Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

37 hasil
Subjek: kualitas Tidur
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat mengolah atau menghasilkan cukup insulin di dalam tubuh secara efektif. Penderita diabetes melitus menyebabkan komplikasi gagal ginjal yang harus menjalani terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis biasanya memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga dapat berdampak pada aktivitas kesehariannya dan mempengaruhi tubuh baik fisiologis (salah satunya ketidakstabilan kadar glukosa darah), psikologis serta memperparah kondisi penyakitnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Metode : jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan obervasional analitik studi potong lintang (cross sectional study). Penelitian ini menggunakan total sampling, dimana seluruh populasi menjadi sampel sebanyak 61 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisa data uji chi-square. Hasil : Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,000 (P value 0,005) yang menyatakan bahwa ada hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Kesimpulan : Sebagian besar 72,1% memiliki kualitas tidur yang buruk dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu hiperglikemia. ≥200 mg/dL. Sebagian besar 19,7% memiliki kualitas tidur baik dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu normal 200 mg/dL. Penelitian ini diharapkan penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis dapat memperbaiki kualitas tidur dan kadar glukosa darahnya menjadi lebih baik dengan dibantu peran keluarga dalam memberikan suasana lingkungan yang nyaman dan makanan sesuai diit yang dianjurkan.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur pada lansia Penderita Diabetes Melitus II di puskesmas citeureup

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Menurut IDF (Federasi Diabetes Internasional) Berdasarkan prevalensi diabetes melitus global pada tahun 2019, 463 juta dari total penduduk dunia atau sekitar 9,3% orang dewasa berusia 20-79 tahun menderita diabetes. Lansia yang memderita diabetes melitus sering terbangun di tengah tidurnya dan sering mengeluh bahwa tidak bisa tidur kembali. Sleep Hygiene merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kualitas tidur yang terdiri dari sekumpulan daftar kegiatan dari bagun hingga tetridur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Puskesmas Citeureup Tahun 2023. Metode: Desain penelitian yang digunakan Non-Eksperimen jenis Korelasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional (potong lintang). Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia DM di Puskesmas Citeureup tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan Teknik total sampel dengan jumlah responden sebanyak 55 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar quesioner dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: hasil penelitian Uji Chi Square didapatkan ada hubungan Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus dengan p-value 0.000. Kesimpulan: Kesimpulan dari peneliti ini yaitu terdapat Hubungan Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Citeureup,

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan di Posyandu Desa Sukabakti Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kualitas tidur merupakan salah satu kebutuhan penting bagi bayi karena berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Bayi usia 3–6 bulan masih mengalami proses pematangan pola tidur sehingga dapat mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun pada malam hari, sulit kembali tidur, dan durasi tidur yang kurang optimal. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah pijat bayi. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Posyandu Desa Sukabakti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 bayi usia 3–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kualitas tidur dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi pijat bayi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur tidak nyenyak sebanyak 20 bayi (57,1%), sedangkan 15 bayi (42,9%) memiliki kualitas tidur nyenyak. Setelah diberikan intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur nyenyak sebanyak 22 bayi (62,9%), sedangkan 13 bayi (37,1%) memiliki kualitas tidur tidak nyenyak. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,020 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah diberikan pijat bayi. Kesimpulan: Pijat bayi efektif meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Posyandu Desa Sukabakti Kabupaten Bekasi Tahun 2026 sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Kelas VII di SMP Plus Al Burhaniyah Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Siklus menstruasi merupakan indikator penting kesehatan reproduksi remaja putri, di mana ketidakteraturannya dapat memicu kecemasan dan menjadi tanda awal gangguan kesehatan. Di Indonesia, 63% remaja putri mengalami gangguan kesehatan reproduksi termasuk masalah menstruasi (BKKBN, 2023), namun hanya 35,3% remaja usia 15–19 tahun yang memiliki pengetahuan benar terkait kesehatan tersebut (SDKI, 2022). Kestabilan siklus pada usia remaja ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja putri kelas VII di SMP Plus Al-Burhaniyah tahun 2026. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII di SMP Plus Al-Burhaniyah tahun 2026 dengan jumlah sampel responden yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri untuk status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), status gizi (p = 0,001), dan pola hidup (kualitas tidur) (p = 0,013) dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi (p = 0,564) dengan siklus menstruasi. Pengetahuan, status gizi, dan pola hidup (kualitas tidur) merupakan faktor spesifik yang berhubungan langsung dengan siklus menstruasi siswi di SMP Plus Al-Burhaniyah. Pihak sekolah dan pelayanan kesehatan disarankan meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi, pemantauan gizi seimbang, serta manajemen waktu tidur remaja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Stress, Kualitas Tidur dan Frekuensi Konsumsi Ultra Processed Food dengan Status Gizi Remaja Putri di SMAN 1 Cikarang Selatan

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan perhatian terhadap status gizi. Kondisi psikologis, kualitas tidur, dan kebiasaan konsumsi makanan dapat menjadi bagian dari faktor yang berkaitan dengan status gizi remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stress, kualitas tidur, dan frekuensi konsumsi ultra-processed food (UPF) dengan status gizi pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 74 remaja putri. Pengambilan sampel dilakukan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Cikarang Selatan. Data tingkat stress diperoleh menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale PSS-10, kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), frekuensi konsumsi UPF menggunakan FFQ UPF, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji hubungan menggunakan Chi-Square dengan tingkat signifikasi p-value (p<0,05). Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat stress berat sebesar 66 responden atau (88,2%), responden berada dikategori kualitas tidur buruk, yaitu sebesar 68 responden atau (91,9%), responden berada dikategori konsumsi rendah , yaitu sebesar 40 responden atau (53,6%), responden berada dikategori status gizi normal, yaitu sebesar 59 responden atau (78,7%). Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan status gizi (p = 0,347), kualitas tidur dengan status gizi dengan uji chi-square (p = 1,000), serta konsumsi UPF dengan status gizi dengan uji chi-square (p = 0,773). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan pada penelitian ini antara tingkat stress, kualitas tidur, dan frekuensi konsumsi UPF dengan status gizi pada remaja putri dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Teknik Tuina pada Titik Shenmen dan Titik Baihui Terhadap Kualitas Tidur Pasien Insomnia Kronis di Griya Sehat Rauhiyyah

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Insomnia kronis merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur, atau bangun terlalu dini yang berlangsung minimal tiga kali dalam seminggu selama lebih dari tiga bulan. Prevalensi insomnia kronis terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia, dan berdampak pada kualitas hidup, produktivitas, serta kesehatan fisik dan mental. Pengobatan farmakologis sering menimbulkan efek samping dan ketergantungan, sehingga diperlukan terapi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Teknik Tuina dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok pada titik Shenmen (HT7) dan Baihui (GV20) dipercaya dapat menenangkan Shen, melancarkan sirkulasi Qi dan darah, serta meningkatkan kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui efektivitas teknik Tuina pada titik Shenmen (HT7) dan Baihui (GV20) terhadap peningkatan kualitas tidur pasien insomnia kronis di Griya Sehat Rauhiyyah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi berupa teknik Tuina pada titik Shenmen (HT7) dan Baihui (GV20) yang diberikan sebanyak 8 sesi selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test setelah data dinyatakan berdistribusi normal melalui uji Shapiro-Wilk. Hasil: Rata-rata skor PSQI sebelum intervensi adalah 9,17 ± 2,08 dan setelah intervensi menurun menjadi 7,50 ± 1,58. Seluruh 30 responden mengalami penurunan skor PSQI dengan rata-rata penurunan sebesar 1,67 poin. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai t = 11,378 dengan derajat kebebasan (df) = 29 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor PSQI sebelum dan sesudah terapi Tuina. Kesimpulan: Teknik Tuina pada titik Shenmen (HT7) dan Baihui (GV20) efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pasien insomnia kronis di Griya Sehat Rauhiyyah. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan berbasis bukti dalam penatalaksanaan insomnia kronis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengguna Waktu Layar (Screen Time) Sebelum Tidur Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Usia Pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara

2026•Koleksi Perpustakaan

Remaja usia pertengahan termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan tidur karena adanya perubahan gaya hidup. Salah satunya yaitu kebiasaan yang sering terjadi adalah penggunaan waktu layar (screen time) sebelum tidur. Paparan cahaya dari layar gadget pada malam hari menghambat produksi hormon melatonin, sehingga berpotensi menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendektan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia 14-16 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 80 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner screen time sebelum tidur dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur serta mengalami kualitas tidur yang kurang baik. Hasil uji chisquare menunjukan nilai p-value sebesar 0.012 (p <0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa screen time sebelum tidur berhubungan dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Oleh karena itu, remaja diharapkan dapat membatasi screen time sebelum tidur agar kualitas tidurnya menjadi lebih baik.

38 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Dengan Interaksi Sosial dan Kualitas Tidur Pada Anak Sekolah Kelas 5-6 DS IT Insan Taqwa, Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penggunaan gadget pada anak sekolah dasar terus meningkat dan berpotensi memengaruhi perkembangan interaksi sosial serta kualitas tidur. Paparan gadget yang tidak terkontrol dapat menurunkan intensitas aktivitas sosial langsung dan mengganggu pola tidur, sehingga berdampak pada proses belajar, konsentrasi, dan perkembangan psikososial anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan interaksi sosial dan kualitas tidur pada anak sekolah di SD IT Insan Taqwa. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner durasi penggunaan gadget, kuesioner interaksi sosial anak sekolah, serta instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Responden adalah siswa sekolah dasar di SD IT Insan Taqwa yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antara durasi penggunaan gadget dengan interaksi sosial serta kualitas tidur anak sekolah, sehingga dapat dijadikan landasan dalam perencanaan upaya peningkatan kesadaran dan pencegahan, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah.

35 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Keualitas Tidur Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kelelahan, serta menurunnya produktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kejadian anemia adalah kualitas tidur. Pada masa remaja terjadi perubahan ritme sirkadian yang menyebabkan kecenderungan tidur lebih larut, ditambah dengan beban akademik dan penggunaan gawai yang dapat menurunkan kualitas tidur. Kondisi ini berpotensi mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh dan proses pembentukan hemoglobin sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 84 siswi remaja putri yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan kejadian anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Hb meter dengan batas anemia <12 g/dL. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,1% responden memiliki kualitas tidur buruk dan 56,0% responden mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin.

37 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Konsumsi Kopi Terhadap Kualitas Tidur dan Konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Medika Suherman Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: UNESCO (2025) mencatat 264 juta mahasiswa global pada 2023 dengan tingkat partisipasi 43%. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (2025) melaporkan 8.467.714 mahasiswa, termasuk 856.961 di Jawa Barat. International Coffee Organization (2024) menyebut konsumsi kopi global mencapai 177 juta kantong. Di Jawa Barat, 93,4% mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk dan sekitar 90% mengalami penurunan konsentrasi belajar. Tujuan: Menganalisis hubungan konsumsi kopi dengan kualitas tidur dan konsentrasi belajar pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner konsumsi kopi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta kuesioner konsentrasi belajar yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian ini telah lulus uji etik dengan nomor 000948. Hasil: Responden memiliki konsumsi kopi tidak berisiko (84.9%) dan kualitas tidur buruk (95,9%), namun sebagian besar menunjukkan konsentrasi belajar tinggi (79,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan konsumsi kopi tidak berhubungan signifikan terhadap kualitas tidur (p = 0,456), begitupun hasil terhadap konsentrasi belajar (p = 0,833). Kesimpulan: Konsumsi kopi tidak berpengaruh terhadap kualitas tidur dan konsentrasi belajar mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa disarankan mengatur konsumsi kopi dan menerapkan gaya hidup sehat, sedangkan penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor stres, manajemen waktu, dan kondisi psikologis.

72 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Dengan Kejaian Anemia Pada Siswi SMK Swasta Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada remaja putri. Remaja putri rentan mengalami anemia karena menstruasi rutin setiap bulan serta berada pada masa pertumbuhan yang meningkatkan kebutuhan zat besi. Selain faktor gizi, anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti kualitas tidur dan aktivitas fisik. Tujuan : penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada siswi SMKS Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), dan status anemia ditentukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat HemoCue. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 siswi (56,3%) mengalami anemia. Kesimpulan : tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia (p=0,778), sedangkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p=0,001)

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pijat Bayi Pada Kualitas Tidur Bayi Usia 0-12 Bulan di TPMB Bidan Nur Asiah di Perumnas Blok LD No. 18 di Karawang Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Pijat bayi merupakan perawatan kesehatan berupa terapi sentuh dengan teknik-teknik tertentu yang diberikan kepada bayi sehingga dapat meningkat kan kualitas tidur, Masalah tidur pada bayi dan balita sebagian besar seperti kesulitan untuk tidur, bangun saat malam disertai anak mudah menangis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pijat pada bayi 0-12 bulan Di TPMB Bidan Nur asiah Di Perumnas Blok LD No 18 Di Karawang. Subyek dan metode: Menggunakan Metode kuantitatif dengan dengan desain preetest dan posttest. Populasi dalam penelitian 40 bayi, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 40. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Kualitas tidur bayi 0-12 bulan dengan kategori kurang tidur terdapat 32 bayi dan balita (80%), dan kategori kualitas cukup tidur terdapat 8 bayi (20%). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat adanya pengaruh pijat pada kualitas tidur bayi usia 0- 12 bulan. Kesimpulan: Pemijatan pada bayi sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala, dimulai dari usia 0 bulan, minimal setiap satu bulan 2 kali, baik itu oleh orang tua maupun oleh tenaga profesional yang sudah bersertifikat

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Kualitas Tidur dan Prestasi Belajar Remaja Kelas 9 di SMPN 5 Cikarang Utara

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kecanduan game online merupakan salah satu masalah perilaku pada remaja yang dapat berdampak pada kesehatan dan prestasi akademik. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecanduan game online dengan kualitas tidur dan prestasi belajar pada remaja kelas 9 di SMPN 5 Cikarang Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 70 siswa kelas 9 yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Game Addiction Scale (GAS) untuk kecanduan game online, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, dan nilai rapor untuk prestasi belajar. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 67 siswa (95,7%) aktif bermain game online, dan 36 siswa (51,4%) melaporkan sering begadang akibat bermain game. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecanduan game online dengan kualitas tidur (p < 0,05) serta dengan prestasi belajar (p < 0,05).

30 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pasien Penyakit Ginjal Kronis Dalam Menjalani Hemodialisa di RS Harapan Bunda Jakarta Timur

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani hemodialisa kerap menghadapi tekanan fisik dan psikologis, termasuk kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur. Data RS Harapan Bunda menunjukkan bahwa banyak pasien mengalami kecemasan tinggi dan gangguan tidur, yang dapat memengaruhi efektivitas terapi.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada pasien PGK yang menjalani hemodialisa. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional, yaitu studi potong lintang yang mengamati hubungan antar variabel pada satu waktu. Sampel sebanyak 91 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia >50 tahun (62,6%), laki-laki (54,9%), dan berpendidikan menengah (48,4%). Tingkat kecemasan terdiri dari berat (38,5%), sedang (34,1%), dan ringan (27,5%). Sebanyak 56,0% responden mengalami kualitas tidur buruk. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p=0,000). Kesimpulan: Penelitian kuantitatif ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur pasien PGK yang menjalani hemodialisa. Diperlukan intervensi edukatif dan psikologis untuk meningkatkan kualitas tidur pasien.

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Paparan Cahaya Biru Pada Perangkat Elektronik dan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur yang dimana ini berdampak negatif pada kualitas tidur bahkan dapat menyebabkan gangguan tidur. Stres juga adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap gangguan tidur individu, di mana peningkatan hormon dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Metode: Metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain observasional analitik yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel non-probability menggunakan pendekatan purposive. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 120 (63,5%), kualitas tidur baik 69 (36,5%), paparan cahaya biru tingkat rendah 59 (31,2%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 130 (68,8%), tingkat stres berat 102 (54 %), tingkat stres ringan 7 (3,7 %) dan tingkat stres sedang 80 (42,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value < 0,05). Diskusi: Kualitas tidur remaja dapat terganggu karena banyaknya faktor yang mempengaruhi, seperti paparan cahaya biru dari layar smartphone dan tingkat stres, dimana faktor tersebut sangat berpengaruh dalam kualitas tidur menjadi tidak optimal. Kesimpulan: Penggunaan perangkat elektronik yang terlalu lama dapat meningkatkan tingkat stres dan menurunkan kualitas tidur remaja sehingga pentingnya pengelolaan paparan cahaya biru serta pengurangan faktor stres untuk menjaga kualitas tidur yang baik pada remaja.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang

2025•Koleksi Perpustakaan

Para lansia memiliki mekanisme tidur yang terjadi lebih lama disebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan di sertai rasa tidak nyaman. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner kualitas tidur, aktivitas fisik, lingkungan dan kecemasan. Hasil Penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang. Saran bagi lansia untuk meningkatkan aktivitas fisik agar tetap sehat dan mendapatkan kualitas tidur yang baik, lansia dianjurkan untuk menjaga lingkungan sekitar

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Paparan Cahaya Biru Pada Perangkat Elektronik dan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur pada Remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi remaja karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan fisik, mental dan emosional mereka. Tidur adalah proses fisiologis yang penting, dimana tubuh dan pikiran beristirahat dan memulihkan diri. Tujuan: Menganalisis hubungan paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur, Kuesioner Paparan Cahaya Biru untuk mengukur paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dan PSS untuk mengukur tingkat stres. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 126 (63%), kualitas tidur baik 74 (37%), paparan cahaya biru tingkat rendah 61 (30,5%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 139 (69,5%), tingkat stres berat 106 (53 %), tingkat stres ringan 7 (3,5 %) dan tingkat stres sedang 87 (4,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value 0,05). Kata Kunci: Remaja, Kualitas Tidur, Paparan Cahaya Biru, Tingkat Stres.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA PAPARAN CAHAYA BIRU PADA PERANGKAT ELEKTRONIK DAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi remaja karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan fisik, mental dan emosional mereka. Tidur adalah proses fisiologis yang penting, dimana tubuh dan pikiran beristirahat dan memulihkan diri. Tujuan: Menganalisis hubungan paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur, Kuesioner Paparan Cahaya Biru untuk mengukur paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dan PSS untuk mengukur tingkat stres. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 126 (63%), kualitas tidur baik 74 (37%), paparan cahaya biru tingkat rendah 61 (30,5%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 139 (69,5%), tingkat stres berat 106 (53 %), tingkat stres ringan 7 (3,5 %) dan tingkat stres sedang 87 (4,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value 0,05).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja puskesmas sukatenang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Pada orang lanjut usia mekanisme tidur ini terjadi lebih lama di sebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan di sertai rasa tidak nyaman. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive Sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner kualitas tidur, Aktivitas Fisik, Lingkungan dan Kecemasan. Hasil Penelitian : penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan: hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja puskesmas sukatenang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Pada orang lanjut usia mekanisme tidur ini terjadi lebih lama di sebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan di sertai rasa tidak nyaman. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive Sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner kualitas tidur, Aktivitas Fisik, Lingkungan dan Kecemasan. Hasil Penelitian : penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan: hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail