Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

142 hasil
Subjek: Tingkat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Sukamahi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stres (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.

86 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.

66 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Dengan Tingkat Pengetahuan Terhadap Obat Generik Pada Masyarakat Rw 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat generik merupakan obat yang diproduksi oleh perusahaan tanpa melalui uji praklinis dan klinis dan dipasarkan dengan mudah dengan harga yang cukup murah, obat generik tidak mampu untuk menciptakan pengobatan yang efektif dibandingkan dengan obat paten. Ketidaktahuan masyarakat terhadap obat generik yang menjadi penyebab munculnya anggapan buruk tentang obat generik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar dan mengetahui hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan obat generik pada masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Metode dalam penelitian ini menggunakan medote analisis kualitatif kuantitatif dengan analisis data univariat dan bivariat (chi-square test) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan terhadap obat generik. Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 883 dengan sampel sebesar 90 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin sehingga, dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini didapatkan dari 90 responden di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori baik sebanyak 62,2%, dengan kategori cukup sebanyak 22,2, dan tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori kurang sebanyak 15,6% sehingga dapat disimpulkan masyarakat di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan nilai persentase 62,2% dan tidak adanya hubungan antara karakteristik responden (jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan perbulan) dengan tingkat pengetahuan tentang obat generik.

23 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus dengan Kepatuhan Pemeriksaan Gula Darah pada Pasien di Rumah Sakit Harapan Bunda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau diatas nilai normal. Kurang patuhnya pasien terhadap diet diabetes mellitus, kurang paham waktu untuk seharusnya kontrol, dan pemeriksaan gula darah, gaya hidup dan dukungan keluarga masih sangat kurang. Setelah dilakukan observasi pada pasien rawat jalan dengan Diabetes Melitus didapatkan pengetahuan pasien yang tahu 20% dan yang tidak tahu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mayoritas usia mayoritas 56th – 65th 28 responden (35,9%), jenis kelamin perempuan 45 responden (57,7%), pendidikan SMA 60 responden (76,9%), suku jawa 31 responden (39,7%). Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P Value 0,04 0,05. Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan tingkat pengetahuan agar rutin dalam kontrol gula darah di Rumah Sakit serta Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda.

20 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung 13 Juni - 5 Juli 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Apotek merupakan salah satu pelayanan kesehatan tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker. Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang dapat memberikan kemananan, kerasionalan dalam penggunaan obat sehingga tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung 13 Juni – 5 Juli 2022 dilihat dari parameter pengukurannya yaitu berwujud (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), kepastian (assurance), kepedulian (emphaty) dan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung. Jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif analitik. Cara pengambilan sampel mengunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh berdasarkan perhitungan slovin sebanyak 109 sampel. Analisis data univariat menggunakan skala likert dan Customer Satisfaction Index (CSI), bivariat dengan bantuan program SPSS Versi 25 uji chi square. Hasil penelitian pada uji chi square dari karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan didapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan adalah karakteristik konsumen berdasarkan umur dengan nilai P value 0,741, pendidikan P value 0,545, pekerjaan P value 0,059, pengeluaran P value 0,102 dan tujuan pengobatan P value 0,266. Sedangkan yang terdapat hubungan adalah karakteristk jenis kelamin dengan nilai P value 0,043 dan frekuensi kunjungan P value 0,019. Hasil tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung secara keseluruhan konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan. Kata Kunci : Apotek, Pelayanan Kefarmasian, Tingkat Kepuasan Konsumen

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres pada pasien Diabetes Melitus Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik di desa mekarmukti cikarang utara tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seperti diketahui obat merupakan campuran bahan kimia yang dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit obat juga meruapakan hasil produk biologis obat terbagi menjadi obat bermerek dan obat paten. Adapaun obat yang dikenal dengan obat generik dimana obat yang disubsidikan dalam program pemerintah. Pengetahuan dan persepsi merupakan suatu yang pernah didapatkan dari pengalaman. Faktor pengetahuan dan persepsi bisa dilihat dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik didesa mekar mukti kecamatan cikarang utara dari beberapa faktor berikut dalam pemilihan obat antara lain: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan medote analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (chi-square ters) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik. Lalu Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 31.975 dengan sampel sebesar 100 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin dari 31.975. sehingga dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini mengenai pengetahuan dan persepsi masyarakat didesa mekar mukti cikarang utara dikategorikan baik, kemudian untuk hubungan antara umur memiliki nilai 0,604, jenis kelamin memiliki nilai 0,622, tingkat Pendidikan memiliki nilai 0,250 dan pekerjaan memiliki nilai 0,226. >0.05. Kesimpulan dan Saran, kesimpulan menunjukan bahwa dari segi jenis, kelamin, tingkat Pendidikan dan pekerjaan menunjukan tidak ada hubungan dan keterkaitan dalam persepsi masyarakat dengan obat generik. Saran bisa di tambahkan uji normalitas untuk penelitian selanjutnya.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p 0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p 0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p 0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN OBAT TERHADAP TINGKAT KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS JATISAMPURNA KOTA BEKASI TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis Di Desa Kalijaya Cikarang Barat

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita DM type II di wilayah kerja puskesmas klapanunggal

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dimana kadar glukosa didalam darah tinggi yang diawali oleh gejala awal polidipsi, poli uri, polifagi.Tingginya angka penderita Diabetes Melitus disebabkan karena faktor perubahan gaya hidup masyarakat, tingkat pengetahuan, dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini penyakit diabetes mellitus yang kurang serta kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup adalah pola hidup individu yang diekspresikan dalam aktivitas sehari-hari, minat serta opini yang merupakan gambaran dari keseluruhan individu itu sendiri saat berinteraksi dengan lingkungannya yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti tingkat pendapatan, pengeluaran, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal tahun 2022. JenisPenelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 73 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022 dengannilai p- value = 0,00 < 0,05 dan OR 8,182. Kesimpulan: pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT STRESS PADA PASIEN DENGAN LUKA DIABETES MELLITUS DI RUANG BOUGENVILE RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan masalah penting karena merupakan penyakit tidak menular dan terus meningkat setiap tahun dan menjadi ancaman kesehatan dunia saat ini. Sekitar 50% penderita diabetes mengalami ulkus kaki diabetik dengan angka kematian 8%-35% dan 15%-30% diantaranya mengalami amputasi. Penderita diabetes melitus kebanyakan mengalami luka, pasien sering mengalami stress. Salah satu faktor diantaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes mellitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu semua pasien yang mengalami luka diabetes melitus dan melakukan perawatan luka di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sampel pada penelitian ini menggunakan keseluruhan populasi sebanyak 30 pasien. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil analisa data univariat pada penelitian ini menunjukan pengetahuan pasien luka diabetes mellitus sebagian besar cukup yaitu sebanyak 18 orang (60%), tingkat stress pasien luka kaki diabetes sebagian besar stress sedang yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan analisa data bivariate menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta karena nilai α = 0,034 (ρ value < 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan responden yang lebih maksimal dan alat ukur yang lebih baik.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Tingkat Distres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: DM (Diabetes Mellitus) atau sering kita kenal dengan sebutan kencing manis yaitu suatu penyakit menahun, yang angka kejadiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, Diabetes Mellitus menjadi permasalahan kesehatan utama karena kejadian DM tersebut semakin meningkat di dunia sehingga DM pun menjadi penyebab kematian utama di dunia. Organisasi Internasional Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevelensi sebesar 9,3% dari total penduduk pada usia yang sama. Salah satu negara dengan kasus diabetes terbesar yaitu Indonesia dengan posisi menduduki peringkat ke-5 di dunia. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus tiga bulan terakhir tahun 2023 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru yaitu 108 orang dan sampel sebanyak 86 orang dengan menggunakan metode Probability / random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner perilaku sedentari (ASAQ) dan kuesioner tingkat distres (DDS) dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic Chi-Square, diperoleh nilai P = 0,008 ( , 0,05 ), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sedentari dengan tingkat distres. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres Dan Aktivits Fisik Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri Di SMP Mekar Murni

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRIDI SMP MEKAR MURNI Vii + 51 Hal + 6 Tabel + 2 Gambar + 15 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi dengan tidak adanya kelainan patologik pada pelvis yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat stress dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor kejadian dismenore primer. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stress dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 40 dan sampel sebanyak 40 siswi SMP Mekar Murni. Variabel pada penelitian ini adalah dismenore primer, tingkat stress dan aktivitas fisik. Pengumpulan data menggunakan Numering Rating Scale, Kessler Psychological Distress Scale Questionnaire and Global Physical Activity Questionnaire. Hasil: responden dengan dismenore primer sebesar 77,5%, responden dengan tingkat stres ringan sebesar 35,0%, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebesar 35,0%. Hasil statistik antara dismenore primer dengan tingkat stres (p=0,000) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada SMP Mekar Murni. Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode lain dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi kejadian dismenore primer, seperti usia, lama siklus menstruasi. Kata Kunci: Aktivitas fisik, dismenore primer, dan tingkat stres Daftar Pustaka : 2 buku dan 15 jurnal (2019 – 2022)

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KELANCARAN PRODUKSI ASI IBU PADA BAYI YANG DI RAWAT DI RUANG NICU RS SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASI (Air susu ibu) adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik,psikologisosial maupun spritual,Asi mengandung nutrisi hormon,unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi serta anti imflamasi. Asi adalah bahan utama bagi bayi yang mengandung tinggi kalori dan nutrisi, makanan ini sangat di butuhkan terutama oleh bayi baru lahir pada masa awal kehidupan untuk tumbuh dan berkembang hingga usia 6 bulan sampai 2 tahun.Jadi di simpulkan Asi adalah air susu yang keluar dari seorang Ibu pasca melahirkan dan merupakan makanan utama bagi bayi yang mengandung kalori dan nutrisi yang sangat di butuhkan oleh bayi baru lahir untuk tumbuh kembang hingga usia 6 bulan sampai 2 tahun. Kecemasan adalah suatu perasaan tidak santai yang samar-samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut yang di sertai suatu respons (penyebab tidak spesifik atau tidak di ketahui oleh individu ) perasaan takut dan tidak menentu sebagai sinyal yang menyadarkan bahwa peringatan tentang bahaya akan datang dan memperkuat individu mengambil tindakan menghadapi ancaman. Kecemasan dapat di ukur dengan alat ukur kecemasan yang di sebut HARS (Halmilton Anxiety Ranting Scale) skala HARS merupakan pengukuran kecemasan yang di dasarkan pada munculnya simptom pada individu yang mengalami kecemasan,setiap item yang di observasi di beri 5 tingkatan skor antara 0 sampai dengan 4,Skala HARS di gunakan pertama kali pada tahun 1959 yang di perkenalkan oleh Max Hamilton Anxiety Ranting Scale (HARS).

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Perawatan Post Cimino Dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kecemasan adalah suatu respon emosional yang tidak menyenangkan terhadap berbagai macam stressor baik yang jelas maupun yang tidak teridenfikasi dan ditandai rasa khawatir, takut dan perasaan terancam. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pengetahuan (Kaplan dan Sadock dalam Iin patimah, 2020). Pengetahuan menurut Windri Dewi Ayu (2022) yaitu hasil tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan melalui panca indera manusia terhadap objek tertentu yang mendasari tindakan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, informasi, budaya dan pengalaman seseorang. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Perawatan Post Cimino dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalahchi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai p- value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan: pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Mengenai Penanganan Dismenorea di SMPN 4 Cikarang Timur tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, juli 2023 Nama : Dyah Anggraini Nim : 020319609 PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PENANGANAN DISMENORE DI SMPN 4 CIKARANG TIMUR TAHUN 2023 ABSTRAK Latar Belakang : Rasa nyeri yang timbul ini biasanya dikenal dengan nama dismenore. Menurut World Health Organization (WHO, 2012 dalam Nora, 2018) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) remaja mengalami dismenore dengan 10- 15% mengalami dismenore berat Tujuan Pnelitian : Untuk bisa mengetahui Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenorea Di SMPN 4 Cikarang Timur Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan one group prettest-posttest Dalam rancangan ini, responden diberikan sebuah kuesioner Kemudian diukur pengetahuan dan sikap. Penelitian ini termasuk tergolong penelitian quasi eksperimen dengan memakai pret - test and post - test design, yaitu merupakan suatu pengukuran yang dilakukan pada saat sebelum dan sesudah melakukan penelitian. Pada populasi penelitian ini ada 260 responden dan Teknik pengambilan sampel menggunakan sample random sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden 157. Analisi data yang dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan analisis Paired Sample T Test dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri di SMPN 2 Cikarang Timur tahun 2023 Kata kunci : Dismenore, Tingkat pengetahuan, Sikap, Remaja

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stress Dan Indeks Massa Tubuh Dengan SIklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Siklus menstruasi jika dilihat dari ideal teratur setiap bulannya yaitu dalam rentang waktu 22-35 hari setiap kali periode mesntruasi. Siklus menstruasi sendiri 75% dapat dipengaruhi oleh banyak hal, yang dimana salah satunya yaitu tingkat stress dan indeks massa tubuh yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Sampel penelitian sejumlah 113 mahasiswi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 36 mahasiswi (31,9%) dari responden tergolong pada kategori tidak stress, sedangkan yang tergolong kategori stress sejumlah 77 mahasiswi (68,1%). Sejumlah 5 mahasiswi (4,4%) dari responden Indeks massa tubuhnya normal, sedangkan yang Indeks massa tubuhnya gemuk sejumlah 48 mahasiswi (42,5%) dan yang indeks massa tubuhnya obesitas sejumlah 60 mahasiswi (53,1%). Responden yang siklus menstruasinya normal sejumlah 10 mahasiswi (8,8%), sedangkan yang siklus menstruasi pendek sejumlah 19 mahasiswi (16,8%), dan yang siklus menstruasi panjang sejumlah 84 mahasiswi (74,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stress dan indeks massa tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Adanya Hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII di Universitas Medika Suherman.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertiroid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jakarta, Maret 2023 Fitrianingsih Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertiroid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 VII BAB + 61 Halaman, 11 Tabel, 2 Skema, 6 Lampiran ABSTRAK Hipertiroid atau hipertiroid primer adalah kadar hormon tiroid yang tinggi ditandai dengan penyerapan iodium yang normal atau tinggi. Penggunaan obat yang tidak tepat, tidak efektif, tidak aman dan tidak ekonomis telah menjadi masalah tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Kepatuhan penggunaan obat telah terbukti meningkatkan ketercapaian target dan menurunkan biaya medis secara keseluruhan. Tingkat pengetahuan, dukungan keluarga merupakan salah satu faktor dari kepatuhan minum obat pasien. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertiorid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi 120 responden dan jumlah sampel 40 responden. Hasil Penelitian distribusi frekuensi karakteristik responden sebagian besar yaitu Usia 20 – 40 tahun yaitu sebanyak 22 orang (55.0%), Akademi/Perguruan Tinggi 18 orang (45%), responden yang bekerja yaitu sebanyak 24 orang (60%), responden dengan tingkat pengetahuan kurang 28 orang(70%),dukungan keluarga 30 orang (75%) serta di temui sebanyak 35 orang (87.5%) responen yang tidak patuh minum obat.Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertiorid di RS Harapan Bumda Jakarta Tahun 2023. Hasil uji statistik diperoleh nilai P Value 0.001 (P Value < 0.05) dengan OR: 0,58 untuk tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan P Value 0.000 dengan OR: 0,5 untuk dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat.Dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat seseorang.Disarankan untuk pasien dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga guna tercapainya kepatuhan minum obat dalam memaksimalkan pengobatan terapi pada pasien penderita hipertiroid.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENERAPAN SELF CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CIKARANG TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Oktober 2023 Nama : Dhea Amanda Suri Nim : 020319608 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENERAPAN SELF CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CIKARANG TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus biasa dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula, merupakan masalah kesehatan yang sudah menjadi ancaman, diabetes melitus akan berdampak pada masalah kesehatan lainnya, seperti komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf, atau kemungkinan amputasi. Pengetahuan yang baik tentang diabetes melitus dapat membantu penderita untuk mengerti bagaimana penanganan tentang penyakitnya, cara pencegahan, pengobatan dan komplikasinya. Self care merupakan perilaku seseorang secara mandiri untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit dan mempertahankan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 85 pasien diabetes melitus yang berobat di Puskesmas Cikarang. Hasil penelitian menunjukan nilai P-value 0.000 (p0.05), maka dapat di artikan bahwa Ho di tolak yang berarti terdapat hubungan. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang dan diharapkan pasien diabetes melitus hendaknya memahami informasi yang diberikan mengenai edukasi tentang penyakit sehingga dapat meningkatkatkan pengetahuan dan perilaku self care management. Kata kunci: Diabetes Melitus, Tingkat Pengetahuan, Self Care Management

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail