Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: BBL
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET XYLITOL TERHADAP PENURUNAN RASA HAUS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MELAKUKAN CUCI DARAH DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Chronic kidney failure is a kidney function disorder characterized by increased levels of toxic (urea creatinine) in the blood as a result of the inability of the kidneys to filter the body's metabolic products which are irreversible. The aim of this study was to determine the influence of chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis, This research is a type of quantitative research with a quasi-experimental design using a one group pretest posttest design without control group to 31 samples from 212 patients populations undergoing hemodialysis in sentra medika cibinong hospital in 2023 using the technique purposive sampling. Based on the normality test kolmogrov smirnov show the data is normally distributed (p 0.05), and the parametric paired t-test gets a p value of 0.000 (0.05) meaning there is the influence of chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. The conclusion is thirst level before chewing xylitolgum is moderate thirst, thirst level after chewing xylitol gum is mild thirst, and there is a influence chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. Suggestions for research this is expected Suggestions in this study are that Sentra Medika Cibinong Hospital can hold lay seminars on the benefits of xylitolgum to overcome thirst in patients undergoing hemodialysis with the hope of increasing discipline in limiting fluid intake and morbidity and mortality can be avoided due to excess fluid volume. Keywords : Coronary Kidney Desease, xylitolBubble Gum, Thirsty.

23 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Perawatan Metode Kanguru Dengan Kain Stretchy Wrap yang Dilakukan Orang Tua Terhadap Kenaikan Berat Badan Pada Bayi BBLR di RS Sentra Medika Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

BBLR merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari normal (<2.500 gram) dan memiliki risiko morbiditas serta mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi dengan berat badan normal, oleh karena itu diperlukan berbagai macam cara dalam perawatan bayi BBLR salah satunya yaitu dengan perawatan metode kanguru. PMK adalah metode yang melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu dan meletakkan bayi di daerah tersebut. Perawatan Metode Kanguru (PMK) mempunyai manfaat untuk meningkatkan tanda-tanda vital dan berat badan bayi lahir rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas perawatan metode kanguru dengan kain elastis yang dilakukan orang tua terhadap kenaikan berat badan pada bayi BBLR di RS Sentra Medika Cikarang. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen one group pretest posttest design dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 20 responden, dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil didapatkan rata-rata berat badan sebelum perawatan metode kanguru adalah 2275 gram dan setelah dilakukan perawatan metode kanguru rata rata berat badan bayi meningkat menjadi 2329 gram, dengan rata rata peningkatan sebesar 10,50 gram selama 4 hari dengan durasi 1 jam dimana nilai p value 0.000 ( <0,05) sehingga dikatakan bahwa perawatan metode kanguru dengan kain stertchy wrap yang dilakukan orang tua terhadap kenaikan berat pada pada bayi BBLR di RS. Sentra Medika Cikarang efektif. Sehingga diharapkan PMK dengan kain stetchy wrap dapat menjadi alternatif untuk menambah berat badan bayi baru lahir dengan BBLR

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS PERAWATAN METODE KANGURU DENGAN KAIN STRETCHY WRAP YANG DILAKUKAN ORANG TUA TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN PADA BAYI BBLR DI RS. SENTRA MEDIKA CIKARANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BBLR merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari normal (2.500 gram) dan memiliki risiko morbiditas serta mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi dengan berat badan normal, oleh karena itu diperlukan berbagai macam cara dalam perawatan bayi BBLR salah satunya yaitu dengan perawatan metode kanguru. PMK adalah metode yang melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu dan meletakkan bayi di daerah tersebut. Perawatan Metode Kanguru (PMK) mempunyai manfaat untuk meningkatkan tanda-tanda vital dan berat badan bayi lahir rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas perawatan metode kanguru dengan kain elastis yang dilakukan orang tua terhadap kenaikan berat badan pada bayi BBLR di RS Sentra Medika Cikarang. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen one group pretest posttest design dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 20 responden, dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil didapatkan rata-rata berat badan sebelum perawatan metode kanguru adalah 2275 gram dan setelah dilakukan perawatan metode kanguru rata rata berat badan bayi meningkat menjadi 2329 gram, dengan rata rata peningkatan sebesar 10,50 gram selama 4 hari dengan durasi 1 jam dimana nilai p value 0.000 ( 0,05) sehingga dikatakan bahwa perawatan metode kanguru dengan kain stertchy wrap yang dilakukan orang tua terhadap kenaikan berat pada pada bayi BBLR di RS. Sentra Medika Cikarang efektif. Sehingga diharapkan PMK dengan kain stetchy wrap dapat menjadi alternatif untuk menambah berat badan bayi baru lahir dengan BBLR.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian BBLR di RSIA dr. Djoko Pramono Kabupaten Karawang Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Upaya pencegahan serta pengendalian BBLR bilsal dilakukan dengan beberapa upaya yaitu memberikan pendidikan kesehatan yang cukup mengenai BBLR kepada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui falktor-falktor yalng Berhubungaln dengaln kejaldilaln Beralt Baldaln Lalhilr Rendalh (BBLR). Penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu bersalin di RSIA dr. djoko pramono pada bulan Januari - Juni tahun 2024 dengan total sampel, sebanyak 100 orang. Instrument pengumpulan data dengan lembar ceklist yang berisi informasi yang mendukung falktor-falktor yalng berhubungan dengan kejadian BBLR di rsia dr. Djoko promono, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur (P = 0,000), usia kehamilan (P = 0,000), paritas (P =,000), anemia (P = 0,000), dan pendidikan (P = 0,000) memiliki hubungan bermakna, dengan kejaldilaln Beralt Baldaln Lalhilr Rendalh (BBLR). Terdapat hubungan bermakna antara umur, usia kehamilan, paritas, anemia dan pendidikan dengan kejaldilaln Beralt Baldaln Lalhilr Rendalh (BBLR). Adapun variabel yang paling besar hubungannya yaitu usia kehamilan dengan nilai Odds Ratio (OR) 27.563. Disarankan ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya dan memperhatikan gizi selama kehamilan untuk mengurangi resiko terjadinya BBLR.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Pengaruh Pemberian Wobble Board Exercise Dengan Towel Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Ankle Pada Siswa Sekolah Sepak Bola

2024•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik, tetapi juga memberikan perubahan perilaku dan tingkah laku individu dalam proses pendewasaan. Sepak bola, sebagai olahraga yang disukai secara luas, dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia dan dimainkan di berbagai tempat. Sekolah Sepak Bola (SSB) memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi bakat siswa serta membentuk sikap, kepribadian, dan perilaku yang baik. Ankle, sebagai struktur sendi kompleks, membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga stabilitas tubuh, terutama dalam konteks olahraga sepak bola. Fisioterapi memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pemain sepak bola melalui berbagai intervensi, termasuk terapi latihan seperti wobble board exercise dan towel exercise, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada sendi ankle. Metode: Penelitian ini menggunakan two groups pre – test and post – test design dengan melibatkan subjek sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 dengan tiap kelompok berjumlah 15 orang. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan awal dan akhir perlakuan. Alat ukur pada penelitian ini adalah foot and ankle ability measure (FAAM). Hasil: Berdasarkan pengujian statistik setelah dilakukan Wobble Board Exercise dan Towel Exercise selama 4 minggu didapatkan hasil signifikan dengan nilai p adalah 0,00 dimana p < 0,05 yang berarti adanya perbedaan pengaruh yang di signifikan. Selain itu jika dibandingkan antara nilai foot and ankle ability measure (FAAM) akhir pada kedua kelompok didapatkan hasil yang lebih baik pada Kelompok I dibandingkan kelompok II. Simpulan: Pemberian Wobble Board Exercise dan Towel Exercise menunjukkan perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada siswa sekolah sepak bola di Bogor Soccer School.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Pengaruh Pemberian Wobble Board Exercise dengan Towel Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Ankle Pada Siswa Sekolah Sepak Bola

