Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: kemoterapi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Chemotherapy Induced Nausea And Vomiting (CINV) pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering dialami pasien kanker dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Pengelolaan CINV dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Aromaterapi Peppermint merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Tingkat CINV diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor CINV sebelum intervensi sebesar 12,47 dan setelah intervensi sebesar 11,89, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,58 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,449 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor CINV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian aromaterapi Peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat CINV pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi Peppermint sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi CINV dan meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani kemoterapi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga dan Perilaku Caring Perawat Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Dengan Kemoterapi di SWICC Sentra Medika Hospital Cibinong Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Data IARC (International Agency for Research on Cancer) tahun 2022 mencatat hampir 20 juta kejadian kanker baru dan hampir 10 juta merenggut nyawa manusia. Terdapat efek samping dari kemoterapi seperti mual muntah penurunan kadar hemoglobin, leukosit yang menjadi sumber kelemahan. Maka dari itu dukungan keluarga dan perilaku caring perawat diperlukan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan korelasi antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup dan perilaku caring dengan kualitas hidup. Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif design deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional pada pasien kanker 80 populasi dengan teknik yang digunakan purposive sampling. Dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 67 responden pasien kanker yang menjalani kemoterapi, keseluruhan data diperoleh menggunakan alat ukur kuesioner dan di uji menggunakan analisis statistik spearman rank. Hasil Penelitian: dari hasil analisis uji statistik memperoleh nilai pada variabel dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan p value sebesar 0,887 (p>0,005). Sedangkan pada variabel perilaku caring perawat dengan kualitas hidup memperoleh hasil p value sebesar 0,804 (p>0,005), artinya dari kedua variabel yang diuji tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulan hasil dinyatakan tidak signifikan bisa saja terjadi dikarenakan kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang diteliti Saran: Diharapkan pasien tidak hanya bergantung pada satu sumber dukungan akan tetapi mencari sumber lain seperti bergabung dalam komunitas/kelompok penderita kanker serta dapat mengelola koping dan manajemen stress dengan baik.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Kanker merupakan salah satu penyakit yang memiliki dampak fisik dan psikologis yang signifikan bagi penderitanya, terutama dalam menghadapi proses pengobatan seperti kemoterapi. Efek samping kemoterapi tidak hanya memperburuk kondisi psikologis pasien kanker, tetapi juga dapat menghambat efektivitas pengobatan, sehingga mendesak untuk diatasi melalui pendekatan holistik yang menggabungkan dukungan medis dan psikologis. Adapun dampak fisik dan psikologis signifikan bagi penderitanya, terutama selama menjalani pengobatan seperti kemoterapi yang sering kali menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang tidak ditangani secara tepat dapat menghambat efektivitas pengobatan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Dalam konteks ini, dukungan keluarga memegang peran penting dalam memberikan kenyamanan emosional dan meningkatkan ketahanan psikologis pasien. Tujuan: dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Yang Menjalani Kemoterapi Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Metode: penelitian pada tugas akhir ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan secara potong lintang (cross sectional). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik total sampling, Lokasi penelitian dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan januari 2025 dengan subjek penelitian berjumlah 56 responden. Kesimpulan: Berdasarkan hubungan dukungan keluarga menunjukan bahwa kategori dukungan keluarga tertinggi mendukung yaitu 36 responden (64.3 %) dan terendah kurang mendukung yaitu 6 responden (10.7 %). Kemudian berdasarakan hasil dari Analisis uji statistic (Spearman’s Rho) menunjukan nilai p= 0.047 < 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Hasil nilai koefisien korelasi Spearman’s Rho sebesar r = 0.267 yang menunjukan bahwa arah korelasi positif (searah) dengan nilai korelasi koefisian cukup.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Siklus Kemoterapi Dengan Status Nutrisi Pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tinggi di dunia yang ditandai oleh tumbuhnya sel-sel abnormal yang tidak bisa dikendalikan dan sering memerlukan kemoterapi sebagai bagian dari pengobatannya. Namun, kemoterapi dapat mempengaruhi status nutrisi pasien akibat efek samping seperti mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional dan menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 orang yang menjalani kemoterapi pada bulan Januari 2025. Status nutrisi diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil: hasil menunjukkan bahwa 55% responden yang menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat selama 6–8 jam), 50% responden memiliki indeks massa tubuh kategori normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Simpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai p = 0,010 (p < 0,05). Perihal ini mengindikasikan bahwa semakin lama kemoterapi, semakin berat efek samping yang dialami.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SIKLUS KEMOTERAPI DENGAN STATUS NUTRISI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG MEDIKA CIBINONG TAHUN 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita yang memerlukan terapi kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan melibatkan 40 responden dari 64 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi pada Januari 2025. Status nutrisi pasien diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat 6-8 jam), 50% memiliki indeks massa tubuh (IMT) kategori berat badan normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi dengan nilai p 0,010 (P 0,05). Disarankan agar rumah sakit memonitor status nutrisi pasien secara rutin dan memberikan intervensi gizi yang sesuai, seperti konsultasi dengan ahli gizi, untuk mendukung pemulihan dan peningkatan status nutrisi pasien.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SIKLUS KEMOTERAPI DENGAN STATUS NUTRISI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita yang memerlukan terapi kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan melibatkan 40 responden dari 64 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi pada Januari 2025. Status nutrisi pasien diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat 6-8 jam), 50% memiliki indeks massa tubuh (IMT) kategori berat badan normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi dengan nilai p 0,010 (P 0,05). Disarankan agar rumah sakit memonitor status nutrisi pasien secara rutin dan memberikan intervensi gizi yang sesuai, seperti konsultasi dengan ahli gizi, untuk mendukung pemulihan dan peningkatan status nutrisi pasien.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail