ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu, sedangkan apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang bermutu. Pelayanan kefarmasian selain sebagai tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik konsumen untuk membeli obat farmasi (Sari & Suprianto). Jenis penelitian ini termasuk penelitian nonekperimental dengan desain penelitian deskriptif menggunakan analisis kuantitatif yaitu menggunakan analisis data berupa angka yang bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di klinik Raffa Medika. Penelitian ini menggunakan pendekatan (survey) dimana pengumpulan data ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden, dengan bantuan perhitungan aplikasi SPSS versi 25. Berdasarkan hasil uji Chi-square pada jenis kelamin bisa dilihat pada table diatas didapatkan p-value 0.151, sehingga p-value 0.01. Untuk jenis kelamin laki-laki, ada sebanyak 2 responden yang menyatakan tidak puas, 33 responden menyatakan cukup puas, dan 10 responden menyatakan puas, jadi total jenis kelamin laki-laki ada sebanyak 45 responden. Dan untuk jenis kelamin Perempuan, ada sebanyak 28 responden menyatakan cukup puas, 16 responden menyatakan puas, total jenis kelamin perempuan ada sebanyak 44 responden. Berdasarkan uji statistik dapat di nyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara jenis kelamin dengan Kepuasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek merupakan salah satu pelayanan kesehatan tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker. Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang dapat memberikan kemananan, kerasionalan dalam penggunaan obat sehingga tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung 13 Juni – 5 Juli 2022 dilihat dari parameter pengukurannya yaitu berwujud (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), kepastian (assurance), kepedulian (emphaty) dan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung. Jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif analitik. Cara pengambilan sampel mengunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh berdasarkan perhitungan slovin sebanyak 109 sampel. Analisis data univariat menggunakan skala likert dan Customer Satisfaction Index (CSI), bivariat dengan bantuan program SPSS Versi 25 uji chi square. Hasil penelitian pada uji chi square dari karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan didapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan adalah karakteristik konsumen berdasarkan umur dengan nilai P value 0,741, pendidikan P value 0,545, pekerjaan P value 0,059, pengeluaran P value 0,102 dan tujuan pengobatan P value 0,266. Sedangkan yang terdapat hubungan adalah karakteristk jenis kelamin dengan nilai P value 0,043 dan frekuensi kunjungan P value 0,019. Hasil tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung secara keseluruhan konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan. Kata Kunci : Apotek, Pelayanan Kefarmasian, Tingkat Kepuasan Konsumen
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI Skripsi, Agustus 2022 Nama : Baiq Laela Zaeni NIM : 010718005 TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN OBAT TANPA RESEP DI APOTEK KHANZA MEDIKA PERIODE 15-24 JULI 2022 xvi 16+Halaman 58+Tabel 14+Lampiran 13. ABSTRAK Apotek merupakan salah satu tempat dilakukannya pelayanan kefarmasian berupa pelayanan informasi obat yang diberikan secara langsung kepada konsumen yang datang untuk membeli obat tanpa resep untuk mengetahui kepuasan konsumen dalam menerima pelayanan kefarmasian. Kepuasan konsumen yang diterima dilihat dengan metode service quality, yang membagi kualitas layanan ke dalam 5 dimensi, yaitu; bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan obat tanpa resep di Apotek Khanza Medika periode 15-24 juli tahun 2022. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu dekriptif, Penelitian ini dilakukan di Apotek Khanza Medika, dengan jumlah sampel 78 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan menggunakan kuesioner. Analisis data yang diterapkan pada penelitian ini yaitu CSI,analisis servqual GAP, Importance Performance Analysis(IPA). Hasil dari perhitungan CSI total keseluruhan dimensi untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen yaitu 86,54 % di kategorikan (sangat puas), analisis servqual GAP ke lima dimensi yaitu; bukti langsung -0,29, kehandalan -0,45, daya tanggap -0,32, jaminan - 0,45, dan empati -0,19. ke lima dimensi menunjukan angka negatif dapat di kategorikan bahwa konsumen tidak puas terhadap kualitas pelayanan yang diberikan dan total rata-rata keseluruhan dimensi diperoleh GAP -0,34 dengan kategori (sedang). Sedangkan hasil IPA terbagi 4 kuadran yaitu; kuadran I dengan prioritas pertama apotek, kuadran II untuk mempertahankan prestasi apotek, kuadran III prioritas rendah, kuadran IV berlebihan. Adapun saran sebagai berikut; bagi Apotek Khanza Medika, diharapkan dapat menjadi bahan masukkan terkait kekurangan dalam fasilitas dan pelayanan agar dapat menjadi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik lagi. Kata Kunci: Apotek, Kepuasan konsumen, Pelayanan obat tanpa resep, Service quality
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang berperan penting
dalam menjaga loyalitas pelanggan melalui kualitas sarana prasarana dan pelayanan
kefarmasian yang diberikan. Persaingan antarapotek yang semakin ketat menuntut
pengelola apotek untuk memperhatikan kedua aspek tersebut secara bersamaan agar
mampu mempertahankan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian, baik secara parsial
maupun simultan, terhadap loyalitas pelanggan di Apotek Sehati Jababeka.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik
korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan
menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan
melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis
menggunakan uji asumsi klasik berupa normalitas, multikolinearitas, dan
heteroskedastisitas serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kualitas sarana prasarana secara parsial tidak berpengaruh
signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,090), sedangkan pelayanan
kefarmasian berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap loyalitas
pelanggan (Sig. = 0,000). Secara simultan, kualitas sarana prasarana dan pelayanan
kefarmasian berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,000)
dengan kontribusi sebesar 36,7% (R² = 0,367), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh
faktor lain di luar model penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan
kefarmasian merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan sarana prasarana
dalam membentuk loyalitas pelanggan di Apotek Sehati Jababeka. Apotek
disarankan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian sebagai
strategi utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan, tanpa mengabaikan
pemeliharaan sarana prasarana sebagai faktor pendukung.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kefarmasian. Tingkat Kepuasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk karakteristik pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Hubungan karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Tingkat Kepuasan Pada Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 94 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagaian besar responden berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SD dan SMA, berusia 30-39, bekerja sebagai Ibu Rumah tangga dan merupakan menggunakan layanan PBI dengan frekuensi kunjungan 1 kali. Hasil Uji Chi Square menunjukkan bahwa umur yang memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat kepuasan, (P-Value 0,03) sedangkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian menunjukan dapat disimpulkan bahwa usia merupakan satu-satunya karakteristik pasien yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepuasan pada pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang. Sementara itu, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Puskesmas untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dengan memperhatikan kebutuhan pasien pada berbagai kelompok usia.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, dan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien menjadi salah satu faktor penentu utamanya di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Meskipun standar pelayanan kefarmasian telah diatur melalui regulasi pemerintah, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan informasi obat hingga waktu tunggu pelayanan, sehingga evaluasi terhadap hubungan antara kualitas pelayanan kefarmasian dan kepuasan pasien menjadi penting, khususnya di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi yang belum pernah diteliti sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian, tingkat kepuasan pasien, serta hubungan keduanya berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, guna menjawab pertanyaan apakah kualitas pelayanan kefarmasian berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien di puskesmas tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan teknik accidental sampling terhadap 254 responden yang memenuhi kriteria inklusi, data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian dan tingkat kepuasan pasien secara umum berada pada kategori baik dan puas. Uji bivariat mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pelayanan kefarmasian secara keseluruhan dengan kepuasan pasien (p=0,004), serta pada seluruh dimensi SERVQUAL yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy (masing-masing p=0,000), yang memperkuat pemahaman bahwa kelima dimensi tersebut secara konsisten berkontribusi terhadap kepuasan pasien pada layanan kefarmasian di puskesmas. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan kefarmasian perlu dilakukan secara berkelanjutan pada seluruh dimensi tersebut untuk mempertahankan kepuasan pasien, dan penelitian selanjutnya disarankan menjangkau fasilitas kesehatan yang lebih beragam serta mempertimbangkan faktor lain yang turut memengaruhi kepuasan pasien
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kunjungan bayi dan balita ke Posyandu merupakan indikator penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, masih banyak balita yang tidak memperoleh layanan secara optimal akibat rendahnya tingkat kunjungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kunjungan bayi dan balita ke Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik cross sectional yang dilaksanakan di Posyandu RW 011. Sampel berjumlah 51 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel dependen adalah kunjungan ke Posyandu, sedangkan variabel independen meliputi pengetahuan ibu, ekonomi, pendidikan, dukungan keluarga, dan pelayanan kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Sebagian besar balita (54,9%) tidak melakukan kunjungan teratur ke Posyandu. Pengetahuan ibu berhubungan signifikan dengan kunjungan ke Posyandu (OR=6,70; 95% CI=1,32–34,91; p=0,022). Namun, faktor ekonomi (p=0,620), pendidikan ibu (p=0,683), dukungan keluarga (p=0,538), dan pelayanan kesehatan (p=0,481) tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan ibu merupakan faktor paling berpengaruh terhadap keteraturan kunjungan balita ke Posyandu
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Seiring dengan perkembangan industri farmasi yang pesat, mutu
layanan apotek menjadi faktor penting yang sangat menentukan kepuasan dan
loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kepuasan mutu
pelayanan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan di Apotek
Kimia Farma 340. Subyek dan Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah
konsumen yang datang ke Apotek Kimia Farma 340 untuk membeli obat dan
menebus resep umum. Sampel yang digunakan berjumlah 273 responden, yang
dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan karakteristik tertentu
yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, yang memungkinkan analisis
mendalam terhadap data yang diperoleh. Pada kuesioner yang digunakan dalam
penelitian ini, dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa
instrumen yang digunakan dapat menghasilkan data yang akurat dan konsisten.
Teknik analisis data yang diterapkan meliputi analisis univariat, yaitu Customer
Satisfaction Index (CSI) dan Net Promoter Score (NPS), serta analisis bivariat
menggunakan uji t dengan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Hasil: yang didapat
pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada analisis Customer Satisfaction Index
(CSI), sebagian besar responden sangat puas dengan berbagai aspek pelayanan di
Apotek Kimia Farma 0340 Cikarang Utara. Parameter "Tangible" mencatat tingkat
kepuasan tertinggi dengan persentase 83,53%, diikuti oleh "Assurance" sebesar
82,44%, "Empathy" 82,20%, "Reliability" 82,20%, dan "Responsiveness" 79,82%.
Sementara itu, analisis Net Promoter Score (NPS) menunjukkan bahwa rata-rata
NPS dari seluruh parameter adalah 5,64, yang termasuk dalam kategori loyal.
Kesimpulan: Uji hipotesis menunjukkan bahwa kepuasan mutu pelayanan
memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien di Apotek Kimia Farma
0340 Cikarang Utara.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Rumah sakit hendaknya harus dilengkapi dengan alat untuk mengelola kualitas
mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien sehingga pelayanan kesehatan di mana diberi atas
tenaga kesehatan bisa terpadu dan mengurangi resiko dalam proses layanan klinis. Salah satu alat
untuk mengelola kualitas layanan adalah clinical pathway. clinical pathway ataupun juga alur
klinis yaitu proses multidisiplin yang dirancang untuk menyediakan perawatan kepada penderita
dengan tepat waktu melalui sebuah pendekatan kolaboratif dan juga interdisipliner. Tujuan: Dalam
dilaksanakannya penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengkaji implementasi yang dimiliki
clinical pathway tuberkulosis paru pasien rawat inap pada RSUD Kabupaten Bekasi. Metode:
Adanya sebuah penelitian ini yaitu berupa penelitian kuantitatif melalui penarikan data dengan
retrospektif menggunakan sebuah data yang berupa rekam medis menderita dari tuberkulosis paru
rawat inap di RSUD Kabupaten Bekasi selama periode Januari-Desember 2023. Populasi penelitian
adalah 88 responden, dengan sampel sebanyak 72 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan batas kesalahan 0,5%. Instrumen pengumpulan data menggunakan formulir clinical pathway yang berpedoman pada KARS 2012. Hasil: Didapatkan jika penderita TB paru
mayoritasnya dialami oleh laki-laki (63,9%), dengan mayoritas usia >50 tahun (41,7%), pendidikan
SMA (59,7%), dan pekerjaan wiraswasta (56,9%). Tatalaksana pengobatan pada tahap intensif dilakukan pada 91,7% pasien, dan tahap lanjut pada 8,3% pasien, dengan tingkat kesesuaian pengobatan mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitian, outcome klinis kategori sembuh tercatat sebanyak 36,1%, sedangkan pasien yang melanjutkan pengobatan jalan sebanyak 63,9%. Kesimpulan: Implementasi clinical pathway tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Bekasi belum terimplemplementasi dengan baik dikarenakan ada beberapa aktivitas yang belum terlaksanakan. Penerapan clinical pathway sangat penting dalam meningkatkan outcome klinis pasiennya. Disebabkan but, bisa direkomendasikan kepada sebuah instansi yang melayani
kesehatan terutama pada manajemen rumah sakit untuk menerapkan clinical pathway dalam
meningkatkan outcome klinis pasien
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kepuasan pasien tergantung pada evaluasi pelanggan terhadap aspek layanan kesehatan. Kualitas layanan bergantung pada pemahaman pasien, bukan hanya penyediaan layanan, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan dari fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kepuasan pasien BPJS Kesehatan dengan kualitas pelayanan kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang. Subyek dan Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini melibatkan pasien BPJS Kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang, Untuk mengumpulkan sampel dari 96 responden tersebut peneliti menggunakan rumus Lemeshow. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel. Kepuasan pasien adalah variabel dependen dari penelitian, dan variabel independennya dimensi (tangibles, reliability, response, assurance, emphaty). Data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil: Variabel yang dievaluasi meliputi kegemaran pasien, bukti nyata, keberlanjutan, kereaktifan, kepastian, dan simpati, dengan signifikansi p < 0,05. Penelitian ini menyatakan bahwa mayoritas pasien memandang layanan RS. Cikarang Medika tidak bagus. Dari 96 responden, 32 (33,0%) mengungkapkan ketidakpuasan terhadap layanan yang diberikan, sementara 64 (66,7%) merasa puas dengan layanan tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap BPJS Kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang sangat terkait dengan kualitas dan kualitas. Pasien dapat memilih untuk datang kembali dan memberikan informasi tentang layanan kesehatan dan pengobatan kepada orang lain.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : : Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek
berperan penting dalam peningkatan loyalitas pasien, semakin tinggi tingkat
kepuasan pasien maka pasien tersebut akan semakin loyal. Kepuasan pasien dapat
tercapai apabila pelayanan yang diberikan tidak membeda-bedakan antara pasien
umum maupun pasien asuransi sehingga mereka tertarik melakulan pembelian ulang
serta memperkenalkan produk dan jasa kepada orang lain. Penelitian ini dilakukan
bertujuan untuk menganalisis kepuasan atas mutu layanan farmasi dalan peningkatan loyalitas pasien umum dan asuransi di Apotek Cipto Cikarang Utara.
Subyek dan Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan
deskriptif (non-eksperimental) dengan pendekatan kuantitatif. Metode survey
menggunakan kuesioner untuk mendapatkan seberapa besar peran kepuasan pasien
dalam peningkatan loyalitas terhadap layanan kefarmasian. Populasi yang
digunakan sebanyak 716 pasien dan jumlah sampel 257 pasien dengan
menggunakan teknik purposive sampling dalam proses pengambilan sampel.
Analisis data yang digunakan yaitu Customer Satisfaction Index (CSI) untuk
mencari kepuasan pasien, Net Promoting Score (NPS) untuk menentukan loyalitas
pasien, dan uji Chi square untuk mencari hubungan antara kepuasan terhadap
loyalitas pasien dengan nilai sig 0,05. Hasil: Hasil yang didapatkan pada pengujian
kepuasan pasien menggunakan CSI diperoleh nilai tertinggi pada pasien asuransi
terdapat pada parameter assurance (jaminan) 86,21% (sangat puas) dan pada pasien
umum 86,15% (sangat puas). Hasil yang didapat pada pengujian loyalitas pasien
dengan menggunakan NPS pada pasien umum 25,14% (loyal) dan pasien asuransi
20,75% (loyal). Hasil yang didapat berdasarkan uji Chi square pada pasien umum
didapatkan nilai p value 0,024 dan pada pasien asuransi didapatkan nilai p value
0,053. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan
pada pasien umum terdapat hubungan antara kepuasan mutu layanan farmasi
terhadap loyalitas pasien, sedangkan pada pasien asuransi tidak ada hubungan antara
kepuasan mutu layanan farmasi terhadap loyalitas pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Rumah makan saat ini tidak hanya berhadapan dengan persaingan tetapi berhadapan
juga dengan konsumen yang keinginan dan kebutuhannya terpenuhi. Dalam usaha
rumah makan kebersihan serta kualitas pelayanan termasuk faktor yang berpengaruh
terhadap kepuasan konsumen. Penelitian ini dilakukan di Rumah Makan Lestari
H.Shomad. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berkunjung
ke Rumah Makan Lestari H. Shomad. Instrumen penelitian ini dilakukan dengan
sampel 100 responden yang diberikan kuesioner berisi 15 pertanyaan dari indikator
kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen, sedangkan Hygiene Sanitasi dilakukan
dengan wawancara menggunakan lembar observasi. Penelitian ini merupakan
penelitian analitik dengan desain cross sectional dan cara pengambilan sampel
dengan metode sampling incidental/ Accidental sampling. Berdasarkan hasil
observasi hygiene sanitasi didapatkan jumlah skor 733 yang berarti mutu C (Cukup).
Sedangkan dari hasil dan pembahasan terkait kualitas pelayanan dan kepuasan
konsumen maka dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan terhadap
Rumah Makan H. Shomad dengan 100 responden adanya hubungan antara kualitas
pelayanan dan kepuasan konsumen dengan hasil p-value uji chi square 0.000.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Tingginya kasus tuberkulosis paru berdampak pada morbiditas dan
mortalitas pasien, dalam penatalaksanaan tuberkulosis paru di fasilitas kesehatan sudah
diimplementasikan berdasarkan pedoman nasional dengan tujuan kesesuaian pengobatan.
Oleh karena itu, diperlukan pedoman klinis terkait tuberkulosis paru melalui clinical
pathway untuk meningkatkan layanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui
keefektivitasan implementasi clinical pathway dan outcome klinis pasien tuberkulosis paru
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan metode
pengambilan data secara retrospektif, diambil dari data rekam medis pasien sebanyak 34
data pasien rawat inap di RS Kartika Husada Setu periode Januari-Desember tahun 2023
data dikumpul menggunakan form clinical pathway. Hasil: Terdapat 34 pasien dengan jenis
kelamin laki-laki 18 pasien (52,9%), berusia >55 tahun 12 pasien (35,3%) yang pendidikan
terakhir SD dan SMA 12 pasien (35,3%) dan memiliki pekerjaan sebanyak 17 pasien (50%)
serta pasien dengan penyakit penyerta diabetes melitus (DM) sebanyak 7 pasien (20,6%).
Implementasi clinical pathway di RS Kartika Husada Setu, dari 38 indikator ada sebanyak
22 indikator (57,9%) sudah efektif dan 16 indikator (42,1%) lainnya belum efektif. Outcome
klinis pasien tuberkulosis paru menunjukkan dari 34 pasien (100%) dinyatakan belum
sembuh dengan kategori dipindah ke Fasyankes 1 sebanyak 23 pasien dan lanjut terapi
sebanyak 11 pasien. Terdapat hubungan implementasi clinical pathway terhadap
keefektivitasan clinical pathway dan outcome klinis pasien dengan uji Chi-Square
menunjukkan nilai p value sebesar 0,002 <0,05 dan 0,000 <0,05. Kesimpulan: Penelitian
ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara implementasi clinical
pathway dengan efektivitas clinical pathway dan outcome klinis pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat. Upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan di Puskesmas salah satunya adalah pelayanan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dengan menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan lima parameter untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental secara prospektif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan instrument kuesioner. Cara pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 95 sampel. Hasil penelitian di Puskesmas Cilamaya Kabupaten Karawang dengan total 95 responden disimpulkan bahwa responden terbanyak yaitu perempuan umur 21-30 tahun, pendidikan SD, dan pekerjaan ibu rumah tangga. Hasil Customer Satisfaction Index (CSI) tertinggi adalah parameter bukti langsung (tangible) sebesar 89,34% dan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) terendah adalah parameter jaminan (assurance) sebesar 79,65%. Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien yaitu umur, pendidikan, dan pekerjaan dengan tingkat kepuasan dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cilamaya.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien setelah membandingkan kinerja yang didapat dengan harapan pasien, salah satu faktornya yaitu karakteristik pasien. Setiap pasien memiliki karakteristik yang berbeda-beda, hal itu akan berakibat pada penilaian atau tingkat kepuasan yang berbeda pula pada pelayanan kesehatan yang diberikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Mekarmukti periode April – Mei 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 96 responden yang diperoleh berdasarkan rumus slovin. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian diolah menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji chi square analisis hubungan pada karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan dengan tingkat kepuasan mendapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan, karena p value > 0,1. Sedangkan pada karakteristik berdasarkan pendidikan terakhir memiliki hubungan yang signifikan, yaitu nilai p value 0,078 < 0,1. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Mekarmukti secara keseluruhan didapatkan hasil bahwa pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Puskesmas merupakan suatu unit pelaksana teknis dinas kesehatan di kabupaten atau di kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan yang bertanggung jawab langsung kepada pasien yang berhubungan dengan sediaan farmasi.
Tujuan : Tujuan Penelitian ini Untuk Mengetahui Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sukaraya.
Metode : Metode pada penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif. purposive sampling.
Hasil : Hasil pada penelitian ini di dapatkan nilai customer satification index (CSI) tertinggi pada parameter Kehandalan (Reliability) sebesar 82,5% dengan tingkat kepuasan yaitu sangat puas, dan parameter terendah berada pada parameter dimensi Daya Tanggap (Responsiveness) mendapatkan nilai Customer satification index (CSI) sebesar 78,8% dengan tingkat kepuasan yaitu puas.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signitifikan antara karakteristik pendidikan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sukaraya dikarenakan nilai p value >0,1. Tidak terdapat hubungan Signitifikan antara karakteristik umur, jenis kelamin, pekerjaan, pengeluaran, tujuan pengobatan, frekuensi kunjungan terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Sukaraya dikarenakan nilai p value < 0,1.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Pelayanan informasi obat merupakan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Kejelasan mengenai informasi obat yang harus digunakan pasien akan sangat mempengaruhi ketaatan pasien dalam keberhasilan suatu pengobatan.
Tujuan : Mengevaluasi pelayanan informasi yang diberikan Apoteker pada pasien di instalasi farmasi UPTD Puskesmas Ciasem Kabupaten Subang dengan standar pelayanan kefarmasian berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2016.
Metode : Observasi secara langsung dengan menggunakan lembar checklist
Hasil : Persentase pelayanan informasi obat berdasarkan : nama obat 100%, sediaan obat 93,61%, dosis obat 100%, cara pakai obat 100%, dan efek samping obat 91,48%. Sedangkan pelayanan informasi obat dengan kategori cukup baik adalah penyimpanan obat 46,80%. Pelayanan informasi obat yang masih terjadi kesenjangan negatif yaitu pada parameter sediaan obat sebesar 6%, penyimpanan obat sebesar 53%, dan efek samping obat sebesar 8%.
Kesimpulan : Pelayanan informasi obat yang diberikan oleh Apoteker kepada pasien sudah terlaksana sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas yaitu dengan skor total keseluruh parameter pelayanan informasi obat yang diberikan yaitu 49,6% dengan kategori cukup baik
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan dan presepsi pasien terhadap pelayanan gizi rumah sakit memiliki pengaruh yang penting. Kekurangan gizi bisa menyebabkan fungsi organ terganggu dan akan menjadi lebih buruk. Hal ini dapat membahayakan kondisi pasien dan memperburuk keadaan pasien. Makanan yang bermutu ini dapat mendorong pasien untuk menghabiskan makanan yang diberikan dan mempercepat proses pemulihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelayanan makanan dengan tingkat kepuasan pada pasien rawat inap Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang.
Penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat inap di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan wawancara dan kuesioner, lalu dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Rank Spearman.
Hasil penelitian didapat tidak ada hubungan antara penampilan makanan p value >0.05 dan rasa makanan p value >0.05 dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit, dan ada hubungan antara pelayanan makanan p value <0.05 dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit.
Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada hubungan antara penampilan dan rasa makanan dengan tingkat kepuasan pada pasien rawat inap di rumah sakit dan terdapat hubungan antara pelayanan makanan dengan tingkat kepuasan pada pasien rawat inap di rumah sakit.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan momen dimana kenyataan melebihi harapan pasien. Adanya peningkatan kunjungan berdampak kepada waktu tunggu pasien, hal tersebut dapat menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan bagi pasien. Tujuan penelitan ini mengetahui kepuasan pasien BPJS Kesehatan berdasarkan mutu pelayanan dan citra. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik (non eksperimental) dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien BPJS Kesehatan di instalasi rawat jalan RS. Cikarang Medika dengan jumlah yang tidak diketahui, dan diperoleh sampel 68 responden berdasarkan rumus lemeshow. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mutu pelayanan kesehatan dan citra berhubungan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value < a 0,1. Hasil menunjukkan dari 68 responden (100%), 51 responden menyatakan sudah puas (75,0%), sedangkan 17 responden menyatakan masih tidak puas (25,0%) atas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh RS. Cikarang Medika.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyebuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan. Jika dilihat dari jumlah kunjungan ke Puskesmas Cikarang, diketahui jumlah yang memanfaatkan pelayanan masih mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta JKN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu peserta JKN dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui dalam tiga bulan terakhir hampir seluruh responden yang berkunjung memiliki tingkat pemanfaatan tinggi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, tipe kepesertaan JKN, pengetahuan, persepsi mengenai JKN, akses layanan, fasilitas kesehatan dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.