ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah metode deteksi dini yang efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Namun, cakupan pemeriksaan IVA di Indonesia masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia subur (WUS) dalam melakukan pemeriksaan IVA Tes di Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 82 responden WUS yang dipilih melalui cluster sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan dukungan suami. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 61% responden belum pernah melakukan pemeriksaan IVA. Terdapat hubungan signifikan antara perilaku pemeriksaan IVA dengan pendidikan (p-velue = 0,043; OR = 2,583), pengetahuan (p-velue = 0,003), sikap (p-velue = 0,011; OR = 3,300), sumber informasi (p-velue = 0,044; OR = 2,583), dan dukungan suami (p-velue = 0,001; OR = 5,087). Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa faktorfaktor tersebut berperan penting dalam mendorong perilaku deteksi dini kanker serviks pada WUS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI Skripsi, Agustus 2022 Nama : Livia Ayunita Nim : 010718010 UJI SITOTOKSIK KOMBINASI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine Bulbosa) DAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper Betle) MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) xv+35 Halaman+2 Tabel+6 Gambar+14 Lampiran ABSTRAK Bawang dayak merupakan tanaman asli dari Kalimantan Tengah dan berpotensi sebagai tanaman multifungsi. Daun sirih mengandung banyak zat aktif seperti antikanker, antibakteri, antioksidan, dan aktivitas sitotoksik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek sitotoksik kombinasi ekstrak bawang dayak dan ekstrak daun sirih terhadap larva artemia salina. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental yang dilakukan untuk mengetahui sitoktoksik kombinasi ekstrak bawang dayak dan ekstrak daun sirih terhadap artemia salina. Sampel yang digunakan adalah ekstrak bawang dayak dan ekstrak daun sirih. Analisis data pada penelitian ini diperoleh nilai Lethal Concentration 50 (LC50) dengan analisis probit. Hasil penelitian diperoleh nilai probit pada ekstrak bawang dayak 8,840 µg/ml, ekstrak daun sirih 0,222 µg/ml, dan kombinasi 2,999 µg/ml. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat nilai probit antara kombinasi ekstrak yang diduga berpotensi terhadap sel antikanker terhadap artemia salina menggunakan metode BSLT. Berdasarkan penelitian tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji sitotoksik ekstrak bawang dayak dan ekstrak daun sirih menggunakan metode berbeda.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering dialami pasien kanker dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Pengelolaan CINV dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Aromaterapi Peppermint merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Tingkat CINV diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor CINV sebelum intervensi sebesar 12,47 dan setelah intervensi sebesar 11,89, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,58 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,449 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor CINV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian aromaterapi Peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat CINV pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi Peppermint sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi CINV dan meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani kemoterapi.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan masalah kesehatan reproduksi yang masih membutuhkan perhatian, khususnya pada Wanita Usia Subur (WUS). Keterbatasan informasi mengenai penyebab, faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini dapat memengaruhi kesadaran WUS dalam melakukan tindakan pencegahan. Pemberian edukasi kesehatan melalui leaflet merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan pemahaman mengenai kanker serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan leaflet terhadap pengetahuan WUS mengenai kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental melalui model one-group pretest-posttest. Sebanyak 47 WUS dilibatkan sebagai responden dengan teknik t1otal sam pling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan me1dia leaflet, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Normalitas data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, kemudian perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi diuji dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Sebelum pemberian edukasi, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu 22 orang (46,8%) dan kurang 18 orang (38%). Setelah edukasi diberikan, sebanyak 39 responden (83%) berada pada kategori pengetahuan baik dan tidak terdapat responden yang masih termasuk dalam kategori pengetahuan kurang. Hasil uji Wilcoxon memperoleh p-value = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan aidanya pengaruh signifikan edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan WUS mengenai kanker serviks. Kesimpulan : Edukasi kesehatan menggunakan leaflet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan WUS mengenai kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Kanker payudara tidak hanya menyerang perempuan menopause, tetapi juga remaja putri usia 13–25 tahun, dengan 13 kasus (4,2%) terdiagnosis. Pada tahun 2021, terdapat 383 ribu kasus dan 81 ribu kematian akibat kanker payudara pada remaja dan dewasa muda di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran deteksi dini, sehingga SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) direkomendasikan sebagai metode deteksi dini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas edukasi SADARI dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Negeri 1 Cibitung. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel ini diambil berdasarkan teknik Probabillity Sampling melalui simple random sampling. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 < 0,05, sehingga edukasi SADARI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja. Kesimpulan edukasi kesehatan menggunakan PowerPoint dan video animasi mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswi di SMAN 1 Cibitung.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Data IARC (International Agency for Research on Cancer)
tahun 2022 mencatat hampir 20 juta kejadian kanker baru dan hampir 10 juta
merenggut nyawa manusia. Terdapat efek samping dari kemoterapi seperti mual
muntah penurunan kadar hemoglobin, leukosit yang menjadi sumber kelemahan.
Maka dari itu dukungan keluarga dan perilaku caring perawat diperlukan.
Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan korelasi antara dukungan
keluarga dengan kualitas hidup dan perilaku caring dengan kualitas hidup.
Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif design
deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional pada pasien kanker 80
populasi dengan teknik yang digunakan purposive sampling. Dengan jumlah
sampel yang digunakan sebanyak 67 responden pasien kanker yang menjalani
kemoterapi, keseluruhan data diperoleh menggunakan alat ukur kuesioner dan
di uji menggunakan analisis statistik spearman rank. Hasil Penelitian: dari hasil
analisis uji statistik memperoleh nilai pada variabel dukungan keluarga dengan
kualitas hidup dengan p value sebesar 0,887 (p>0,005). Sedangkan pada variabel
perilaku caring perawat dengan kualitas hidup memperoleh hasil p value sebesar
0,804 (p>0,005), artinya dari kedua variabel yang diuji tidak terdapat hubungan
yang signifikan. Kesimpulan hasil dinyatakan tidak signifikan bisa saja terjadi
dikarenakan kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel
yang diteliti Saran: Diharapkan pasien tidak hanya bergantung pada satu sumber
dukungan akan tetapi mencari sumber lain seperti bergabung dalam komunitas/kelompok penderita kanker serta dapat mengelola koping dan manajemen stress dengan baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, yang umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan metode deteksi dini yang efektif untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat kanker serviks. Namun, cakupan pemeriksaan IVA di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia reproduksi (WUS) dalam melakukan tes IVA di Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 82 WUS melalui consecutive sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan dukungan suami. Hasil menunjukkan bahwa 61% responden belum pernah melakukan tes IVA. Terdapat hubungan signifikan antara perilaku tes IVA dengan pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,021; OR=3,3), dan dukungan suami (p=0,003; OR=5,087). Pendidikan dan sumber informasi tidak berhubungan secara signifikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara, dengan
prevalensi kematian didunia yang disebabkan kanker payudara menurut data World Health Organization 670.000, di Indonesia rata-rata kematian 17/100.000, jawa barat 594 kasus kanker payudara, Dinas Kesehatan Kota Bogor didapatkan 367 kasus, kanker payudara di tahun 2023, sedangkan di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor naik sekitar 460 kasus dari bulan Januari sampai Oktober 2024.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisa faktor-faktor yang berhubungan Dengan Stadium
Kanker payudara Di RS Sentra Medika Cibinong. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian
kuantitatif, desainnya korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien kanker payudara sebanyak 152 responden dan sampel nya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel Non-Probability purposive sampling dan retrospektif. Hasil analisa uji korelasi Spearman’s rho, menunjukkan nilai p value pada faktor Riwayat Menyusui (Spearman’s rho = 0.698, p-value = 0,000), Kontrasepsi Hormonal (Spearman’s rho =0.689, p-value = 0,000 ), Riwayat Keluarga (Spearman’s rho =0,885, p-value = 0,000), Usia(Spearman”s rho=0.883,p-value=0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh Variabel yang diteliti tersebut terdapat hubungan signifikan Dengan Stadium Kanker payudara di RSSM Cibinong. Diharapkan dengan penelitian ini, dapat memberikan manfaat dalam menyediakan fasilitas pemeriksaan kanker payudara yang lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang terlayani. Selain itu, peningkatan pelatihan bagi tenaga medis tentang cara deteksi dini dan penanganan kanker payudara juga sangat penting.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker payudara menyebabkan sekitar
670.000 kematian di seluruh dunia pada tahun 2022. Kanker ini merupakan jenis kanker
yang paling umum di kalangan wanita di 157 dari 185 negara pada tahun yang sama.
Sekitar 0,5-1% kasus kanker payudara terjadi pada pria. Pada tahun 2020, sekitar 45,4%
dari 2,3 juta kasus kanker payudara yang didiagnosis secara global berasal dari Asia.
Risiko terkena kanker payudara pada wanita Asia tertinggi terjadi antara usia 40-49 tahun,
lalu mengalami penurunan atau stabil setelah usia 50 tahun. Angka kejadian kanker lebih
tinggi di Asia Tenggara, dengan Republik Korea mencatat angka tertinggi sebesar 314
kasus per 100.000 penduduk. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia (Kemenkes) pada tahun 2022, angka kejadian kanker di Indonesia mencapai
136 kasus per 100.000 penduduk, menjadikan Indonesia berada di urutan kedelapan di
Asia Tenggara. Pada tahun 2020, terdapat 396.914 kasus kanker baru dan 234.511
kematian akibat kanker di Indonesia. Sri Nowo Retno, MARS, Kepala Dinas Kesehatan
Kota Bogor, melaporkan bahwa pada tahun 2021, terdapat 821 penderita kanker di Kota
Bogor, dan semuanya telah menerima pelayanan pengobatan. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi adanya Hubungan efek samping kanker dengan kualitas hidup pasien
kanker payudara berdasarkan pengakajian ESAS di poli kemoterapi Rs. Sentra Medika
Cibinong. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Penelitian cross-sectional merupakan penelitian non eksperimental yang bertujuan untuk
mempelajari dinamika korelasi antara efek samping kanker stadium 2 dan kualitas hidup
pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, berdasarkan pengkajian ESAS di
Poli Kemoterapi RS Sentra Medika Cibinong. Metode ini dilakukan dengan cara
pengumpulan data secara bersamaan pada saat yang bersamaan. Populasi dan sampel
pada penelitian ini seluruh pasien Kanker Payudara Stadium 2 di poli Kemoterapi RS
Sentra Medika Cibinong yang berjumlah 57 orang. Pengumpulan data menggunakan
kuisioner dan analisis data menggunakan chi square. Terdapat hubungan signifikan antara
efek samping kanker dan kualitas hidup pasien kanker payudara dengan nyeri, kelelahan,
mual, sesak nafas, nafsu makan berkurang, depresi, kecemasan dan gejala lainnya
memiliki dampak yang lebih kuat terhadap kualitas hidup pasien (p < 0,05) dan tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara efek samping kanker dan kualitas hidup pasien
kanker payudara dengan rasa kantuk (p > 0.05).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Kanker merupakan salah satu penyakit yang memiliki dampak fisik dan psikologis yang signifikan bagi penderitanya, terutama dalam menghadapi proses pengobatan seperti kemoterapi. Efek samping kemoterapi tidak hanya memperburuk kondisi psikologis pasien kanker, tetapi juga dapat menghambat efektivitas pengobatan, sehingga mendesak untuk diatasi melalui pendekatan holistik yang menggabungkan dukungan medis dan psikologis. Adapun dampak fisik dan psikologis signifikan bagi penderitanya, terutama selama menjalani pengobatan seperti kemoterapi yang sering kali menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang tidak ditangani secara tepat dapat menghambat efektivitas pengobatan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Dalam konteks ini, dukungan keluarga memegang peran penting dalam memberikan kenyamanan emosional dan meningkatkan ketahanan psikologis pasien. Tujuan: dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Yang Menjalani Kemoterapi Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Metode: penelitian pada tugas akhir ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan secara potong lintang (cross sectional). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik total sampling, Lokasi penelitian dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan januari 2025 dengan subjek penelitian berjumlah 56 responden. Kesimpulan: Berdasarkan hubungan dukungan keluarga menunjukan bahwa kategori dukungan keluarga tertinggi mendukung yaitu 36 responden (64.3 %) dan terendah kurang mendukung yaitu 6 responden (10.7 %). Kemudian berdasarakan hasil dari Analisis uji statistic (Spearman’s Rho) menunjukan nilai p= 0.047 < 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Hasil nilai koefisien korelasi Spearman’s Rho sebesar r = 0.267 yang menunjukan bahwa arah korelasi positif (searah) dengan nilai korelasi koefisian cukup.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian
tinggi di dunia yang ditandai oleh tumbuhnya sel-sel abnormal yang tidak bisa dikendalikan dan
sering memerlukan kemoterapi sebagai bagian dari pengobatannya. Namun, kemoterapi dapat
mempengaruhi status nutrisi pasien akibat efek samping seperti mual, muntah, dan penurunan
nafsu makan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus
kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di
Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan pendekatan cross- sectional dan menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 40
orang yang menjalani kemoterapi pada bulan Januari 2025. Status nutrisi diukur menggunakan
kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil: hasil menunjukkan bahwa 55%
responden yang menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat selama 6–8 jam),
50% responden memiliki indeks massa tubuh kategori normal, dan 52,5% menunjukkan status
nutrisi yang baik. Simpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara siklus kemoterapi dan
status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra
Medika Cibinong dengan nilai p = 0,010 (p < 0,05). Perihal ini mengindikasikan bahwa semakin
lama kemoterapi, semakin berat efek samping yang dialami.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kanker payudara, sejenis tumor ganas yang bermula di jaringan payudara, merupakan pembunuh utama wanita di seluruh dunia. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan cara yang mudah, murah, dan non-invasif untuk menemukan tanda-tanda kanker payudara sejak dini. Meskipun demikian, hanya sedikit wanita muda yang mengetahui atau menggunakan SADARI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Pengetahuan (nilai-p = 0,003, OR = 13,500), sikap (nilai-p = 0,005, OR = 8,250), paparan terhadap informasi (nilai-p = 0,027, OR = 6,476), dukungan keluarga (nilai-p = 0,008, OR = 10,286), dan dukungan layanan kesehatan (nilai-p = 0,046) semuanya berhubungan secara signifikan dengan perilaku BSE, menurut data tersebut. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk tujuan statistik. Tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara usia dan perilaku BSE (nilai-p = 0,565, OR = 2,923), menurut tinjauan tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, di mana mereka sering menghadapi berbagai isu kesehatan, termasuk risiko kanker payudara. Minimnya pengetahuan remaja mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi fokus utama penelitian ini. Edukasi tentang SADARI sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMAN 3 Tambun Selatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental dan desain two-group pre-post test. Populasi penelitian terdiri dari 598 remaja putri, dengan teknik total sampling yang melibatkan 592 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya efektivitas edukasi SADARI menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja. Sebagian besar remaja kurang peduli terhadap kesehatan payudara. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menjadikan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai kebiasaan rutin dalam memantau kesehatan payudara mereka. Dengan demikian, edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di kalangan remaja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan payudara, sehingga menjadi salah satu penyebab kematian utama pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui (SADARI) merupakan metode yang sederhana, hemat biaya, dan non-invasif untuk mengidentifikasi gejala kanker payudara. Akan tetapi, tingkat kesadaran dan praktik SADARI di kalangan wanita muda masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku sadari dengan pengetahuan dengan nilai p Value = 0,003 dan nilai OR=13,500, sikap dengan nilai p Value=0,005 dan nilai OR=8,250, keterpaparan informasi dengan nilai p Value=0,027 dan nilai OR= 6,476, dukungan keluarga dengan nilai p Value=0,008 dan nilai OR=10,286, dan dukungan layanan kesehatan dengan nilai p Value=0,046. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel usia tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p Value=0,565 dan OR=2,923. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan payudara, sehingga menjadi salah satu penyebab kematian utama pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui (SADARI) merupakan metode yang sederhana, hemat biaya, dan non-invasif untuk mengidentifikasi gejala kanker payudara. Akan tetapi, tingkat kesadaran dan praktik SADARI di kalangan wanita muda masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku sadari dengan pengetahuan dengan nilai p Value = 0,003 dan nilai OR=13,500, sikap dengan nilai p Value=0,005 dan nilai OR=8,250, keterpaparan informasi dengan nilai p Value=0,027 dan nilai OR= 6,476, dukungan keluarga dengan nilai p Value=0,008 dan nilai OR=10,286, dan dukungan layanan kesehatan dengan nilai p Value=0,046. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel usia tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p Value=0,565 dan OR=2,923. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan payudara, sehingga menjadi salah satu penyebab kematian utama pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui (SADARI) merupakan metode yang sederhana, hemat biaya, dan non-invasif untuk mengidentifikasi gejala kanker payudara. Akan tetapi, tingkat kesadaran dan praktik SADARI di kalangan wanita muda masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku sadari dengan pengetahuan dengan nilai p Value = 0,003 dan nilai OR=13,500, sikap dengan nilai p Value=0,005 dan nilai OR=8,250, keterpaparan informasi dengan nilai p Value=0,027 dan nilai OR= 6,476, dukungan keluarga dengan nilai p Value=0,008 dan nilai OR=10,286, dan dukungan layanan kesehatan dengan nilai p Value=0,046. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel usia tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p Value=0,565 dan OR=2,923. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, di mana mereka sering menghadapi berbagai isu kesehatan, termasuk risiko kanker payudara. Minimnya pengetahuan remaja mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi fokus utama penelitian ini. Edukasi tentang SADARI sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMAN 3 Tambun Selatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental dan desain two-group pre-post test. Populasi penelitian terdiri dari 598 remaja putri, dengan teknik total sampling yang melibatkan 592 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya efektivitas edukasi SADARI menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja. Sebagian besar remaja kurang peduli terhadap kesehatan payudara. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menjadikan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai kebiasaan rutin dalam memantau kesehatan payudara mereka. Dengan demikian, edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di kalangan remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita yang memerlukan terapi kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan melibatkan 40 responden dari 64 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi pada Januari 2025. Status nutrisi pasien diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat 6-8 jam), 50% memiliki indeks massa tubuh (IMT) kategori berat badan normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi dengan nilai p 0,010 (P 0,05). Disarankan agar rumah sakit memonitor status nutrisi pasien secara rutin dan memberikan intervensi gizi yang sesuai, seperti konsultasi dengan ahli gizi, untuk mendukung pemulihan dan peningkatan status nutrisi pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita yang memerlukan terapi kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan melibatkan 40 responden dari 64 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi pada Januari 2025. Status nutrisi pasien diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat 6-8 jam), 50% memiliki indeks massa tubuh (IMT) kategori berat badan normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi dengan nilai p 0,010 (P 0,05). Disarankan agar rumah sakit memonitor status nutrisi pasien secara rutin dan memberikan intervensi gizi yang sesuai, seperti konsultasi dengan ahli gizi, untuk mendukung pemulihan dan peningkatan status nutrisi pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, di mana mereka sering menghadapi berbagai isu kesehatan, termasuk risiko kanker payudara. Minimnya pengetahuan remaja mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi fokus utama penelitian ini. Edukasi tentang SADARI sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMAN 3 Tambun Selatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental dan desain two-group pre-post test. Populasi penelitian terdiri dari 598 remaja putri, dengan teknik total sampling yang melibatkan 592 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya efektivitas edukasi SADARI menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja. Sebagian besar remaja kurang peduli terhadap kesehatan payudara. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menjadikan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai kebiasaan rutin dalam memantau kesehatan payudara mereka. Dengan demikian, edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di kalangan remaja.