Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: CAP
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap di Klinik Amelia Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Imunisasi adalah proses pemberian vaksinasi kepada seseorang untuk membantu mereka menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Vaksin merangsang system kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibody yang dapat melawan penyakit tertentu. Indikator data dari Klinik Amelia. Jumlah anak Indonesia yang tidak divaksinasi pada tahun 2018 hingga 2023 adalah 1.879.820 anak. Cakupan vaksinasi dasar di Indonesia juga mengalami penurunan, dari 93,7% pada tahun 2019 menjadi 84,5% pada tahun 2021. Capain imunisasi dasar lengkap dari januari sampai dengan maret 2025 hanya 62,5% yang tercapai Imunisasi dasar lengkap. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor- faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di klinik Amelia tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan desain cross sectional, populasi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan yang tinggal di wilayah layanan Klinik Amelia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner. Analisis hubungan antar variable menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian : Hasil Penelitian ini dengan uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukan bahwa usia (p= 0,000) , pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,000), sumber informasi (p=0,000). Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara usia, pekerjaaan, pendidikan, sumber informasi dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di klinik amelia tahun 2025.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia di Instalasi Rawat Inap RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2024

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional berisiko meningkatkan resistensi antimikroba. Evaluasi rasionalitas dengan metode Gyssens diperlukan untuk memastikan ketepatan terapi. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien pneumonia, pola peresepan antibiotik, dan rasionalitas penggunaannya di Instalasi Rawat Inap RS Sentra Medika Cibinong tahun 2024. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis 83 pasien pneumonia periode Januari–Desember 2024. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan penilaian rasionalitas metode Gyssens berdasarkan Permenkes No. 28 Tahun 2021. Hasil: Mayoritas pasien berusia ≥60 tahun (41,0%) dan laki-laki (51,8%), Lama rawat inap terbanyak 1–7 hari (84,3%). Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah ceftriaxone (57,9%) dan levofloxacin (20,0%). Rasionalitas kategori 0 (tepat) ditemukan pada (55,6%) peresepan, sedangkan (44,4%) tidak rasional, terutama kategori IVa ada antibiotik lebih efektif, (23,3%) dan IIIb durasi terlalu singkat, (10,0%). Kesimpulan: Rasionalitas penggunaan antibiotik masih perlu ditingkatkan, khususnya pemilihan jenis dan durasi terapi, melalui evaluasi berkala, clinical pathway, dan PPRA.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Inhibitor Enzim TMPK/Thymidylate Kinase (TP5A) dan Decapping Enzyme D9 Pada Senyawa Daun Sambiloto (Andorgraphis Paniculata) Pada Monkeypox Secara In Silico

2024•Koleksi Perpustakaan

Sejak Mei 2022, wabah cacar monyet telah menyebabkan lebih dari 90.000 kasus di 115 negara, termasuk negara-negara non-endemis. Cacar monyet adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus orthopox, mirip dengan cacar tetapi dengan tingkat kematian lebih rendah. Daun Sambiloto diketahui mengandung senyawa aktif yang dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa dalam daun Sambiloto sebagai obat antivirus untuk cacar monyet menggunakan pendekatan pre-experimental berbasis komputer. Senyawa tanaman dilakukan seleksi terlebih dahulu untuk memprediksi nilai farmakokinetik dan toksisitasnya pada website pkCSM, lalu diseleksi kembali untuk memisahkan apakah senyawa tanaman tersebut dikatakan mirip obat atau tidak mirip obat pada website Lipinski Rule. Data ligan/ senyawa tanaman diperoleh dari PubChem, sedangkan makromolekul berupa enzim Thymidylate Kinase (kode 1E2Q) dan Decapping Enzyme D9 (kode 7SF0), yang diambil dari Protein Data Bank. Makromolekul tersebut dioptimalkan menggunakan perangkat lunak UCSF Chimera, kemudian dilakukan docking mdengan ligan pada aplikasi PyRx selanjutnya divisualisasikan dengan PyMol dan Ligplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 senyawa dalam daun Sambiloto dapat menghambat enzim Thymidylate Kinase dengan energi afinitas -15.4 hingga -4.9 kcal/mol, di mana Andrographidin A memiliki energi afinitas terbaik sebesar -13.4 kcal/mol. Selain itu, senyawa daun Sambiloto juga efektif menghambat Decapping Enzyme D9 dengan energi afinitas -16.6 hingga -4.5 kcal/mol. Senyawa paling efektif adalah 5-Hydroxy-7,8-dimethoxyflavone_5-glucoside, Andrographidin A, dan Wogonin_5-glucoside dengan energi afinitas -13.0 kcal/mol. Penelitian ini menunjukkan potensi daun Sambiloto sebagai bahan untuk pengembangan obat antivirus terhadap virus cacar monyet. (MPXV).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Rendahnya Capaian Imunisasi Dasar Lengkap di TPMB Nani Sumasna Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Anak balita yang tidak mendapat imunisasi lanjutan mempunyai resiko tinggi terjangkit penyakit infeksi dan menular. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi capaian umunisasi anak diantaranya adalah tingkat pengetahuan, pendidikan, dan dukungan keluarga Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif. Menggunakan pendekatan Cross sectional yaitu penelitian yang di lakukan dengan cara mengumpulkan data pada satu waktu yang sama selama satu periode hari, minggu, atau bulan. Populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini sebanyak 60 orang responden. Dan kemudain di uji data menggunakan kuesioner yang sudah di siapkan dengan metode Uji chi square untuk mengetahui nilai hubungan antar variabelnya. Hasil uji statistik dengan melihat uji chi square dengan derajat kemaknaan 5% atau < p 0,05 sehingga dapat disampulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara faktor tingkat pengetahuan dengan rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap. hasil uji statistik menunjukan hasil p = 0,05 (p < 0,05 sehingga dapat disampulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara faktor tingkat pendidikan dengan rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap. hasil uji statistik menunjukan hasil p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disampulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara faktor tingkat pendidikan dengan rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap. Ketiga Uji Bivariat tersebut mendapatkan nilai Odd Ratio (OR) = 19.000 yang berarti bahwa ibu dengan pendidikan tinggi berpeluang 19.000 yang berarti hubungan antar variabel adalah hubungan yang kuat. Diharapkan bidan dapat terus memotivasi orang tua dan keluarga untuk lebih perduli untuk membawa anak dalam pemenuhan kebutuhan imunisasi pada anak.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubngan Dengan Kejadian Pediculosis Capitis Pada Santri Wati dI pondok Pesantren Daruttakwien Kecamatan Sukatani Kab. Bekasi Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pediculosis capitis adalah proses masuknya ektoparasit, pediculosis capitis ini termasuk parasit yang menghisap darah di kepala manusia. Pediculosis capitis tersebut dapat berdampak gatal-gatal, bintik-bintik kemerahan, infeksi bakteri sekunder akibat garukan. Selain fisik pediculosis capitis juga akan dapat memberikan dampak berupa gangguan tidur persisten, gangguan konsentrasi, dan efek psikis. Data dari study pendahuluan dengan melakukan wawancara kepada santri wati didapatkan 80% mengalami pediculosis capitis. Dan menurut keterangan pengurus pondok pesantren mengatakan bahwa setiap kamar dihuni 25 sampai dengan 30 santri. Serta kurangnya kesadaran diri para santri untuk menjemur tempat tidur/bantal dan juga untuk menjaga kebersihan kamar, kesehatan diri seperti kurangnya membersihkan rambut. Adapun faktorfaktornya yaitu usia, personal hygiene, menggunakan sisir/aksesoris secara bersama, menggunakan tempat tidur secara bersama, dan pengetahuan. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pediculosis capitis pada santri wati di Pondok Pesantren Daruttakwien Kecamatan Sukatani Kabupatem Bekasi 2019. Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu santri wati sebanyak 178. Sampel yang diambil sebanyak 117 responden dengan menggunakan teknik acidental sample. instrumen yang digunakan dalam pengambilan data yaitu dengan kuesioner yang di isi oleh responden. Analisa yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisis bivariat berupa uji chi square dalam nilai signifikan α <0,05. Hasil : Hasil penelitian dari kelima faktor terdapat satu yang tidak berhubungan terhadap kejadian pediculosis capitis pada santri wati Di Pondok Pesantren Daruttakwien Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Variabel yang tidak berhubungan yaitu usia ( P value = 0,235), sedangkan yang berhubungan yaitu personal hygiene (P value = 0,002) menggunakan sisir/aksesoris secara bersama (P value = 0,003), menggunakan tempat tidur secara bersama (P value = 0,001), dan pengetahuan (P value = 0,009). Kesimpulan : kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan dan tidak hubungan antara faktor dengan kejadian pediculosis capitis pada santri wati di Pondok Pesantren Daruttakwien Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Saran : Dari penelitian ini diharapkan para santri dan pengurus Pondok Pesantren agar memperhatikan perawatan diri dan kebersihan diri guna mengurangi angka kejadian pedikulosis capitis yang di alami di Pondok Pesantren Darutakwien Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi tahun 2019.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Penderita Hipertensi Dalam Pemeriksaan Tekanan Darah di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Data yang didapatkan pada saat aplikasi di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2019 – Juli 2019 didapatkan penderita dengan hipertensi sebanyak 30 orang, dengan umur 23-61 tahun. Kejadian hipertensi sering kali dikaitkan dengan motivasi yang ada pada dalam diri dalam pemeriksaan tekanan darah, diantaranya ada pencapaian diri, tanggung jawab, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan. Tujuan : Mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal (pencapaian, tanggung jawab, dukungan keluarga dan dukungan petugas keseshatan) dengan motivasi dalam pemeriksaan tekanan darah di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi. Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi usia produktif (23-61 tahun) di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi. Sampel berjumlah 30 responden. Analisis data di lakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan nilai signifikan alpha 5% (α = 0,05) dengan uji fisher exact sebagai alternatif nya. Hasil : Ada hubungan antara pencapaian, tanggung jawab, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan motivasi pada penderita hipertensi dalam pemeriksaan tekanan darah di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel pencapaian 36,00, tanggung jawab 22,66, dukungan keluarga 27,00 dan dukungan petugas kesehatan 36,00. Kesimpulan : Pencapaian, tanggung jawab, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan berhubungan dengan motivasi penderita hipertensi dalam pemeriksaan tekanan darah. Saran : Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan saran agar penderita hipertensi dapat termotivasi dalam memeriksakan tekanan darah secara rutin untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail