangkan minyak atsiri cendana (Santalum album L.) berpotensi memberikan efek relaksasi dan antidepresan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi kedua minyak atsiri tersebut ke dalam sediaan aromaterapi roll-on serta mengevaluasi karakteristik fisik dan tingkat kesukaan sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan pada tiga formula dengan total konsentrasi minyak atsiri 30%, yaitu Formula I (20%:10%), Formula II (15%:15%), dan Formula III (10%:20%) minyak jahe : minyak cendana. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, bobot jenis, volume terpindahkan, iritasi, dan hedonik terhadap 30 responden, dengan data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil menunjukkan seluruh formula homogen, berwarna kuning pucat, memiliki pH 5, daya sebar 5,433-5,500 cm, bobot jenis 0,925-0,935 g/ml, dan volume terpindahkan 9,730-9,750 ml yang memenuhi persyaratan serta tidak menimbulkan iritasi, namun nilai viskositas 1,231-1,950 cps belum memenuhi persyaratan 2,3-6,0 cps. Uji hedonik menunjukkan variasi konsentrasi memengaruhi tingkat kesukaan pada parameter tekstur (p=0,015) dan bau (p=0,029), dengan Formula III memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Kombinasi minyak atsiri jahe dan cendana dapat diformulasikan menjadi sediaan aromaterapi roll-on dengan karakteristik fisik yang cukup baik, dan Formula III berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan aromaterapi untuk membantu meredakan mual.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Efektivitas Jahe Hangat Dengan Aromaterapi Peppermint Terhadap Frekuensi Morning Sickness Pada Ibu Hamil Trimester I di Klinik Cahaya Medika Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Morning sickness merupakan gejala umum yang dialami ibu hamil trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah, dan dapat mengganggu aktivitas serta asupan nutrisi. Salah satu bentuk penanganan non-farmakologis yang umum digunakan adalah pemberian jahe hangat dan aromaterapi peppermint. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pemberian jahe hangat dengan aromaterapi peppermint terhadap frekuensi morning sickness pada ibu hamil trimester I di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest one group. Sampel berjumlah 32 ibu hamil trimester I yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi SOP intervensi dan lembar observasi PUQE-24. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan jahe hangat, sebagian besar responden mengalami morning sickness kategori sedang (90,6%) dan berat (9,4%), sedangkan setelah intervensi menjadi ringan (68,8%) dan sedang (31,3%). Pada kelompok aromaterapi peppermint, sebelum intervensi sebagian besar mengalami kategori sedang (84,4%) dan berat (15,6%), setelah intervensi masih didominasi kategori sedang (96,9%) dan hanya 3,1% yang ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 pada kedua intervensi, dengan hasil Mann-Whitney menunjukkan jahe hangat lebih efektif dalam menurunkan frekuensi morning sickness. Simpulan: Jahe hangat terbukti lebih efektif dibandingkan aromaterapi peppermint dalam mengurangi frekuensi morning sickness. Saran: Jahe hangat dapat direkomendasikan sebagai pilihan intervensi non-farmakologis bagi ibu hamil trimester I.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Insomnia Pada Remaja di SMAN 1 Cikarang Timur Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak dialami remaja dan berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, serta prestasi akademik. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat insomnia pada remaja kelas X SMAN 1 Cikarang Timur. Metode Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 49 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria mengalami insomnia. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Skala Baku Pengukuran Insomnia Remaja (KSBPJ-IRS). Intervensi berupa pemberian aromaterapi lavender spray pada bantal atau selimut responden setiap malam selama tujuh hari berturut-turut. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami insomnia ringan (75,5%) dan insomnia berat (24,5%). Setelah intervensi, 81,6% responden tidak lagi mengalami insomnia, sedangkan 18,4% mengalami insomnia ringan. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor insomnia sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian aromaterapi lavender spray berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat insomnia pada remaja, sehingga dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Aroma Terapi Peppermint dan Lemon Untuk Mengurangi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Muall adallalh sualtu kecendrungan memuntalhkan sesuatu atau sensasi yang muncul pada daeralh kerongkongan atau epigastrik tanpa diikuti dengan muntalh. Sedangkan muntalh iallalh pengeluaran isi lambung melallui mulut, dan umumnya disertali dengan dorongan yang kualt yang terjadi pada kehamilan. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetalhui pengaruh Efektivitas Aromaterapi Peppermint Dan Lemon Untuk Mengurangi Muall Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Subyek: penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Sukatenang. Metode: Desain penelitian ini adalah metode qualsy experimentall, lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Populasi dalam penelitian ini adalah semual ibu halmil yalng berkunjung di Puskesmas Sukatenang sebalnyalk 38 oralng. Teknik penelitian ini menggunakan Alccidentall salmpling dan ukuran pengambilan sampel data primer dan sekunder. Variabel dependen menguralngi muall muntalh paldal ibu halmil trimester I. dan variabel independent Alromalteralpi peppermint daln lemon. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yaitu pertanyaan tertulis yang diajukan kepada 38 responden untuk mengukur frekunsi muall muntalh paldal ibu halmil dengaln PUQE-24., serta metode analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 < 0,005 yang artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah Pada Ibu Hamil Trimester I, terlihat bahwa nilai p = 0, 001 < 0,005 yang artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap frekuensi mual muntah Pada Ibu Hamil Trimester I, terlihat hasil uji Mann Whitney bahwa nilai p = 0, 038 < 0,05 yang artinya ada perbedaan efektifitas aromaterapi peppermint dan lemon terhadap frekuensi muall muntalh Pada Ibu Hamil Trimester I. Kesimpulan: Variabel independent aromaterapi peppermint lebih efektif untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester I dibandingkan aromaterapi lemon.Saran diharapkan Bagi ibu hamil yang mengalami mual muntah diharapkan dapat menggunakan aromaterapi peppermint dan lemon sebagai pengobatan pertama sebelum menggunakan obat-obatan untuk mengurangi kejadian mual muntah sehingga dapat mengurangi pengobatan farmakologi.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif di TPMB Bidan Wiwin Wulandari Cikarang Utara Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Menurut data World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan di seluruh dunia, dan 20 juta perempuan mengalami kesakitan saat persalinan dan tahun 2013 diperkirakan di seluruh dunia terdapat sekitar 873.000 angka kematian ibu akibat masalah persalinan. Dari jumlah tersebut, 99% diantaranya terjadi di Negara-negara berkembang. Dalam persalinan sering kali juga timbul rasa cemas, panik, dan takut rasa sakit yang luar biasa yang dirasakan ibu yang dapat mengganggu proses persalinan dan mengakibatkan lamanya proses persalinan yang menimbulkan partus macet (Kurniasih, 2020). Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di TPMB Bidan Wiwin Wulandari. Metodologi: Penelitian menggunakan metode Pre-Eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian diambil dengan teknik Purposive Sampling sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa data menggunakan Paired T-test. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin Di TPMB Bidan Wiwin sebelum di berikan aromaterapi Lavender mengalami nyeri sedang sebanyak 26 responden (88,6%) dan yang mengalami Nyeri ringan sebesar 4 responden (11,4%). Nilai p=0.001 0.05 (P<0.05 yang berarti ada pengaruh pemberian aromatrapy lavender terhadap penurunan tingkat nyeri kala 1 pada ibu bersalin. Hal ini menunjukkan bahwa aromaterapi Lavender dapat menurunkan frekuensi nyeri pada ibu bersalin kala 1 fase aktif. Simpulan dan saran: Ada pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan kala I Fase Aktif. Diharapkan bidan dapat menerapkan aromaterapi lavender sebagai metode nonfarmakologis yang mudah dan praktis sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi nyeri persalinan.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Efektivitas Pregnancy Massage, Aromaterapi Lavender dan Pregnancy Massage Dengan Aromaterapi Lavender Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Gangguan tidur yang terjadi pada kehamilan trimester III menjadi salah satu masalah tersendiri bagi setiap ibu hamil, sebab bila tidak diatasi dengan cepat, maka dapat beresiko untuk ibu maupun janin yang dikandungnya. Berdasarkan studi pendahuluan pada 10 ibu hamil trimester III di klinik annisa II didapatkan sebanyak 8 orang (80%) memiliki kualitas tidur buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan perbandingan efektivitas pregnancy massage, aromaterapi lavender dan kombinasi keduanya terhadap kualitas tidur ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi experimental dengan pendekatan kuantitatif.. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner PSQI Sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Analisis yang digunakan adalah uji statistic Wilcoxon dan manova. Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan menggunakan Non-probability Sampling yaitu metode purposive sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah diberikan pregnancy massage (p value= 0,005), aromaterapi lavender (p value = 0,005) dan kombinasi keduanya (p value = 0,005). Dan pada uji perbandingan manova, didapatkan nilai P 0,460 (>0,05) artinya tidak ada perbandingan yang signifikan antara pregnancy massage, aromaterapi lavender dan kombinasi keduanya terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di wilayah Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Skor Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) Pasca Pemberian Aromaterapi Peppermint Inhalasi Pada Pasien Post Operasi dengan General Anestesi di Ruang Pacu RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta

2024•Koleksi Perpustakaan

Salah satu komplikasi dari general anestesi adalah Post Operative Nausea and Vomiting (PONV). Insiden PONV mencapai 30% dari 100 juta lebih pasien bedah dunia mengalami kejadian mual muntah. Penanganan PONV dapat menggunakan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmalkologi yaitu pemberian aromaterapi peppermint secara inhalasi. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan skor Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode: menggunakan analisis kuantitatif. Desain penelitian adalah Pra-eksperimen dengan pendekatan one grup pretest postest design. Sampel dalam peneltian ini adalah 36 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test < 0,05. Hasil penelitian: didapatkan nilai p-value 0,001 < 0,05 yang artinya ada perbedaan skor PONV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi. Kesimpulan: terdapat perbedaan skor PONV pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Penyakit Jantung Di Ruang ICCU RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pengobatan nyeri pada pasien dengan Sindrom Koroner Akut (SKA) memiliki dua jenis terapi yaitu secara farmakologi dan nonfarmakologi. Pengobatan secara nonfarmakologi dilakukan dengan pemberian aromaterapi lavender. Penatalaksanaan nyeri ditujukan untuk menurunkan kebutuhan oksigen jantung dan meningkatkan suplai oksigen ke jantung agar mencegah luasnya infark di jantung. Tujuan: Pengabdian Masyarakat ini adalah turut memberikan pelayanan secara profesional dalam Sosialisasi pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung Di Ruang ICCU. Metode: Pengabdian Masyarakat yang digunakan adalah memberikan edukasi melalui pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung. Hasil: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah diberikan ada peningkatan pemahaman pasien mengenai pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien penyakit jantung.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di TPMB Mia Rosmiawati Kabupaten Bogor Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Emesis gravidarum merupakan ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu hamil trimester I dan dianggap wajar oleh sebagian besar masyarakat. Emesis gravidarum yang tidak mendapatkan penanganan yang tidak tepat akan berlanjut kepada komplikasi lainnya seperti hyperemesis gravidarum. Saat ini pilihan pengobatan nonfarmakologi banyak diminati oleh masyarakat Indonesia terutama ibu hamil karena minimnya efek samping dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan salah satunya aromaterapi yang terbukti dapat mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di TPMB M Kabupaten Bogor tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan one group pretestposttest. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden di TPMB M pada periode Oktober- esember 2023 dan pengumpulan data menggunakan kuesioner PUQE24. Metode analisis menggunakan paired sampel test. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa selisih skor sebelum dan sesudah intervensi sebesar 4.11. Dan hasil bivariat menggunakan paired sampel test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000<0,005 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di TPMB M Kabupaten Bogor Tahun 2023. Kesimpulan terdapat penurunan frekuensi dan skor rata-rata emesis ravidarum sesudah diberikan aromaterapi lavender pada ibu hamil trimester I. Saran diharapkan epada ibu hamil trimester I dapat menerapkan pemberian aromaterapi lavender sebagai alternatif erapi non-farmakologis untuk mengatasi emesis gravidarum.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Mual muntah merupakan keluhan umum pada kehamilan muda. Di Indonesia terdapat 50-75% kasus mual muntah oleh ibu hamil trimester pertama sedangkan ibu hamil yang mengalami mual muntah di Jawa Barat sebanyak 13%. Penatalaksanaan dengan menggunakan terapi komplementer salah satunya dengan pemberian aromaterapi peppermint. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Desain penelitian menggunakan pra eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 35 responden ibu hamil dengan mual muntah. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Variabel dependen yaitu frekuensi mual muntah ibu hamil trimester I. Variabel independen yaitu pemberian aromaterapi peppermint. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian diketahui dari analisis uji Wilcoxon menunjukkan nilai Sig (2-tailed) nilai signifikasi p value 0,000 (p < 0,05) artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Saran penelitian ini untuk ibu hamil agar dapat menggunakan aromaterapi peppermint sebagai alternatif pengobatan dalam kasus mual muntah sebelum dengan obat-obatan.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN SKOR POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PASCA PEMBERIAN AROMATERAPI PEPPERMINT INHALASI PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUANG PACU RSUD BAYU ASIH KABUPATEN PURWAKARTA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komplikasi dari general anestesi adalah Post Operative Nausea and Vomiting (PONV). Insiden PONV mencapai 30% dari 100 juta lebih pasien bedah dunia mengalami kejadian mual muntah. Penanganan PONV dapat menggunakan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmalkologi yaitu pemberian aromaterapi peppermint secara inhalasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan skor Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis kuantitatif. Desain penelitian adalah Pra-eksperimen dengan pendekatan one grup pretest postest design. Sampel dalam peneltian ini adalah 36 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test 0,05. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,001 0,05 yang artinya ada perbedaan skor PONV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan skor PONV pasca pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada pasien post operasi dengan general anestesi di ruang PACU RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Lavender Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif di TPMB Rosliana S.Keb Kec. Tambun Tambun Selatan Kab.Bekasi Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Persalinan normal merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir dengan spontan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam tanpa komplikasi terhadap janin maupun ibu. Nyeri persalinan yang berat dapat meningkatkan emosional pada ibu bersalin, dan dapat menyebabkan kelelahan dan dapat berdampak pada abnormal fungsi otot uterus selama persalinan yang berujung pada komplikasi persalinan. World Health Organization (WHO) tahun 2012 dalam penelitian (Yunarsih dan Rahayu, 2018) di Amerika Serikat sekitar 70%-80% wanita melahirkan mengharapkan persalinan normal yang berlangsung tanpa rasa nyeri, sehingga di Rumah Sakit banyak yang melakukan persalinan secara seksio sesarea sebanyak 20%-50%, dikarenakan kebanyakan ibu bersalin tidak mau merasakan nyeri saat persalinan pervaginam. Nyeri persalinan dapat ditangani dengan aromaterapi karena dipercaya sebagai terapi komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri, yaitu dengan minyak esensial yang berasal dari bau harum tumbuhan untuk mengurangi masalah kesehatan. bau yang berpengaruh terhadap otak dan pikiran yang menangkan pada saat persalinan pervaginam. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nyeri kala I fase aktif setelah diberikan romaterapi lavender di TPMB Rosliana S.Keb Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi Tahun 2023. desain yang digunakan adalah dengan (non equivalent control group pretest-posttes). Pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dipilih secara random. Dalam desain ini kelompok eksperimental maupun kelompok kontrol dibandingkan. Adanya 2 kelompok dimana satu kelompok diberikan perlakuan aroma terapi lavender. Dua kelompok yang ada diberi pretest, kemudian diberikan perlakuan dan terakhir posttest. Hasil uji statistik yang dilakukan menggunakan uji Mann Whitney Test menggunakan SPSS di peroleh nilai Z= -4.802 dan nilai P = 0,000 < 0,005. kesimpulan Pada kelompok intervensi (diberikan aromaterapi lavender), sebagian besar responden mengalami sangat bahagia (tidak ada rasa sakit) yaitu sebanyak 9 orang (60%). Sedangkan pada kelompok kontrol (tidak diberikan aromaterapi lavender) sebagian besar responden merasakan benar-benar sakit yaitu sebanyak 5 orang (33%). Terdapat pengaruh pemberian aroma terapi lavender terhadap tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif di TPMB Rosliana S.Keb Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi Tahun 2023 dengan p value 0,000 (a <0,05).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI TPMB ROSLIANA S.KEB KEC.TAMBUN SELATAN KAB.BEKASI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Persalinan normal merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir dengan spontan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam tanpa komplikasi terhadap janin maupun ibu. Nyeri persalinan normal bisa menimbulkan stres dan bisa menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid. hormon ini dapat menimbulkan otot polos dan vasokonstriksi pembuluh darah, dan dapat mengakibatkan penurunan kontraksi, serta timbul iskemia uterus yang membuat impuls uteri nyeri bertambah banyak saat persalinan. Nyeri persalinan dapat ditangani dengan aromaterapi karena dipercaya sebagai terapi komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri, yaitu dengan minyak esensial yang berasal dari bau harum tumbuhan untuk mengurangi masalah kesehatan. bau yang berpengaruh terhadap otak dan pikiran yang menangkan pada saat persalinan pervaginam. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nyeri kala I fase aktif setelah diberikan romaterapi lavender di TPMB Rosliana S.Keb Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi Tahun 2023. desain yang digunakan adalah dengan (non equivalent control group pretest-posttes). Pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dipilih secara random. Dalam desain ini kelompok eksperimental maupun kelompok kontrol dibandingkan. Adanya 2 kelompok dimana satu kelompok diberikan perlakuan aroma terapi lavender. Dua kelompok yang ada diberi pretest, kemudian diberikan perlakuan dan terakhir posttest. Hasil uji statistik yang dilakukan menggunakan uji Mann Whitney Test menggunakan SPSS di peroleh nilai Z= -4.802 dan nilai P = 0,000 0,005. kesimpulan Pada kelompok intervensi (diberikan aromaterapi lavender), sebagian besar responden mengalami sangat bahagia (tidak ada rasa sakit) yaitu sebanyak 9 orang (60%). Sedangkan pada kelompok kontrol (tidak diberikan aromaterapi lavender) sebagian besar responden merasakan benar-benar sakit yaitu sebanyak 5 orang (33%). Terdapat pengaruh pemberian aroma terapi lavender terhadap tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif di TPMB Rosliana S.Keb Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi Tahun 2023 dengan p value 0,000 (a 0,05). Bahan Bacaan : 3 Buku, 22 Jurnal Kata Kunci : Nyeri Persalinan, Pemberian Aromaterapi Lavender.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Aromatherapi Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 di Praktek Mandiri Bidan Yanti Susanti, Amd. Keb Desa Karang Rahayu Karang Bahagia Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Emesis gravidarum sering dialami ibu hamil trimester satu, jika tidak ditangani berlanjut menjadi hyperemesis gravidarum, yang dapat menimbulkan masalah kesehatan ibu hamil serta pertumbuhan perkembangan janin. Penanganannya bisa dengan therapi non farmakologi yaitu pemberian inhalasi aromaterapi lemon. Angka kejadian emesis gravidarum mencapai 12,5% dari total kehamilan di dunia (WHO, 2013). Angka kejadian hyperemesis gravidarum di Jawa Barat 2015 sebesar 13% dari seluruh jumlah ibu hami (Kemenkes RI, 2017). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil Trimester satu di PMB Bidan Yanti Susanti Tahun 2022. Metode: Desain peneleitian menggunakan pendekatan pre experimental design bentuk one group pre test - post test. Populasi penelitian 64 orang, sampelnya 30 sampel. Tehnik pengambilan sampel non probability sampling jenis purposive sampling. Uji normalitas menggunakan wilcoxon test. Hasil: Pre test responden yang mengalami emesis sedang 29 orang, emesis ringan 1 orang, mean 1,97, SD 0,183. Post test, responden yang mengalami emesis sedang 4 orang, emesis ringan 26 orang, mean 1,13 , SD 0,346. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester satu.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Aromaterapi Lemon terhadap Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan : Emesis gravidarum merupakan keluhan mual muntah yang sering dialami ibu hamil terutama ibu hamil trimester satu. Emesis jika tidak ditangani tentu saja dikhawatirkan bisa berlanjut ke dalam keadaan hyperemesis gravidarum, yang dapat menimbulkan masalah baik kepada kesehatan ibu hamil serta pertumbuhan dan perkembangan janinnya. Penanganan emesis gravidarum bisa dengan therapi farmakologi ataupun non farmakologi. Untuk therapi non farmakologi salah satunya adalah dengan pemberian aromaterapi lemon melalui tekhnik inhalasi. Menurut WHO pada tahun 2013 angka kejadian emesis gravidarum mencapai 12,5% dari total seluruh jumlah kehamilan di seluruh dunia. Menurut Kemenkes RI 2017 angka kejadian hyperemesis gravidarum di Jawa Barat tahun 2015 sebesar 13% dari seluruh jumlah ibu hamil. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil Trimester satu di PMB Bidan Yanti Susanti Desa Karang Rahayu Kecamatan Karang Bahagia kabupaten Bekasi Tahun 2022. Metode: Desain peneleitian menggunakan pendekatan pre experimental design dengan bentuk one group pre test and post test. Populasi penelitian sebanyak 64 orang, dan sampel penelitian menggunakan sampel minimal yaitu 30 sampel. Tehnik pengambilan sampel adalah non probability sampling jenis purposive sampling. Uji normalitas menggunakan wilcoxon test. Hasil: Dari 30 responden data yang diperoleh pada pre test, responden yang mengalami emesis sedang 29 orang, responden yang mengalami emesis ringan 1 orang, dengan nilai mean 1,97 dan SD 0,183. Pada hasil post test, responden yang mengalami emesis sedang 4 orang, dan yang mengalami emesis ringan 26 orang, dengan nilai mean 1,13 dan SD 0,346. Dari hasil uji statistik menggunakan wilcoxon test didapatkan nilai p value 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester satu. Kata kunci : Aromaterapi lemon, emesis gravidarum, ibu hamil, inhalasi, trimester satu

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail