Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Wabusima

1 karya publik ditemukan.

2026: 1

Efektivitas Tuina Pediatrik untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Anak dengan Sindrom Defisiensi Qi Limpa di Griya Sehat Rauhiyyah

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang :Masalah kurang nafsu makan pada anak merupakan salah satu tantangan kesehatan yang sering dihadapi, terutama pada anak dengan sindrom defisiensi Qi Limpa. Menurut teori Pengobatan Tradisional China (TCM), limpa berperan vital dalam proses pencernaan dan transportasi sari makanan. Defisiensi Qi Limpa menyebabkan gangguan fungsi transportasi dan transformasi limpa, yang bermanifestasi sebagai penurunan nafsu makan, rasa cepat kenyang, perut kembung, dan gangguan pertumbuhan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berdampak pada status gizi, daya tahan tubuh, dan perkembangan anak secara keseluruhan. Tujuan : Berbagai upaya non-farmakologis telah dikembangkan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya adalah terapi pijat Tuina pediatrik. Tuina merupakan teknik pemijatan yang menstimulasi titik-titik meridian untuk melancarkan peredaran darah dan memperbaiki fungsi pencernaan pada limpa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Tuina pediatrik dalam meningkatkan nafsu makan pada anak dengan sindrom defisiensi Qi Limpa di Griya Sehat Rauhiyyah. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pretest-Posttest, yaitu mengukur nafsu makan anak sebelum dan sesudah pemberian intervensi Tuina. Sampel penelitian adalah anak-anak yang didiagnosis mengalami sindrom defisiensi Qi Limpa di Griya Sehat Rauhiyyah, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi Tuina pediatrik diberikan selama beberapa sesi dengan durasi 10–15 menit setiap kali perawatan, dengan menstimulasi titik-titik meridian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan limpa, seperti titik limpa), titik lambung, dan titik-titik lainnya yang berfungsi memperkuat limpa dan meningkatkan nafsu makan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penilaian nafsu makan yang telah tervalidasi, diisi sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak terdistribusi normal. Hasil :Penelitian menunjukkan adanya peningkatan nafsu makan yang signifikan pada anak setelah diberikan intervensi Tuina pediatrik. Rata-rata skor nafsu makan meningkat dari kategori cukup pada pretest menjadi kategori baik pada posttest. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai *p* = 0,003 (*p* < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari pijat Tuina terhadap peningkatan nafsu makan anak. Secara fisiologis, stimulasi titik meridian pada terapi Tuina meningkatkan gerakan peristaltik usus, mempercepat proses pengosongan lambung, serta mengoptimalkan sirkulasi darah dan fungsi organ pencernaan untuk penyerapan nutrisi yang lebih baik. Kesimpulan: Pijat Tuina pediatrik terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan nafsu makan pada anak dengan sindrom defisiensi Qi Limpa. Terapi ini mampu menstimulasi titik-titik meridian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan limpa, sehingga memperbaiki fungsi transportasi dan transformasi limpa yang terganggu. Implikasi: Tuina pediatrik dapat direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologis yang aman, efektif, dan tanpa efek samping untuk mengatasi masalah kurang nafsu makan pada anak dengan defisiensi Qi Limpa. Griya Sehat Rauhiyyah dan fasilitas kesehatan lainnya dapat mengadopsi terapi ini sebagai bagian dari pelayanan komprehensif untuk anak-anak dengan gangguan nafsu makan. Penelitian lebih lanjut dengan desain randomized controlled trial (RCT) dan jumlah sampel yang lebih besar disarankan untuk memperkuat bukti ilmiah.