ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gagal ginjal dalam proses hemodialisa memerukan tindakan yang adekuat dalam prosesnya, hal ini bergantung pada akses pembuluh darah besar yang besar sehingga mampu memberikan aliran darah yang cepat dan stabil Catheter Double Lumen (CDL) adalah akses dimana penderita gagal ginjal kronik memerlukan tindakan hemodialisa yang cepat dem mempertahankan keberlangsungan hidupnya namaun alat ini memliki resiko infeksi yang tinggi dibandingkan dengan penggunaan fistula secara alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawatan CDL terhadap resiko infeksi pada pasien GGK di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode yang digunakan adalah analitik korelatif, dengan pendekatan Cross sectional. Populasi yang di gunakan pada penelitian ini adalah Pasien Hemodialisa dengan CDL dan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 71 responden. Hasil penelitian didalapatkan 39 responden (54,9%) dengan dengan jenis kelamin laki – laki, 56 Responden (78,9%) dengan dengan Usia Lansia, 53 Responden (74,6%) dengan Pengetahuan perawatan CDL dengan Baik, 47 Responden (66,2%) dengan Tidak memiliki Resiko Infeksi, dari hasil uji statistik di dapatkan nilai P = 0,026 yang artinya P value < 0,05 dengan kata lain ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan Perawatan CDL dengan Resiko Infeksi pada pasien GGK di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2023. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong perlu adanya pelatihan edukasi atau penyuluhan secara berkelanjutan pada pasien – pasien hemodialisis dengan penggunaaan CDL sehingga dapat meminimal resiko infeksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS SKRIPSI, 5 SEPTEMBER 2023 Nama : Fikri Ramadhan NIM : 020319615 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PUSKESMAS CIBINONG TAHUN 2023 ABSTRAK Latar belakang ISPA adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas mulai dari hidung (saluran atas)hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA umumnya berlangsung selama 14 hari. Adapun yang termasuk dalam infeksi saluran napas bagian atas adalah batuk pilek biasa, sakit telinga,radang tenggorokan, influenza, bronchitis dan juga sinusitis, sedangkan infeksi yang menyerang bagian bawah saluran napas seperti paru, salah satunya adalah pneumonia . Tujuan: Mengidentifikasi factor factor yang berhubngan dengan prilaku pencegahan infeksi salursn pernapasan akut (ISPA) pada ibu yang memiliki anak usia pra sekolah di Puskesmas Cibinong tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena dua variabel yaitu variabel independen dengan variabel dependen dan menganalisis bagaimana hubungan antara kedua variabel tersebut.Pemilihan metode deskriptif korelasional Perhitungan pada penelitian ini adalah total sampling dengan populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia prasekolah 3-6 tahun yang menderita ISPA di Puskesmas Cibinong dengan jumlah 40 orang. . Hasil : Berdasarkan hasil penelitian tentang faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan infeksi saluran pernapasan akut(ISPA) pada ibu yang memiliki anak usia pra sekolah di puskesmas cibinong, dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya hubungan antara status pekerjaan, pendidikan, pendapatan keluarga, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan tidak adanya hubungan antara sikap dan motivasi dengan perilaku pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kata kunci : Infeksi Saluran Pernapasan, Prilaku Pencegahan. Suherman Medical University (UMS) GRADUATE STUDIES PROGRAM IN NURSING AND EDUCATION NURSING PROFESSION THESIS, 5 SEPTEMBER 2023 Name: Fikri Ramadhan NIM: 020319615 FACTORS RELATING TO PREVENTIVE BEHAVIORS OF ACUTE RESPIRATORY INFECTIONS (ARI) IN MOTHERS OF PRESCHOOL AGE CHILDREN AT CIBINONG HEALTH CENTER IN 2023 ABSTRACT Background ISPA is a disease that attacks one or more parts of the respiratory tract from the nose (upper tract) to the alveoli (lower tract) including the adnexal tissue, such as the sinuses, middle ear cavity and pleura. ISPA generally lasts 14 days. What is included in upper respiratory tract infections are coughs, common cold, earache, sore throat, influenza, bronchitis and sinusitis, while infections that attack the lower respiratory tract such as the lungs, one of which is pneumonia. Objective: To identify factors that are related to the behavior of preventing acute respiratory infections (ARI) in mothers of preschool aged children at the Cibinong Community Health Center in 2023. Method: This type of research is quantitative research with a correlational descriptive design which aims to describe the phenomenon of two variables namely the independent variable and the dependent variable and analyzing the relationship between the two variables. The choice of correlational descriptive method. The calculation in this study was total sampling with the population in this study being all mothers who had preschool children aged 3-6 years who suffered from ISPA at the Cibinong Community Health Center with a total of 40 people. . Results: Based on the results of research on factors related to behavior to prevent acute respiratory infections (ARI) in mothers who have pre-school aged children at the Cibinong health center, it can be concluded that there is a relationship between employment status, education, family income, knowledge, and family support with behavior to prevent acute respiratory infections (ARI), and there is no relationship between attitudes and motivation and behavior to prevent acute respiratory infections (ARI)
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Abstrak: Infeksi saluran kemih merupakan salah satu infeksi bakteri yang memerlukan terapi antibiotik sehingga evaluasi penggunaan antibiotik penting dilakukan untuk memastikan ketepatan terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif menggunakan metode Gyssens dan secara kuantitatif menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD), serta menganalisis hubungannya dengan outcome klinis pada pasien anak dengan infeksi saluran kemih di RS X tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif terhadap 115 rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,0% penggunaan antibiotik termasuk kategori rasional berdasarkan metode Gyssens, sedangkan cefixime memiliki nilai Total DDD tertinggi dan bersama ceftriaxone termasuk dalam segmen DU90%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas penggunaan antibiotik (p=0,018) dan kuantitas penggunaan antibiotik (p=0,004) dengan outcome klinis. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik yang rasional berhubungan dengan keberhasilan terapi pada pasien anak dengan infeksi saluran kemih.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja akibat kurangnya pengetahuan dan perilaku berisiko. Di Indonesia tahun 2022 tercatat 20.783 kasus IMS, menunjukkan masih tingginya prevalensi. Minimnya pengetahuan remaja menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya angka tersebut. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui pendidikan kesehatan dengan media cetak, seperti leaflet, yang dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang IMS di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov test, sedangkan Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil univariat dan bivariat penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet tentang infeksi menular seksual sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan rendah. Setelah diberikan intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan remaja. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan kesehatan dengan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual. Oleh karena itu, disarankan bagi petugas kesehatan agar dapat menggunakan media leaflet dalam melakukan pendidikan kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional berisiko meningkatkan resistensi antimikroba. Evaluasi rasionalitas dengan metode Gyssens diperlukan untuk memastikan ketepatan terapi. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien pneumonia, pola peresepan antibiotik, dan rasionalitas penggunaannya di Instalasi Rawat Inap RS Sentra Medika Cibinong tahun 2024. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis 83 pasien pneumonia periode Januari–Desember 2024. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan penilaian rasionalitas metode Gyssens berdasarkan Permenkes No. 28 Tahun 2021. Hasil: Mayoritas pasien berusia ≥60 tahun (41,0%) dan laki-laki (51,8%), Lama rawat inap terbanyak 1–7 hari (84,3%). Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah ceftriaxone (57,9%) dan levofloxacin (20,0%). Rasionalitas kategori 0 (tepat) ditemukan pada (55,6%) peresepan, sedangkan (44,4%) tidak rasional, terutama kategori IVa ada antibiotik lebih efektif, (23,3%) dan IIIb durasi terlalu singkat, (10,0%). Kesimpulan: Rasionalitas penggunaan antibiotik masih perlu ditingkatkan, khususnya pemilihan jenis dan durasi terapi, melalui evaluasi berkala, clinical pathway, dan PPRA.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Persalinan dan nifas yaitu dapat mengakibatkan abortus (keguguran) partus prematur,kelahiran bayi prematur,berat bayi lahir rendah,perdarahan post partum,atonia uteri,syok,infeksi intra partum maupun post partum. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Infeksi nifas pada ibu post partum. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian analisisi dengan jenis case control. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas Tahun 2019-2022 dengan jumlah 1.120 orang di Rumah Bersalin Wijaya Kusuma Serpong.
Metode pengumpulan sampel menggunakan total sampling, yaitu sebanyak 80 orang. Instrument
pengumpulan data dengan rekam medik, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur (0,000), paritas (0,000), pendidikan (0,000), pekerjaan (0,000 memiliki hubungan bermakna, dengan infeksi nifas pada ibu post partum. Terdapat hubungan bermakna antara umur, paritas, Pendidikan dan pekerjaan dengan infeksi nifas pada ibu post partum. Diharapkan petugas kesehatan dapat lebih aktif melakukan kegiatan seperti penyuluhan atau pemberian informasi kepada masyarakat umum baik melalui media cetak, media sosial, ataupun metode lain dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan setelah melahirkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : ISPA adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas mulai
dari hidung (saluran atas)hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA umumnya berlangsung selama 14 hari. Adapun yang termasuk dalam infeksi saluran napas bagian atas adalah batuk pilek biasa, sakit telinga,radang tenggorokan, influenza, bronchitis dan juga sinusitis, sedangkan infeksi yang menyerang bagian bawah saluran napas seperti paru, salah satunya adalah pneumonia . Tujuan: Mengidentifikasi factor factor yang berhubngan dengan prilaku pencegahan infeksi salursn pernapasan akut (ISPA) pada ibu yang memiliki anak usia pra sekolah di Puskesmas Cibinong tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena dua variabel yaitu variabel independen dengan variabel dependen dan menganalisis bagaimana hubungan antara kedua variabel tersebut.Pemilihan metode deskriptif korelasional Perhitungan pada penelitian ini adalah total sampling dengan populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia prasekolah 3-6 tahun yang menderita ISPA di Puskesmas Cibinong dengan jumlah 40 orang. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian tentang faktor- faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan infeksi saluran pernapasan akut(ISPA) pada ibu yang memiliki anak usia pra sekolah di puskesmas cibinong, dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya hubungan antara status pekerjaan, pendidikan, pendapatan keluarga, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan tidak adanya hubungan antara sikap dan motivasi dengan perilaku pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Manusia merupakan suatu individu yang memliki berbagai macam organ beserta
fungsi dan mafaatnya, baik itu organ luar maupun organ dalam, salah satu organ dalam yang dimiliki oleh manusia sebagai mahluk individu yaitu organ ginjal. Ginjal adalah suatu oragan yang terdapat dalam tubuh manusia dengan jumlah dua atau sepasang kiri dan kanan, fungsi dari ginjal ini adalah untuk mengsekreksi toksik atau racun yang berada didalam tubuh manusia, selain mengsekresi fungsi ginjal lainnnya yaitu mempertahankan keseimbangan baik keseimbangan fisika dan kimia. Ginjal menyekresi homone dan enzyme yang fungsinya membantu pengaturan produksi eritrosit, tekanan darah, metabolism kalsium dan fosfor.
Tujuan penelitian : Dari rumusan masalah yang penulis buat maka terdapat tujuan dan manfaat dari penelitian yang akan penulis lakukakn.
Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah analitik korelatif, dengan pendekatan Cross sectional. Cross sectional merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk mempelajari dinamika korelasi antara variabel-variabel yang termasuk risiko dan efek dengan cara pendekatan pengumpulan data dalam waktu sekaligus pada waktu yang sama.
Hasil penelitian : Hasil penelitian ini diuraikan mengenai Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawatan CDL dengan Resiko Infeksi pada pasien GGK di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2023, Penelitian ini memiliki tujuan unuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawatan CDL dengan Resiko Infeksi pada pasien GGK di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2023. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah analitik korelatif, dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Januari – Maret 2023 dengan jumlah responden 71 responden.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tentang Tingkat Pengetahuan Perawatan CDL Terhadap
Resiko Infeksi Pada Pasien GGK di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2023
Saran : Untuk meningkatkan kualitas dan mutu Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong perlu adanya pelatihan edukasi atau penyuluhan secara berkelanjutan pada pasien – pasien hemodialisis dengan penggunaaan CDL sehingga dapat meminimal resiko infeksi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama tingkat kesakitan dan kematian di dunia. Sekitar 4 juta bayi meninggal setiap tahun karena infeksi saluran pernapasan akut, di mana 98% kematian tersebut disebabkan oleh pneumonia, bronkitis dan bronkiolitis Menurut World Health Organization (WHO), ISPA di negara Afrika dan Asia diperkirakan terjadi kematian pada golongan usia balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup sekitar
15%-20% pertahun. Pada tahun 2017, sebanyak 49% kematian pada anak usia dibawah 5 tahun di Afrika dan 24% terjadi di Asia Tenggara. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di PMB Ambar Subur dari 68 balita yang datang ke PMB (Agustus 2022), terdapat 35 balita (38 %) balita yang menderita ISPA. Dari data kejadian ISPA cukup tinggi di Klinik Ambar Subur. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 balita yang berobat di Klinik Ambar Subur periode bulan Maret - Agustus
2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 130 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022 adalah Status Gizi (P=0,029), Riwayat Imunisasi (P=0,01), Pendidikan Ibu (P=0,003), Riwayat ASI Eksklusif (P=0,047), dan Kebiasaan Merokok (P=0,026). Dari 5 Variabel yang di teliti (Status Gizi, Riwayat Imunisasi, Pendidikan Ibu, Riwayat ASI Eksklusif dan Kebiasaan Merokok) hasilnya semua berhubungan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022.
Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat melakukan deteksi dini dan mencegah terjadinya penyakit ISPA terhadap balitanya. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian ISPA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama tingkat kesakitan dan kematian di dunia. Sekitar 4 juta bayi meninggal setiap tahun karena infeksi saluran pernapasan akut, di mana 98% kematian tersebut disebabkan oleh pneumonia, bronkitis dan bronkiolitis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di PMB Ambar Subur dari 68 balita yang datang ke PMB (Agustus 2022), terdapat 35 balita (38 %) balita yang menderita ISPA. Dari data kejadian ISPA cukup tinggi di Klinik Ambar Subur. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 130 balita yang berobat di Klinik Ambar Subur periode bulan Maret - Agustus 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 130 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi- square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022 adalah Status Gizi (P=0,029), Riwayat Imunisasi (P=0,01), Pendidikan Ibu (P=0,003), Riwayat ASI Eksklusif (P=0,047), dan Kebiasaan Merokok (P=0,026). Dari 5 Variabel yang di teliti (Status Gizi, Riwayat Imunisasi, Pendidikan Ibu, Riwayat ASI Eksklusif dan Kebiasaan Merokok) hasilnya semua berhubungan kejadian ISPA pada balita di klinik Ambar Subur di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan Bekasi tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat melakukan deteksi dini dan mencegah terjadinya penyakit ISPA terhadap balitanya. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian ISPA.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2016 Indonesia menunjukkan kasus ISPA di masyarakat sebanyak 20%-30% dari populasi. Propinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi kedua yang terbesar endemik ISPA dengan persentasi sebesar 42.50%. Dari Studi Pendahuluan di RB Rhaudatunnadya dari 50 responden ternyata 35 balita yang terkena ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di RB Rhaudhatunnadya Tahun 2019 .
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Dengan jumlah populasi 350 responden di RB Rhaudatunnadya Cikarang dan didapatkan hasil 88 balita yang terkena ISPA. Te Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan April 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh Balita yang berknik pengambilan sampel Accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Paritas (P-Value =0,000), Asi Eklusif (P-Value=0,006), Status Gizi (P-Value=0,088), Status Imunisasi (P-Value=0,001) dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di RB Rhaudatunnadya tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 4 variabel (Paritas, Asi Eklusif, Status Gizi, Status Imunisasi) hasilnya berhubungan dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di RB Rhaudatunnadya. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Ketuban pecah dini (KPD) adalah sobeknya selaput ketuban sebelum dimulainya tanda-tanda persalinan, biasanya terjadi para primipara atau multipara. Di kabupaten Bekasi angka kejadian KPD sebanyak 33% sedangkan data dari puskesmas Sukatani angka kejadian kpd sebesar 16,5 % berati angka kejadian di desa tersebut masih cukup tingi. Oleh karena itu dapat diambil rumusan masalah Gambaran Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Sukatani Tahun 2020 Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran kejadian ketuban pecah dini (KPD) pada ibu hamil trimester IIIdi Puskesmas Sukatani Tahun 2020
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 309 sampel. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklist melalui data rekam medic dan catatan kehamilan dan persalinan di PONED.
Hasil: analisis menggunakan uji univariat dengan angka kejadian KPD 16,5 %, usia ibu <20- >35 30,1% usia ibu 2035 69,9%, paritas Primipara & Grandemultipara 44,7% Multipara 55,3% , Riwayat KPD sebelumnya 6,1% , anemia 12,3%, infeksi vagina (korioamnionitis) 7,1%
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada 5 variabel yang diteliti yaitu usia ibu, paritas ibu, riwayat kejadian kpd sebelumnya, anemia, dan infeksi vagina dan disimpulkan dengan angka kejadian KPD 16,5%, usia ibu <20- >35 30,1% usia ibu 20-35 69,9% , paritas Primipara & Grandemultipara 44,7% Multipara 55,3% , Riwayat KPD sebelumnya 6,1% , anemia 12,3% , infeksi vagina (korioamnionitis) 7,1%
Saran : Setelah penelitian ini ilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dan pengetahuan tentang kehamilan dan pemeriksaan kehamilan, serta ibu dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat, menjaga kehamilan, serta diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya resiko kpd pada ibu hamil dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan acuan atau sumber data untuk mengembangkan penelitian tentang kejadian kpd selanjutnya, dan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian tentang kejadian kpd dengan menggunakan faktor-faktor yang belum pernah diteliti sebelumnya
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Kematian maternal dan neonatal merupakan masalah besar di negara-negara berkembang, penyebab kematian ibu di Indonesia yaitu perdarahan, eklampsia, spesis, hipertensi dalam kehamilan, partus macet. Di RSUD Kabupaten Bekasi pada periode Januari-Juni 2017 terdapat 726 ibu hamil, dan kasus abortus inkomplit merupakan kasus terbanyak yang terjadi yaitu sebanyak 60 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017.
Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang datang di RSUD Kabupaten Bekasi Periode Januari-Juni tahun 2017 sebanyak 726 orang, sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh 60 ibu hamil yang mengalami abortus inkomplit yang berkunjungan dan terdaftar direkam medik RSUD Kabupaten Bekasi. Sumber data didapatkan dari rekam medik (Data Sekunder). Analisis dara yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat.
Hasil penelitian Uji Statistik Chi-Square didapatkan usia ibu P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 3.259, paritas P Value = 0,000 <a 0,05 dan OR 3.168, pendidikan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,553, pekerjaan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,734, Infeksi Kehamilan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,625, Anemia P Value = 0,002 <a 0,05 dan OR 2,468. Tidak ada kesenjangan antara teori dengan peneliti.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara usia ibu, paritas, pendidikan, pekerjaan, infeksi kehamilan, animia dengan kejadian abortus inkonplit pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017 dan sesuai dengan teori-teori yang sudah dikemukakan. Diharapkan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil agar lebih meningkatkan dan memelihara kesehatan untuk mencegah kejadian abortus inkomplit dengan cara memeriksakan kehamilan secara teratur ke pelayanan kesehatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Kejadian ketuban pecah dini dapat menimbulkan beberapa masalah bagi ibu maupun janin, misalnya pada ibu dapat menyebabkan infeksi puerperalis/masa nifas, dry labour/partus lama, dapat pula menimbulkan perdarahan post partum, morbiditas dan mortalitas maternal, bahkan kematian. Kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) di RSUD Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 sebanyak 120 kasus dari 488 persalinan (24%) pada tahun 2017 dari bulan januari sampai bulan juni angka kejadian ketuban pecah dini sebanyak 187 kasus dari 506 persalinan (36%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2017 yaitu 506 ibu bersalin. Sampel yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini pada tahun 2017 dengan jumlah 187 kejadian. Didapatkan 187 sampel total yang mengalami KPD sehingga ditemukan pembanding atau non sampelnya 187 ibu bersalin. Sumber data didapat dari rekam medik (data sekunder). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian Uji Statistic Chi-Square berdasarkan analisis univariat didapatkan bahwa sebagian kecil ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami ketuban pecah dini yaitu sebanyak 187 orang (50%) termasuk dalam kategori usia ibu beresiko sebanyak 183 (48,9), mengalami paritas primi dan grande sebanyak 165 orang (44,1%), bekerja sebanyak 165 (44,1), mengalami infeksi sebanyak 144 (38,5). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini adalah usia ibu (p value:0,007;OR:1,789), paritas (p value:0,000;OR:2,157), pekerjaan (p value:0,001;OR:2,063), infeksi (p value:0,000;OR:11,340).
Kesimpulan dari 4 variabel yang diteliti (usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi) hasilnya berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi. Saran yang diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan kualitas promosi kesehatan tentang penanggulangan ketuban pecah dini pada ibu bersalin.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Kanker merupakan penyakit yang tidak menular.Penyakit ini timbul akibat kondisi fisik yang tidak normal dan pola hidup yang tidak sehat. Di Indonesia kanker rahim menempati urutan ke 2 terbesar yang menyerang perempuan sebanyak (10,3%) setelah kanker payudara (18,4%).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker leher rahim pada pasangan usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018.
Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasangan usia subur yang datang memeriksakan atau mengobati keadaannya ke poli kebidanan di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebanyak 889 pasangan usia subur.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 268 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling cara lotre.Penelitian ini menggunakan data sekunder,sedangkan data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat data dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ada hubungan antara usia (P.value= 0,001),paritas (P.value= 0,001),kelebihan berat badan (P.value= 0,02),infeksi klamidia (P.value= 0,039),merokok (P.value= 0,000),riwayat kanker leher rahim pada keluarga (P.value= 0,000).Tidak ada kesenjangan antara factor-faktor yang berhubungan (usia,paritas,kelebihan berat badan,infeksi klamidia,merokok & riwayat kanker leher rahim pada keluarga) dengan teori.
Saran diharapkan pasangan usia subur dapat memeriksakan keadaannya dan melakukan skrining sedini mungkin dan bagi RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dapat mengadakan poli gynekologi khusus kanker leher rahim agar pasangan usia subur mendapatan pelayanan yang prima sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat demi terwujudnya keluarga yang sehar dan sejahtera.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Ketuban pecah dini dapat menimbulkan berbagai masalah bagi ibu maupun janin, misalnya bagi ibu dapat terjadi, perdarahan postpartum, dan infeksi pada masa nifas. Pada janin dapat terjadi partus premature, dll. Kasus KPD di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017 sebanyak 148 kasus dari 442 persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara gemeli, bayi besar, kelainan bawaan ketuban, dan infeksi dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018.
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi pada bulan Juni-November tahun 2018 yaitu 478 ibu. Sampel yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini sebanyak 53 kasus.
Namun, pada penelitian ini peneliti mengambil pembandingan sebanyak 3x dari kasus 1:3 dimana ibu yang mengalami ketuban pecah dini sebanyak 53 orang dan yang tidak mengalami ketuban pecah dini sebanyak 159 orang. Total sampel sebanyak 212 sampel. Sumber data didapat dari rekam medik (data sekunder). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian Uji Statistic Chi-Square berdasarkan analasis univariat didapatkan bahwa sebagian kecil ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami ketuban pecah dini sebanyak (25.0%), Gemeli sebanyak (28.3%), bayi besar sebanyak (12.7%), kelainan bawaan ketuban sebanyak (34.4%), infeksi vagina sebanyak (31.1%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini adalah Gemeli (Pvalue:0.008 ; OR:2.528), bayi besar (Pvalue:0.006 ; OR:3.366), kelainan bawaan ketuban (Pvalue:0.037 ; OR:2.065), dan infeksi (Pvalue:0.040 ; OR:2.068)
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan (gemeli, bayi besar, kelainan bawaan ketuban, dan infeksi) pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Saran bagi ibu hamil diharapakan dapat meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini pada ibu hamil apabila terjadinya ketuban pecah dini.