ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilaip-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gagal ginjal menimbulkan tanda dan gejala pada tubuh penderitanya seperti sesak nafas, pusing, lemas, mual dan muntah, gelisah, sering haus, sulit buang air kecil, dan edema anasarka (Nurbadriyah, 2021). Menurut Ryski dan Guyton dalam Isroin (2016), edema pada jaringan mempengaruhi kekuatan otot. Hal ini karena hingga setengah jumlah cairan bebas menembus ke dalam interstitium, meningkatkan jarak difusi nutrisi dan oksigen dari kapiler ke jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 18 (72%) orang yang mengalami penurunan derajat edema dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2024. Saran untuk pasien agar dapat dapat menerapkan latihan yang sudah diajarkan dalam penelitian ini secara berkelanjutan untuk membantu mengontrol derajat edema selama periode interdialitik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2021•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Ekstrak teripang mengandung glukosamin yang berpotensi dapat menekan peradangan
(inflamasi) dan menyembuhkan osteoarthritis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
aktivitas antiinflamasi secara in vitro dan in vivo dari nanopartikel kitosan-ekstrak kering
teripang (Stichopus variegatus). Aktivitas antiinflamasi secara in vitro dilakukan dengan
metode denaturasi protein Bovine Serum Albumin (BSA). Aktivitas antiinflamasi secara
in vivo dilakukan dengan metode induksi karagenan pada telapak kaki tikus dengan
parameter pengukuran edema kaki. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan galur
Sprague-Dawley dan dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok yang diberi
nanopartikel kitosan-ekstrak teripang kering dosis 50 mg/KgBB dan 100 mg/Kg BB,
kelompok kontrol negatif (aquadest) serta kelompok kontrol positif (natrium diklofenak).
Hasilnya menunjukkan bahwa sampel nanopartikel memiliki aktivitas antiinflamasi
secara in vitro dengan nilai IC50 sebesar 267,76 bpj. Nanopartikel kitosan-ekstrak
teripang kering dosis 50 mg/Kg BB dan 100 mg/KgBB memiliki aktivitas antiinflamasi
dengan nilai persentase penghambatan inflamasi secara berturut-turut sebesar 53,37%,
dan 49,95 %. Adapun nilai ED50 yaitu sebesar 99,27 mg/KgBB.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2021•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Ekstrak teripang mengandung glukosamin yang berpotensi dapat menekan peradangan
(inflamasi) dan menyembuhkan osteoarthritis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
aktivitas antiinflamasi secara in vitro dan in vivo dari nanopartikel kitosan-ekstrak kering
teripang (Stichopus variegatus). Aktivitas antiinflamasi secara in vitro dilakukan dengan
metode denaturasi protein Bovine Serum Albumin (BSA). Aktivitas antiinflamasi secara
in vivo dilakukan dengan metode induksi karagenan pada telapak kaki tikus dengan
parameter pengukuran edema kaki. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan galur
Sprague-Dawley dan dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok yang diberi
nanopartikel kitosan-ekstrak teripang kering dosis 50 mg/KgBB dan 100 mg/Kg BB,
kelompok kontrol negatif (aquadest) serta kelompok kontrol positif (natrium diklofenak).
Hasilnya menunjukkan bahwa sampel nanopartikel memiliki aktivitas antiinflamasi
secara in vitro dengan nilai IC50 sebesar 267,76 bpj. Nanopartikel kitosan-ekstrak
teripang kering dosis 50 mg/Kg BB dan 100 mg/KgBB memiliki aktivitas antiinflamasi
dengan nilai persentase penghambatan inflamasi secara berturut-turut sebesar 53,37%,
dan 49,95 %. Adapun nilai ED50 yaitu sebesar 99,27 mg/KgBB.