Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Asuhan Keperawtaan Gerontik Pola Nafas Tidak Efektif Pada Tn. A Dengan Diagnosa Tuberkulosis Paru di Desa Karang Asih Cikarang Utara Tahun 2022
Tuberkulosis paru (TB paru) pada lansia menimbulkan masalah yang mengkhawatirkan seperti frekuensi, batuk terus menerus, sesak napas, nyeri dada, nafsu makan berkurang, berat badan yang menurun, kebiasaan berkeringat dimalam hari dan demam tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana gambaran Asuhan Keperawatan Gerontik diagnosa Tuberkulosis Paru dengan subjek penelitian Tn.A dengan masalah keperawatan Pola nafas tidak efektif. Metode dalam Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Karang Asih Cikarang Utara pada tanggal 24 Mei 2022. Hasil penelitian ini didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Tn.A dengan diagnosa Tuberkulosis paru selama 3x24 jam dengan kriteria hasil pola nafas tidak efektif dapat teratasi, yaitu frekuensi nafas kembali normal RR 20x/menit, TTV dalam batas normal. Intervensi dilakukan dengan teknik distraksi dan relaksasi tarik nafas dalam dan anjuran tidur dengan posisi semi fowler untuk mengatasi masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Dapat disimpulkan bahwa intervensi, dapat mengatasi masalah ketidakefektifan pola nafas pada lansia dengan Tb Paru, yaitu dengan teknik distraksi, relaksasi tarik nafas dalam dan anjuran tidur posisi semifowler. Berpengaruh terhadap ketidakefektifan pola nafas pada lansia, sehingga intervensi ini dapat dijadikan salah satu tindakan keperawatan dengan masalah yang sama.
Asuhan Keperawatan Sirkulasi : Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Pada Ny. M Dengan Stroke Non Hemoragik (SNH) di Ruang Tulip 09 RSUD Kab. Bekasi Tahun 2021
Stroke Non Hemoragik adalah suatu penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya kelumpuhan, salah satu penyebabnya adalah gangguan perfusi jaringan serebral. Tujuan penelitian untuk menggali Asuhan Keperawatan Sirkulasi : Resiko Perfusi Serebral tidak Efektif pada Ny. M dengan Stroke Non Hemoragik. Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode studi kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami Stroke. Dari kasus Ditemukan data keluhan klien merasa kebas dan kram pada kedua kaki dan tangannya, LDL : 180 mg/dl dengan diagnosa Resiko perfusi serebral tidak efektif. Implementasi yang dilakukan posisi semi fowler, posisi fowler, memposisikan kepala pasien pada posisi 30. Dilakukannya evaluasi akhir selama 3 hari, Pasien masih merasa kebas, kram serta gemetar pada anggota geraknya. Kesimpulan : asuhan keperawatan yang dilakukan kepada pasien dapat teratasi sebagian dengan implementasi yang telah diberikan sesuai dengan intervensi. Saran : diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek sirkulasi dalam menangani pasien dengan resiko perfusi serebral tidak efektif terhadap pasien stroke.