ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia yang menjadi salah satu negara berkembang sedang menghadapi masalah kematian ibu yang tinggi dengan bandingkan negara berkembang lainnya. Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik Hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur ibu dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif yaitu dengan design cross-sectional yang memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan Paritas, ANC, Umur Ibu dan IMT terhadap kejadian pre-eklampsia. Hasil dari uji pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan Hasil uji pada hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur. Sedangkan, faktor umur memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur karena nlai P Value 0,005 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal. Kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan obstetri, antara lain usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur pada ibu hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Besarnya risiko dinilai menggunakan Odds Ratio (OR).
Hasil: Dari 444 responden, sebanyak 124 responden (27,9%) mengalami kelahiran prematur dan 320 responden (72,1%) tidak mengalami kelahiran prematur. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dengan kelahiran prematur (p=0,000; OR=2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayat keguguran (p=0,013; OR=1,829), riwayat penyakit (p=0,029; OR=1,665; 95% CI: 1,076–2,577), serta riwayat kehamilan dengan preeklamsia (p=0,000; OR=3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMT tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kelahiran prematur.
Kesimpulan: Usia ibu, riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan dengan preeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang:Hipertensi derajat II merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Keadaan ini dapat menyebabkan perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular dan serebral yang berpotensi memengaruhi respons tubuh terhadap obat anestesi. Pada tindakan pembedahan dengan general anestesi, gangguan regulasi hemodinamik pada pasien hipertensi diduga berkontribusi terhadap pemanjangan waktu pulih sadar.Tujuan: Mengetahui hubungan antara riwayat penyakit hipertensi derajat II dengan pemanjangan waktu pulih sadar pasca general anestesi di ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Bayu Asih PurwakartaMetode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sampel berjumlah 50 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan rekam medis pasien, serta penilaian waktu pulih sadar menggunakan Aldrete Score. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden, sebagian besar memiliki riwayat hipertensi derajat II. Distribusi waktu pulih sadar menunjukkan terdapat responden dengan pemulihan lambat (>15 menit) dan pemulihan cepat (<15 menit). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value > 0,05. Kesimpulan:Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit hipertensi derajat II dengan pemanjangan waktu pulih sadar pasca general anestesi di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Meskipun demikian, pengelolaan tekanan darah sebelum tindakan operasi tetap penting untuk meminimalkan risiko komplikasi perioperatif dan meningkatkan keselamatan pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pada tahun 2020, Berdasarkan data WHO menyatakan bahwa KPD di Indonesia sebanyak 65%, angka kejadian KPD di Jawa Barat sebanyak 230 kasus. Rencana strategi Nasional memperdayakan wanita, keluarga dan masyarakat melalui promosi kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan Deskriptif Case Control adalah studi analitik yang menganalisis hubungan dengan menggunakan logika terbalik yaitu menentukan penyakit (Outcome) terlebih dahulu kemudian mengidentifikasi penyebab. Sampel berjumlah 528 ibu hamil yang mengalami KPD dan yang non KPD. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dilihat dari nilai (p value <0,05) antara usia ibu (p=0,003), paritas (p=0,011), usia kehamilan (p=0,033), riwayat KPD (p=0,009), pekerja (p=0,003) dengan kejadian KPD di Sentra Medika Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, riwayat KPD dan pekerjaan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara, dengan
prevalensi kematian didunia yang disebabkan kanker payudara menurut data World Health Organization 670.000, di Indonesia rata-rata kematian 17/100.000, jawa barat 594 kasus kanker payudara, Dinas Kesehatan Kota Bogor didapatkan 367 kasus, kanker payudara di tahun 2023, sedangkan di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor naik sekitar 460 kasus dari bulan Januari sampai Oktober 2024.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisa faktor-faktor yang berhubungan Dengan Stadium
Kanker payudara Di RS Sentra Medika Cibinong. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian
kuantitatif, desainnya korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien kanker payudara sebanyak 152 responden dan sampel nya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel Non-Probability purposive sampling dan retrospektif. Hasil analisa uji korelasi Spearman’s rho, menunjukkan nilai p value pada faktor Riwayat Menyusui (Spearman’s rho = 0.698, p-value = 0,000), Kontrasepsi Hormonal (Spearman’s rho =0.689, p-value = 0,000 ), Riwayat Keluarga (Spearman’s rho =0,885, p-value = 0,000), Usia(Spearman”s rho=0.883,p-value=0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh Variabel yang diteliti tersebut terdapat hubungan signifikan Dengan Stadium Kanker payudara di RSSM Cibinong. Diharapkan dengan penelitian ini, dapat memberikan manfaat dalam menyediakan fasilitas pemeriksaan kanker payudara yang lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang terlayani. Selain itu, peningkatan pelatihan bagi tenaga medis tentang cara deteksi dini dan penanganan kanker payudara juga sangat penting.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p < 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti mencakup usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kusta melalui edukasi kesehatan, sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan yang tepat untuk menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam merumuskan kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara,dengan angka kanker payudara di indonesia,khusu nya di rumah sakit Sentra Medik Cibinong Kabupaten Bogor naik sekitar 460 juta dari bulan januari sampai oktober 2024.tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis factor-factor yang brhubungan dengan kejadian kanker payudara di rs sentra medika cibinong. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif,desain nya korelasional dengan pendekatan cross -sectional.populasi penelitian ini adalah pasien kanker payudara sebanyak 152 responden dan sampel nya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel non-probality purposive sampling dan rektrospektif.hasil analisis uji korelasi spearmen s rho,menunjukan nilai P value pada facktor riwayat menyusui(p-value=0,000,spearmen's rho=0,698),kontrasepsi hormonal(p-value=0,000,spearmen 's rho;0,613),riwayat keluarga(p;value;0,000,spearmen's rho=0,715)obesitas(p-value=0,000,spearmen' s rho =0,438),usia(p-value=0,000,spearmen's rho=0,883),lingkungan radiasi(p-value=0,000,sparmen's rho=0,609),menarche(p-valuue=0,000,spearmen'srho=0,776),sehingga dpat di simpulkan bahwa seluruh variabel yang di teliti tersebut terdapat hubungan signifikan dengan kejadian kanker payudaradi RSSM Cibinong
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara,dengan angka kanker payudara di indonesia,khusu nya di rumah sakit Sentra Medik Cibinong Kabupaten Bogor naik sekitar 460 juta dari bulan januari sampai oktober 2024.tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis factor-factor yang brhubungan dengan kejadian kanker payudara di rs sentra medika cibinong. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif,desain nya korelasional dengan pendekatan cross -sectional.populasi penelitian ini adalah pasien kanker payudara sebanyak 152 responden dan sampel nya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel non-probality purposive sampling dan rektrospektif.hasil analisis uji korelasi spearmen s rho,menunjukan nilai P value pada facktor riwayat menyusui(p-value=0,000,spearmen's rho=0,698),kontrasepsi hormonal(p-value=0,000,spearmen 's rho;0,613),riwayat keluarga(p;value;0,000,spearmen's rho=0,715)obesitas(p-value=0,000,spearmen' s rho =0,438),usia(p-value=0,000,spearmen's rho=0,883),lingkungan radiasi(p-value=0,000,sparmen's rho=0,609),menarche(p-valuue=0,000,spearmen'srho=0,776),sehingga dpat di simpulkan bahwa seluruh variabel yang di teliti tersebut terdapat hubungan signifikan dengan kejadian kanker payudaradi RSSM Cibinong
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat pada tahun (2021), dalam badan pusat statistik menjelaskan bahwa jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 9.333.302 peserta. Dengan rincian pengguna kontrasepsi suntik sebanyak 562.771 (54,7%). Di Indonesia DMPA memiliki persentase terbesar yaitu 49,9% untuk akseptor baru dan 47,78% untuk akseptor lama (Kemenkes, 2022). Di Jawa Barat pengguna KB suntik jenis DMPA tertinggi berada di kabupaten bekasi dengan akseptor sebanyak 104.297 jiwa (BPS Jabar. 2020). Salah satu efek samping yang sering muncul pada penggunaan kontrasepsi suntik DMPA adalah kenaikan berat badan. Efek ini disebabkan oleh hormon progesteron yang memfasilitasi transformasi karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga cadangan lemak di bawah kulit bertambah, peningkatan nafsu makan menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan yang berlebih yang bisa menyebabkan obesitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan usia ibu, lama penggunaan, aktivitas fisik, Riwayat diabetes, dan pola makan dengan peningkatan berat badan pengguna alat kontrasepsi DMPA di TPMB Salifiyah tahun 2024.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah populasi sebanyak 60 responden yang dilakukan analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat.
Hasil penelitian Didapatkan dari semua variabel yang diteliti memiliki hubungan signifikan, Usia Ibu >35 Tahun p(=0.000) ada hubungan dan lebih beresiko 44 kali terjadi peningkatan berat badan , lama penggunaan >2 Tahun (p=0.000) ada hubungan dan lebih beresiko 4.8 kali terjadi peningkatan berat badan, aktivitas fisik berat (p=0.018) ada hubungan dan aktivitas fisik ringan lebih beresiko 6.5 kali terjadi peningkatan berat badan dibandingkan aktivitas sedang dan berat, riwayat diabetes (p=0.000) ada hubungan dan dengan adanya riwatar diabetes lebih beresiko 14.5 kali terjadi peningkatan berat badan, pola makan baik (p=0.004) ada hubungan dan lebih beresiko 7.5 kali terjadi peningkatan berat badan dibandingkan pola makan cukup dan 7.5 kali dibandingkan pola makan kurang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Polycystic Ovarium Syndrom (PCOS) yakni gangguan sistem endokrin yang
mempengaruhi sekitar 5-10% wanita, dikarenakan mempunyai produksi androgen yang berlebihan
oleh ovarium, sehingga bisa menyebabkan resistensi insulin, dan mempengaruhi kondisi fisiologis
lain. Metode : Penelitian menggunakan desain analitik observasional kuantitatif melalui pendekatan
cross-sectional, yang dilakukan di RS Sentra Medika Cikarang, populasi penelitian Wanita usia subur
dengan usia 19 - 45 tahun, Jumlah sampel sebanyak 92 respoden dan teknik sampling menggunakan purposive sampling, variabel dependen adalah Polycystic Ovarium syndrom dan independen seperti gangguan mentruasi, obesitas, riwayat diabetes melitus, aktivitas fisik. Instrumen yang digunakan kuisioner tentang kejadian gangguan mentruasi, riwayat diabetes melitus, modifikasi dari GPAQ dan pengukuran IMT. Uji analisis statistik berupa univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil: uji statistik menunjukan adanya pengaruh gangguan menstruasi dengan PCOS dengan nilai P=0,001 (p value < 0,05), adanya pengaruh riwayat diabetes melitus dengan nilai P=0,036, adanya pengaruh aktivitas fisik dengan didapat P=0,000 dan adanya pengaruh Obesitas dengan PCOS diperoleh nilai P=0,005. Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara gangguan menstruasi, riwayat diabetes, aktivitas fisik dan obesitas terhadap PCOS. Di harapkan menjaga pola makan, menjaga berat badan tetap ideal,
rajin berolahraga.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Dimana penyakit
infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung
hingga alveoli termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura.
Penelitian ini dilakukan di Klinik Adisya Medika Karang Bahagia yang bertujuan untuk
mengetahui fakto-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya ISPA pada balita di Klinik
Adisya Medika Karang Bahagia tahun 2023.
Penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan total sampling. Instrumen yang
digunakan adalah kuisioner berupa G-form, analisis data yang digunakan adalah univariat dengan
menghitung distribusi frekuensi variabel dan analisa bivariat berupa uji chi-square dengan nilai
signifikan p<0,005.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis bivariat diperoleh hasil status gizi
(p=0,415), pendidikan ibu (p=1,000) yang artinya status gizi dan pendidikan ibu tidak ada
hubungan dengan kejadian ISPA, sedangkan kebiasaan merokok keluarga (p=0,0001), riwayat
asi eksklusif (p=0,0000) yang artinya kebiasaan merokok keluarga dan riwayat ASI Eksklusif ada
hubungan dengan kejadian ISPA pada balita.
Kesimpulan penelitian ini adalah hasil dari penelitian menunjukkan bahwa status gizi dan
pendidikan ibu tidak mempengaruhi kejadian ISPA pada balita, sedangkan kebiasaan merokok
keluarga dan riwayat ASI Eksklusif mempengaruhi kejadian ISPA pada balita. Hasil penelitian
ini disarankan untuk tenaga kesehatan mampu meningkatkan pemberian informasi kepada ibu
serta masyarakat berupa penyuluhan dan promosi kesehatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Dismenore adalah nyeri perut bagian bawah yang dialami ketika sedang menstruasi. Dismenore tidak berbahaya tetapi dapat mengganggu dan menghambat remaja dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan dapat menurunkan produktvitas remaja. Penelitian ini dilakukan di SMKN 3 Cikarang Barat yang bertujuan untuk mengetahui fakto-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada siswi di SMKN 3 Cikarang Barat tahun 2023.
Penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner berupa G-form, analisis data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi variabel dan analisa bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan p<0,005.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis univariat diperoleh 49 (46,7%) siswi yang mengalami dismenore, Sebanyak 61 (58,1%) siswi yang usia mensarche <12 tahun, Berdasarkan lama menstruasi sebanyak 84 (80,0%) siswi yang lama menstruasinya <7, 15 (14,3%) siswi yang mempunyai riwayat menstruasi, 84 (80,0%) siswi yang status gizi normal, hasil analisis bivariat diperoleh usia menarche (p=0,00), lama menstruasi (p=0,005), riwayat mesntruasi (p=0,005), status gizi (p=0,005) yang artinya ada hubungan antara variabel independent dan variabel dependent.
Kesimpulan penelitian ini adalah dari keempat variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian dismenore pada siswi di SMKN 3 Cikarang Barat. Dengan adanya hubungan dari keempat variabel ini maka pihak sekolah dan tenaga kesehatan mampu melakukan penyediaan informasi serta memberikan edukasi mengenai apa saja yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada para siswi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Salah satu usaha untuk turunkan masalah gizi buruk adalah dengan Gerakan Restu Ibu (Gerakan
Terpadu Tuntas Gizi Buruk). Penimbangan berat badan anak diPosyandu wajib diprioritaskan
khususnya lokasi Posyandu yang rentang kekurangan gizi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita. Penelitian ini adalah survey analitik
dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang ada di
Posyandu Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Metode
pengumpulan sampel menggunakan Accidental sampling yaitu responden yang kebetulan ada atau
tersedia ditempat penelitian sebanyak 65 orang. Instrument pengumpulan data dengan data primer,
analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa variabel pendidikan (P = 0,000), pengetahuan (P = 0,000), Riwayat pemberian
ASI Eksklusif (P = 0,000) memiliki hubungan bermakna dengan status gizi balita. Sedangkan
variabel jenis kelamin (P = 1.000) tidak memiliki hubungan bermakna dengan status gizi balita.
Diharapkan bagi ibu yang mempunyai balita perlu meningkatkan pengetahuan orang tua khususnya
ibu dalam penyusunan menu balita agar asupan gizinya tepat dan status gizinya meningkat dengan
cara mengikuti penyuluhan-penyuluhan dan kegiatan kelas balita yang diadakan di posyandu.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Preeklampsia merupakan gangguan kehamilan yang dapat berlangsung hingga masa nifas ditandai dengan
hipertensi, edema, dan proteinuria. Kejadian preeklampsia menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di
Indonesia. Angka kejadian preeklampsia di Indonesia tahun 2020 adalah sebesar 9,4%. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RS Sentra
Medika Cikarang Tahun 2022.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang ada di RS Sentra Medika Tahun 2022 sebanyak 594 responden dengan
cara total sampling dilaksanakan di RS Sentra Medika Cikarang bulan September – November 2023. Analisis
menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika
Cikarang tahun 2022 yaitu usia ibu (p=0,000), paritas (p=0,000), IMT (p=0,000), kehamilan gemeli (p=0.000), riwayat
preeklampsia (p=0.000), pendidikan (p=0.000), umur kehamilan (p=0.000). Dari semua variabel yang diteliti semua
terdapat hubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022. Saran dengan adanya
penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam menurunkan resiko preeklampsia pada ibu bersalin
khususnya di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Disminore primer 90% terjadi pada wanita yang telah mengalami menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20-an atau hingga mereka memiliki anak. Nyeri saat menstruasi sangat berdampak pada remaja putri, ini menyebabkan aktivitas remaja tersebut terganggu terutama belajar di sekolah. Upaya pemerintah mewujudkan kesehatan pelajar dalam bentuk program UKS untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat di lingkungannya. Tujuan
: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan penelitian analitik observasional, dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 213 sampel yang diambil dengan cara total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian Chi-square didapatkan ada hubungan antara usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga terhadap tingkatan nyeri dismenore primer dengan p-value <0,05. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat nyeri dismenore primer dengan usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Disminore primer 90% terjadi pada wanita yang telah vii mengalami menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20-an atau hingga mereka memiliki anak. Nyeri saat menstruasi sangat berdampak pada remaja putri, ini menyebabkan aktivitas remaja tersebut terganggu terutama belajar di sekolah. Upaya pemerintah mewujudkan kesehatan pelajar dalam bentuk program UKS untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat di lingkungannya. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat. Metode Jenis penelitian yang dilakukan penelitian analitik observasional, dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 213 sampel yang diambil dengan cara total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Hasil Hasil penelitian Chi-square didapatkan ada hubungan antara usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga terhadap tingkatan nyeri dismenore primer dengan p-value 0,05. Kesimpulan Terdapat hubungan antara tingkat nyeri dismenore primer dengan usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Abortus merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak kesakitan dan kematian ibu. factor resiko terjadinya abortus adalah usia, paritas, riwayat abortus sebelumnya, jarak kehamilan, pendidikan dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil usia kehamilan 0-20 minggu yang mengalami abortus pada bulan Januari - Oktober 2022 dengan total sampel, sebanyak 78 ibu. Pengumpulan data menggunakan Check list dan di analisisa univariat dan bivariate dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel paritas (P = 0,011), riwayat abortus (P = 0,026) dan jarak kehamilan (P = 0,020) merupakan faktor-faktor yang memiliki adanya hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Sedangkan variabel usia (P = 1,000), pendidikan (P = 1,000) dan pekerjaan (P = 0,555) merupakan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Abortus merupakan masalah kesehatan reproduksi yang perlu mendapatkan perhatian dan merupakan penyebab penderitaan wanita di seluruh dunia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian sampling dengan metode Cross-sectional yang didukung oleh data sekunder berupa data yang diperoleh lokasi penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah 82 responden yang melakukan pemeriksaan hamil bulan Januari – Oktober 2022. Sampel penelitian ini menggunakan Teknik total sampling sebanyak 82 responden. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa rekam medik. Dan di Analisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian abortus imminens di TPMB Iin Sepnita Dewi Usia ibu (0,004), Paritas (0,012), Pekerjaan (0,009), Riwayat Penyakit (0,002), Kehamilan Yang di Inginkan atau tidak diinginkan (0,002). Dari 5 variabel yang diteliti (Usia, Paritas, Pekerjaan, Riwayat Penyakit, Kehamilan Yang diinginkan atau tidak diinginkan), hasilnya semua variabel saling berhubungan dengan terjadinya abortus imminens di TPMB Iin Sepnita Dewi Tahun 2022. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Ibu merencanakan kehamilan, mengontrol selama kehamilan sehingga mengurangi resiko terjadinya abortus imminens khususnya di TPMB Iin Sepnita Dewi Tahun 2022.