BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kebakaran merupakan bencana alam berbahaya yang terjadi akibat reaksi antara bahan bakar dan oksigen di udara dan sumber panas. PT. X dalam proses produksinya menggunakan air, gas alam, udara, dan bahan-bahan yang dapat menimbulkan potensi bahaya kebakaran, peledakan, dan kebocoran gas. Selain itu juga menggunakan alat-alat dan mesin yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pelatihan dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran di PT. X. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dan pendekatan secara Cross-sectional. Sebagai subyek penelitian adalah karyawan PT. X Pabrik 1A bagian urea dan ammoniak yang berjumlah 40 orang. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi kumpulan pertanyaan dan pernyataan mengenai kesiapsiagaan pekerja, pengetahuan kesiapsiagaan serta pelatihan pekerja.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dan pelatihan pekerja terhadap kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran. Pengetahuan pekerja memiliki nilai P 0,032 (< 0,05), dan pelatihan P 0,012 (< 0,05).
Di PT. X Setiap 1 tahun sekali diadakan simulasi tanggap darurat dan 3 bulan sekali diadakan pelatihan kebakaran dan kebocoran bahan kimia guna untuk melatih kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran.
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan pelatihan pekerja terhadap kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna mengurangi angka kecelakaan kerja pada industry-industri kecil. Kecelakaan kerja sebesar 25 % dari berbagai sector industri berada di sector manufaktur. Angka ini relatif sangat besar mengingat banyaknya sector industri yang ada. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior adalah suatu perusahaan Funiture Interior yang berada di kota Jakarta. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior termasuk perusahaan dengan kelas menengah yang dilihat dari banyaknya karyawan, dll. Seperti yang telah dikatakan di awal, kecelakaan kerja di industri funiture relatif lebih tinggi. Di lain sisi, industry mebel adalah industri yang berhubungan erat dengan risiko bahaya yang dapat terjadi karena berhubungan dengan alat perkakas yang memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itulah, Pengenalan K3 pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dilakukan. Materi yang disampaikan berupa pengenalan K3 terhadap karyawan – karyawan PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan materi K3 ini diharapkan nantinya ditindaklanjuti oleh pihak manajemen PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dengan memberikan pelatihan – pelatihan yang sesuai dengan bahan baku, mesin – mesin, tata ruang pabrik, dan tindakan darurat pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior karena K3 pada suatu hal dengan suatu hal lainnya berbeda penanganannya, sehingga hal ini diserahkan kelanjutannya pada pihak manajemen (pimpinan) PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan K3 hanya ditujukan sebagai pengingat akan pentingnya K3 di industri funiture di PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior, implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah berjalan cukup baik karena di Industri ini penyelenggara pekerjaan telah menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja dan sosialisasi K3 juga sudah dilakukan oleh pihak manajemen.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna mengurangi angka kecelakaan kerja pada industry-industri kecil. Kecelakaan kerja sebesar 25 % dari berbagai sector industri berada di sector manufaktur. Angka ini relatif sangat besar mengingat banyaknya sector industri yang ada. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior adalah suatu perusahaan Funiture Interior yang berada di kota Jakarta. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior termasuk perusahaan dengan kelas menengah yang dilihat dari banyaknya karyawan, dll. Seperti yang telah dikatakan di awal, kecelakaan kerja di industri funiture relatif lebih tinggi. Di lain sisi, industry mebel adalah industri yang berhubungan erat dengan risiko bahaya yang dapat terjadi karena berhubungan dengan alat perkakas yang memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itulah, Pengenalan K3 pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dilakukan. Materi yang disampaikan berupa pengenalan K3 terhadap karyawan – karyawan PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan materi K3 ini diharapkan nantinya ditindaklanjuti oleh pihak manajemen PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dengan memberikan pelatihan – pelatihan yang sesuai dengan bahan baku, mesin – mesin, tata ruang pabrik, dan tindakan darurat pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior karena K3 pada suatu hal dengan suatu hal lainnya berbeda penanganannya, sehingga hal ini diserahkan kelanjutannya pada pihak manajemen (pimpinan) PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan K3 hanya ditujukan sebagai pengingat akan pentingnya K3 di industri funiture di PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior, implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah berjalan cukup baik karena di Industri ini penyelenggara pekerjaan telah menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja dan sosialisasi K3 juga sudah dilakukan oleh pihak manajemen.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Insiden keselamatan pasien di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2017 ada 136
kasus, 25 % terjadi di unit keperawatan, sebesar 2.2% di unit farmasi, 2.9% di unit lab dan
3.9% terjadi oleh dokter. Insiden keselamatan pasien dipengaruhi oleh banyak faktor, salah
satunya faktor perilaku perawat ketika bekerja, yang terdiri dari pengetahuan perawat,
sikap perawat dan adanya pelatihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor
yang berhubungan dengan perilaku perawat terhadap penerapan keselamatan pasien di unit
rawat inap RS Sentra Medika Cibinong.
Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study.
Populasi penelitian adalah seluruh perawat di unit rawat inap yang berjumlah 136. Sampel
penelitian sejumlah 58 perawat. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square
dengan tingkat kepercayaan 95%.
Berdasarkan data yang diperoleh, Hasil analisis menunjukkan, ada hubungan antara
pengetahuan dengan penerapan keselamatan pasien (p=0,005). Ada hubungan antara sikap
dengan penerapan keselamatan pasien (p=0,009). Ada hubungan antara pelatihan dengan
penerapan keselamatan pasien (p=0,03).
Kesimpulan, ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan pelatihan dengan penerapan
keselamatan pasien di RS Sentra Medika Cibinong. Saran, sosialisasi tentang keselamatan
pasien kepada perawat dilakukan secara konsisten dan berkala
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan signifikan antara perilaku
perawat terhadap penerapan keselamatan pasien di unit rawat inap RS Sentra Medika
Cibinong. Saran dari peneliti sebagian besar perawat mempunyai risiko tinggi mengalami
insiden keselamatan pasien di RS Sentra Medika Cibinong, akan tetapi rumah sakit sudah
menyediakan SPO yang berkaitan dengan keselamatan pasien, adanya komite patient
safety, adanya budaya lapor dan budaya no blaming di lingkungan RS. Maka diharapkan
RS untuk tetap memberikan motivasi kepada perawat untuk mempertahankan dan
meningkatkan budaya keselamatan pasien. Dan Masih ada perawat yang mempunyai
pengetahuan dan sikap yang kurang serta belum mengikuti pelatihan.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PERAWATAN METODE KANGURU (PMK)
PADA IBU DENGAN BBLR DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG
TAHUN 2018
Purnama Wati Siregar STIKes Medika Cikarang
ABSTRAK: Salah satu indikator untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Bayi (AKB). Menurut Global Nutrition Targets (2014), secara keseluruhan diperkirakan bahwa 15-20% AKB dari semua kelahiran di seluruh dunia adalah dikarenakan bayi berat lahir rendah (BBLR) mewakili lebih dari 20 juta kelahiran per tahun. Kematian bayi baru lahir dapat dicegah dengan menggunakan perawatan yang tidak mahal yaitu Perawatan Metode Kanguru (PMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan efektifitas pelaksanaan PMK di RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat/bidan ruang Perina dan Kamar Bayi Sehat RSSM Cibinong yang diambil dengan tehnik Total Sampling berjumlah 34 orang. Data yang didapat menggunakan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di RS Sentra Medika Cibinong bahwa sebagian besar responden tidak efektif dalam pelaksanaan PMK 19 orang (55,9%) dari 34 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan pendidikan DIII Bidan yaitu 24 orang (70,6%) p value 0,010. Diketahui pula responden dengan masa kerja > 2 tahun yaitu 32 orang (94,1%) p value 0,492. Selanjutnya, didapat hasil sebagian besar responden yaitu 24 orang (70,6%) tidak pernah mengikuti pelatihan PMK p value 0,001. Selanjutnya sebagian responden yaitu 17 orang (50%) p value 0,037 kebijakan SPO tidak mendukung terhadap efektifitas pelaksanaan PMK. Kemudian sebagian besar responden yaitu 19 orang (55,9%) p value 0,005 sarana dan prasarana tidak mendukung dalam efektifitas pelaksanaan PMK. Dari hasil penelitian sebagian besar responden tidak efektif terhadap pelaksanaan PMK. Oleh sebab itu disarankan agar pihak manajemen meningkatkan kinerja program dalam upaya perbaikan pelayanan dengan mengikutsertakan tenaga pelaksana dalam pelatihan PMK, memfasilitasi kelengkapan sarana dan prasarana, serta melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap pelaksanaan PMK.
Kata Kunci : BBLR, Perawatan Metode Kanguru (PMK), Pendidikan, Masa Kerja,
Pelatihan, Kebijakan SPO, Sarana dan Prasarana, dan Efektifitas Pelaksanaan PMK