Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: formulasi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Aromaterapi Roll-On Kombinasi Minyak Atsiri Jahe (Zingiber officinale) dan Cendana (Santalum album L.)

2026•Koleksi Perpustakaan

Dispepsia yang disertai gejala mual merupakan gangguan pencernaan dengan jumlah kasus yang terus meningkat, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis berbahan alami untuk membantu meredakannya. Minyak atsiri jahe (Zingiber officinale) memiliki aktivitas antiemetik, sedangkan minyak atsiri cendana (Santalum album L.) berpotensi memberikan efek relaksasi dan antidepresan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi kedua minyak atsiri tersebut ke dalam sediaan aromaterapi roll-on serta mengevaluasi karakteristik fisik dan tingkat kesukaan sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan pada tiga formula dengan total konsentrasi minyak atsiri 30%, yaitu Formula I (20%:10%), Formula II (15%:15%), dan Formula III (10%:20%) minyak jahe : minyak cendana. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, bobot jenis, volume terpindahkan, iritasi, dan hedonik terhadap 30 responden, dengan data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil menunjukkan seluruh formula homogen, berwarna kuning pucat, memiliki pH 5, daya sebar 5,433-5,500 cm, bobot jenis 0,925-0,935 g/ml, dan volume terpindahkan 9,730-9,750 ml yang memenuhi persyaratan serta tidak menimbulkan iritasi, namun nilai viskositas 1,231-1,950 cps belum memenuhi persyaratan 2,3-6,0 cps. Uji hedonik menunjukkan variasi konsentrasi memengaruhi tingkat kesukaan pada parameter tekstur (p=0,015) dan bau (p=0,029), dengan Formula III memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Kombinasi minyak atsiri jahe dan cendana dapat diformulasikan menjadi sediaan aromaterapi roll-on dengan karakteristik fisik yang cukup baik, dan Formula III berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan aromaterapi untuk membantu meredakan mual.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Formulasi Dan Penetapan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Sediaan Gel Sunscreen Ektrak Etanol Daun Jambu Air (Syzygium aqueum)

2024•Koleksi Perpustakaan

SPF (Sun Protection Factor) merupakan nilai proteksi dari sinar ultraviolet matahari pada sediaan tabir surya (Sunscreen). Daun jambu air (Syzygium aqueum) mengandung flavonoid sebagai antioksidan faktor sekunder fotoproteksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai SPF pada ekstrak daun jambu air serta karakteristik formulasinya pada sediaan gel sunscreen. Ekstrak diperoleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, diuji nilai SPF dengan spektrofotometer UV-Vis pada konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm, 10.000 ppm kemudian diformulasikan dalam gel sebesar 10%, 20% dan 30%. Hasil nilai SPF ekstrak berturut-turut sebesar 7,14+0,0174; 28,65+0,0852 dan 39,64+0,999 yang menunjukkan memiliki perbedaan bermakna dengan signifikasi <0.05. Karakteristik gel sunscreen ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum) berwarna hijau, beraroma khas daun jambu air, homogen, pH 5-6 (sesuai pH kulit), daya sebar 5-5,8 cm, daya lekat 4,3-5,3 detik, viskositas 76-105,1 dPa.S. Nilai SPF sebesar 6,192+5 sampai 10,779+7,4 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna dengan signifikasi <0.05. Nilai SPF ekstrak daun jambu air antara 7,14+0,0174 sampai 39,64+0,999 dengan nilai terbaik pada konsentrasi 10000 ppm sebesar 39,64+0,999 masuk dalam kategori tinggi. Nilai SPF sediaan gel sunscreen antara 6,192+5 sampai 10,779+7,4 dengan nilai terbaik pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak 30% sebesar 10,779+7,4 masuk dalam kategori rendah.

20 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail