Hubungan Riwayat Penyakit Hipertensi Derajat II dengan Pemanjangan Waktu Pulih Sadar Pasca General Anestesi di RSUD Bayu Asih Purwakarta
Latar belakang:Hipertensi derajat II merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Keadaan ini dapat menyebabkan perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular dan serebral yang berpotensi memengaruhi respons tubuh terhadap obat anestesi. Pada tindakan pembedahan dengan general anestesi, gangguan regulasi hemodinamik pada pasien hipertensi diduga berkontribusi terhadap pemanjangan waktu pulih sadar.Tujuan: Mengetahui hubungan antara riwayat penyakit hipertensi derajat II dengan pemanjangan waktu pulih sadar pasca general anestesi di ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Bayu Asih PurwakartaMetode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sampel berjumlah 50 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan rekam medis pasien, serta penilaian waktu pulih sadar menggunakan Aldrete Score. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden, sebagian besar memiliki riwayat hipertensi derajat II. Distribusi waktu pulih sadar menunjukkan terdapat responden dengan pemulihan lambat (>15 menit) dan pemulihan cepat (<15 menit). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value > 0,05. Kesimpulan:Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit hipertensi derajat II dengan pemanjangan waktu pulih sadar pasca general anestesi di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Meskipun demikian, pengelolaan tekanan darah sebelum tindakan operasi tetap penting untuk meminimalkan risiko komplikasi perioperatif dan meningkatkan keselamatan pasien.