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan: Olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik, tetapi juga memberikan perubahan perilaku dan tingkah laku individu dalam proses pendewasaan. Sepak bola, sebagai olahraga yang disukai secara luas, dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia dan dimainkan di berbagai tempat. Sekolah Sepak Bola (SSB) memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi bakat siswa serta membentuk sikap, kepribadian, dan perilaku yang baik. Ankle, sebagai struktur sendi kompleks, membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga stabilitas tubuh, terutama dalam konteks olahraga sepak bola. Fisioterapi memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pemain sepak bola melalui berbagai intervensi, termasuk terapi latihan seperti wobble board exercise dan towel exercise, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada sendi ankle. Metode: Penelitian ini menggunakan two groups pre – test and post – test design dengan melibatkan subjek sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 dengan tiap kelompok berjumlah 15 orang. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan awal dan akhir perlakuan. Alat ukur pada penelitian ini adalah foot and ankle ability measure (FAAM). Hasil: Berdasarkan pengujian statistik setelah dilakukan Wobble Board Exercise dan Towel Exercise selama 4 minggu didapatkan hasil signifikan dengan nilai p adalah 0,00 dimana p 0,05 yang berarti adanya perbedaan pengaruh yang di signifikan. Selain itu jika dibandingkan antara nilai foot and ankle ability measure (FAAM) akhir pada kedua kelompok didapatkan hasil yang lebih baik pada Kelompok I dibandingkan kelompok II. Simpulan: Pemberian Wobble Board Exercise dan Towel Exercise menunjukkan perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada siswa sekolah sepak bola di Bogor Soccer School.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Nifas 1-7 Hari Tentang Tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir di TPMB Ernih Desa Sukamaju Kec. Tambelang Kab. Bekasi Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah serius di Indonesia. AKB di Indonesia pada tahun 2022 sebanyak 18,6% /1.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian pada bayi diantaranya yaitu BBLR (29,21%), Asfiksia (27,44%), dan Infeksi sebanyak (5,4%). Kematian bayi baru lahir dapat dicegah dengan deteksi dini pada bayi yang beresiko. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan pendidikan, umur, sumber informasi, pekerjaan dan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya pada bayi baru lahir. Metode penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu nifas 1-7 hari yang datang ke TPMB Ernih Tahun 2023. Sampel total sampling sebanyak 80 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian pendidikan Pvalue =0,000, usia Pvalue= 0,000, pekerjaan Pvalue =0,043, sumber informasi nilai P= 0,602 Saran: Tenaga Kesehatan hendaknya memberikan informasi dan edukasi pada ibu nifas tentang tanda bahaya pada bayi baru lahir, untuk mencegah terjadinya kematian dan kesakitan pada bayi baru lahir.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-fator yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Tanda-tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir di PMB Bidan Rohaya Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Data WHO menunjukan bahwa angka yang sangat memperihatinkan terhadap kematian bayi yang dikenal dengan fenomena 2/3. Berdasarkan data yang dilaporkan kepada direktorat kesehatan keluarga tahun 2019 dari 29.322 kematian balita 69% (20.244 kematian) diantaranya terjadi pada masa neonatus. Pengetahuan ibu tentang tanda bahaya bayi baru lahir merupakan salah satu faktor penting agar dapat mengantisipasi masalah tersebut lebih awal. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 70 orang responden ibu nifas yang berada di PMB Rohaya tahun 2023. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pengetahuan dengan usia dengan nilai P-Value 0,005, pendidikan = 0,036, paritas = 0,009, sumber informasi = 0,001 dan dukungan tenaga kesehatan = 0,015 dengan semua nilai P-Value yang didapatkan P<a 0,05. Kesimpulan hasil dari 5 variabel yang diteliti mempunyai hubungan dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam masa nifas pada tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir agar dapat mencegah hal-hal patologis yang dapat terjadi.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Ringan Pada Bayi Baru Lahir di TPMB Rosliana Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Asfiksia neonatorum merupakan salah satu sindrom distres pernapasan dimana terjadi kegagalan napas pada bayi baru lahir (Dorland, 2015). Asfiksia terjadi karena kurangnya aliran darah ataupun pertukaran gas dari atau ke janin pada bayi baru lahir. Jika keadaan ini tidak ditangani secara cepat dan tepat maka dapat menyebakan kerusakan organ vital (otot, hati, jantung, dan paling parah otak) (Gillam-Krakauer & Gowen, 2020). Jenis penelitian ini adalah penelitian sampling dengan metode Cross Sectional yang didukung oleh data sekunder berupa data yang diperoleh dari data rekam medis di lokasi penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah 150 bayi baru lahir dengan pengambilan sampel secara total sampling sebanyak 150 responden. Instrument yang digunakan berupa data rekam medik yang di Analisa univariat dan bivariat. Hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Berat badan lahir (0,000), Paritas (0,000), Ketuban Pecah Dini (0,000), Usia Kehamilan (0,000), Usia ibu (0,000). Dengan hasil penelitian mengatakan semua variabel saling berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di TPMB Rosliana. Kesimpulan dari penelitian ini, dari variabel yang paling berpengaruh adalah berat badan lahir dan ketuban pecah dini. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan terjadi penurunan terhadap angka kematian neonates (AKN), khususnya di TPMB Rosliana Am.Keb

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Anemia Pada Ibu Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Ruang Perinatologi Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi

2022•Koleksi Perpustakaan

Anemia pada ibu bisa mengakibatkan janinnya berat badan lahir rendah, Indikator dalam kesejahteraan janin salah satunya yaitu : pertumbuhan janin dalam kandungan, kesejahteraan janin yang optimal menandakan pertumbuhan janin yang sesuai dengan usia kehamilan. Berat Badan Lahir Rendah adalah bayi baru lahir yang berat badannya kurang dari 2500 gram tanpa pandang gestasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu dengan kejadian BBLR di ruang perinatologi RS X Kabupaten Bekasi..Penelitian ini menggunakan jenis analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari medical record dengan seluruh bayi yang BBLR dari januari-desember 2020 dengan teknik pengambilan total sampling dengan jumlah sampel 41. Pengumpulan data dengan lembar checkilst BBLR. Analisa datanya yaitu univariat dan bivariat. Uji chie square didapatkan hasil p value=0,0005,hasil OR 0,67. Hasil penelitian memiliki hubungan anemia pada ibu dengan kejadian BBLR di ruang perinatologi RS X Kabupaten Bekasi.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli- Desember Tahun 2016

2020•Koleksi Perpustakaan

Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dua parameter yang lazim digunakan untuk mengukur status kesehatan masyarakat suatu negara secara umum karena menggambarkan banyak hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian berat bayi lahir rendah dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017 yaitu 643 persalinan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 198 bayi yang mengalami BBLR dan 445 bayi yang tidak mengalami BBLR sebagai pembanding. Rancangan analisa data adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara faktor usia ibu P value 0,001 dan OR 1,837, Paritas P value 0,000 dan OR 2,680, Jarak Kehamilan P value 0,013 dan OR 1,800, Anemia P value 0,001 dan OR 1,966 dan Pendidikan P value 0,000 dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa tidak ada kesenjangan antara teori dan penelitian yang ada dilapangan antara kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Saran bagi tenaga kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam mengatasi kejadian BBLR dengan metode pencegahan, pengobatan yang cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat menurunkan angka kejadian yang sudah ada, disarankan untuk tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang dilakukan setiap 1 bulan sekali di posyandu maupun di puskesmas.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor Risiko Terjadinya Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Desa Karang Satu Kecamatan Karang Bahagia Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Stunting adalah tinggi Badan dibawah persentil-ketiga, yang sesuai dengan nilai 1,9 atau dibulatkan menjadi 2 Standar Deviasi. Stunting dapat dilihat dari tinggi badan menurut umur serta dapat menyebabkan gangguan Intelligence Quotient, perkembangan psikomotor, kemampuan motorik, dan integrasi neurosensori. Desain dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu di Desa Karang Satu yang memiliki balita usia 24-59 bulan sebanyak 36 responden. Jumlah sampel sebanyak 36 responden dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling, menggunakan data primer, data diolah dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan variabel pendidikan (P.value=0,041), pendapatan (P.value=0,018), asupan makanan (P.value=0,007), riwayat BBLR (P.value=0,018), riwayat penyakit (P.value=0,037), riayat ASI Eksklusif (P.value=0,000), yang kurang dari nilai alpha (0,05). Kesimpulannya ada hubungan antara pendidikan, pendapatan, asupan makanan, riwayat BBLR, riwayat penyakit, riwayat ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Karang Satu tahun 2019. Saran diharapkan ibu menambah wawasan maupun pengetahuan tentang kebutuhan anak dalam proses tumbuh kembang, serta dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat anak sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian BBLR di RSUD Kabupaten Bekasi Periode Maret-April Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kejadian berat bayi lahir rendah di Indonesia tahun 2014 yaitu 14% atau 710.000 dari 5 juta bayi lahir per tahun. Sedangkan menurut Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2015 terdapat 7,5% atau 355.000 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (Depkes RI, 2015). Kejadian BBLR di RSUD Kab Bekasi periode Januari - November tahun 2018 sebesar 118 bayi dari 442 kelahiran hidup atau 26,6 % bayi yang BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Kab Bekasi periode Maret-April tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang baru lahir di RSUD Kab Bekasi pada periode Maret-April tahun 2019 yaitu sebanyak 157 bayi. Sample yang diteliti adalah seluruh bayi baru lahir yang mengalami BBLR di RSUD Kab Bekasi Periode Maret - April tahun 2019. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis dan data sekunder. Analisis data Univariat menggunakan presentase dan analisis data Bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian BBLR, nilai P=0,016, hasil OR 2,986. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR, nilai P=0,041. Ada hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR, nilai P=0,043. Ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR, nilai P=0,031, hasil OR 3,090. Kesimpulan dari hasil penelitian dari 4 variabel yamg diteliti memiliki hubungan antara umur, paritas, anemia dan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir di RSUD KaB Bekasi periode Maret - April tahun 2019.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Faktor Resiko Terjadinya Penyakit Ispa Pada Balita di RW01 Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2019•Koleksi Perpustakaan

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung hingga alveoli yang berlangsung selama kurang lebih 14 hari. Penyakit ini sering terjadi pada balita dan anak-anak. Prevalensi balita yang mengalami gejala ISPA dan berobat ke fasilitas kesehatan tahun 2017 meningkat menjadi 92% (SDKI, 2017). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor resiko terjadinya penyakit ISPA pada balita di RW 01 desa Sukamulya kecamatan Sukatani kabupaten Bekasi tahun 2019. Metode peneilitian yang digunakan deskriptif kuantitatif, populasi 47 responden, pengambilan sampel dengan total sampling, instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian : Gambaran terjadinya penyakit ISPA padabalita di RW 01 Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani tahun 2019 sebanyakan 29 balita (61.7%), tidak ISPA sebanyakan 18 balita (38.3%), balita usia 12-60 bulan sebanyakan 33 balita (70.2%), tidak BBLR sebanyakan 33 balita (70.2%), balita tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyakan 32 balita (68.1%), imunisasi tidak lengkap 27 balita (57.5%), lingkungan tidak sehat 31 balita. Kesimpulan : Dari 47 responden yang di teliti terdapat 29 balita (61.7%) menderita ISPA dan rata-rata bayi tinggal dilingkungan tidak sehat sebanyakan 31 balita (66.0%)

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Efektivitas Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru (PMK) Pada Ibu Dengan BBLR di RS Sentra Medika Cibinong

2019•Koleksi Perpustakaan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PERAWATAN METODE KANGURU (PMK) PADA IBU DENGAN BBLR DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2018 Purnama Wati Siregar STIKes Medika Cikarang ABSTRAK: Salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Bayi (AKB). Menurut Global Nutrition Targets (2014), secara keseluruhan diperkirakan bahwa 15-20% AKB dari semua kelahiran di seluruh dunia adalah dikarenakan bayi berat lahir rendah (BBLR) mewakili lebih dari 20 juta kelahiran per tahun. Kematian bayi baru lahir dapat dicegah dengan menggunakan perawatan yang tidak mahal yaitu Perawatan Metode Kanguru (PMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan efektifitas pelaksanaan PMK di RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat/bidan ruang Perina dan Kamar Bayi Sehat RSSM Cibinong yang diambil dengan tehnik Total Sampling berjumlah 34 orang. Data yang didapat menggunakan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di RS Sentra Medika Cibinong bahwa sebagian besar responden tidak efektif dalam pelaksanaan PMK 19 orang (55,9%) dari 34 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan pendidikan DIII Bidan yaitu 24 orang (70,6%) p value 0,010. Diketahui pula responden dengan masa kerja > 2 tahun yaitu 32 orang (94,1%) p value 0,492. Selanjutnya, didapat hasil sebagian besar responden yaitu 24 orang (70,6%) tidak pernah mengikuti pelatihan PMK p value 0,001. Selanjutnya sebagian responden yaitu 17 orang (50%) p value 0,037 kebijakan SPO tidak mendukung terhadap efektifitas pelaksanaan PMK. Kemudian sebagian besar responden yaitu 19 orang (55,9%) p value 0,005 sarana dan prasarana tidak mendukung dalam efektifitas pelaksanaan PMK. Dari hasil penelitian sebagian besar responden tidak efektif terhadap pelaksanaan PMK. Oleh sebab itu disarankan agar pihak manajemen meningkatkan kinerja program dalam upaya perbaikan pelayanan dengan mengikutsertakan tenaga pelaksana dalam pelatihan PMK, memfasilitasi kelengkapan sarana dan prasarana, serta melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap pelaksanaan PMK. Kata Kunci : BBLR, Perawatan Metode Kanguru (PMK), Pendidikan, Masa Kerja, Pelatihan, Kebijakan SPO, Sarana dan Prasarana, dan Efektifitas Pelaksanaan PMK

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail